Stasiun
Sorotan terbaru dari Tag # Stasiun
Sejumlah KA Dialihkan Lewati Wilayah Daop 2 Bandung Imbas Gangguan Perjalanan KA di Stasiun Bumiayu
Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan telah terjadi gangguan perjalanan KA Bangunkarta (161) di Stasiun Bumiayu di Daop 5 Purwokerto, Senin (6/4) sekitar pukul 14.15 WIB. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan adanya penyesuaian pola operasi perjalanan kereta api guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan Keretaapi. Sebagai langkah antisipatif, KAI melakukan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh untuk memutar melalui wilayah Daop 2 Bandung. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta meminimalisir potensi kelambatan perjalanan kereta api yang lebih banyak. Adapun kereta api yang dijadwalkan memutar melalui wilayah Daop 2 Bandung melalui lintas Kroya - Bandung - Cikampek sebagai bagian dari rekayasa operasi yang diberlakukan, yakni: 1. KA Argo Semeru (5) relasi Surabaya Gubeng – Gambir. 2. KA Gaya Baru Malam Selatan (89) relasi Surabaya Gubeng – Pasarsenen. 3. KA Progo (257) relasi Lempuyangan – Pasarsenen 4. KA Senja Utama Yogyakarta (107) relasi Yogyakarta - Pasarsenen 5. KA Senja Utama Yogyakarta (108) relasi Pasarsenen - Lempuyangan Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa langkah pengalihan rute ini dilakukan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api serta menekan kelambatan perjalanan KA sebagai bentuk layanan kepada pelanggan. “KAI menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api. Pengalihan rute ini merupakan langkah strategis untuk memastikan perjalanan tetap berlangsung dengan aman meskipun terjadi gangguan di lintas lain,” ujar Kuswardojo. Kata Kuswardojo, KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan seluruh aspek operasional, termasuk kesiapan prasarana, sarana, serta petugas di lapangan guna mendukung kelancaran perjalanan kereta api yang dialihkan. “Kami mengupayakan seluruh perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 2 Bandung tetap berjalan dengan lancar dan aman. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi potensi keterlambatan yang lebih lama,” tambahnya. KAI mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait perjalanan kereta api dan kondisi terkini di lokasi gangguan operasional KA hanya melalui kanal resmi KAI. KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat adanya penyesuaian pola operasi ini. KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pelanggan kereta api.
Stasiun Tasikmalaya Stasiun Tersibuk Tiga Setelah Bandung dan Kiaracondong Lima Hari Angleb 2026
Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung catat tingginya mobilitas masyarakat selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 15 Maret 2026. Dari data pelayanan penumpang di wilayah Daop 2 Bandung, Stasiun Tasikmalaya tercatat menjadi stasiun tersibuk ketiga setelah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Selama periode tersebut, Stasiun Bandung menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan berangkat tertinggi dengan total 23.252 pelanggan. Disusul Stasiun Kiaracondong yang melayani 20.054 pelanggan berangkat, sementara Stasiun Tasikmalaya berada di posisi ketiga dengan jumlah 5.165 pelanggan yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Tingginya angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di wilayah Priangan Timur, khususnya di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, serta tepat waktu. Selain keberangkatan penumpang, data kedatangan pelanggan di stasiun wilayah Daop 2 Bandung juga menunjukkan tingginya arus perjalanan menuju daerah tersebut. Stasiun Bandung tercatat melayani 17.281 pelanggan turun, diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 8.950 pelanggan. Sementara, Stasiun Tasikmalaya menjadi stasiun kedatangan tersibuk ketiga dengan jumlah pelanggan turun mencapai 7.879 orang selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026. Hal ini semakin memperlihatkan bahwa wilayah Tasikmalaya menjadi salah satu tujuan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran. Selain ketiga stasiun tersebut, beberapa stasiun lain juga mencatat angka pelayanan penumpang yang cukup tinggi. Untuk pelanggan yang berangkat, Stasiun Cimahi tercata ada 2.979 pelanggan dan Stasiun Purwakarta ada 2.949 pelanggan. Sedang, untuk pelanggan yang datang, tercatat di Stasiun Banjar ada 5.222 pelanggan turun dan Stasiun Garut ada 3.160 pelanggan turun. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Tasikmalaya menjadi perhatian KAI untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi kereta api bagi masyarakat di wilayah tersebut. “Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan KAI Daop 2 Bandung terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan aksesibilitas layanan kereta api, khususnya di wilayah yang menunjukkan pertumbuhan mobilitas yang tinggi. “Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026. Dengan adanya layanan ini, masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya dapat lebih mudah mengakses transportasi kereta api tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh,” jelas Kuswardojo. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta memperluas akses transportasi kereta api bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menunjukkan pertumbuhan mobilitas tinggi, sehingga perjalanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman.
Di Daop 2 Bandung 7 Stasiun Layani Puluhan Ribu Penumpang Saat Long Weekend Imlek 2026
Bandung, katakabar.com - Pada momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api. Selama periode long weekend tersebut dari Jumat (13/2) hinggabSelasa (17/2), terdapat tujuh stasiun utama di wilayah Daop 2 Bandung yang melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang dalam jumlah signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa (17/2) siang kemarin, jumlah penumpang berangkat dari tujuh stasiun tersebut mencapai puluhan ribu pelanggan. Stasiun dengan jumlah keberangkatan tertinggi adalah Stasiun Bandung sebanyak 29.085 pelanggan, disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 15.186 pelanggan, serta Stasiun Cianjur sebanyak 10.038 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Tasikmalaya mencatat 7.006 pelanggan berangkat, Stasiun Cipatat sebanyak 5.984 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.927 pelanggan, serta Stasiun Banjar sebanyak 3.739 pelanggan. Sementara, untuk penumpang datang, Stasiun Bandung kembali menjadi stasiun dengan jumlah kedatangan tertinggi yakni 28.781 pelanggan. Disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 14.992 pelanggan dan Stasiun Cianjur sebanyak 10.840 pelanggan yang tiba selama periode long weekend Imlek 2026. Adapun Stasiun Tasikmalaya melayani 7.603 pelanggan datang, Stasiun Cipatat sebanyak 6.019 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.923 pelanggan, dan Stasiun Banjar sebanyak 3.706 pelanggan. Data ini menunjukkan tingginya arus mobilitas masyarakat baik untuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, maupun kepentingan lainnya selama momen libur panjang. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan lonjakan volume pelanggan pada periode long weekend Imlek ini telah diantisipasi dengan optimalisasi pelayanan di seluruh stasiun. “Kami memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, petugas pelayanan, hingga pengamanan di area stasiun dan di dalam kereta agar pelanggan dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya. KAI Daop 2 Bandung juga terus mengimbau kepada para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama. Selain itu, pelanggan diharapkan memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi KAI untuk memperoleh update perjalanan secara berkala. Dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api selama long weekend Imlek 2026 ini, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan sebagai prioritas utama. Momentum libur panjang ini menjadi bukti bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Kian Diminati, Stasiun Bandar Khalipah Hubungkan KA Bandara Hingga Bus Listrik
Medan, katakabar.com - Stasiun Bandar Khalipah yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang terus mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sepanjang tahun 2025 stasiun ini sukses melayani naik turun 183.389 penumpang, tumbuh 14 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 160.428 orang. Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menilai tren positif ini menjadi cermin meningkatnya kepercayaan publik. “Pertumbuhan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api di Stasiun Bandar Khalipah sebagai salah satu simpul mobilitas urban semakin diandalkan oleh masyarakat,” ujar Anwar. Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat tetap konsisten. Data menunjukkan bahwa selama Januari 2026, stasiun yang berada di ketinggian 16,13 meter di atas permukaan laut ini telah melayani 15.573 penumpang. Angka tersebut naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 14.616 penumpang. Menanggapi tingginya minat masyarakat, KAI Divre I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Bandar Khalipah melalui integrasi antarmoda. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan, masyarakat semakin dimudahkan dengan kehadiran layanan Bus Rapid Transit (BRT) berupa bus listrik yang beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 19.30 WIB. “Kehadiran bus listrik semakin memperluas jangkauan aksesibilitas penumpang. KAI ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau berbagai destinasi dengan lebih praktis dan efisien,” jelasnya. Pilihan layanan angkutan di stasiun yang berjarak 11 kilometer dari pusat Kota Medan ini terbilang cukup lengkap. Tersedia KA Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat) dan KA Putri Deli (Medan–Tanjungbalai) untuk layanan jarak jauh. Bagi warga yang ingin berwisata ke kawasan Danau Toba, tersedia KA Siantar Ekspres yang merupakan kereta api lokal perkotaan. Sementara itu, mobilitas menuju Bandara Kualanamu dapat dilayani secara praktis melalui KA Srilelawangsa. "Selain melayani penumpang kereta api reguler di bawah naungan KAI Divre I Sumut, Stasiun Bandar Khalipah juga menjadi titik pemberhentian KA Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu yang dikelola oleh KAI Bandara," tambah Anwar. Sejarah Stasiun Bandar Khalipah sendiri memiliki akar yang panjang, pertama kali dibangun oleh perusahaan Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (N.V. DSM) pada tahun 1889. Kini, wajah modern stasiun yang diresmikan pada 16 Desember 2018 tersebut menjadi simbol kemajuan transportasi di Sumatera Utara. "KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadikan Stasiun Bandar Khalipah sebagai pusat integrasi yang efektif menghubungkan layanan KA antarkota, kereta perkotaan, akses Bandara Kualanamu, hingga moda BRT. Sinergi ini adalah langkah nyata KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang modern dan berkelanjutan," sebut Anwar.
Wamen UMKM Apresiasi Pemanfaatan Ruang Bagi UMKM di Stasiun Yogyakarta
Yogyakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta tegaskan komitmen dukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan ruang dan titik-titik strategis di Stasiun Yogyakarta sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Moraza, dalam tinjauannya saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Yogyakarta, Kamis (5/2) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi Pasal 49 PP Nomor 7 Tahun 2021, yang mewajibkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, serta badan usaha swasta menyediakan paling sedikit 30 persen dari total luas area komersial di infrastruktur publik untuk kegiatan promosi dan pengembangan UMKM. Di kunjungannya, Wamen UMKM RI, Helvi Moraza tinjau sejumlah ruang usaha UMKM yang berada di area stasiun, mulai dari tenant makanan dan minuman, produk kerajinan lokal, hingga produk khas daerah yang menjadi daya tarik bagi penumpang kereta api maupun masyarakat umum. Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu simpul transportasi strategis nasional dan pintu gerbang Kota Yogyakarta dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas akses pasar UMKM. “Apresiasi kami sampaikan kepada Daop 6 Yogyakarta yang telah mendukung pemberdayaan dan kemajuan UMKM di Kota Yogyakarta, yang tak hanya memberikan 30% dari ruang komersialnya tapi juga menempatkannya di titik-titik yang strategis dilalui para penumpang,” ujar Wamen UMKM RI. Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6, mengatakan KAI Daop 6 yang telah secara konsisten menjalankan ketentuan regulasi dan memberikan ruang yang tak hanya memadai bagi pelaku UMKM tapi juga strategis. Langkah KAI ini juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas melalui akses lokasi strategis seperti area stasiun kereta api. "KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus berkomitmen untuk mengimplementasikan PP Nomor 7 Tahun 2021 dengan baik. Pemanfaatan ruang di stasiun untuk UMKM tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi pelaku usaha kecil," ujarnya. Menurut Feni, Secara administratif maupun implementatif, KAI telah membuktikan kepatuhannya terhadap regulasi tersebut. Pemanfaatan ruang bagi UMKM di Stasiun Yogyakarta dilakukan secara terukur, transparan, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa kereta api. Para pelaku UMKM merupakan mitra strategis bagi KAI Daop 6 Yogyakarta dalam menciptakan ekosistem transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberadaan UMKM di stasiun memberikan nilai tambah bagi pelanggan KAI, sambungnya, karena menghadirkan ragam produk lokal berkualitas yang dapat dinikmati selama perjalanan. Di sisi lain, imbuh Feni, diharapkan UMKM mendapatkan eksposur pasar yang lebih luas agar produknya semakin di kenal. "Melalui kolaborasi antara pemerintah dan KAI Daop 6, diharapkan pemberdayaan UMKM tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," terangnya. KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan ruang UMKM serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas demi mendukung pertumbuhan UMKM nasional.
Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi KA dan Jalur Laut
Medan, katakabar.com - Di tengah upaya pemerintah perkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan kukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif. Stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar global. Di stasiun itu lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditi seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumut dengan angkutan laut. "Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah," ungkap Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, ujarnya, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal. “Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya. Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS). Lokasinya Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama. "Meski jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu," ucapnya. Ketangguhan infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan. Keberadaan stasiun ini membuktikan bahwa tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang sinergis. "KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat," sebut Anwar.
KAI Imbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun Manfaatkan Face Recognition Boarding Gate
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau para pelanggan kereta api untuk mengantisipasi waktu keberangkatan dengan datang lebih awal ke stasiun, seiring kondisi cuaca hujan yang masih kerap terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, hujan deras kerap turun sejak pagi hari dan berlangsung hingga seharian, yang berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan menuju stasiun, terutama akibat kepadatan lalu lintas dan kondisi jalan yang licin. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KAI Daop 1 Jakarta secara aktif berkoordinasi dan bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar langkah antisipasi operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar. “Kerja sama dengan BMKG kami lakukan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala sehingga potensi dampak cuaca ekstrem dapat diantisipasi lebih dini, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada pelanggan,” kata Franoto. Menurutnya, meski cuaca hujan, hingga saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta masih berjalan normal sesuai jadwal. KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap jalur rel, sarana, dan prasarana untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan pelanggan tetap terjaga. Dalam kondisi hujan, KAI juga mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih cermat dan datang lebih awal guna menghindari keterlambatan. “Dengan perencanaan waktu yang baik, pelanggan dapat tiba di stasiun lebih tenang dan perjalanan menggunakan kereta api tetap berlangsung aman dan nyaman,” jelasnya. Untuk mengurai potensi kepadatan antrean, khususnya di area boarding gate, KAI Daop 1 Jakarta mendorong pelanggan untuk memanfaatkan layanan face recognition boarding gate. Teknologi ini memungkinkan proses boarding dilakukan dengan lebih cepat dan praktis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun identitas secara manual. “Penggunaan face recognition sangat kami sarankan, terutama saat kondisi hujan. Selain mempercepat proses boarding, layanan ini juga membantu mengurangi antrean sehingga pelanggan tidak perlu berlama-lama menunggu di area stasiun,” beber Franoto. Pendaftaran layanan face recognition dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI pada menu Akun dengan memilih Registrasi Face Recognition, atau secara langsung di stasiun. Pendaftaran cukup dilakukan satu kali dan dapat digunakan untuk perjalanan selanjutnya. Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan fasilitas pendukung seperti pengering payung di sejumlah stasiun untuk menjaga kenyamanan pelanggan, khususnya saat memasuki area ruang tunggu dan layanan penumpang. “KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas demi memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi pelanggan, meskipun di tengah kondisi cuaca hujan,” terangnya. KAI Daop 1 Jakarta mengharapkan kerja sama para pelanggan untuk mematuhi jadwal keberangkatan, memanfaatkan layanan digital, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan kereta api di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
KAI Services Pastikan Area Parkir Stasiun Tertib dan Lancar dengan Petugas CSPE
Jakarta, katakabar.com - Memasuki hari terakhir masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, Kereta Api Indonesia (KAI) Services melalui unit bisnis Resparking memastikan layanan parkir di stasiun tetap berjalan tertib dan lancar. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, salah satunya dengan menghadirkan petugas Customer Service Parking Excellent di sejumlah stasiun besar. Sebagai bentuk kesiapan layanan selama periode Nataru 2025-2026, KAI Services merekrut 29 petugas Customer Service Parking Excellent (CSPE) yang ditempatkan di berbagai area parkir stasiun di Pulau Jawa. Kehadiran petugas ini menjadi bagian dari komitmen KAI Services dalam menjaga kualitas pelayanan hingga hari terakhir masa angkutan libur panjang tersebut. Petugas Customer Service Parking Excellent hadir di beberapa stasiun utama, di antaranya Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Bandung, Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Yogyakarta (Tugu), Stasiun Gubeng, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Jember, Stasiun Madiun, dan Stasiun Banyuwangi. Para petugas ini bertugas memastikan transaksi kendaraan di area parkir berjalan lancar dan tertib di tengah kepadatan kendaraan selama arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selain itu, mereka juga membantu pengguna parkir dalam proses pembayaran serta memberikan informasi terkait tarif parkir. Salah satu pengguna parkir, Budi Johari, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas Customer Service Parking Excellent, terutama pada jam-jam sibuk. Menurutnya, petugas mampu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan pengendara. “Kemarin saat ingin menitipkan kendaraan, saya sempat menanyakan informasi parkir inap di Stasiun Gambir, dan petugas Customer Service Parking Excellent dengan cekatan menjelaskan tarif parkir yang saya butuhkan,” ujar Budi. Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan kehadiran petugas Customer Service Parking Excellent menjadi salah satu upaya KAI Services dalam memastikan pelayanan parkir tetap optimal hingga akhir masa Angkutan Nataru. “Petugas Customer Service Parking Excellent bertugas mengarahkan kendaraan ke area parkir yang masih tersedia serta memberikan solusi cepat apabila terjadi kendala, seperti tiket parkir hilang atau kesulitan saat keluar area parkir. Hal ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga hingga hari terakhir Angkutan Nataru 2025/2026,” jelas Nyoman dalam keterangan resminya, Sabtu (4/1) kemarin. Melalui Resparking, KAI Services terus mengedepankan aspek kenyamanan dan keamanan bagi para pengendara yang menitipkan kendaraannya di stasiun. Selain menghadirkan petugas Customer Service Parking Excellent, selama masa Nataru 2025-2026 Resparking juga melakukan berbagai perbaikan fasilitas, antara lain pengecatan ulang marka dan rambu parkir, pengaspalan area parkir, pembaruan sistem, serta pemasangan kanopi di sejumlah titik strategis, guna memastikan pelayanan tetap prima hingga berakhirnya masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru.
Daop 2 Bandung Catat Lima Stasiun Masih Tinggi Pelayanan Pelanggan KA Jarak Jauh Pasca Nataru
Bandung, katakabar.com - Memasuki tiga hari pasca perayaan Tahun Baru 2026, lima stasiun di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung masih mencatat tingginya pelayanan kepada pelanggan kereta api jarak jauh. Kondisi ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi meskipun periode puncak libur telah usai. Lima stasiun tersebut yakni Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Cianjur, Stasiun Tasikmalaya, dan Stasiun Cipatat, yang masih menjadi titik utama pergerakan pelanggan baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dari berbagai daerah. Secara rinci, untuk penumpang berangkat, Stasiun Bandung melayani 20.596 pelanggan, Stasiun Kiaracondong 10.612 pelanggan, Stasiun Cianjur 5.797 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya 4.293 pelanggan, dan Stasiun Cipatat 3.646 pelanggan. Sedangkan untuk penumpang datang, Stasiun Bandung mencatat 21.038 pelanggan, Stasiun Kiaracondong 11.464 pelanggan, Stasiun Cianjur 6.045 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya 4.323 pelanggan, serta Stasiun Cipatat 4.066 pelanggan. Di periode 1 hingga 3 Januari 2026, tercatat 63.531 pelanggan KA jarak jauh berangkat dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung, sementara 64.203 pelanggan tercatat tiba di wilayah yang sama. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan capaian ini menjadi bukti konsistensi layanan KAI dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat pasca libur Tahun Baru. “Lima stasiun tersebut masih melayani pelanggan dalam jumlah besar, baik yang berangkat maupun tiba. KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” ujar Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan tingginya volume pelanggan pada periode pasca Tahun Baru ini menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh. “Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena aman, nyaman, dan tepat waktu, baik untuk perjalanan liburan maupun kembali ke daerah asal. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ucap Kuswardojo. KAI Daop 2 Bandung mengimbau para pelanggan untuk selalu memperhatikan jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi aturan keselamatan demi kelancaran perjalanan bersama.
Menhub Kunjungi Stasiun Yogyakarta, Pastikan Layanan KAI Daop 6 Optimal
Yogyakarta, katakabar.com - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Yogyakarta guna memastikan pelayanan transportasi kereta api kepada masyarakat berjalan dengan optimal, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Di kunjungan tersebut, Menteri Perhubungan didampingi oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin dan EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo beserta jajaran KAI Group. Rombongan Menteri Perhubungan sebelumnya menempuh perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Stasiun Yogyakarta menggunakan Kereta Api Bandara sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal. Setibanya di Stasiun Yogyakarta, Menteri Perhubungan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi stasiun dan fasilitas pelayanan meliputi area pelayanan penumpang, ruang tunggu, kebersihan stasiun, pos kesehatan, aksesibilitas, serta kesiapan petugas di lapangan. Tak hanya area pelayanan KA Antarkota atau Jarak Jauh, Menhub juga melakukan pemeriksaan di area pelayanan KA Bandara dan Commuterline Yogyakarta-Palur. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan KAI Group kepada para penumpang berjalan dengan baik, aman, dan nyaman. Dalam arahannya saat melakukan peninjauan, Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi atas kinerja KAI, khususnya atas peningkatan volume penumpang yang tetap diiringi dengan komitmen tinggi terhadap keselamatan dan kualitas pelayanan. Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan secara berkelanjutan, antisipasi terhadap cuaca ekstrem, serta penguatan keselamatan di perlintasan sebidang agar masa Nataru dapat berjalan dengan aman dan lancar. Sementara, Direktur Utama KAI menyampaikan sambutan hangat atas kunjungan kerja dan apresiasi Menhub serta menyampaikan komitmen penuh KAI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor transportasi. “Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Perhubungan untuk memastikan pelayanan Nataru di Stasiun Yogyakarta. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan tepat waktu, serta akan terus melakukan inovasi demi meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan,” kata Bobby Rasyidin. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan kunjungan Menteri Perhubungan menjadi motivasi bagi seluruh insan KAI Daop 6 Yogyakarta untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, tidak hanya pada masa Nataru 2025/2026 tapi juga pada pelayanan hari-hari biasanya. “Seiring dengan peningkatan volume penumpang KA, Daop 6 Yogyakarta juga berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan pelanggan, baik pada masa Nataru maupun pada pelayanan sehari-hari,” ujar Feni.