Rekor

Sorotan terbaru dari Tag # Rekor

Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi Internasional
Internasional
Jumat, 16 Januari 2026 | 13:16 WIB

Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi

Jakarta, katakabar.com - Harga emas global kembali memperlihatkan daya tahannya di tengah dinamika pasar yang penuh ketidakpastian. Pada perdagangan terbaru, XAU/USD berhasil melanjutkan penguatan dan bertahan di area sekitar $4.615 per troy ounce, mencatat kenaikan sekitar 0,65 persen. Pergerakan positif ini terjadi seiring melemahnya Dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap instrumen lindung nilai, meskipun tekanan dari sisi data inflasi Amerika Serikat masih membayangi arah kebijakan suku bunga The Fed. Dari sudut pandang teknikal, analis Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan emas saat ini berada dalam fase yang sangat solid. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa tren bullish emas semakin matang. Harga mampu bergerak stabil di atas area rata-rata pergerakan penting, sebuah sinyal bahwa pembeli masih mendominasi pasar. Jika momentum ini terus terjaga, Andy memperkirakan emas memiliki ruang untuk melanjutkan reli ke zona $4.650 sebagai target kenaikan terdekat. Tetapi, ia menekankan pentingnya mewaspadai potensi koreksi, mengingat harga saat ini berada tidak jauh dari level tertingginya. Jika terjadi tekanan jual, area $4.565 diperkirakan akan menjadi titik tumpu utama yang dapat menahan penurunan lebih lanjut. Dorongan utama kenaikan emas saat ini datang dari faktor geopolitik yang kembali memanas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian pasar setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Iran. Langkah AS yang memindahkan personel militer dan pembatalan pertemuan diplomatik menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali berperan sebagai aset aman yang banyak diburu investor untuk melindungi nilai portofolio mereka dari risiko yang sulit diprediksi. Isu lain yang turut mempengaruhi sentimen pasar adalah kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell mengonfirmasi bahwa institusinya menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman terkait proyek renovasi besar-besaran kantor pusat Fed. Situasi ini memicu spekulasi bahwa tekanan politik terhadap bank sentral dapat meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Ketika kredibilitas dan independensi bank sentral dipertanyakan, emas biasanya diuntungkan karena dianggap sebagai aset yang bebas dari risiko kebijakan. Di sisi makroekonomi, data AS memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya satu arah. Penurunan tingkat pengangguran ke 4,4 persen, kenaikan harga produsen, serta lonjakan penjualan ritel menunjukkan bahwa ekonomi AS masih relatif tangguh. Kondisi ini dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang secara teori menekan emas. Tetapi pada praktiknya, pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi justru memberikan dukungan besar bagi logam mulia. Indeks Dolar yang turun ke sekitar 99 dan imbal hasil obligasi 10 tahun yang melemah ke kisaran 4,14 persen membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan aset berbunga. Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai prospek emas masih berada di jalur positif. Selama tekanan terhadap Dolar AS berlanjut dan ketidakpastian global tetap tinggi, emas berpotensi mempertahankan tren naiknya. Bahkan, peluang untuk kembali menguji rekor harga tertinggi masih terbuka lebar dalam waktu dekat, menjadikan logam mulia ini tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan sekaligus peluang keuntungan.

Emas Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi Internasional
Internasional
Kamis, 01 Januari 2026 | 09:00 WIB

Emas Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi

Jalarta, katakabar.com - Harga Emas (XAU/USD) global memasuki fase pelemahan pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan hingga ke level tertinggi sepanjang masa. Pergerakan Emas saat ini menunjukkan tanda-tanda melemahnya kekuatan tren bullish dalam jangka pendek, seiring meningkatnya tekanan korektif di pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, Andy Nugraha, emas telah mengalami penurunan sekitar 80 dolar dari puncak harga di area $4.550 yang tercapai pada pekan lalu. Tekanan jual berlanjut pada awal pekan, di mana harga Emas sempat bergerak di bawah area $4.360 dan menyentuh kisaran $4.330. Andy Nugraha menjelaskan pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan pergerakan indikator Moving Average, mengindikasikan berkurangnya dominasi buyer, meskipun struktur tren utama masih cenderung positif. Andy juga memproyeksikan dua kemungkinan pergerakan harga dalam jangka pendek. Jika minat beli kembali muncul dan harga mampu mempertahankan area support, maka Emas berpeluang melakukan pemulihan menuju area $4.420 sebagai target kenaikan terdekat. Apabila tekanan jual berlanjut dan harga gagal rebound, maka potensi penurunan berikutnya mengarah ke area $4.308 yang menjadi level support penting. Dari sisi fundamental, pelemahan harga Emas dipicu oleh aksi ambil untung investor di tengah likuiditas pasar yang menurun menjelang libur akhir tahun. Selain itu, penguatan Dolar AS turut memberikan tekanan tambahan, karena membuat harga Emas menjadi kurang menarik bagi pembeli global. Sentimen geopolitik juga sempat mereda setelah muncul harapan terkait pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven dalam jangka pendek. Meski demikian, prospek Emas dalam jangka menengah masih dinilai konstruktif. Ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun depan tetap menjadi faktor pendukung utama. Ketidakpastian politik global, kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan moneter AS, serta risiko geopolitik yang masih berlangsung dinilai akan terus menjaga daya tarik Emas sebagai aset lindung nilai. Lantaran itu, koreksi yang terjadi saat ini dipandang sebagai fase penyesuaian teknikal setelah reli kuat, bukan sebagai sinyal perubahan tren jangka panjang.

Indonesia Blockchain Week 2025 Catat Rekor Kehadiran 10.000+ Peserta Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 18 Desember 2025 | 10:13 WIB

Indonesia Blockchain Week 2025 Catat Rekor Kehadiran 10.000+ Peserta

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Blockchain Week 2025 sukses digelar pada 10 hingga 11 Desember 2025 lalu, di Jakarta International Convention Center dengan kehadiran lebih dari 10.000 peserta dari lebih 25 negara. Sebagai edisi terbesar sejak pertama kali digelar pada 2019 silam, IDBW 2025 menghadirkan 75+ pembicara, 15 side events, serta didukung oleh 250+ sponsor dan mitra. Pencapaian ini menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara. usung tema “Indonesia 4.0: AI, Blockchain, and Tokenized Solutions for Inclusive Growth”, IDBW 2025 menghadirkan 75+ pembicara, 15 side events, partisipasi dari 25+ negara, serta dukungan 250+ sponsor dan mitra. IDBW 2025 terselenggara melalui kolaborasi strategis empat co-host, yakni D3 Labs, Tokocrypto, Saison Capital, dan Arktivak, yang memiliki visi bersama untuk mendorong adopsi blockchain dan Web3 secara berkelanjutan di Indonesia dan kawasan regional. Co-Founder & Chairman IDBW 2025, Adytia Raflein, menilai pencapaian ini sebagai refleksi kematangan ekosistem. “IDBW bermula dari pertemuan kecil dengan visi besar. Hari ini, kehadiran lebih dari 10.000 peserta menunjukkan bahwa ekosistem blockchain Indonesia semakin matang, solid, dan kolaboratif. IDBW bukan sekadar konferensi, tetapi sebuah gerakan yang mempertemukan energi, tujuan, dan keyakinan yang sama,” ujar Raflein. Dari sisi teknologi dan pengembangan ekosistem, Lai Chung Ying, Co-Founder & Co-CEO D3 Labs, menekankan peran IDBW sebagai penghubung antara inovasi dan kebutuhan ekonomi nyata. “IDBW 2025 menjadi titik temu antara Web3 dan real economy. Indonesia memiliki potensi besar, dan konferensi ini mempertemukan founder, regulator, serta investor untuk membangun solusi yang relevan dan berkelanjutan,” jelas Chung Ying. Pandangan serupa disampaikan Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, yang menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi di luar sekadar perdagangan aset digital. “Melalui IDBW, kami ingin menegaskan bahwa blockchain dan AI bukan hanya tren jangka pendek. Teknologi ini dapat digunakan untuk menciptakan solusi nyata, mulai dari sistem pembayaran, pendanaan, hingga efisiensi bisnis,” ucap Calvin. Dari perspektif investasi regional, Looi Qin En, Partner Saison Capital, menilai Indonesia memiliki keunggulan dari sisi talenta dan komunitas. “Indonesia memiliki komunitas dan talenta Web3 yang sangat kuat. IDBW membuka koneksi strategis antara builder lokal dan ekosistem global, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan tokenisasi aset,” timpal Qin En. Sementara, Kevin Susanto, Co-Founder dan Partner Arktivak, menyoroti peran IDBW sebagai ruang kolaborasi yang mempercepat realisasi inovasi. “IDBW menyatukan builder, investor, dan regulator dalam satu percakapan agar inovasi Web3 tidak berhenti di konsep, tetapi berkembang menjadi use case nyata yang mendorong ekonomi digital yang lebih inklusif,” tutur Kevin lagi. Dukungan regulator menjadi salah satu perhatian IDBW 2025, terutama bagaimana inovasi bisa tumbuh secara bertanggung jawab dan memberi dampak nyata. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Bapak Hasan Fawzi, menyoroti pentingnya penguatan tata kelola serta kesiapan ekosistem untuk memasuki fase adopsi yang lebih institusional. “Fokus kami adalah memastikan inovasi berjalan seiring dengan integritas pasar, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan. Dengan ekosistem berizin, mulai dari bursa, kustodian, hingga penyelenggara pasar, Indonesia punya landasan untuk mendorong pengembangan tokenisasi dan aset keuangan digital yang lebih kredibel dan terukur,” jelasnya. Ia menambahkan, tahap berikutnya adalah memperkuat kolaborasi lintas pelaku, industri, institusi keuangan, dan mitra global agar peluang penerbitan aset keuangan digital bisa dipahami, diuji, dan diadopsi melalui mekanisme yang tepat. “Targetnya bukan sekadar pertumbuhan, tetapi kualitas: use case yang jelas, tata kelola yang kuat, dan kolaborasi yang konsisten. Dengan kombinasi pasar domestik yang besar dan meningkatnya minat institusi, Indonesia berpeluang membangun jalur menuju hub regional penerbitan aset keuangan digital,” bebernya. Panel Strategis dan Partisipasi Global Selama dua hari penyelenggaraan, IDBW 2025 menghadirkan puluhan panel dan keynote yang membahas masa depan investasi Web3 di Asia, pengembangan infrastruktur blockchain, tokenisasi aset dunia nyata, serta arah regulasi industri kripto di Indonesia. Sejumlah tokoh global dan regional turut hadir sebagai pembicara, termasuk Justin Sun (TRON), Samuel Christian (OKX), Eddy Christian Ng (Tether), Neha Mittal (AWS), Charles Kok (UOB Venture Management), dan Takashi Hayashida (Taisu Ventures), bersama perwakilan dari berbagai proyek Web3 terkemuka. Kesuksesan IDBW 2025 juga didukung oleh 250+ sponsor dan mitra, termasuk OKX Wallet, Binance Academy, GRVT, Tether, Mobee, AWS, ATT, Durianpay, Numine, Sumsub, Rapidz, Blu by BCA Digital, Koinsayang, Venus, Bitget VIP, dan MEXC Ventures. Dukungan ini mencerminkan tingginya kepercayaan industri global terhadap potensi Indonesia sebagai pasar strategis blockchain dan Web3. Dengan partisipasi lintas sektor dan dukungan regulator, IDBW 2025 dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi blockchain yang berdampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat. “Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi yang lahir dari forum ini benar-benar diterjemahkan menjadi solusi nyata,” tandasnya.

Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali torehkan rekor baru dengan tren kenaikan yang solid. Pada sesi perdagangan Amerika Utara, Senin (13/10), harga logam mulia ini menembus level psikologis penting di atas $4.100 dan terus bergerak naik hingga mendekati $4.130 pada awal sesi Asia, Selasa (15/10). Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, lonjakan harga emas kali ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang mendorong para investor beralih ke aset aman seperti emas. Secara teknikal, Andy menjelaskan sinyal dari grafik candlestick serta indikator Moving Average (MA) mengonfirmasi kekuatan tren bullish yang masih dominan pada XAU/USD. Sentimen pasar cenderung positif, dan selama tekanan beli tetap kuat, peluang kenaikan lebih lanjut masih terbuka lebar. “Apabila momentum kenaikan ini bertahan, emas berpotensi menembus level $4.200 dalam waktu dekat. Namun, bila terjadi koreksi teknikal, maka area $4.071 menjadi batas bawah yang perlu diwaspadai oleh trader,” jelas Andy. Dari sisi fundamental, eskalasi konflik perdagangan AS–Tiongkok menjadi pendorong utama reli harga emas. Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang lebih keras terhadap Tiongkok, termasuk penerapan tarif 100% untuk seluruh barang impor asal Negeri Tirai Bambu serta pembatasan ekspor perangkat lunak strategis buatan AS yang akan berlaku mulai 1 November. Meski Trump kemudian menenangkan pasar dengan pernyataan “semuanya akan baik-baik saja,” kekhawatiran terhadap perang dagang masih membebani pelaku pasar. Faktor lain yang memperkuat reli emas adalah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed). Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Oktober, dan kemungkinan lanjutan pada Desember mendatang. Kebijakan suku bunga rendah ini membuat emas semakin menarik karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil. Meski, sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi harga setelah kenaikan signifikan lebih dari 56% sepanjang tahun ini. Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, menilai “Rally emas masih memiliki ruang untuk tumbuh, tetapi konsolidasi jangka pendek akan lebih sehat bagi kelanjutan tren naiknya.” Sementara, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun delapan basis poin ke 4,059 persen, dan imbal hasil riil juga menurun ke 1,742 persen, kondisi yang semakin memperkuat dukungan terhadap harga emas. Analis dari Bank of America serta Societe Generale bahkan memperkirakan harga emas bisa mencapai $5.000 pada tahun 2026, sedangkan Standard Chartered menaikkan target rata-rata untuk tahun depan menjadi $4.488.

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Pasar Fokus Sinyal Dovish The Fed Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 25 September 2025 | 14:07 WIB

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Pasar Fokus Sinyal Dovish The Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi sorotan pasar global setelah mencatat reli kuat pada sesi perdagangan Amerika Utara pada Selasa malam (23/9). XAU/USD naik sekitar 0,73% dan sempat menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di $3.791, menyusul rilis data ekonomi AS yang melemah dan pernyataan bernada hati-hati dari Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Hingga Rabu pagi (24/9), harga emas bertahan di kisaran $3.750-an, menegaskan sentimen bullish yang kian solid di tengah tekanan pada Dolar AS. Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, indikator teknikal mendukung proyeksi kenaikan lanjutan harga emas. “Pola candlestick dan pergerakan Moving Average masih mengonfirmasi tren bullish yang kuat,” jelasnya. Andy memproyeksikan selama momentum beli tetap terjaga, XAU/USD berpotensi menembus $3.786 dalam jangka pendek. Namun, ia mengingatkan potensi terjadinya koreksi teknikal. “Jika tekanan beli melemah, harga dapat turun menguji $3.738 sebagai area support penting,” tambahnya. Fundamental makro juga menguatkan sentimen positif. Data Purchasing Managers Index (PMI) AS menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis pada September, baik di sektor jasa maupun manufaktur. Angka PMI yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal potensi pelemahan ekonomi, sehingga mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa bulan ke depan. Dalam pidatonya, Jerome Powell menegaskan risiko negatif pada ketenagakerjaan telah “menggeser keseimbangan risiko,” yang menjadi salah satu alasan pemangkasan suku bunga minggu lalu. Ia menyebut pemangkasan itu mendorong kebijakan moneter ke arah yang lebih netral, meskipun inflasi masih cenderung tinggi. Powell menilai “efek inflasi akibat tarif akan relatif singkat,” dan menekankan bahwa arah kebijakan bank sentral tetap sangat bergantung pada data. Nada dovish juga terdengar dari pejabat The Fed lainnya. Raphael Bostic, Presiden The Fed Atlanta, terbuka pada ide revisi target inflasi, sementara Michelle Bowman memproyeksikan kemungkinan tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025 untuk menjaga kekuatan pasar tenaga kerja. Di sisi lain, Austan Goolsbee, Presiden The Fed Chicago, menekankan bahwa target inflasi 2% tetap prioritas utama.

Bitcoin Meroket ke Rekor Tertinggi Baru di $118.000, Altseason di Depan Mata? Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:08 WIB

Bitcoin Meroket ke Rekor Tertinggi Baru di $118.000, Altseason di Depan Mata?

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin cetak rekor baru lagi pada 10 Juli 2025 lalu, tembus level $113.000 hingga $118.600 per BTC. Bitcoin kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun, sejajar dengan aset paling berharga di dunia. Beberapa faktor penggerak utama meroketnya harga Bitcoin kali ini adalah arus dana institusional dari perusahaan-perusahaan ternama seperti BlackRock, Fidelity, serta ARK Invest yang makin gencar melalui produk ETF Bitcoin. Kebijakan pro-kripto di Amerika Serikat, serta dukungan yang vokal dari presiden AS, Donald Trump untuk Bitcoin Strategic Reserve juga menjadi pemicu sentimen positif di pasar. Kenaikan cepat yang disertai likuidasi yang besar pada posisi short Bitcoin telah menghasilkan short squeeze yang mendorong harga lebih tinggi. Data dari CoinGlass menunjukkan ribuan akun mengalami margin call, yang mempercepat momentum naiknya BTC. Beli Bitcoin dan aset crypto lainnya di platform jual beli aset kripto Bybit dengan mudah dan aman. Jika melihat pola historisnya, harga Bitcoin yang naik digabung dengan menurunnya dominance, biasanya menjadi indikator yang menunjukkan permulaan dari “Altseason” atau Altcoin Season. Altseason adalah kondisi di mana harga aset kripto selain Bitcoin meroket. Beberapa tanda-tanda bahwa Altcoin dirumorkan semakin mendekat adalah: 1. Turunnya Bitcoin Dominance dari 66 persen ke sekitar 64,5 persen hingga 65 persen, yang membuka peluang aliran dana ke altcoin. 2. Kapitalisasi pasar altcoin yang mendekati angka $1.2 triliun dan banyaknya altcoin yang mengalami kenaikan harga di atas 25% dalam 90 hari terakhir. 3. Performa Ethereum yang solid dan rebound menembus $2.900 dengan potensi melaju ke $3.000-$3.500. Beberapa pakar menilai dengan dominasi Bitcoin yang masih berkisar di 60 persen, Altseason kali ini mungkin akan terjadi secara bertahap dan lebih selektif dari sebelumnya. Dengan Altseason yang dirumorkan akan segera tiba, tentunya menyiapkan strategi investasi yang baik dapat menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas trading para investor. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan pada strategi investasi dalam altseason: 1. Lakukan diversifikasi aset kripto. Alokasikan dana tidak hanya pada BTC, namun juga ke altcoin lain yang memiliki fundamental kuat. 2. Pantau indikator-indikator kunci untuk dapat memahami pola yang biasanya terjadi pada altseason sebelumnya. 3. Hati-hati terhadap hype yang tidak valid. Lakukan terus DYOR pada semua aset, tidak terkecuali pada aset-aset kripto yang baru bermunculan pada cycle ini agar tidak terjerumus pada proyek yang tidak aman. Didorong oleh semakin besarnya kepercayaan dari institusi serta melonjaknya adopsi aset kripto dunia, kenaikan harga Bitcoin ke rekor tertinggi ini tidak mengherankan.

Harga Bitcoin Melesat, Akankah Segera Pecahkan Rekor? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 30 Juni 2025 | 21:30 WIB

Harga Bitcoin Melesat, Akankah Segera Pecahkan Rekor?

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin atau BTC kembali catatkan penguatan signifikan dengan naik 1,4 persen dalam 24 jam terakhir, dan kini diperdagangkan sedikit di atas US$108.400 atau sekitar Rp1,75 miliar (kurs dolar AS Rp16.229) pada Senin (30/6). Aset kripto terbesar ini berhasil menembus level resistensi utama di US$105.000, membuka peluang bagi pengujian ulang terhadap harga tertinggi sepanjang masanya (all-time high/ATH) dalam beberapa hari ke depan. Kinerja impresif Bitcoin menjadikannya aset kripto dengan performa terbaik di antara lima besar aset kripto global tahun ini, dengan kenaikan hampir 15 persen sejak awal tahun. Kenaikan ini terjadi di tengah pasar kripto yang cenderung tenang pasca gejolak geopolitik Iran-Israel. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa pergerakan bullish Bitcoin saat ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi. “Penembusan harga BTC di atas US$103.000 merupakan sinyal kuat bagi pasar, terutama karena disertai volume besar. Ini menandakan bahwa pasar sedang bersiap untuk menguji level resistance berikutnya di kisaran US$110.500 (Rp1,79 miliar),” ujar Fyqieh. Menurut data dari CoinGlass, ulas Fyqieh, likuidasi posisi short terhadap BTC tetap dalam batas normal, menandakan sebagian besar posisi tersebut telah terdampak saat harga bangkit dari US$100.000 awal pekan ini. Selain itu, minat terbuka (open interest) pada kontrak berjangka Bitcoin meningkat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir, menunjukkan kembalinya kepercayaan pelaku pasar. Secara teknikal, pola inverse head and shoulders yang terbentuk pada grafik per jam menunjukkan potensi pergerakan ke US$109.000, dengan titik resistance kuat di US$110.500. Indikator Relative Strength Index (RSI) telah memasuki wilayah jenuh beli, mendukung tren naik namun juga mengindikasikan kemungkinan koreksi jangka pendek. “Jika koreksi terjadi, level support kunci berada di US$106.000 atau di rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200. Namun secara keseluruhan, tren jangka pendek tetap bullish selama level ini tidak ditembus,” tambah Fyqieh. Dari sisi makroekonomi, pasar kripto mendapat sentimen positif setelah Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller menyatakan kemungkinan penurunan suku bunga secepatnya pada pertemuan FOMC berikutnya pada 29–30 Juli. Pernyataan ini menegaskan sinyal dari Ketua Fed, Jerome Powell yang sebelumnya menyebutkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah secara historis mendukung penguatan aset berisiko tinggi seperti kripto. “Penurunan suku bunga akan menurunkan biaya pinjaman dan mendorong investor untuk mengalihkan dananya ke aset seperti Bitcoin dan Ethereum,” jelas Fyqieh.

Dukung Kebijakan Odol dan Efisiensi IN, KAI Logistik Catatkan Rekor Angkutan KA Kontainer Nasional
Nasional
Minggu, 15 Juni 2025 | 09:09 WIB

Dukung Kebijakan Odol dan Efisiensi IN, KAI Logistik Catatkan Rekor Angkutan KA Kontainer

Jakarta, katakabar.com - Moda transportasi kereta api semakin menunjukkan perannya sebagai tulang punggung logistik nasional yang andal. Guna menghadapi tantangan industri logistik yang dinamis, serta kebijakan pemerintah menuju implementasi larangan kendaraan Over Dimension Over Load atau ODOL pada 2026 mendatang, KAI Logistik mencatatkan rekor kinerja kereta api kontainer yang mempertegas peran strategis angkutan berbasis rel sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Pada Mei 2025, volume angkutan kontainer kereta api mencapai 239.346 ton, capaian ini menjadi rekor capaian bulanan tertinggi sepanjang periode 2024–2025. Secara kumulatif hingga Mei 2025, total angkutan kontainer mencapai 959.139 ton dengan rerata volume bulanan mencapai 191.826 ton. Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan volume 6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah mengutarakan, kami terus mengembangkan layanan dengan strategi inovatif dalam meningkatkan daya saing moda KA. Selain hadir di kawasan strategis, KAI Logistik juga menerapkan teknologi RFID pada lebih dari 2.000 unit termasuk untuk layanan kereta api kontainer guna meningkatkan optimalisasi rantai pasok. Selain itu, ujarnya, kami menambah frekuensi perjalanan kontainer pada rute strategis Jakarta-Semarang-Surabaya, serta meningkatkan kapasitas angkut layanan KA kontainer pada relasi Klari-Semarang-Surabaya dengan penambahan 10 gerbong menjadi total 30 gerbong dengan kapasitas hingga 1.080 ton per perjalanan. Perusahaan menegaskan, angkutan kereta api menjadi moda transportasi strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan Over Dimension Over Load atau ODOL yang ditargetkan pemerintah pada 2026. Kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL menyebabkan kerugian negara hingga Rp 43,5 triliun per tahun. Kerugian ini mencakup biaya perbaikan jalan nasional dan jalan tol yang rusak serta kerugian lain akibat kecelakaan dan kemacetan. Dengan mengalihkan pengangkutan barang ke moda kereta api, pemerintah tidak hanya menghemat anggaran perawatan jalan tapi meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas serta mendorong terwujudnya ekosistem green logistics yang berdampak pada pengurangan emisi karbon. Kereta api menjadi pilihan moda yang andal dan berkelanjutan. Pada satu rangkaian KA kontainer mampu mengangkut 30 gerbong yang setara dengan 60 truk berkapasitas 20 ton. Selain unggul pada aspek kapasitas angkut, moda KA mengutamakan aspek keselamatan dan ketepatan waktu pengiriman yang akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam memastikan pengelolaan rantai pasok yang efisien dan tepat.

Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Mei 2025 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 09 Mei 2025 | 19:40 WIB

Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Mei 2025

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin kembali mencatatkan reli signifikan di awal Mei dengan menembus level $97.000, naik hampir 30 persen dibandingkan titik terendahnya di April. Kenaikan ini memperkuat spekulasi bahwa aset kripto terbesar ini berpotensi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam waktu dekat. Reli Bitcoin ini terjadi seiring meningkatnya selera risiko investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang kini berada di angka 55. Selain itu, pasar saham AS turut mencatat penguatan dengan indeks Dow Jones dan Nasdaq 100 masing-masing naik lebih dari 350 poin. Beberapa faktor teknikal dan fundamental menjadi katalis utama dalam pergerakan Bitcoin saat ini. Secara teknikal, Bitcoin berhasil menghindari pola death cross pada bulan April, kondisi yang biasanya menjadi sinyal bearish. Sebaliknya, pergerakan harga justru membentuk pola double bottom dan melewati neckline di $88.830 serta sisi atas pola bullish flag, yang secara historis merupakan sinyal penguatan lanjutan. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, struktur teknikal Bitcoin saat ini sangat kuat. “Breakout di atas $96.000 memperkuat dominasi bullish. Selama BTC bertahan di atas zona support $95.280, potensi untuk menuju level psikologis $100.000 masih terbuka lebar,” ujarnya. “Bitcoin menunjukkan momentum yang sangat kuat sejak awal kuartal kedua 2025. Secara teknikal, harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan telah membentuk struktur dukungan yang solid di area $95.797 dan $96.441. Ini memberikan fondasi untuk pergerakan ke atas yang lebih besar,” jelasnya. Fyqieh menambahkan selama Bitcoin mampu bertahan di atas support utama di $95.280, tekanan beli akan terus mendominasi, dengan target jangka pendek ke $98.745 hingga menembus tonggak psikologis $100.000.

Hari Transportasi Nasional, LRT Jabodebek Pecahkan Rekor 103.582 Pengguna Nasional
Nasional
Minggu, 27 April 2025 | 14:41 WIB

Hari Transportasi Nasional, LRT Jabodebek Pecahkan Rekor 103.582 Pengguna

Bekasi, katakabar.com - Peringatan Hari Transportasi Nasional yang jatuh pada 24 April 2025 menjadi momen yang bermakna mendorong penggunaan transportasi umum. Di hari yang sama, LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian istimewa dengan melayani 103.582 pengguna dalam satu hari. Jumlah ini tertinggi kali pertama beroperasi pada Agustus 2023 lalu. Capaian ini menjadi simbol nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik sebagai pilihan mobilitas yang nyaman, efisien, dan ramah lingkungan. Momentum ini tidak hanya menandai rekor baru bagi LRT Jabodebek, tapi memperlihatkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan. Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak pada hari tersebut: - Dukuh Atas BNI melayani 29.992 pengguna - Harjamukti melayani 23.403 pengguna - Kuningan melayani 20.185 pengguna Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purmonosidi, sampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat memperingati Hari Transportasi Nasional melalui aksi nyata menggunakan transportasi umum. “Capaian ini adalah hasil dari semangat kolektif masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya transportasi publik. Selain mendukung mobilitas yang lebih lancar dan nyaman, penggunaan transportasi umum seperti LRT Jabodebek juga merupakan bentuk kepedulian jangka panjang terhadap lingkungan,” jelasnya. Transportasi publik memiliki peran dalam menekan angka kemacetan sekaligus menurunkan emisi karbon. Berdasarkan perhitungan dari Ametis Institute tahun 2024, setiap perjalanan menggunakan LRT Jabodebek menghasilkan rata-rata 15 gram CO₂e per orang per kilometer, jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi pribadi, seperti mobil konvensional 1000–2000cc dengan 31 gram CO₂e per orang per kilometer maupun motor konvensional di bawah 250cc dengan 37 gram CO₂e per orang per kilometer. Hingga 24 April 2025, LRT Jabodebek telah melayani 7.952.605 pengguna sejak awal tahun. Angka ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dari masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi. "Kami mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari. Dengan memilih transportasi publik, kita tidak hanya memperlancar mobilitas kota, tetapi juga ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi emisi, serta mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan," seru Purnomosidi.