Singkong

Sorotan terbaru dari Tag # Singkong

Menhan RI Sebut Produksi Solar Biodiesel dari Sawit dan Singkong Kelak Tak Perlu Impor Nusantara
Nusantara
Jumat, 01 Maret 2024 | 15:43 WIB

Menhan RI Sebut Produksi Solar Biodiesel dari Sawit dan Singkong Kelak Tak Perlu Impor

Bandung, katakabar.com - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, singgung kelak Indonesia tidak lagi impor solar dan bensin lantaran bisa memproduksi solar biodiesel dari kelapa sawit dan singkong. Calon Presiden (Capres) 02 ini melontarkan pernyataan saat hadiri wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kota Bandung, pada Kamis (29/2) di mana kampus swasta itu, Prabowo menjabat Ketua Yayasan UKRI. "Kita sekarang sudah punya teknologi untuk solar dari kelapa sawit, kita sekarang sudah menghasilkan B35 tapi sudah uji coba B100. Kita sudah bisa bikin B100. Artinya, solar biodiesel dari kepala sawit 100 persen. Kita bisa bayangkan enggak? Kita enggak akan impor lagi solar dari luar negeri. Apalagi kita punya produksi kelapa sawit sekarang 48 juta ton, mungkin dua tahun lagi akan menjadi 70 juta ton," ujar Prabowo Subianto gaya pidato berapi-api, dilansir dari laman kumparan.com, pada Jumat (1/3). Menurut Menhan RI ini, apa artinya? Artinya nanti BBM kita bakal ramah lingkungan, ramah polusi, dan terbarukan. Bukan kita ambil dari tanah habis, gas dari tanah habis, tidak. Selama ada matahari dan ada hujan, tiap tahun kita bisa panen solar. Banyak negara iri sama Indonesia. Kita nanti bakal swasembada energi. "Bensin dari mana? Dari etanol. Etanol dari mana? Dari tebu, dari singkong, Saudara-saudara sekalian. Intinya adalah masa depan gemilang tapi kita butuh pemimpin yang pinter, cerdas, berani, tegar, dan cinta tanah air, cinta negara. Karena cinta tanah air dan rakyat, tidak ingin melanjutkan praktik korupsi, kuncinya itu. Saya kira cukup, ya," tegas Prabowo akhiri pidatonya.

Harga Sawit dan Singkong Naik di Mesuji Awal 2024 Sawit
Sawit
Sabtu, 06 Januari 2024 | 16:10 WIB

Harga Sawit dan Singkong Naik di Mesuji Awal 2024

Mesuji, katakabar.com - Komoditas Pertanian, yakni Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan singkong naik di Kabupaten Mesuji pada awal tahun 2024. Harga TBS kelapa sawit naik jadi Rp2.220 per kilogram. Begitu dengan getah karet naik jadi Rp11.825 per kilogram. Sebelumnya,TBS kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bumi Ragab Begawe Caram dibeli hanya Rp1.450 per kilogram di lapak dan getah karet sempat turun Rp200 per kilogram. Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Mesuji, Yudi Oktaviansyah menyebutkan, dari pantauan harga terbaru empat komoditas petanian yang selalu di cek, TBS kelapa sawit, karet, singkong dan gabah ada trend positif. “Kita lihat pergerakannya sudah naik di Januari 2024 ini,” ujarnya kemarin, dilansir dari laman rilisid, pada Sabtu (6/1). Untuk dua komoditas lainnya, kata Yudi, berupa bahan pangan seperti singkong dan gabah kering harganya belum berubah. “Khusus gabah kering panen dan singkong harganya tetap kisaran Rp1.850 per kilogram, serta singkong dan Rp8.200 per kilogram untuk gabah kering panen,” jelasnya. Soal kenaikan harga komoditas di tingkat petani terjadi, ucap Yudi, lantaran dipengaruhi banyak faktor, yakni mulai dari kebutuhan meningkat membuat hukum suplay and demand berlaku atau faktor eksternal lain, seperti harga jual Crude Palm Oil (CPO) naik di pasar internasional. "Jadi, banyak faktor yang mempengaruhi. Kita berharap harga dua komoditas sudah naik ini, tetap stabil kalau bisa justru naik lagi agar petani sejahtera,” tuturnya. Salah satu petani pemilik satu hektar kebun sawit di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Santo 43 tahun menerangkan, harga TBS kelapa sawit di petani sebesar Rp2.220 per kilogram, ini sangat menggembirakan. "Panen terakhir, harga masih kisaran Rp1450 per kilogram," ulasnya. Menurutnya, kalau harga di bawah Rp1500 per kilogram dipastikan kebun kelapa sawit tidak bisa terawat, lantaran orang tidak mau kerja disebabkan hasilnya tidak ada. Idealnya, cerita Santo, harga TBS kelapa sawit harus diangka Rp2000 per kilogram, sehingga bisa membagi ke pekerja kebun. Kalau hanya Rp1500 per kilogram habis untuk biaya panen dan perawatan kebun saja. Pekebun lainnya, Waerdi 35 tahun, petani singkong di Kecamatan Wayserdang ucap rasa syukur karena harga singkong stabil Rp1.850 per kilogram di tahun 2024. "Di awal musim penghujan bulan Desember 2023, harga singkong sempat tembus Rp2000 per kilogram," bebernya, seraya mengatakan, tahun ini belum putuskan lanjut tanam singkong. “Jenis bibit singkong sekarang jenisnya bermacam-macam. Jadi, masih bingung mau pakai bibit apa besok kalau lanjut tanam singkong," sebutnya.