SKK Migas
Sorotan terbaru dari Tag # SKK Migas
KemenLHK, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Komprehensif Berbasis Teknologi dan Berdampak Ekonomi
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLHK) dan SKK Migas dorong penanganan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Wilayah Kerja (WK) Rokan secara lebih komprehensif. Upaya tersebut kedepankan penerapan teknologi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi. Selain memulihkan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan rantai pasok lokal. Komitmen PHR bersama SKK Migas dan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pemulihan lingkungan dilakukan secara terukur, sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar area pemulihan. Di mana pendekatan pemulihan dilakukan berdasarkan kajian teknis, kondisi spesifik setiap lokasi, dan persetujuan regulator. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengatakan penanganan TTM perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pemulihan fungsi lingkungan, penerapan teknologi yang tepat, hingga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Jumhur mengapresiasi pengelolaan WK Rokan pasca alih kelola ke PHR sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada energi. ”Pastikan kita harus lebih baik karena bekerja di tanah air sendiri yang tentunya ada ikatan batin antara saudara saudara dengan wilayah ini. Selamat bertugas dan mengabdi,” jelasnya saat berkunjung ke lokasi pemulihan di area Zona Rokan, Sabtu (15/8) kemarin. Sejalan dengan hal itu, PHR melaksanakan program pemulihan TTM secara bertahap dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing lokasi. Metode pemulihan dapat menggunakan bioremediasi, fitoremediasi, maupun teknologi lain yang telah memperoleh persetujuan KLHK. Pendekatan berbasis teknologi tersebut memungkinkan metode pemulihan disesuaikan dengan kondisi tanah dan karakteristik kontaminasi di setiap lokasi. Hingga pertengahan 2026, total 63 dari total 250 lokasi telah memperoleh persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dari jumlah tersebut, 26 lokasi telah selesai dipulihkan, dengan 17 lokasi di antaranya telah memperoleh Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi (SSPLT). Lokasi lainnya masih berada dalam tahapan persiapan aspek persyaratan teknis dan lokasi sebelum dapat diajukan untuk memperoleh persetujuan RPFLH. Pendekatan teknologi menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulihan berlangsung efektif, aman, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing lokasi. Melalui bioremediasi, proses pemulihan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk membantu menguraikan senyawa hidrokarbon dalam tanah. Sementara, fitoremediasi memanfaatkan kemampuan tanaman tertentu dalam membantu proses pemulihan lingkungan. Kepala Kelompok Kerja K3LL SKK Migas, Ivan Fadlun Azmy, menerangkan pemulihan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kegiatan hulu migas. Menurutnya, penerapan teknologi dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan perlu berjalan beriringan untuk memastikan proses pemulihan dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kegiatan Pemulihan TTM ini merupakan salah satu bukti industri Hulu Migas dalam pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan. Tentunya kolaborasi antara Kementerian LH dengan SKK Migas serta PHR sangat penting untuk kelancaran dan keefektifan Kegiatan pemulihan TTM ini," kata Ivan. Ia menuturkan Ivan, kolaborasi antara regulator, pemerintah, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjadi penting guna memastikan pengelolaan lingkungan berjalan secara konsisten. Hal tersebut sejalan dengan komitmen SKK Migas dan KKKS di wilayah Sumbagut untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan operasi hulu migas. Selain pemulihan fungsi lingkungan, program TTM juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasi. PHR terus mendorong optimalisasi penggunaan tenaga kerja lokal serta keterlibatan pelaku usaha dan rantai pasok daerah dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan. Pelibatan tenaga kerja lokal menunjukkan bahwa kegiatan pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain didominasi tenaga kerja lokal, pelaksanaan program juga membuka peluang keterlibatan pelaku usaha dan penyedia barang maupun jasa di daerah. Pengadaan dilaksanakan melalui mekanisme yang mengacu pada ketentuan SKK Migas, termasuk Pedoman Tata Kerja (PTK) 007, sehingga pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dapat dioptimalkan. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menciptakan efek berganda (multiplier effect) dari kegiatan pemulihan lingkungan, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan daerah. Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menekankan kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan SKK Migas menjadi bagian penting dalam memastikan program pemulihan TTM berjalan sesuai dengan ketentuan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas. “Pemulihan TTM tidak hanya berbicara mengenai bagaimana kita mengembalikan fungsi lingkungan, tetapi juga bagaimana proses tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, kami mendorong penggunaan teknologi yang tepat sesuai karakteristik setiap lokasi, sekaligus mengoptimalkan keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” ucap Arifin. Menurutnya, setiap lokasi TTM memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya memerlukan pendekatan yang tepat berdasarkan kajian teknis dan proses persetujuan regulator. Penerapan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pemulihan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. “Dengan pendekatan berbasis teknologi dan kajian teknis, setiap lokasi ditangani dengan metode yang tepat. Pada saat yang sama, pelaksanaan kegiatan juga memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi. Dengan demikian, pemulihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan secara beriringan,” sebutnya. Program pemulihan TTM di WK Rokan saat ini merupakan bagian dari peta jalan penyelesaian yang disusun PHR bersama SKK Migas dan Kementerian Lingkungan Hidup hingga 2030 dan dilanjutkan satu tahun untuk kegiatan pasca pemulihan. Program tersebut mencakup lokasi-lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dan dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan lahan, kajian teknis, serta persetujuan regulator. Kolaborasi PHR, Kementerian Lingkungan Hidup, dan SKK Migas akan terus diarahkan untuk memastikan pelaksanaan pemulihan berlangsung terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan menggabungkan penerapan teknologi pemulihan lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri, program TTM di WK Rokan diharapkan dapat berkontribusi pada pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara nyata, sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan operasi hulu migas dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Jaga Ketahanan Energi Nasional: SKK Migas, PHR dan Polda Riau Perkuat Sinergi Lindungi Aset Negara
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) dan Kepolisian Daerah (Polda) Riau perkuat sinergi lintas instansi untuk melindungi aset negara sekaligus menjaga keberlanjutan operasi hulu migas yang menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional. Penguatan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Strategi Penyelesaian Klaim Tanah Adat di atas BMN Tanah Hulu Migas Melalui Pemahaman Regulasi dan Kolaborasi Guna Mendukung Peningkatan Produksi Hulu Migas" di Gedung Rumbai Country Club (RCC), Pekanbaru, Kamis (6/8) kemarin. Forum tersebut mempertemukan aparat penegak hukum, pemerintah, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi mengenai penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang berpotensi menghambat kegiatan operasional hulu migas, khususnya pada aset Barang Milik Negara (BMN). Sebagai salah satu aset strategis negara, Wilayah Kerja (WK) Rokan mencakup area sekitar 6.400 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Riau dan lebih dari 12.600 sumur aktif. Keberlangsungan operasi di wilayah ini memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional sehingga memerlukan kepastian hukum dan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Kurun beberapa tahun terakhir, aktivitas ilegal di atas BMN Hulu Migas telah menimbulkan berbagai gangguan terhadap kegiatan operasi PHR. Di antaranya praktik perambahan liar, klaim tanah ulayat yang tidak memiliki dasar hukum yang memadai, transaksi jual beli lahan secara ilegal, penerbitan dokumen pertanahan yang tumpang tindih, pembalakan liar, hingga gangguan akses di kawasan hutan Berbagai aktivitas tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terganggunya jaringan listrik, hilangnya potensi produksi migas, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar, aparat penegak hukum melakukan berbagai langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena berpotensi menghambat keberlanjutan operasi hulu migas dan menimbulkan kerugian bagi negara. Lantaran itu, diperlukan adanya pemahaman mengenai regulasi hukum agraria yang berlaku. Salah satunya terkait kedudukan hukum tanah ulayat masyarakat hukum adat agar tidak terjadi tumpang tindih dengan aset negara yang digunakan untuk kepentingan strategis sektor hulu migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) melalui Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi, Yanin Kholison mengatakan dinamika pertahanan di wilayah operasi hulu migas perlu disikapi melalui dialog, pemahaman regulasi, dan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi fondasi penting untuk menghadirkan solusi yang memberikan kepastian bagi semua pihak sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan hulu migas. “Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaksana hulu migas, akademisi, dan masyarakat, berbagai persoalan pertanahan dapat diselesaikan secara konstruktif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, kegiatan operasi hulu migas dapat berjalan dengan baik sehingga mampu terus mendukung ketahanan energi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun negara,” kata Yanin. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan perlindungan BMN di wilayah operasi hulu migas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. "Barang Milik Negara di wilayah kerja hulu migas merupakan aset strategis yang menopang keberlangsungan produksi energi nasional. Karena itu, setiap bentuk perambahan maupun praktik jual beli lahan yang tidak sesuai ketentuan perlu ditangani secara komprehensif melalui kepastian hukum dan kolaborasi lintas instansi,” jelas Eviyanti. Kata Eviyanti, PHR berkomitmen menjalankan pengamanan BMN sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pendekatan administrasi, fisik, dan hukum sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 140 Tahun 2020. Upaya tersebut juga diperkuat melalui sinergi lintas instansi dalam penegakan hukum, koordinasi penanganan mafia tanah, serta perlindungan hukum bagi pekerja yang menjalankan tugas pengamanan aset negara dengan tetap mengedepankan aspek kepatuhan dan kehati-hatian. FGD menghadirkan Kepala Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Yan Dharmadi, S.H., M.H., dan Pakar Hukum Agraria Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum. Dalam paparannya, Prof. Kurnia Warman menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai kedudukan hukum tanah ulayat masyarakat hukum adat agar tidak terjadi tumpang tindih dengan aset negara yang telah digunakan untuk kepentingan strategis sektor hulu migas. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Polda Riau, SKK Migas, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kejaksaan Tinggi Riau, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Forum ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus membangun kesamaan persepsi dalam perlindungan aset negara yang mendukung kegiatan hulu migas, melalui kesepakatan dalam penanganan perambahan yang lebih terukur dan tegas. Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan dalam forum ini adalah optimalisasi peran Satgas Dukungan Operasional Kegiatan Migas Provinsi Riau sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam menangani persoalan pertanahan dan melindungi BMN Hulu Migas, khususnya dalam memfasilitasi mediasi atas kasus perusakan, penyerobotan, atau penguasaan tanpa hak terhadap BMN Hulu Migas, namun dengan batas waktu yang jelas. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan tercipta kepastian hukum, perlindungan aset negara yang semakin kuat, iklim investasi yang kondusif, serta keberlanjutan produksi migas sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Temuan PHR Teranyar, Harta Karun Terpendam Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari di Sumur TOPI-002
Duri, katakabar.com - SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil membuktikan lapangan tua masih menyimpan potensi raksasa belum sepenuhnya terjamah, di tengah tantangan penurunan produksi di lapangan minyak Blok Rokan, Sumur pengembangan teranyar, TOPI-002, yang terletak di struktur Karangan atau sekitar 20 kilometer dari Kota Duri secara mengejutkan mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menjadi suntikan energi baru bagi target lifting migas nasional. Keberhasilan ini diperoleh setelah tim teknis melakukan uji produksi pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower). Hanya pada kedalaman 937–939 meter, sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan volume yang signifikan, membuktikan bahwa strategi pengeboran di wilayah kerja (WK) Rokan masih sangat efektif. Tak hanya soal volume minyak, proyek ini juga menjadi tolok ukur efisiensi operasional PHR. Berikut ini rincian performa pengeborannya yakni teknologi metode Directional Drillingtipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP). Kemudian..à secara durasi rampung dalam 25 hari hingga kedalaman akhir 1.136 meter MD. Dan, efisiensi biaya, proyek ini hanya menelan biaya USD 935 ribu, atau setara dengan 76 persen dari anggaran yang direncanakan. Artinya, tim berhasil menghemat biaya hingga 24 persen dari pagu awal. General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menegaskan pencapaian ini buah dari perencanaan yang presisi dan eksekusi lapangan yang solid. "Keberhasilan sumur TOPI-002 adalah bukti bahwa optimasi di lapangan mature masih sangat mungkin. Kami tidak hanya mengejar volume, tapi juga memastikan setiap proses dan produksi dihasilkan dari proses yang efektif dan selamat," jelas Andre. Langkah selanjutnya, operator akan fokus pada uji produksi lanjutan untuk menentukan laju alir optimal. Hal ini krusial untuk menjaga reservoir dan meminimalisir risiko kadar air (water cut) yang tinggi, tantangan klasik di lapangan migas yang sudah matang. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan resminya menyambut baik pencapaian ini. Ia optimistis sumur TOPI-002 akan memberikan kontribusi dan dampak signifikan bagi ketahanan energi Indonesia. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
SKK Migas Hadirkan Investor Room Perkuat Transparansi Investasi, MLVT Mitra Teknologi
Jakarta, katakabar.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membangun Investor Room sebagai ruang baru untuk menghadirkan cerita energi Indonesia dengan lebih transparan dan meyakinkan. Ruang ini lahir dari kebutuhan menampilkan data eksplorasi dan peluang investasi secara modern dan mudah dipahami. Untuk mewujudkannya, SKK Migas mempercayakan MLV Teknologi sebagai mitra yang menghadirkan visual tajam, sistem hybrid andal, dan teknologi AV terintegrasi agar setiap pertemuan dengan investor berlangsung mulus dan impresif. Menurut Melvin Halpito, teknologi yang tepat membantu menumbuhkan kepercayaan itulah yang ingin dihadirkan MLV Teknologi bagi SKK Migas. Setiap keputusan besar selalu lahir dari ruang yang tepat. Itulah gagasan yang mendorong SKK Migas menghadirkan Investor Room, sebuah ruang yang dibangun bukan hanya untuk rapat, tetapi sebagai tempat bercerita tentang potensi energi Indonesia, tentang peluang masa depan, dan tentang bagaimana negara ini ingin membuka diri dengan cara yang lebih transparan, modern, dan meyakinkan. Investor Room hadir sebagai bagian dari strategi SKK Migas untuk memperkuat daya tarik investasi di sektor hulu migas. Pemerintah melalui SKK Migas menilai ruang presentasi yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi adalah kebutuhan mendesak dalam komunikasi dengan investor global. Peluncuran Investor Room pun menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan lifting migas nasional dan target swasembada energi. Dari Kebutuhan Menjadi Ruang Nyata Investor Room diciptakan untuk menjawab tantangan sederhana tetapi penting. Bagaimana menyampaikan data migas yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami dan lebih menarik bagi pengambil keputusan? SKK Migas ingin menghadirkan ruang di mana grafik geologi, peta eksplorasi, dan proyeksi prospek investasi tidak lagi hanya tampil sebagai angka dan garis tetapi menjadi cerita visual yang hidup, informatif, dan meyakinkan. Karena itulah mereka membutuhkan teknologi yang tidak hanya canggih, tapi juga manusiawi mudah digunakan, stabil, dan intuitif. Untuk memastikan ruang ini dapat memenuhi harapan tersebut, SKK Migas pun menggandeng MLV Teknologi (www.mlvteknologi.com) MLV Teknologi Dipercaya Transformasi Ruang Strategis MLV Teknologi dipercaya SKK Migas untuk menangani instalasi dan integrasi sistem audio visual (AV) yang menjadi tulang punggung interaktivitas Investor Room. Solusi yang dihadirkan termasuk visual ultra tajam, sistem komunikasi hybrid yang andal, serta signal processor yang memastikan setiap pertemuan berjalan mulus tanpa hambatan teknis. MLV Teknologi (www.linkedin.com/company/mlvteknologi.com) perusahaan yang sejak 2013 dikenal sebagai penyedia solusi AV & IT terintegrasi, unified communications, IoT experience devices, dan audiovisual engineering menjadi pilihan karena pengalaman panjangnya membantu perusahaan dan instansi pemerintah membangun ruang rapat strategis dan ruang kolaborasi modern. Bagi SKK Migas, memilih MLV Teknologi bukan hanya soal teknologi, tetapi soal kepercayaan. Ruang ini adalah representasi profesionalisme Indonesia di mata investor global dan teknologi yang menghidupkannya harus berada di tangan yang tepat. Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menyatakan kami sangat bangga dipercaya SKK Migas untuk menjadi bagian dari ruang strategis ini. Saat investor datang, jelas Melvin, mereka tidak hanya melihat data. Mereka ingin merasakan keseriusan sebuah lembaga mengelola informasi. Tugas kami adalah memastikan setiap tampilan, setiap transisi, dan setiap percakapan di dalam ruangan ini terjadi dengan mulus dan membuat investor merasa yakin. Melvin menambahkan, teknologi pada akhirnya bukan soal perangkat apa yang dipasang, tetapi bagaimana teknologi itu membuat orang merasa lebih percaya. Itulah filosofi kami saat membangun Investor Room ini bersama SKK Migas.
MLV Teknologi Bikin Investor Room SKK Migas Lebih Canggih
Jakarta, katakabar.com - MLV Teknologi kembali menunjukkan kemampuannya sebagai integrator Audio Visual (AV) terdepan di Indonesia lewat peningkatan teknologi di Investor Room SKK Migas. Ruang yang menjadi titik krusial dalam komunikasi investasi ini kini tampil lebih modern, lebih presisi, dan jauh lebih interaktif. www.mlvteknologi.com Investor Room SKK Migas memainkan peran strategis: di ruang inilah data eksplorasi, potensi blok migas, hingga pemetaan investasi jangka panjang dipresentasikan kepada investor lokal maupun internasional. Setiap detail visual yang ditampilkan sangat menentukan pemahaman dan keyakinan investor terhadap peluang hulu migas Indonesia. Karena itu, ruang ini membutuhkan sistem AV yang tidak hanya canggih, tetapi juga stabil dan memberikan akurasi tingkat tinggi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MLV Teknologi ( www.linkedin.com/company/mlvteknologi ) menghadirkan perangkat kelas profesional yang mendukung presentasi berintensitas tinggi. Peningkatan ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pengalaman ruang secara menyeluruh. MLV bekerja berdampingan dengan Canary Design sebagai mitra desain interior untuk memastikan harmonisasi antara estetika dan fungsi. Hasilnya, Investor Room kini tampil lebih elegan, nyaman, dan representatif bagi sesi dialog investasi yang berlangsung intens dan seringkali membutuhkan konsentrasi penuh. Visual Lebih Tajam Sampaikan Data Kritis Pusat dari perubahan ini terletak pada implementasi Ledman LED Screen P0,9 COB. Kedua layar LED beresolusi sangat tinggi ini menghasilkan tampilan ultra tajam, menjadikannya ideal untuk grafik geologi, simulasi produksi, maupun peta reservoir yang membutuhkan akurasi visual. Melalui kalibrasi mendalam, MLV Teknologi (@mlv.teknologi) memastikan warna tampil konsisten dan kecerahan tetap stabil sepanjang presentasi. Dengan peningkatan ini, tim SKK Migas dapat menyampaikan data teknis secara lebih jelas, sementara investor dapat menangkap pesan visual dengan lebih cepat dan presisi. Komunikasi Hybrid Lebih Andal Untuk mendukung presentasi yang membutuhkan pergantian sumber data secara cepat, Investor Room dilengkapi Extron IN2004 (www.extron.com) sebagai Signal Processor. Perangkat ini memastikan switching terjadi tanpa jeda, sesuatu yang sangat penting saat presentasi bergerak antara file teknis, laporan video, hingga peta digital. Sementara, AVer CAM570 Conference Camera memperkuat aspek komunikasi jarak jauh. Dengan kemampuan framing otomatis, sudut tangkap luas, dan duallens berkualitas tinggi, kamera ini menghadirkan komunikasi virtual yang jernih dan stabilbmemungkinkaninvestor internasional untuk tetap merasakan kehadiran langsung dalam ruangan, meski berada di negara lain. Desain Interior Dukung Ritme Dialog Investasi Canary Design sebagai mitra desain interior, memainkan peran penting dalam menyempurnakan atmosfer ruang. Mereka merancang tata letak, pencahayaan, dan akustik yang mendukung fokus peserta rapat dan menjaga kenyamanan sepanjang sesi presentasi. Teknologi yang diintegrasikan oleh MLV Teknologi juga dipadukan secara seamless ke dalam desain ruang, menghadirkan tampilan yang bersih, profesional, dan elegan. “Ruang Representasikan wajah Indonesia di mata investor” Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menegaskan pentingnya ruang ini. “Investor Room SKK Migas bukan hanya ruang meeting biasa ini adalah ruang yang merepresentasikan kesiapan Indonesia di mata investor global. Karena itu, teknologi audiovisual dan desain interiornya harus bekerja saling melengkapi. Kami bangga dapat menghadirkan sistem yang lebih stabil, visual yang lebih tajam, dan pengalaman presentasi yang lebih profesional bagi SKK Migas," ujarnya. Standar Baru Ruang Presentasi Investasi di Indonesia Dengan seluruh peningkatan ini, Investor Room SKK Migas kini menjadi acuan baru bagi ruang presentasi korporasi di Indonesia ruang yang bukan hanya ditingkatkan secara teknis, tetapi juga dirancang untuk memberikan pengalaman dialog investasi yang lebih efektif, lebih percaya diri, dan lebih modern.
Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dengan SKK Migas Bahas Migas dan Pemberdayaan Masyarakat
Kepulaua Meranti, katakabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) gelar silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026, Kamis (29/1). Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas PUPR Kepulauan Meranti itu dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, yang dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi Riau, Helmi D, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, para asisten dan staf ahli Setda, pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Pertanahan/BPN Kepulauan Meranti, serta perwakilan perusahaan migas, di antaranya PT Imbang Tata Alam dan PT Riau Petroleum Group. Di pertemuan tersebut, PT Imbang Tata Alam selaku operator Wilayah Kerja (WK) Malacca Strait memaparkan kondisi produksi migas tahun 2025. Produksi minyak tercatat rata-rata sebesar 4.655 barel minyak per hari (BOPD), masih di bawah target SKK Migas sekitar 6.000 BOPD. Sementara produksi gas berada pada kisaran 2,3 MMSCFD, dengan penyaluran gas ke PLN justru melampaui target hingga mencapai 0,55 MMSCFD. PT Imbang Tata Alam menjelaskan, tantangan utama dalam peningkatan produksi saat ini adalah permasalahan teknis berupa kepasiran pada sumur yang menyebabkan tertutupnya perforasi saat pemompaan. Kondisi tersebut membuat optimalisasi produksi belum maksimal meskipun cadangan migas masih tergolong baik. Meski demikian, hasil uji sumur eksplorasi TB North West menunjukkan prospek positif dengan potensi produksi mencapai 190–200 barel per hari. Sumur tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi tiga hingga lima sumur lanjutan. Untuk tahun 2026, PT Imbang Tata Alam merencanakan pengeboran sejumlah sumur eksplorasi baru, di antaranya CN-2, CN-3, MSWK, dan WK-1, serta pengembangan lima sumur di lapangan TB. Target produksi minyak ditetapkan meningkat hingga 5.800 BOPD, sementara target produksi gas berada di kisaran 0,4 MMSCFD. Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi prioritas utama eksplorasi karena dinilai memiliki potensi cadangan terbesar di WK Malacca Strait. Selain aspek produksi, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Koordinator CSR PT Imbang Tata Alam, Arip Hidayatulloh, menyampaikan program PPM difokuskan pada wilayah Ring 1, yakni Kecamatan Merbau dan Tebing Tinggi Barat. Program PPM meliputi sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, tata kelola, dan kelembagaan usung tema pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan konservasi lingkungan. Salah satu program unggulan adalah pengembangan Wisata Telaga Air Merah yang kini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp77 juta, dengan jumlah kunjungan mencapai 1.800 orang per hari pada momen tertentu. Selain itu, PT Imbang Tata Alam juga membina Koperasi Jasa Usaha Mandiri Syariah (KJOMS) yang kini telah mandiri dengan total aset mencapai Rp5 miliar, berawal dari modal awal sebesar Rp24 juta. Program lainnya mencakup pelatihan digital, pengembangan produk mangrove ramah lingkungan (ecoprint), penguatan UMKM sagu, pembangunan jalan penunjang wisata secara swakelola, serta pemberian beasiswa pendidikan. Asisten II Pemprov Riau, Helmi D, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi di daerah agar seluruh OPD memahami secara utuh rencana kerja KKKS. Ia menilai pelaksanaan PPM yang dipaparkan telah sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ekosistem laut dan darat yang relevan dengan karakteristik Kepulauan Meranti. “Program PPM ini yang paling penting. Teknis migas kita memang perlu terus belajar, tetapi dampak langsung ke masyarakat harus benar-benar dirasakan,” ujar Helmi. Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti berharap sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam peningkatan produksi migas nasional, tetapi juga dalam memastikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring antara kegiatan eksplorasi energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan lokal.
Silaturahmi Bersama SKK Migas dan PT ITA, H Asmar Bahas Peluang Anak Daerah Bergabung
Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar silaturahmi, dan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagut dan PT Imbang Tata Alam (ITA), Selasa di Pekanbaru, Selasa (29/4). Diskusi berjalan hangat dan santai. H. Asmar bercerita tentang minimnya lapangan kerja di Kepulauan Meranti. Saat ini banyak warganya memilih untuk berjuang mencari rezeki di negeri jiran, Malaysia. "Makanya kita sangat berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Meranti bisa merekrut tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya," ujar Asmar. Dia menyebutkan, dirinya mengerti di bisnis migas butuh tenaga kerja yang terampil, dan memahami betul sektor tersebut. Untuk itu, ia berharap ada pelatihan dan sertifikasi bagi anak daerah, sehingga berkesempatan untuk bergabung dalam industri migas.
Hadirkan Kampung Patin, PHR WK Rokan Bangkitkan Kejayaan Perikanan Bagansiapiapi
Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan jadi motor penggerak upaya bangkitkan kejayaan perikanan Bagansiapiapi. Kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, didukung SKK Migas menghadirkan kampung patin di Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Kamis (5/9).