Rencanakan

Sorotan terbaru dari Tag # Rencanakan

Mitigasi Banjir Bandang di Ternate, Kementerian PU Rencanakan 20 Sabo Dam di Lereng Gamalama Nasional
Nasional
Selasa, 02 September 2025 | 13:15 WIB

Mitigasi Banjir Bandang di Ternate, Kementerian PU Rencanakan 20 Sabo Dam di Lereng Gamalama

Ternate, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum atau PU gulirkan rencana induk sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang jangka panjang di Kota Ternate. Sebanyak 20 unit Sabo Dam akan dibangun secara bertahap untuk mengendalikan sedimen dari 11 sungai yang berhulu di Gunung Gamalama, Maluku Utara. Rencana ini respons langsung terhadap bencana banjir bandang yang menerjang Kota Ternate pada 25 Agustus 2024 lalu. Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, tapi juga memakan korban jiwa, sehingga mendorong perlunya solusi permanen untuk melindungi warga. Sebagai langkah awal dari rencana induk tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai atau BWS Maluku Utara telah memulai pembangunan dua unit Sabo Dam di Sungai Rua pada tahun 2025. Proyek ini menjadi fondasi utama dalam upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan. Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung lokasi proyek di Sungai Rua, menekankan urgensi pembangunan infrastruktur pengendali sedimen ini. Menurutnya, kondisi lereng Gunung Gamalama yang sudah relatif gundul ditambah dengan curah hujan yang tinggi di Ternate menciptakan potensi ancaman yang serius. “Setiap kali hujan lebat, potensi longsoran dan aliran material dari gunung cukup besar. Karena itu, kita memerlukan beberapa Sabo Dam sebagai pengendali, penahan sedimen dan longsoran agar tidak terbawa ke hilir,” ujar Dody. “Infrastruktur ini akan membantu mencegah banjir bandang sekaligus melindungi permukiman dan infrastruktur lain di bawahnya,” tambahnya. Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, M. Saleh Talib, menjelaskan lebih detail mengenai rencana jangka panjang tersebut. Ia memaparkan bahwa ke-20 Sabo Dam itu akan tersebar di titik-titik rawan di 11 sungai yang berhulu di Gunung Gamalama. Sungai-sungai tersebut meliputi Sungai Rua, Sungai Kastela, Sungai Taduma, Sungai Sasa, Sungai Monai, Sungai Batumerah, Sungai Maliaro, Sungai Marikurubu, Sungai Kulaba, Sungai Tabalolo, dan Sungai Haw Amadaha. Pemilihan lokasi Sabo Dam didasarkan pada hasil Survei Detail Engineering Design atau DED yang dilakukan pasca-bencana 2024, yang mengidentifikasi sungai-sungai tersebut memiliki potensi ancaman serupa dengan Sungai Rua. Saat ini, fokus pekerjaan ada di Sungai Rua, di mana pembangunan Sabo Dam 1 dan Sabo Dam 2 serta pembuatan tanggul pasangan batu pada alur sungai lama dan alur sungai baru. Progres konstruksi Sabo Dam 1 sendiri telah mencapai 34 persen yang mencakup pekerjaan bangunan utama (main dam), sayap kanan, serta tanggul pasangan batu. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025. Pembangunan Sabo Dam 3 direncanakan akan menyusul pada tahun 2026.

Arus Balik Libur Idul Adha di Daop 6 Mulai Melonjak, Ayo Rencanakan Perjalanan dengan Baik! Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Juni 2025 | 10:00 WIB

Arus Balik Libur Idul Adha di Daop 6 Mulai Melonjak, Ayo Rencanakan Perjalanan dengan Baik!

Yogyakarta, katakabar.com - KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat volume kedatangan penumpang kereta api jarak jauh Sabtu (7/6) mulai melandai. Di mana perkiraan sebanyak 13.454 penumpang turun di sejumlah stasiun Daop 6. Volume kedatangan di Daop 6 sendiri mencapai puncaknya Kamis (5/6), dengan total volume sebanyak 25.784 penumpang, sedang Jumat (6/6) sudah mulai menurun di 20.480 penumpang. Lalu, untuk volume keberangkatan penumpang KA jarak jauh berangsur landai di mana pada Kamis (5/6) tercatat sebanyak 28.592 penumpang berangkat, Jumat (6/6) sebanyak 12.852 penumpang, dan Sabtu (7/6) sebanyak 12.984 penumpang. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menceritakan, volume keberangkatan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan mulai Minggu (8/6) hingga sejauh ini tercatat volume keberangkatan sebanyak 19.135 penumpang, dan kembali meningkat Senin (9/6) dengan volume penumpang sebanyak 19.958 penumpang. Angka ini masih dinamis mengingat pemesanan tiket masih terus berlangsung. "Untuk volume kedatangan penumpang KA jarak jauh cenderung stabil, dan keberangkatan diperkirakan akan mulai meningkat Minggu (8/6) dan Senin (9/6) karena memang arus balik. Untuk itu, bagi pelanggan yang belum memiliki tiket pada arus balik tersebut diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan segera memesan tiket agar tidak kehabisan," imbau Feni. Kata Feni per Sabtu (7/6) pukul 09.00 WIB, tingkat okupansi keberangkatan awal stasiun Daop 6 mencapai 125 perseb dengan mencatat penjualan sebanyak 125.249 tempat duduk dari yang disediakan sebanyak 99.982 tempat duduk. "Angka ini tercapai karena beberapa KA mencatatkan okupansi yang cukup fantastis karena permintaan pelanggan yang sangat tinggi dibandingkan dengan tempat duduk yang disediakan sehingga dalam 1 tempat duduk terjual beberapa kali," ulas Feni. Beberapa KA dengan capaian okupansi yang sangat tinggi di atas 100 persen, yakni: 1. Sri Tanjung (278) dengan okupansi 534 persen 2. Bengawan (281) dengan okupansi 479 persen 3. Joglosemarkerto (187) dengan okupansi 202 persen 4. Joglosemarkerto (193) dengan okupansi 190 persen 5. Taksaka (47) dengan okupansi 148 persen 6. Taksaka (45) dengan okupansi 109 persen 7. Jaka Tingkir (255) dengan okupansi 109 persen 8. Argo Lawu (13) dengan okupansi 109 persen 9. Progo (257) dengan okupansi 106 persen 10. Taksaka (43) dengan okupansi 104 persen "Sekali lagi kami berharap masyarakat dapat merencanakan dengan baik perjalanannya serta masih bisa memesan tiket sesuai KA dan tanggal yang diinginkan," seru Feni lagi.

Puncak Arus Balik Diprediksi 6 April 2025, KAI Imbau Masyarakat Segera Merencanakan Perjalanan Nasional
Nasional
Sabtu, 05 April 2025 | 18:02 WIB

Puncak Arus Balik Diprediksi 6 April 2025, KAI Imbau Masyarakat Segera Merencanakan Perjalanan

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2025. Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, KAI telah menyediakan 4.591.510 tempat duduk untuk perjalanan yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April. Dari total kapasitas tersebut, 3.443.832 tempat duduk dialokasikan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan 1.147.678 untuk layanan Kereta Api Lokal. Hingga 3 April 2025 pukul 07.00 WIB, total 3.872.675 tiket telah terjual setara 84,34 persen dari kapasitas yang tersedia. Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 3.344.297 tiket dengan tingkat okupansi 97,11 persen. Sedang, KA Lokal terjual sebanyak 528.378 tiket atau 46,04 persen dari kapasitas yang disediakan. Secara kumulatif, dari 21 Maret hingga 2 April 2025 pukul 24.00 WIB, sebanyak 2.555.404 orang telah menggunakan layanan kereta api KAI. “KAI memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 6 April 2025 (H+5) dengan jumlah penumpang mencapai 267.613 orang. Itu sebabnya, KAI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan agar mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai,” kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo. Meski puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 April 2025, ulasnya, data menunjukkan banyak pelanggan telah memilih untuk kembali lebih awal. Pada 1 April 2025, jumlah penumpang mencapai 252.898 orang dalam sehari, terdiri dari 205.725 penumpang KA Jarak Jauh dan 47.173 penumpang KA Lokal. Tren ini terus meningkat pada 2 April 2025 dengan total 274.186 penumpang, terdiri dari 223.221 penumpang KA JJ dan 50.965 penumpang KA Lokal. Pada 3 April 2025 hingga pukul 07.00 WIB menurut angka penjualan sementara, tercatat sebanyak 232.399 orang akan bepergian menggunakan kereta api, dengan rincian 197.593 penumpang KA JJ dan 34.806 penumpang KA Lokal.