Sikap Hawkish The Fed Batasi Kenaikan Emas, Risiko Bearish Tetap Ada
Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAU/USD bergerak stabil tapi tetap rawan alami koreksi di awal sesi perdagangan, Kamis (26/6) kemarin. Tapi, seiring para pelaku pasar masih mencerna pernyataan terbaru pejabat The Fed serta data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan. Dari pantauan pasar, harga emas saat ini berada di sekitar $3.334 per troy ounce, naik tipis sekitar 0,34 persen setelah sebelumnya sempat menguat karena pelemahan Dolar AS serta meredanya ketegangan geopolitik global. Tapi, analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, mengingatkan tekanan jual terhadap emas masih cukup besar dilihat dari sisi teknikal. "Jika kita perhatikan pola candlestick harian dan indikator Moving Average, tren penurunan masih cukup dominan. Selama tekanan jual terus berlanjut, ada peluang harga emas kembali terkoreksi," ujar Andy. Selain faktor teknikal, kata Andy, pernyataan bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menjadi salah satu faktor yang menahan laju penguatan emas. Dalam kesaksian terbarunya di hadapan Kongres AS. Powell menyampaikan meski terdapat indikasi penurunan inflasi, bank sentral tetap akan bersikap hati-hati dan siap menghadapi potensi lonjakan harga. Powell juga menegaskan bahwa meski tekanan harga akibat tarif atau faktor eksternal bersifat sementara, The Fed tidak akan tergesa-gesa untuk memangkas suku bunga. Sejalan dengan Powell, Presiden The Fed Boston, Susan Collins, juga memberikan sinyal yang serupa. Menurutnya, kebijakan moneter saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian, tapi ia tidak menutup kemungkinan adanya penurunan suku bunga di akhir tahun, apabila data-data ekonomi memburuk.