Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency
Jakarta, katakabar.com - Kerja sama KLTC dan Pamoraya Agency menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan dan citra membangun pengakuan profesional masa kini. Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC) Group kembali menjalin kerja sama strategis dalam kerangka MoA (Memorandum of Agreement) dengan Pamoraya Agency sebagai langkah untuk mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan (leadership) dengan peningkatan personal branding dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan profesional masa kini yang tidak hanya dituntut kompeten, tetapi mampu membangun kredibilitas dan pengaruh di ruang publik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak individu telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, namun belum mampu membangun positioning yang kuat. Di era digital, kompetensi tanpa visibilitas sering kali membuat potensi tidak berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pengembangan SDM tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membangun citra dan kepercayaan. KLTC® selama ini dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan, pelatihan SDM, serta pembentukan trainer profesional melalui pendekatan yang berbasis best practice dan pengalaman industri. Berbagai program yang dijalankan dirancang untuk membantu individu dan organisasi meningkatkan kapasitas, membangun pola pikir, serta mengembangkan kemampuan leadership yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sementara, Pamoraya Agency merupakan Brand Science Expert dan Strategic Branding Partner terkemuka yang dikenal dengan pendekatan yang terstruktur dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan positioning individu maupun institusi. Pamoraya menghadirkan layanan terpadu mulai dari branding, profile management, public relations, hingga marketing solutions yang dirancang untuk membantu klien tidak hanya berkembang secara kompetensi, tetapi juga memiliki pengaruh dan kepercayaan di ruang publik. Dalam banyak kasus, individu dengan kompetensi tinggi belum dikenal secara luas karena tidak memiliki strategi personal branding yang tepat. Di sinilah peran Pamoraya menjadi relevan, yakni membantu membentuk persepsi publik yang selaras dengan nilai dan keahlian yang dimiliki individu maupun organisasi. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pengembangan kapasitas internal melalui leadership yang dibangun oleh KLTC®, serta penguatan persepsi eksternal melalui personal branding yang dikembangkan oleh Pamoraya Agency. Dengan menggabungkan keduanya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dapat dikenal, dipercaya, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, KLTC® dan Pamoraya Agency akan mengembangkan berbagai program terpadu yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dengan strategi personal branding. Inisiatif ini mencakup pelatihan, workshop, mentoring, hingga pengembangan kurikulum yang dirancang untuk membantu individu membangun kompetensi sekaligus kredibilitas secara bersamaan. Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC® menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pendekatan pengembangan SDM yang telah dilakukan. “Selama ini, banyak individu sudah memiliki kompetensi yang baik, tetapi belum mampu membangun positioning yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya berhenti pada kompetensi, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Pamoraya Agency juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan personal branding yang lebih terstruktur dan berbasis pada fondasi kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada citra, tetapi juga pada substansi yang mendasarinya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, trainer, akademisi, hingga individu yang ingin mengembangkan kariernya lebih jauh lagi. Dengan mengintegrasikan leadership dan personal branding, peserta tidak hanya memiliki kompetensi yang mumpuni, tetapi juga kemampuan untuk membangun reputasi yang kredibel dan berkelanjutan. Ke depan, KLTC® dan Pamoraya Agency berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi ini melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan kekuatan leadership dan personal branding, kedua institusi optimis dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah umumkan penyelenggaran pelatihan pengembangan SDM Perkebunan tahun 2026. Pengumuman ini sesui Nomor PENG-2/BPDP/2026 tentang pengumuman lolos seleksi lembaga penyelenggara program pelatihan pengembangan SDM perkebunan 2026. Sebelum masuk ke tahap pengumuman itu, lebih dulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan rangkaian seleksi dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Berdasarkan itu BPDP menyatakan Lembaga Penyelenggara Pelatihan yang memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026. Berikut nama lembaga jenis pelatihan yang direkomendasikan, yakni Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pelatihan teknis meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Terus, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) pelatihan manajerial, yaitu Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan. Sedang pelatihan kewirausahaan, yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Lalu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang juga kategori pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi sama pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selaib itu, LPP Agro Nusantara bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Informasi Pasar dan Promosi, Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selanjutnya, PT Best Planter Indonesia, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Berikutnya, PT Citra Widya Education, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, serta PT Daya Guna Lestari, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Tidak hanya itu, PT Forestcitra Sejahtera, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta PT Global Scholarship Service (IPB Training), yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Iskol Agridaya Internasional adalah Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sedang, pelatihan kewirausahaan, Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Sedang, PT Koompasia Enviro Institute. Pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Berikutnya, PT Riset Perkebunan Nusantara bidang pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sementara, PT Titian Karsa Mandiri, bidang pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Terus, PT Trifos International Sertifikasi pelatihan teknis, yakni Pelatihan Panen dan Pascapanen, dan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selanjutnya, Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Smatek Tunas Mandiri pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Ditegaskan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, Senin (6/4) kemarin, pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah peserta per jenis pelatihan akan dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. "Kami sampaikandengan semangat Komoditas Perkebunan yang BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkomitmen menjaga integritas, serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi," jelasnya.
BPDP Perkuat SDM Sawit Lewat Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SKKNI
Yogyakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Yogyakarta pada 22 hingga 23 Januari 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan selaraskan kurikulum pendidikan tinggi sawit dengan kebutuhan industri perkebunan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Workshop ini diikuti 37 perguruan tinggi dengan 86 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, asosiasi pendidikan, serta pemangku kebijakan. Kegiatan diselenggarakan oleh BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perkebunan. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyampaikan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit. Ia menegaskan kurikulum pendidikan tinggi harus berbasis kompetensi agar lulusan siap kerja dan memiliki daya saing. “Melalui workshop ini, kami berharap kurikulum yang disusun benar-benar link dengan kebutuhan industri dan menjadi acuan bersama bagi perguruan tinggi,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Komite Pengembangan SDM Perkebunan, serta pengurus ALPENBUN. Sedang narasumber berasal dari unsur industri dan perguruan tinggi, termasuk perwakilan PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Cargill Indonesia, AKPY, Politeknik LPP, dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Selama workshop, peserta membahas penyusunan dan penyelarasan kurikulum berbasis SKKNI melalui diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam empat bidang, yakni kebun atau agronomi, pabrik atau pengolahan, manajemen, serta teknologi dan informasi, untuk memetakan unit kompetensi ke dalam mata kuliah dan capaian pembelajaran lulusan. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian, menilai workshop ini sebagai langkah penting memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri. Ia berharap kurikulum berbasis kompetensi mampu menghasilkan tenaga kerja perkebunan yang siap pakai dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas. Melalui kegiatan ini, BPDP menargetkan tersusunnya kerangka kurikulum pendidikan tinggi sawit berbasis SKKNI yang terstandar, aplikatif, dan relevan. BPDP berharap kurikulum tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh perguruan tinggi sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu mendukung keberlanjutan industri perkebunan nasional.
Digitalisasi SDM Sawit PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan Nasional
Jakarta, katakabar.com - Upaya PTPN IV PalmCo melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital peroleh pengakuan di tingkat nasional. Di ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 (IHCBA 2025), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara ini meraih predikat Platinum sebagai National Champion untuk kategori The Most Brilliant Human Capital Sustainability Strategy of The Year 2025. Penghargaan tersebut diumumkan saat acara yang digelar Business Update, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Forum Human Capital Indonesia (FHCI), di Jakarta, Jumat pekan lalu. Tak hanya pada level korporasi, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinan PTPN IV PalmCo. Direktur Utama, Jatmiko K. Santosa dinobatkan sebagai The Most Brilliant CEO in Human Capital Transformation, sedang Direktur SDM dan Teknologi Informasi Suhendri meraih gelar The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year 2025. Ketua Dewan Juri IHCBA 2025 menilai PTPN IV PalmCo berhasil menunjukkan praktik pengelolaan SDM yang adaptif terhadap tantangan industri, terutama dalam konteks sektor sawit yang padat karya dan tersebar secara geografis. Mengelola 70.000 Tenaga Kerja Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri mengatakan, tantangan utama perusahaan saat ini adalah mengelola sekitar 70.000 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari 150 unit kebun dan pabrik, dengan total areal mencapai lebih dari 500.000 hektare. “Sebagai perusahaan padat karya, tantangan kami adalah memastikan jumlah tenaga kerja yang besar ini benar-benar memberikan dampak pada produktivitas, pendapatan, dan efisiensi biaya per orang,” kata Suhendri selepas menerima penghargaan. Menurut dia, pendekatan pengelolaan konvensional tidak lagi memadai untuk mengawasi aktivitas di area yang sangat luas. Lantaran itu, PTPN IV PalmCo mempercepat transformasi digital melalui pembangunan PalmCo Business Cockpit, sebuah platform berbasis Internet of Things (IoT), drone, dan sensor. Platform tersebut memungkinkan pemantauan kinerja secara real time dan terautomatisasi, dari tingkat kantor pusat hingga manajer unit di lapangan. “Perkembangan pekerjaan bisa dipantau harian secara live. Ini menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data,” tutur Suhendri. Tetapi, ia menegaskan, digitalisasi bukan semata soal teknologi. Tantangan terbesarnya justru pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. “Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengubah pola pikir. Targetnya, tenaga kerja kami mampu bekerja sebagai modern farmers yang akrab dengan teknologi,” jelasnya. SDM Mitra Strategis Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan SDM yang berorientasi pada manusia. Di PTPN IV PalmCo, cerita Ugun, karyawan tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis. “Kesehatan perusahaan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kesejahteraan SDM-nya,” ulasnya. Ia menilai, dengan wilayah operasional yang membentang dari Aceh hingga Sulawesi, pengawasan berbasis kehadiran fisik pimpinan di lapangan sudah tidak relevan. “Dulu, kinerja ditentukan oleh seberapa jauh langkah kaki pemimpin mengelilingi kebun. Hari ini, hal itu mustahil tanpa dukungan teknologi,” imbuh Ugun. Terkait kesenjangan literasi digital di kalangan pekerja lapangan, Ugun optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia mencontohkan keberhasilan adopsi teknologi di sektor informal, seperti pengemudi ojek daring. “Kami menyediakan aplikasi pembelajaran mandiri di gawai karyawan, semacam asisten digital internal. Mereka bisa bertanya soal teknis pekerjaan, termasuk perhitungan hasil panen. Proses belajar menjadi lebih cepat dan inklusif,” terangnya. Tantangan Keberlanjutan Penghargaan ini, menurut manajemen PTPN IV PalmCo, menjadi pemacu untuk terus berinovasi di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan global, serta dinamika regulasi industri sawit. Dengan digitalisasi pengelolaan SDM, perusahaan berharap puluhan ribu karyawannya dapat tumbuh bersama, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional di masa depan.
Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Kapasitas SDM dan Sistem Kerja di LRT Jabodebek
Jakarta, katakabar.com - Melalui momentum Bulan K3 Nasional 2026, KAI memperkuat budaya keselamatan kerja di LRT Jabodebek guna menjaga keandalan operasional dan keamanan perjalanan masyarakat. Setiap hari, ribuan masyarakat mengandalkan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama menuju pusat aktivitas. Di balik kelancaran perjalanan tersebut, keselamatan kerja para petugas menjadi fondasi utama yang memastikan sistem berjalan andal dan aman bagi pengguna. Sempena Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia melalui Divisi LRT Jabodebek menegaskan komitmennya terhadap penguatan budaya kerja aman sebagai bagian dari perlindungan keselamatan perjalanan publik. Komitmen ini ditandai melalui pelaksanaan Apel K3 di Kantor Divisi LRT Jabodebek, Senin (19/1). Apel ini dipimpin oleh EVP LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, dan diikuti seluruh pekerja KAI Divisi LRT Jabodebek. Di acara ini, turut diisi dengan penyerahan Simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, dan UU Nomor 1 Tahun 1970 kepada pereakilan pekerja sebagai simbol penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Usung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif", KAI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang melibatkan seluruh unsur organisasi secara terintegrasi. EVP LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, menyampaikan keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap proses kerja di LRT Jabodebek. Terlebih, jelasnya, bahwa operasional LRT Jabodebek merupakan layanan transportasi berbasis rel dengan menggunakan sistem otomatis. “Keselamatan bukan sekadar target, tetapi cara berpikir dan bertindak. Di LRT Jabodebek, kami membangun budaya kerja aman dari hulu ke hilir, dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,” jelas Suryawan. Sepanjang tahun 2025, operasional LRT Jabodebek mencatat nihil kecelakaan kerja. Capaian ini menjadi indikator konsistensi penerapan K3 dalam aktivitas operasional berintensitas tinggi, mulai dari pemeriksaan sarana dan prasarana, pengendalian risiko kerja, hingga pelatihan dan simulasi keselamatan secara berkala. Dalam sistem transportasi otomatis yang mengandalkan koordinasi antara manusia, teknologi, dan prosedur, pengelolaan risiko kerja menjadi bagian penting untuk mencegah gangguan yang berpotensi berdampak pada keselamatan dan kenyamanan pengguna. Sebagai penguatan komitmen, jajaran manajemen dan perwakilan unit kerja LRT Jabodebek juga melakukan penandatanganan Komitmen Keselamatan Bersama. Langkah ini menegaskan keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lini operasional. “Keselamatan tidak hanya soal kepatuhan prosedur, tetapi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten. Budaya inilah yang menjaga keandalan layanan dan kepercayaan masyarakat,” tutur Suryawan. Momentum Bulan K3 Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian tak terpisahkan dari kualitas pelayanan transportasi publik. Dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat, LRT Jabodebek berupaya memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman dan nyaman.
TK YWKA Muara Enim Bukti Komitmen KAI Perkuat SDM Tangguh Sejak Dini
Palembang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat Divisi Regional III Palembang resmikan bangunan baru Taman Kanak-Kanak Yayasan Wanita Kereta Api (TK YWKA) Muara Enim. Kegiatan ini menegaskan komitmen KAI perkuat kontribusi perusahaan pada sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Januri, didampingi Executive Vice President of Project Investment PT KAI, Yudhi Hartanto, serta Ketua Umum YWKA, Sri Astuti, yang resmikan gedung baru TK YWKA. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan TK YWKA Muara Enim kini hadir dengan infrastruktur yang lebih modern, dan representatif sebagai standar layanan pendidikan usia dini. "Pembangunan baru TK YWKA Muara Enim kami siapkan dengan fasilitas yang lengkap dan sesuai prinsip keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan," ujar Aida. Fasilitas tersebut, terang Aida, meliputi ruang kelas yang luas , area bermain, toilet serta area parkir yang lebih luas. Selain peningkatan fasilitas, Aida menekankan pentingnya kualitas tenaga pendidik sebagai pilar utama pembentukan karakter, dan kompetensi anak. “Seluruh tenaga pendidik di TK YWKA merupakan guru dengan kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian yang kuat yang dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap karakter anak, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengoptimalkan potensi mereka,” jelasnya. Kata Aida, pengembangan TK YWKA ini merupakan bentuk dukungan nyata PT KAI terhadap Asta Cita Pemerintahan Presiden RI, H Prabowo yang menekankan pembangunan SDM unggul, penguatan ekonomi, dan pembangunan transportasi berkelanjutan. “Kontribusi di sektor pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. KAI tidak hanya menggerakkan transportasi, tetapi juga terlibat aktif membangun fondasi SDM masa depan,” ucap Aida.
Gandeng UNRIKA Batam, Pemkab Kepulauan Meranti Dorong Pengembangan SDM Bertaraf Internasional
Batam, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi tandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, Jumat (3/10). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, serta pengabdian masyarakat, sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan daerah. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, bersama Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, di Ruang Rapat UNRIKA Kota Batam. Bupati Kepauan Meranti, H Asmar menegaskan pentingnya kerja sama ini. Ia menyebut, meski Pemkab Kepulauan Meranti sebelumnya telah bekerja sama dengan sejumlah universitas nasional, tetapi UNRIKA menjadi perguruan tinggi pertama berstandar internasional yang menggandeng Pemkab Kepulauan Meranti. “Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata, baik meningkatkan kualitas SDM maupun memperkuat kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat di Kepulauan Meranti,” ujarnya. Menurutnya, MoU ini sejalan dengan upaya meningkatkan pembangunan, pelayanan publik, serta kinerja Catur Dharma perguruan tinggi. “Kesempatan ini akan segera kita tindaklanjuti menjadi perjanjian kerjasama yang konkret, demi mewujudkan generasi Meranti yang unggul dan berdaya saing global,” ucapnya. Sementara, Rektor UNRIKA Prof. Sri Langgeng, melalui Wakil Rektor III, Dr. Darul Aman Harahap, menegaskan komitmen kampus untuk mendukung pengembangan SDM Kepulauan Meranti. "UNRIKA menawarkan berbagai program studi Sarjana dan Magister, mulai dari Sistem Informasi, Ilmu Pemerintahan, Manajemen, Hukum, Arsitektur, Teknik Mesin, hingga Pendidikan," tuturnya. Tak hanya itu, sambungnya, UNRIKA menyediakan program Beasiswa KIP, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk percepatan studi, serta pelatihan softskill dan akses informasi lowongan kerja melalui Career Education Development Center (CEDC). “Mudah-mudahan kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Meranti, tetapi juga memperkaya UNRIKA dalam mengembangkan jejaring pendidikan dan penelitian,” kata Prof. Sri.
Perkuat Kompetensi SDM Kesehatan, RSJPD HK Luncurkan Pusat Pelatihan Perawatan Jantung CCTC
Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa waktu terakhir ini, kehadiran, dan perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence atau AI bidang generator gambar telah meramaikan dunia seni visual. AI seperti Midjourney, Leonardo AI, Dell-e, maupun Sora mampu menghasilkan secara otomatis dengan cepat gambar-gambar yang memiliki detail menakjubkan dan dari berbagai macam gaya visual. Mereka berhasil membuat gambar-gambar yang apabila kita buat secara manual menghabiskan waktu yang sangat lama. Seiring waktu berjalan, kemampuannya tersebut semakin berkembang sejalan dengan peningkatan algoritma dan model-model pengumpulan data visualnya yang semakin bertambah. Para pengembang AI generator gambar telah berhasil memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat karya seni visual, desain, dan konten digital dengan cepat dan efisien. Kehadiran teknologi ini telah memperluas batas-batas kreativitas, memberikan peluang baru dalam industri seni, desain, dan hiburan. Meski keberhasilan ini menimbulkan perdebatan terkait etika seputar otomatisasi dalam berkarya secara kreatif, namun tidak dapat disangkal bahwa AI generator gambar telah menjadi salah satu inovasi terkemuka dalam dunia teknologi modern. Kehadiran Ai generator ini juga memunculkan pertanyaan “masih perlukah menggambar di dunia dkv saat ini ?” Di sini saya tidak ingin menjawab pertanyaan maupun merespon perdebatan tersebut, tapi di sini saya lebih ingin menjabarkan saja mengenai nilai positif dari menggambar bagi mereka para pelaku seni rupa, diantaranya: 1. Gambar sebagai bahasa visual Dengan menggambar kita melatih diri kita dalam berkomunikasi melalui visual. Gambar merupakan bahasa visual yang diperlukan karena gambar menjadi elemen kunci untuk menyampaikan konsep dan ide dengan lebih jelas. Kemampuan menggambar yang baik memungkinkan seorang desainer untuk mengungkapkan gagasannya secara cepat dan langsung. 2. Menggambar sebagai pencatat ide/penerjemah ide Dengan kemampuan gambar yang baik, seseorang dapat dengan mudah dan cepat menuangkan ide-ide mereka yang bersifat abstrak dalam pikiran mereka itu ke dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami oleh orang lain. 3. Pengembangan ide dan kreativitas Aktivitas menggambar merangsang otak untuk berpikir kreatif melaui asupan yang didapat dari memori otot yang kita latih dengan menggambar. Hal ini membantu mengembangkan kemampuan kita untuk berpikir "out of the box," memicu ide-ide baru, dan melatih kemampuan berpikir inovatif dalam membuat karya visual.
BSI Maslahat Bersama Rektor UNAIR Hadirkan Sarasehan BSI Scholarship Perkuat Talenta SDM Berkualitas
Surabaya, katakabar.com - BSI Maslahat tegaskan komitmennya dalam membentuk generasi unggul dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Sarasehan Awardee BSI Scholarship Universitas Airlangga atau UNAIR. Kegiatan ini turut melibatkan pimpinan UNAIR dan menjadi wadah penguatan peran beasiswa dalam upaya memutus rantai kemiskinan dan membentuk pemimpin masa depan yang berkarakter serta amanah. Sarasehan berlangsung di Gedung Rektorat UNAIR, diawali dengan perkenalan antara para awardee BSI Scholarship dan pimpinan Universitas Airlangga. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan diskusi interaktif yang memberikan ruang tanya jawab antara awardee BSI Scholarship dan para pimpinan UNAIR. Hadir di acara ini Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, Wakil Rektor Universitas Airlangga, RCEO BSI Surabaya, Jajang Abdul Karim, Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro. RCEO BSI Surabaya, Jajang Abdul Karim menyampaikan, jumlah penerima BSI Scholarship di Universitas Airlangga tahun 2025 sebanyak 75 awardee di mana menjadi jumlah terbanyak. "Kami berharap melalui kegiatan ini, para penerima beasiswa dapat mempererat silaturahmi, membangun jejaring positif, serta terus termotivasi untuk berprestasi dan memberi kontribusi bagi bangsa" ujarnya lewat keterengan resmi diterima katakabar.com, Selasa siang. Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan mengutarakan, apresiasi kepada BSI dan BSI Maslahat atas kontribusi nyata dukung pendidikan melalui program BSI Scholarship. "Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BSI Maslahat dan BSI atas kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Airlangga untuk menjadi penerima BSI Scholarship. Hingga saat ini, sebanyak 121 mahasiswa UNAIR telah menerima beasiswa tersebut. Ini jumlah yang signifikan dan menjadi bukti nyata komitmen BSI dalam mendukung akses pendidikan tinggi serta pengembangan generasi muda di Indonesia," kata Prof. Madyan. Salah satu awardee BSI Scholarship jurusan Farmasi UNAIR, Nur Ais Anjelita menuturkan, menjadi awardee BSI Scholarship sangat membantu saya dalam menempuh pendidikan di jurusan impian saya, Farmasi UNAIR. "Melalui beasiswa ini menjadi bukti siapa pun, dari latar belakang apa pun, berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita,” ucap Ais. Melalui sarasehan ini, lanjutnya, diharapkan para awardee BSI Scholarship dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, berjiwa sosial, dan siap berkontribusi untuk kemajuan umat.
Lewat Program CSR, KK Dorong SDM Lokal Taja Pelatihan Autocad
Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Konsultan atau KK anak Perusahaan dari PT Krakatau Baja Konstruksi atau KBK, sedang KBK adalah anak Perusahaan dari dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, gelar kegiatan Corporate Social Responsibility atau CSR bertajuk Pelatihan AutoCAD untuk Lulusan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan. Program ini yang dilaksanakan di Gedung KBK ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis generasi muda agar lebih siap menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang konstruksi dan rekayasa teknik. “Kami percaya peningkatan kapasitas SDM atau sumber daya manusia lokal adalah kunci menciptakan industri yang kuat dan berkelanjutan. Pelatihan ini wujud nyata kontribusi kami bagi masyarakat, terutama lulusan SMK yang ingin mengembangkan diri di bidang teknik,” ujar Plt Direktur PT Krakatau Konsultan, Mufti Fuady. Pelatihan gelombang II ini dua bulan lamanya mulai dari 10 Juni 2025 hingga 31 Juli 2025, kata Mufti, dengan materi yang mencakup pengenalan software AutoCAD, praktik pembuatan gambar teknik, hingga simulasi desain bangunan. "Peserta dibekali pemahaman dasar mengenai standar industri dan peluang karier di sektor konstruksi," jelasnya. Menurut Mufti, total sepuluh peserta lulusan SMK mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka berasal dari berbagai sekolah di sekitar wilayah Cilegon dan sekitarnya. Banyak peserta mengaku pelatihan ini membuka wawasan mereka mengenai kebutuhan industri masa kini. “Saya jadi tahu bagaimana membuat gambar teknik profesional. Sertifikat ini sangat membantu saat melamar kerja," tutur Muhammad Azka, salah satu peserta pelatihan Gelombang Pertama Bulan Oktober 2024 yang berasal dari SMK 1 Fatahilah Cilegon saat ini baru diterima bekerja di PT Sigma Mitra Sejatera. "Selain meningkatkan keahlian teknis, kegiatan ini memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi pengembangan SDM lokal," ucapnya. KK dan KBK berkomitmen, timpal Mufti, untuk menjadikan program ini sebagai agenda berkelanjutan. Kolaborasi dunia pendidikan dan industri, pelatihan-pelatihan semacam ini akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas dan berdampak jangka panjang. “Kami ingin menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal mencetak tenaga kerja muda yang terampil, adaptif, dan siap bersaing secara profesional,” terangnya.