Resiliensi

Sorotan terbaru dari Tag # Resiliensi

Resiliensi Bitcoin di Tengah Gejolak Geopolitik, Bittime: Momentum Diversifikasi Aset Investasi Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:08 WIB

Resiliensi Bitcoin di Tengah Gejolak Geopolitik, Bittime: Momentum Diversifikasi Aset Investasi

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto baru saja menunjukkan ketahanannya setelah Bitcoin ($BTC) berhasil menembus kembali level harga $70.000. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, menurut data dari NewsBTC pemulihan ini didorong oleh perubahan sentimen risiko global setelah adanya sinyal bahwa konflik tersebut dapat diredam lebih cepat dari perkiraan semula. Seiring dengan mendinginnya harga minyak mentah dunia dan stabilnya pasar saham, aset Bitcoin ($BTC) mulai menunjukkan performa yang solid sebagai aset kripto yang mulai matang dalam menghadapi tekanan eksternal. Data dari berbagai platform analisis termasuk CryptoQuant juga menunjukkan bahwa koreksi harga yang terjadi bukanlah awal dari fase penurunan pasar yang panjang, melainkan sebuah guncangan likuiditas sesaat. Aktivitas di pasar derivatif dan aliran dana masuk pada instrumen aset $ETF dan $BTC menunjukkan bahwa investor institusional justru memanfaatkan penurunan harga untuk menambah posisi mereka. Ini mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap aset kripto seperti $BTC yang tetap kokoh meskipun berada di tengah ketidakpastian global. Sekaligus memperkuat narasi $BTC sebagai "emas digital" yang mulai memiliki pola pergerakan yang lebih stabil dibandingkan masa-masa awal kehadirannya. Hal tersebut, juga menekankan kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi di tengah ketidakpastian global. Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi di tengah momentum pasar terhadap diversifikasi aset diversifikasi. Sebab, dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko dengan lebih bijak dan berdasarkan profil risiko masing-masing. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Hadapi Dinamika Global, Kementerian PU Dorong Resiliensi Infrastruktur Nasional Nasional
Nasional
Minggu, 21 September 2025 | 16:47 WIB

Hadapi Dinamika Global, Kementerian PU Dorong Resiliensi Infrastruktur Nasional

Surabaya, katakabar.com - Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan iklim, Kementerian Pekerjaan Umum atau PU menegaskan komitmennya untuk terus bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata. Di antara fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang strategis, sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI, H Prabowo Subianto. Di acara The 9th International Conference Postgraduate School Universitas Airlangga atau ICPS di Surabaya, Rabu (17/9) lalu, Menteri PU, Dody Hanggodo memaparkan visi pembangunan infrastruktur kini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Pembangunan infrastruktur lebih dari sekadar pembangunan, ujar Dody, melalui rilis resmi diterima katakabar.com,Jumat sore kemarin, melainkan juga mendukung ketahanan sipil, mendukung ketahanan pangan, sementara hydropower dan floating solar juga mendukung ketahanan energi. “Infrastruktur menjadi lebih dari sekadar pembangunan, melainkan ketahanan. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan, hydropower dan floating solar juga mendukung ketahanan energi. Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM, dan sistem pengendalian banjir dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah bencana. Kemudian jalan dan jembatan mendukung konektivitas serta logistik,” kata Dody di konferensi angkat tema “Geopolitical Risk and Resilience on Developing for Better World.” Menteri PU menyoroti dampak nyata dari tantangan global seperti perang di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, hingga rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap stabilitas pangan, energi, dan air di Indonesia. Itu sebabnya, kemandirian pada tiga sektor vital tersebut harus menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Pada konteks inilah, ucap Dody, paradigma pembangunan infrastruktur didorong untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan negara. “Pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai non-military defense atau pertahanan sipil. Bendungan, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, sistem air bersih, jalan, dan jembatan tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadi sistem ketahanan nasional dalam menghadapi krisis. Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi perisai ketahanan bangsa,” jelasnya Untuk mewujudkan visi tersebut, ulas Dody, Kementerian PU telah menggulirkan program PU608. Program ini berupaya meningkatkan ketahanan infrastruktur dengan fokus pada efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, serta pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Tapi, bebernya, dampak yang diciptakan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Kementerian PU juga secara aktif mendukung berbagai program prioritas sosial, seperti penyediaan sekolah bagi anak-anak kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat, peningkatan sarana pendidikan tinggi, hingga pembangunan infrastruktur kesehatan dan sanitasi untuk menekan angka stunting. Untuk menyukseskan agenda besar ini, Menteri PU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam skema pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat sipil, dan media. “Tidak ada pemerintah yang mampu berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi bersama akademisi, swasta, masyarakat, dan media. Bersama-sama melalui kolaborasi pentahelix ini kita dapat mengubah krisis menjadi peluang dan tantangan menjadi inovasi,” terangnya.