RPN

Sorotan terbaru dari Tag # RPN

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis Nusantara
Nusantara
Kamis, 23 April 2026 | 16:12 WIB

Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.

Dari RPN untuk Negeri, Peneliti PTPN Raih Penghargaan Pemulia Muda Nasional
Nasional
Jumat, 09 Januari 2026 | 14:00 WIB

Dari RPN untuk Negeri, Peneliti PTPN Raih Penghargaan Pemulia Muda

Bogor, katakabar.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan riset di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Ernayunita, M.Sc., peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), berhasil meraih Young Breeder Award 2025 pada ajang Indonesian Breeder Award ke 3. Young Breeder Award penghargaan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan IPB University dan PT East West Seed Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pemulia muda berprestasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi varietas unggul dengan dampak nyata terhadap ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan ekosistem riset pertanian nasional. Prosesi penganugerahan dilaksanakan pada Rabu (19/11) lalu di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, dalam rangkaian Seminar Nasional PERIPI 2025 usung tema “Breeding is Giving”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama Managing Director PT East West Seed Indonesia Dr. Ir. Glenn Pardede, M.M., M.B.A. Seminar Nasional PERIPI 2025 dihadiri oleh para pemulia tanaman, peneliti, akademisi, mahasiswa, serta praktisi di bidang pertanian dan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini mencakup sesi pleno dengan pembicara internasional, di antaranya Prof. Bunyamin Tar'an, Ph.D. dari University of Saskatchewan, Kanada, serta Katalin Pakozdi, Global Head of Breeding East-West Seed. Selain itu, seminar juga menghadirkan diskusi paralel yang membahas pengembangan teknik pemuliaan modern di era pertanian 5.0. Ajang Indonesian Breeder Award yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pemulia tanaman Indonesia guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Pencapaian Ernayunita menegaskan peran PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung inovasi genetika tanaman berbasis riset dan sains. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda pemulia Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan nasional secara berkelanjutan.

Sugarex 2025, Holding PTP Hadirkan Inovasi Gula Nasional Lewat Partisipasi RPN Nasional
Nasional
Jumat, 19 Desember 2025 | 11:00 WIB

Sugarex 2025, Holding PTP Hadirkan Inovasi Gula Nasional Lewat Partisipasi RPN

Surabaya, katakabar.com - Pameran gula internasional Sugarex Indonesia 2025 kembali digelar di Dyandra Convention Centre Surabaya pada 12 hingga 13 November 2025. Ajang bertaraf global yang dihadiri delegasi dari berbagai negara, termasuk India, Australia, dan Spanyol, ini menjadi momentum penting bagi PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan di bawah Holding Perkebunan Nusantara, untuk menampilkan terobosan terbaru dalam industri gula dan perkebunan. Partisipasi RPN melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mendapat perhatian luas pengunjung, terutama melalui kolaborasi strategis bersama PT Equiva Ligand Indonesia, distributor resmi Sucromat dan Refraktometer Indonesia. Sebagai mitra utama, perusahaan pemasok alat laboratorium terbesar di Indonesia untuk perangkat ukur industri makanan dan minuman ini mendukung demonstrasi langsung teknologi analisis modern. Pengunjung dapat menyaksikan demo penggunaan alat laboratorium berteknologi tinggi milik PT Equiva Ligand Indonesia dengan memanfaatkan bahan analisis dari P3GI. Respons positif dari pengunjung menggambarkan tingginya minat industri terhadap teknologi analisis yang relevan dan sesuai standar laboratorium skala besar. Selain menampilkan teknologi analisis, P3GI memperkuat kontribusi edukasi sektor gula melalui kehadiran Kepala Bagian Usaha P3GI, Risvan Kuswurjanto, sebagai pembicara pada hari pertama. Ia membawakan materi berjudul “The Role of Smart Agriculture In Accelerating Indonesia's Sugar Self-Sufficiency Goals”. “Kami ingin menunjukkan bahwa riset yang tepat dapat mempercepat langkah menuju swasembada gula,” ujarnya. Selama pameran, P3GI memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari bahan tanam seperti bibit tebu, lonjoran, dan budset, hingga produk nonbahan tanam seperti clearpol, penapol, Fondanseed, serta layanan pelatihan, analisis laboratorium, kalibrasi, dan wisata edukasi. Salah satu daya tarik utama adalah Segarcane, minuman sari tebu alami hasil riset P3GI, yang dibagikan gratis kepada pengunjung. “Melalui pameran ini, masyarakat dapat merasakan langsung kualitas produk tebu hasil penelitian kami,” kata salah satu perwakilan P3GI. Keikutsertaan P3GI dalam Sugarex Indonesia 2025 tidak hanya berfokus pada promosi produk dan teknologi, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, lembaga riset, hingga mitra internasional. Ajang ini diharapkan membuka peluang riset bersama, memperluas penerapan teknologi pergulaan modern, serta melahirkan inovasi hilir yang lebih kompetitif. Melalui partisipasi pada pameran internasional ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui RPN menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi modernisasi industri gula sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dalam pengembangan tebu dan produk turunannya.

Genjot Produktivitas, RPN Latih Pekebun Labusel Teknis Budidaya Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 26 September 2025 | 14:53 WIB

Genjot Produktivitas, RPN Latih Pekebun Labusel Teknis Budidaya Sawit

Medan, katakabar.com - Total 99 pekebun sawit dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan atau Labusel, Provinsi Sumatera Utara mengikuti pelatihan tentang 'Teknis Budidaya Kelapa Sawit', yang ditaja PT Riset Perkebunan Nusantara atau RPN lima hari lamanya, mulai 22 hingga 26 September 2025, di salah satu hotel ternama di Kota Medan. Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, dan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun Kementerian Pertanian ini, bertujuan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pekebun kelapa sawit. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli di bidangnya yang didatangkan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS, serta berkesempatan mengunjungi kebun PPKS Unit Marihat. Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Dr. Winarna, mengutarakan pelatihan ini kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. "Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, serap dan gali informasi terkait teknis budidaya kelapa sawit dari para narasumber sehingga dapat meningkatkan produktivitas," ujarnya melalui rilis tertulis, Jumat (26/9. Dilansir dari laman SINDONews, Jumat sore, Winarna berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan, dan menjaga komunikasi setelah pelatihan. "Banyak persoalan yang harus dibedah, dan dicari solusinya mengenai budidaya kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Kami berharap komunikasi tetap terjalin untuk saling berbagi dan mengatasi masalah," jelasnya. Menurutnya, produktivitas kelapa sawit nasional, khususnya di tingkat petani, masih tergolong rendah, padahal potensi untuk mencapai 30 ton Tandan Buah Segar atau TBS per hektare per tahun sangat mungkin ditingkatkan. "Melalui pelatihan ini, kita bisa maju bersama dan mencapai kesetaraan produksi serta produktivitas di tingkat petani sawit," ucapnya. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ir. Baginda Siagian, aminkan Winarna. Ia menyatakan secara virtual, salah satu tantangan terbesar sektor ini adalah produktivitas yang masih rendah, yakni 3,3 hingga 3,5 ton CPO (Crude Palm Oil) per hektare per tahun. Padahal, potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektare per tahun. "Melalui kerja sama dengan BPDPKS, Ditjenbun, dan lembaga pelatihan seperti PT RPN, kita berupaya meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani," terang Baginda. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia petani, mengingat 42 persen setara 6 juta hektare dari total 16,8 juta hektare lahan sawit nasional dikelola oleh petani rakyat.