Satukan
Sorotan terbaru dari Tag # Satukan
Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency
Jakarta, katakabar.com - Kerja sama KLTC dan Pamoraya Agency menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan dan citra membangun pengakuan profesional masa kini. Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC) Group kembali menjalin kerja sama strategis dalam kerangka MoA (Memorandum of Agreement) dengan Pamoraya Agency sebagai langkah untuk mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan (leadership) dengan peningkatan personal branding dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan profesional masa kini yang tidak hanya dituntut kompeten, tetapi mampu membangun kredibilitas dan pengaruh di ruang publik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak individu telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, namun belum mampu membangun positioning yang kuat. Di era digital, kompetensi tanpa visibilitas sering kali membuat potensi tidak berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pengembangan SDM tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membangun citra dan kepercayaan. KLTC® selama ini dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan, pelatihan SDM, serta pembentukan trainer profesional melalui pendekatan yang berbasis best practice dan pengalaman industri. Berbagai program yang dijalankan dirancang untuk membantu individu dan organisasi meningkatkan kapasitas, membangun pola pikir, serta mengembangkan kemampuan leadership yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sementara, Pamoraya Agency merupakan Brand Science Expert dan Strategic Branding Partner terkemuka yang dikenal dengan pendekatan yang terstruktur dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan positioning individu maupun institusi. Pamoraya menghadirkan layanan terpadu mulai dari branding, profile management, public relations, hingga marketing solutions yang dirancang untuk membantu klien tidak hanya berkembang secara kompetensi, tetapi juga memiliki pengaruh dan kepercayaan di ruang publik. Dalam banyak kasus, individu dengan kompetensi tinggi belum dikenal secara luas karena tidak memiliki strategi personal branding yang tepat. Di sinilah peran Pamoraya menjadi relevan, yakni membantu membentuk persepsi publik yang selaras dengan nilai dan keahlian yang dimiliki individu maupun organisasi. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pengembangan kapasitas internal melalui leadership yang dibangun oleh KLTC®, serta penguatan persepsi eksternal melalui personal branding yang dikembangkan oleh Pamoraya Agency. Dengan menggabungkan keduanya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dapat dikenal, dipercaya, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, KLTC® dan Pamoraya Agency akan mengembangkan berbagai program terpadu yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dengan strategi personal branding. Inisiatif ini mencakup pelatihan, workshop, mentoring, hingga pengembangan kurikulum yang dirancang untuk membantu individu membangun kompetensi sekaligus kredibilitas secara bersamaan. Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC® menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pendekatan pengembangan SDM yang telah dilakukan. “Selama ini, banyak individu sudah memiliki kompetensi yang baik, tetapi belum mampu membangun positioning yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya berhenti pada kompetensi, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Pamoraya Agency juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan personal branding yang lebih terstruktur dan berbasis pada fondasi kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada citra, tetapi juga pada substansi yang mendasarinya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, trainer, akademisi, hingga individu yang ingin mengembangkan kariernya lebih jauh lagi. Dengan mengintegrasikan leadership dan personal branding, peserta tidak hanya memiliki kompetensi yang mumpuni, tetapi juga kemampuan untuk membangun reputasi yang kredibel dan berkelanjutan. Ke depan, KLTC® dan Pamoraya Agency berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi ini melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan kekuatan leadership dan personal branding, kedua institusi optimis dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
IEF Gelar Curtain Raiser ION, Satukan Pemerintah dan Pemimpin Digital Global
Jakarta, katakabar.com - Indonesia Economic Forum (IEF) bakal gelar Curtain Raiser Indonesia Open Network (ION) pada Kamis, 5 Februari 2026 nanti, di Mangkuluhur ARTOTEL Jakarta, Tiara Ballroom Lantai 3. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Indonesia Economic Forum ke12 yang mengusung tema “The Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce Ecosystem". Upacara Pembukaan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB akan dibuka oleh H.E. Mamman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, serta dihadiri oleh tamu VVIP dari unsur pemerintah, industri, dan ekosistem digital. Agenda acara mencakup diskusi panel tingkat tinggi di sektor jasa keuangan, logistik, dan inovasi digital, serta ditutup dengan konferensi pers pada pukul 11.00 WIB. Indonesia Open Network (ION) dirancang sebagai infrastruktur publik digital yang terbuka dan interoperabel untuk perdagangan. ION berfungsi sebagai lapisan jaringan netral yang menghubungkan berbagai aplikasi pembeli dan penjual, layanan logistik, sistem pembayaran, serta layanan digital pendukung lainnya. Melalui pendekatan ini, UMKM, koperasi, petani, perajin, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital secara lebih adil, efisien, dan berkelanjutan. ION bukan merupakan marketplace baru. Inisiatif ini bertujuan menghubungkan platform dan program yang telah ada melalui protokol bersama dan interoperabilitas, sehingga mengurangi fragmentasi ekosistem dan membuka peluang skala nasional. Dewan Penasihat ION terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka yang merepresentasikan pengalaman Indonesia dan India dalam pengembangan infrastruktur publik digital, antara lain Shinta Kamdani, Dr Ilham A. Habibie, Dr R. S. Sharma, T. Koshy, serta H.E. Sandeep Chakravorty. Komposisi ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas negara antara ekonomi riil Indonesia dan keahlian India dalam pengembangan jaringan terbuka. Pelaksanaan Curtain Raiser ini didukung melalui kemitraan strategis dengan berbagai institusi publik dan organisasi ekosistem, termasuk Kementerian UMKM, KomDigi, Kementerian Perdagangan, Kedutaan Besar India, APINDO, dan ALDEI. Kolaborasi ini menyelaraskan agenda pemberdayaan UMKM nasional, penguatan ekosistem digital, serta perluasan akses pasar melalui infrastruktur perdagangan digital yang interoperabel. Secara operasional, implementasi ION mengusung pendekatan tiga pilar. Pertama, integrasi dengan program digitalisasi nasional dan institusional yang telah berjalan, termasuk inisiatif UMKM berskala besar seperti SAPA UMKM. Kedua, pelibatan ekosistem konsumen utama sebagai penggerak permintaan dari sisi pembeli. Ketiga, percepatan aktivasi ekosistem hiper-lokal melalui kemitraan dengan ekosistem aplikasi KomDigi serta asosiasi logistik. ION juga dikembangkan bersama mitra teknologi dan ekosistem terkemuka guna memastikan jaringan yang aman, terukur, dan berbasis protokol. Kolaborasi ini melibatkan Google, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Networks for Humanity, COSS, Beckn Foundation, SequelString, serta Bank BRI, yang bersama-sama mendukung interoperabilitas, kesiapan skala cloud, integrasi logistik, dan pemberdayaan UMKM secara nasional. Media Program Highlights - Kamis, 5 Februari 2026 • Pembukaan & ION Curtain Raiser (09:00–11:00 WIB) - Peresmian oleh Menteri UMKM, H.E. Mamman Abdurrahman; momen peluncuran ION • Konferensi Pers: 10.45 WIB • Panel Sessions (Day 1): o The Open Network: Powering Financial Services (11:00–12:30 WIB) o Delivering Digital Commerce: The Logistics Layer (14:00–15:30 WIB) o Innovate to Integrate: New Tech for a New Network (16:00–17:30 WIB) RSVP/Akreditas Media Jurnalis senior dari Indonesia dan mancanegara diundang untuk menghadiri Upacara Pembukaan, sesi panel terpilih, dan Konferensi Pers. Media dimohon melakukan RSVP dengan mencantumkan nama dan peran jurnalis atau kru yang hadir, serta kebutuhan peliputan visual bila ada. Kontak Media (IEF/ION Curtain Raiser): • Imelda Melindyana — imelda@chairos.id | +62 877-7940-4838 • Maria Indawati — maria@chairos.id | +62 882-1167-4933 Tentang Indonesia Economic Forum (IEF) Indonesia Economic Forum merupakan wadah yang mempertemukan para pemimpin kebijakan, industri, keuangan, dan teknologi untuk mendorong prioritas ekonomi nasional dan regional melalui dialog strategis, kemitraan, serta inisiatif yang berdampak nyata.
Baru Menikah? Begini Cara Satukan Gaya Keuangan Berdua
Jakarta, katakabar.com - Masa awal pernikahan sering dipenuhi rasa bahagia sekaligus penyesuaian. Dua orang dengan latar belakang berbeda kini berbagi rumah, rutinitas, dan tujuan hidup. Salah satu penyesuaian paling terasa ada di urusan keuangan. Cara mengatur uang yang dulu terasa aman untuk masing masing, sekarang perlu diselaraskan agar berjalan searah. Menyatukan gaya keuangan berdua bukan proses instan. Ada kebiasaan yang perlu dibicarakan, ada ekspektasi yang perlu diluruskan, dan ada keputusan yang sebaiknya diambil bersama. Simak beberapa cara pendekatan yang tenang dan terbuka berikut ini: 1. Membuka percakapan sejak awal Langkah pertama yang sering terasa canggung adalah membicarakan uang secara terbuka. Banyak pasangan baru menghindari topik ini karena takut memicu perdebatan. Padahal, keterbukaan sejak awal membantu menghindari salah paham di kemudian hari. Bicarakan kondisi keuangan masing masing dengan jujur. Penghasilan, kebiasaan belanja, cicilan yang masih berjalan, serta pandangan tentang menabung dan investasi. Percakapan ini bukan ajang menghakimi, melainkan ruang untuk saling memahami cara berpikir pasangan. 2. Mengenali perbedaan gaya keuangan Setiap orang punya gaya keuangan yang terbentuk dari pengalaman hidup. Ada yang terbiasa menabung sejak muda, ada yang lebih spontan dalam membelanjakan uang. Ada yang detail mencatat pengeluaran, ada yang mengandalkan perkiraan. Perbedaan ini wajar dan tidak perlu dipaksakan untuk langsung sama. Kamu bisa saling belajar dan menyesuaikan ritme. Gaya keuangan bersama akan terbentuk seiring waktu, bukan dalam satu diskusi saja. 3. Menyusun tujuan bersama Keuangan berdua akan lebih mudah dikelola saat punya tujuan yang disepakati. Tujuan ini bisa sederhana, seperti membangun dana darurat, menyiapkan liburan bersama, atau menabung untuk rumah pertama. Dengan tujuan yang jelas, setiap keputusan keuangan terasa lebih bermakna. Menyisihkan uang bukan lagi kewajiban, melainkan langkah menuju rencana yang kalian bangun bersama. Tujuan juga membantu pasangan tetap satu arah saat harus membuat pilihan di tengah godaan pengeluaran. 4. Menentukan pola pengelolaan keuangan Tidak ada satu pola keuangan yang cocok untuk semua pasangan. Ada yang memilih menggabungkan seluruh penghasilan, ada yang membagi antara rekening bersama dan rekening pribadi. Yang terpenting adalah kenyamanan dan kejelasan. Pola yang disepakati sebaiknya memudahkan pengelolaan kebutuhan bersama seperti biaya rumah tangga, makan, transportasi, dan tagihan rutin. Sementara ruang untuk kebutuhan pribadi tetap dijaga agar masing masing merasa dihargai. 5. Membuat anggaran bisa dijalanin Anggaran rumah tangga sering terdengar kaku, padahal fungsinya justru memberi rasa aman. Anggaran membantu pasangan melihat batas yang realistis dan menjaga pengeluaran tetap terkendali. Susun anggaran dengan mempertimbangkan gaya hidup berdua. Sisakan ruang untuk fleksibilitas agar tidak terasa menekan. Ada bulan yang pengeluaran lebih besar, dan itu bisa diterima selama masih dalam kesepakatan bersama. 6. Menyikapi perbedaan keputusan finansial Dalam perjalanan, akan ada perbedaan pendapat soal uang. Salah satu ingin menabung lebih agresif, yang lain ingin menikmati hasil kerja keras. Situasi ini perlu disikapi dengan empati. Dengarkan alasan pasangan sebelum mengambil kesimpulan. Cari solusi yang membuat kedua pihak merasa didengar. Kompromi menjadi keterampilan penting dalam keuangan berdua. Dengan komunikasi yang baik, perbedaan bisa menjadi bahan diskusi yang memperkuat kepercayaan. 7. Menjaga transparansi jangka panjang Keuangan berdua perlu transparansi yang dijaga secara konsisten. Saling memberi tahu kondisi keuangan membantu mencegah kejutan yang tidak perlu. Transparansi juga memperkuat rasa saling percaya. Dengan keterbukaan, keputusan keuangan terasa lebih ringan karena ditanggung bersama. Tidak ada pihak yang merasa sendirian menghadapi tekanan finansial. Tabungan Opsi Praktis Pasangan Baru Menjalani kehidupan berdua setelah menikah membuat pasangan baru perlu memahami cara menabung di bank yang lebih terencana. Di era perbankan digital, tabungan di bank dengan layanan aplikasi memungkinkan masing masing pasangan tetap memiliki rekening pribadi, namun menyepakati tujuan tabungan bersama. Pendekatan ini membantu keuangan berdua tetap transparan dan rapi tanpa harus menggunakan rekening gabungan. Salah satu opsi yang bisa digunakan adalah Tabungan NOW di neobank dari Bank Neo Commerce. Tabungan digital ini mendukung kebiasaan menabung di bank secara konsisten melalui aplikasi, dengan bunga yang dihitung dan dibayarkan harian sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.
Dhiraj Kelly Sawlani: Satukan Hukum, Manajemen dan Nilai Kemanusiaan Kepemimpinan Modern
Jakarta, katakabar.com - Pemimpin multidisipliner ini membagikan pandangannya tentang arti kepemimpinan di era transformasi, ketika integritas dan empati menjadi fondasi kemajuan. Dalam lanskap bisnis yang terus bergerak cepat, banyak organisasi berlomba menyesuaikan diri dengan teknologi baru, sistem digital, dan perubahan pasar global. Namun bagi Dhiraj Kelly Sawlani, kemajuan sejati tidak hanya soal kecepatan beradaptasi, melainkan juga tentang ketepatan arah dan kedalaman nilai. Sebagai seorang pemimpin yang aktif di bidang konstruksi, hukum, dan manajemen strategis, Dhiraj melihat tantangan terbesar masa kini bukan sekadar pada kemampuan teknis, melainkan pada cara manusia memahami dan mengelola perubahan. “Kita hidup di masa ketika keputusan bisnis harus memiliki landasan moral yang kuat. Teknologi mempercepat langkah kita, tetapi nilai yang menentukan apakah langkah itu benar,” ujarnya. Dalam kepemimpinannya, Dhiraj berupaya mengembalikan makna kepemimpinan sebagai seni membangun manusia, bukan hanya mengelola hasil. Ia percaya perusahaan seharusnya menjadi ruang tumbuh, tempat orang dapat belajar, berkontribusi, dan merasa memiliki makna. “Perusahaan tidak bisa hanya diukur dari laporan keuangan. Ia juga harus dinilai dari tingkat kepercayaan, kolaborasi, dan kesejahteraan yang tumbuh di dalamnya,” tuturnya. Prinsip inilah yang ia terapkan dalam berbagai inisiatif bisnis yang digelutinya dari proyek infrastruktur hingga pengembangan ruang kerja kreatif. Latar belakang akademik Dhiraj yang luas mencakup manajemen, hukum, hingga studi pertahanan memberinya cara pandang lintas disiplin. Ia menilai setiap bidang ilmu memiliki irisan yang dapat saling memperkaya. “Hukum memberi arah, manajemen memberi struktur, dan nilai manusia memberi makna,” jelasnya. Melalui pendekatan ini, ia kerap menekankan pentingnya governance dan etika dalam pembangunan ekonomi. Bagi Dhiraj, setiap bisnis besar harus dimulai dari sistem yang bersih, adil, dan transparan — fondasi yang ia anggap tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun. Sebagai bagian dari generasi pemimpin baru, Dhiraj melihat potensi besar dari integrasi AI dan transformasi digital, namun juga mengingatkan tentang risiko kehilangan sentuhan manusiawi. “Teknologi seharusnya memperkuat karakter manusia, bukan menggantikannya,” ucapnya. Ia banyak terlibat dalam pengembangan strategi digital leadership dan komunikasi modern, di mana fokusnya bukan hanya pada kehadiran daring, tetapi pada bagaimana narasi personal dan kredibilitas dibangun secara otentik. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, kejujuran dan konsistensi adalah dua bentuk reputasi baru. Meski telah menempati berbagai posisi strategis, Dhiraj menganggap dirinya masih dalam perjalanan panjang pembelajaran. Ia aktif berbagi pandangan di berbagai forum akademik dan profesional, mendorong generasi muda untuk memahami bahwa keberhasilan tidak lahir dari instan, tetapi dari proses berpikir yang mendalam.
Terpilih Jadi Ketua DPC PJID Rohul, Sudirman Seru Wartawan Satukan Langkah
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sudirman terpilih Ketua DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi atau DC PJI-Demokrasi Kabupaten Rokan Hulu periode 2025-2028 di Musyawarah Cabang atau Muscab Dewan Pimpinan Cabang PJI-D Rokon Hulu jadi harapan baru membawa organisasi ini lebih baik ke depan. Proses pemilihan berlangsung demokratis melalui mekanisme pemilihan langsung, setelah musyawarah mufakat yang dilakukan mencapai kesepakatan. Dua kandidat kuat yang maju dalam kontestasi ini adalah Sudirman dan Gusni Theresia Situmorang. Sudirman meraih 9 suara di pemilihan yang berlangsung pada Muscab PJID Rohul 2025 di House Cafe, Rabu (10/9). Sedang, calon lainnya Gusni Theresia Situmorang memperoleh 3 suara. Setelah pemilihan, Sudirman menyampaikan dan mengajak seluruh wartawan, yang tergabung dalam organisasi PJID Rokan Hulu agar satukan langkah kebersamaan untuk bersatu dan bekerja sama demi kemajuan organisasi. "Selama ini kita cukup vakum, kita sudah terlalu lama berjalan di tempat. Ini saatnya kita satukan langkah, kita rapatkan barisan. Saya tidak datang membawa slogan kosong, tapi semangat kerja bersama. Mari kita buktikan perubahan bisa kita mulai dari sekarang. Semoga PJID Rohul kedepan lebih baik," ujarnya tegas. Ditempat yang sama, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lini di internal organisasi bahwa PJID Rokan Hulu bisa bangkit dan berbenah diri sebagai wadah profesionalisme dan etika jurnalis. Muscab PJID Rohul ke 1 ini jadi momentum konsolidasi dan awal baru bagi organisasi wartawan di level daerah, khususnya di tengah tantangan dan dinamika dunia pers yang terus berkembang.
Nongkrong Pop: Printmaking Sablon Satukan Seni dan Budaya Pop Pameran Bersama BU
Jakarta, katakabar.com - Dunia seni terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan budaya. Dalam beberapa dekade terakhir, seni telah mengalami transformasi yang signifikan, tidak hanya sebagai alat ekspresi visual, tetapi juga sebagai media untuk merefleksikan nilai-nilai sosial dan budaya dalam masyarakat. Seni kontemporer kini semakin mengintegrasikan elemen-elemen budaya populer, membuka ruang untuk interpretasi yang lebih luas, serta menciptakan dialog antara berbagai komunitas. Salah satu bentuk seni yang semakin berkembang adalah printmaking, yang memungkinkan seniman untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan budaya dalam karya-karya mereka. Untuk merespons hal ini, Nongkrong Pop: Printmaking Sablon hadir sebagai sebuah workshop seni yang diinisiasi oleh School of Design Binus University. Pameran ini bertujuan untuk menggali bagaimana budaya populer berperan dalam membentuk identitas masyarakat Indonesia, melalui karya-karya yang merefleksikan nilai-nilai kolektivisme yang menjadi ciri khas kegiatan sosial di Indonesia. Inisiatif kolaboratif ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan alumni dari School of Design dalam upaya mendorong kreativitas dan pertukaran budaya, serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana elemen-elemen budaya populer dapat dieksplorasi melalui seni visual. Nongkrong Pop menyajikan berbagai karya seni yang mewakili elemen-elemen budaya massa, seperti desain karakter 3D, komik, ilustrasi, seni jalanan, animasi, zine, cetak seni, dan merchandise. Selain pameran karya, acara ini diisi dengan workshop yang dipandu oleh Adi Sundoro dan Sebastian Advent, dosen dari DKV Binus University, yang akan berbagi pengetahuan, dan keterampilan praktis mengenai printmaking dan desain visual. Workshop ini bertujuan untuk memberikan peserta pemahaman mendalam tentang teknik printmaking serta aplikasi seni dalam konteks budaya modern. “Pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran seni, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pemikiran kritis dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami budaya populer dalam konteks yang lebih luas," ujar Drs. Hagung Kuntjoro, Head of Visual Communication Design Creative Advertising (Periklanan) Binus University.