Reksa Dana

Sorotan terbaru dari Tag # Reksa Dana

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di BEI Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di BEI

Jakarta, katakabar.com - Salah satu perusahaan manajer investasi lokal independen dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, PT Syailendra Capital, resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran ini ditandai dengan seremoni opening bell di kantor BEI sekaligus bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia. Peluncuran XSGO menjadi upaya aktif Syailendra Capital untuk menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah dengan menggabungkan karakteristik reksa dana dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa. Kehadiran ETF Sharia Gold menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian dan kesadaran investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. Dari data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 dan pandemi Covid-19 lalu. Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya. "Bagi kami, peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang," ujarnya. Menurut Fajar, XSGO memiliki fleksibilitas untuk diakses melalui: (1) Pasar Primer yakni melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar (asumsi harga Rp3 juta/gram) dan (2) Pasar Sekunder melalui perusahaan efek/broker dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit atau sekitar Rp100 ribu. Selain menawarkan akses investasi yang fleksibel, tetangnya, struktur ETF Emas juga memberikan kemudahan dari sisi kepemilikan dan penyimpanan emas. Emas sebagai underlying dari Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider yang juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO. Sedang, sambung Fajar, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Melalui struktur ETF ini, pihak Pegadaian mengupayakan untuk menjaga spread harga beli-jual sebesar 2% hingga 3% (berdasarkan harga acuan Pegadaian), relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital (melalui platform) ataupun emas fisik yang bisa mencapai 7% hingga 9%," ucapnya. Sejalan dengan peluncuran XSGO, ulas Fajar, Syailendra Capital berkomitmen untuk terus membangun pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi berbasis emas. Komitmen tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi dan edukasi milik Syailendra Capital. Melalui kanal-kanal tersebut, ulasnya lagi, Syailendra Capital akan menghadirkan informasi dan market insights mengenai emas, karakteristik ETF Sharia Gold, cara berinvestasi, hingga bagaimana memahami peran emas dalam strategi diversifikasi portofolio. “Edukasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami sebagai manajer investasi. Kami ingin memastikan bahwa proses literasi dan inklusi berjalan beriringan sehingga investasi ETF bisa berkembang layaknya di negara maju lainnya,” beber Fajar. Lewat peluncuran ETF Sharia Gold, Syailendra Capital siap untuk menghadirkan solusi investasi yang relevan dengan perkembangan pasar sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi secara sehat. Kehadiran XSGO menandai evolusi cerdas investasi emas di Indonesia, dari kepemilikan emas fisik dan emas digital menuju instrumen emas yang dapat diperdagangkan secara langsung di bursa.

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap Bagi Pemula Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap Bagi Pemula

Jakarta, katakabar.com - Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi dengan cara menanamkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala, misalnya setiap bulan. Strategi ini banyak digunakan oleh investor karena membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar. Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, DCA dapat menjadi salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan. Bahkan, investasi dapat dimulai dari nominal yang relatif terjangkau, misalnya reksa dana 100 ribu, sesuai produk dan ketentuan yang berlaku. Apa Itu Dollar Cost Averaging Reksa Dana? Dollar Cost Averaging atau DCA adalah metode investasi rutin dengan nominal tetap dalam periode tertentu, misalnya setiap bulan. Sebagai contoh, seseorang memutuskan untuk berinvestasi Rp1.000.000 setiap bulan ke produk reksa dana yang sama. Saat harga unit penyertaan naik, dana tersebut akan membeli unit lebih sedikit. Sebaliknya, ketika harga turun, dana yang sama akan memperoleh unit lebih banyak. Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu fokus mencari waktu terbaik untuk mulai berinvestasi. Mengapa Dollar Cost Averaging Banyak Digunakan? Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar. Karena itu, tidak mudah menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli. Melalui strategi DCA, investasi dilakukan secara konsisten sehingga keputusan investasi tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dalam satu waktu tertentu. Beberapa manfaat pendekatan ini antara lain: 1. Membantu membangun kebiasaan investasi secara rutin 2. Mengurangi kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan emosi 3. Memudahkan pengelolaan anggaran bulanan 4. Cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara bertahap Perlu dipahami bahwa DCA bukan merupakan strategi yang menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko investasi. Reksa Dana 100 Ribu, Apakah Bisa? Banyak orang mengira investasi harus dimulai dengan modal besar. Padahal, kini tersedia produk yang memungkinkan investasi mulai dari nominal yang lebih terjangkau. Misalnya, terdapat pilihan reksa dana 100 ribu yang dapat menjadi langkah awal bagi investor pemula untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Bagaimana Jika Investasi Reksa Dana 1 Juta per Bulan? Jika memiliki anggaran lebih besar, sebagian investor memilih berinvestasi reksa dana 1 juta per bulan menggunakan strategi Dollar Cost Averaging. Dengan investasi rutin setiap bulan, investor dapat membangun portofolio secara bertahap sesuai rencana keuangan jangka menengah maupun jangka panjang. Besaran investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Hindari menggunakan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Bagus? Tidak ada satu produk yang dapat disebut sebagai reksa dana yang bagus untuk semua orang. Pilihan produk bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih reksa dana antara lain: - Tujuan investasi - Profil risiko - Jenis reksa dana yang dipilih Kinerja produk berdasarkan informasi resmi (bukan sebagai jaminan hasil di masa depan) Memahami Prospektus dan Fund Fact Sheet sebelum berinvestasi Memahami karakteristik produk akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Reksa Dana untuk Pemula, Mulai dari Sesuai Profil Risiko Bagi yang baru mengenal investasi, memilih reksa dana untuk pemula sebaiknya dimulai dengan memahami profil risiko terlebih dahulu. Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan fluktuasi yang relatif rendah, sementara yang lain siap menghadapi pergerakan nilai investasi yang lebih tinggi untuk tujuan jangka panjang. Karena itu, penting memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan, bukan hanya mengikuti tren. Mulai Investasi Reksa Dana di neobank Reksa Dana neobank adalah layanan investasi reksa dana melalui mitra di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang memungkinkan nasabah berinvestasi pada berbagai pilihan produk sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Beberapa keunggulan Reksa Dana di neobank: - Investasi mulai dari Rp100.000 - Pilihan produk yang beragam sesuai profil risiko - Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank - Dapat memantau investasi langsung dari aplikasi Dollar Cost Averaging merupakan strategi investasi yang dilakukan dengan nominal tetap secara berkala. Pendekatan ini dapat membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar. Baik memulai dengan reksa dana 100 ribu maupun reksa dana 1 juta per bulan, yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan kemampuan finansial. Sebelum memilih reksa dana yang bagus, pastikan memahami karakteristik produk, membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Tentang PT BNC Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kinerja Moncer! Reksa Dana Dolar BRI MI Bukukan AUM Rp1 Triliun Sejak Peluncuran Ekonomi
Ekonomi
Senin, 01 September 2025 | 09:00 WIB

Kinerja Moncer! Reksa Dana Dolar BRI MI Bukukan AUM Rp1 Triliun Sejak Peluncuran

Jakarta, katakabar.com - Sejak peluncuran pada 10 Juli 2025, produk Reksa Dana BRI Seruni Likuid Dolar atau BSLD mendapatkan respons yang sangat positif dari investor. Hal ini tecermin dari pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management/AUM yang telah menyentuh Rp1 Triliun (61,7 juta dollar AS) per tanggal 28 Agustus 2025 atau kurun waktu 1 bulan lebih, menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap produk ini dalam waktu relatif singkat. Direktur Utama BRI MI, Tina Meilina, menjelaskan, kehadiran Reksa Dana BSLD merupakan bentuk nyata dari inovasi perusahaan dalam menyediakan solusi investasi yang sesuai kebutuhan pasar. “Reksa Dana BSLD kelolaan BRI-MI hadir untuk memberikan alternatif investasi berbasis dollar dengan likuiditas yang tinggi dan risiko terukur. Raihan dana kelolaan menjadi cerminan bahwa produk BSLD mampu mendukung investor melakukan diversifikasi sekaligus melindungi nilai investasi mereka di tengah fluktuasi pasar,” ujarnya, melalui keterangan resmu diterima katakabar.com, Minggu pagi. Mengenal Tentang Produk Reksa Dana BSLD Adapun Tina mengatakan bahwa kehadiran produk BSLD berangkat dari meningkatnya permintaan terhadap instrumen investasi berbasis dollar Amerika Serikat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh dinamika. "Dollar masih menjadi mata uang dominan dalam transaksi internasional sekaligus instrumen lindung nilai yang kerap dipilih investor untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Kehadiran Reksa Dana BSLD diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan akses investasi dollar yang likuid dan risiko yang terukur," ucap Tina. Diketahui, BRI MI tawarkan instrumen investasi berbasis dollar yang likuid, memiliki risiko terukur, dan dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi global. “Reksa Dana BSLD merupakan reksa dana pasar uang yang seluruhnya berdenominasi USD, dengan penempatan dana pada instrumen pasar uang serta surat utang jangka pendek berbasis dollar,” ulas Tina. Dengan formulasi tersebut, Reksa Dana BSLD memberikan fleksibilitas bagi investor yang menginginkan likuiditas. Kehadiran produk ini sekaligus menjawab tren kebutuhan investor yang semakin sadar akan pentingnya memiliki eksposur dollar dalam strategi investasinya. Tidak hanya itu, bagi investor yang ingin mengantisipasi fluktuasi nilai tukar Rupiah tanpa harus memegang dollar secara fisik, BSLD dapat menjadi jawaban praktis sekaligus profesional.

BRI MI Rajai Segmen Reksa Dana Terproteksi dengan Dana Kelolaan Rp20,98 Triliun Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 11 Mei 2025 | 22:20 WIB

BRI MI Rajai Segmen Reksa Dana Terproteksi dengan Dana Kelolaan Rp20,98 Triliun

Jakarta, katakabar.com - Minat investor terhadap reksa dana terproteksi PT BRI Manajemen Investasi atau BRI MI terus menunjukkan tren positif. Hal ini tecermin dari kinerja yang kembali mencatatkan prestasi gemilang sebagai pengelola reksa dana terproteksi terbesar di Indonesia. Di mana hingga akhir Maret 2025, dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksa dana terproteksi BRI-MI menembus angka Rp20,99 triliun. Jumlah tersebut menempatkan BRI MI pada posisi teratas jajaran manajemen investasi untuk tiga bulan berturut-turut di kuartal I 2025. Dengan pangsa pasar sebesar 17,6 persen, BRI-MI tercatat unggul jauh dari pesaing terdekat yang memiliki AUM di kisaran Rp15 triliun. Capaian ini diperoleh saat industri reksa dana terproteksi nasional mengalami kenaikan signifikan, dengan total dana kelolaan menyentuh angka Rp120,20 triliun. Kinerja BRI-MI yang konsisten tidak lepas dari kombinasi strategi investasi yang terukur dan kepercayaan yang terus mengalir dari investor. Sebagai informasi, produk reksa dana terproteksi yang ditawarkan dinilai memberikan keseimbangan ideal antara imbal hasil dan perlindungan modal, sehingga banyak diminati oleh investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat. Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina, menyampaikan, keberhasilan ini adalah bukti nyata dari sinergi strategi perusahaan dan loyalitas investor. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan kepada BRI-MI. Ini bukan sekadar pencapaian angka, tapi juga cerminan komitmen kami dalam menjaga kepercayaan dan memberikan hasil terbaik untuk para investor,” ujarnya. Ia menambahkan, reksa dana terproteksi menjadi salah satu solusi investasi yang paling relevan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. “Instrumen ini menawarkan perlindungan terhadap pokok investasi. Ditambah dengan potensi imbal hasil yang menarik, produk ini sangat cocok bagi investor yang ingin berinvestasi dengan lebih tenang,” jelas Tina. BRI MI bagian dari BRI Group telah berpengalaman lebih dari 32 tahun di industri pengelolaan investasi. Tak hanya mengandalkan kinerja produk, BRI MI aktif mendorong edukasi keuangan dan terus memberikan solusi investasi untuk menjangkau investor lebih luas.

Tumbuh Signifikan 310,18 Persen, AUM Produk Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Tembus Rp1,1 Triliun Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 September 2024 | 07:45 WIB

Tumbuh Signifikan 310,18 Persen, AUM Produk Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Tembus Rp1,1 Triliun

Jakarta, katakabar.com - BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) tunjukkan komitmen dan dedikasinya perkuat inklusi keuangan, dan pendidikan untuk #WujudkanMasaDepan masyarakat di Indonesia. Kali ini melalui pencapaian positif pada pertumbuhan Dana Kelolaan (Asset Under Management/AUM) dari produk reksa dana BRI Gamasteps Pasar Uang (BRI Gamasteps) yang telah menembus Rp1,1 triliun. Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina, mengutarakan, sinergi dengan Bank BRI menjadi salah satu faktor penting meningkatnya AUM reksa dana produk BRI Gamasteps.