Minggu, 26 April 2026 | 13:05 WIB

Lebih 20 Juta Pengguna, Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Adopsi Kripto Regional

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dinilai berada pada titik penting evolusi industri kripto global, seiring dengan meningkatnya partisipasi investor domestik dan perubahan struktural yang terjadi di tingkat internasional.  Wawancara terbaru bersama CNBC Indonesia, Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan saat ini pasar kripto tidak lagi dipandang sebagai pasar yang berdiri sendiri, melainkan sebagaibagian dari ekosistem keuangan global semakin terintegrasi dengan dinamika makro, termasuk pergerakan suku bunga, likuiditas global, serta ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi perilaku investor di berbagai kelas aset.  Menurutnya, apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukanlah penurunan fundamental, melainkan proses penyesuaian harga yang mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi global, di mana investor kini semakin mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dalam pengambilan keputusan terkait aset digital. Pad konteks global, di antara perubahan paling signifikan yang mendorong arah industri, yakni meningkatnya keterlibatan institusi besar dalam ekosistem kripto. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang didominasi oleh partisipasi ritel, saat ini semakin banyak asset manager, investment bank, perbankan, hingga perusahaan global yang mulai mengalokasikan dana ke Bitcoin, baik sebagai aset utama maupun sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka.  Pergeseran ini tidak hanya meningkatkan legitimasi aset kripto sebagai bagian dari lanskap investasi yang lebih luas, tetapi juga memperkuat struktur pasar dari sisi likuiditas dan stabilitas jangka panjang.  Yudhono menekankan institusi tidak bergerak berdasarkan sentimen jangka pendek, melainkan mempertimbangkan faktor-faktor seperti struktur pasar, kedalaman likuiditas, serta potensi pertumbuhan jangka panjang, sehingga kehadiran mereka menjadi salah satu indikator penting industri ini sedang bergerak menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.  Di sisi domestik, Indonesia menunjukkan perkembangan yang tidak kalah signifikan. Dengan lebih dari 20 juta investor kripto yang tercatat, serta keberadaan lebih dari 20 pelaku industri yang telah beroperasi dalam kerangka regulasi yang semakin jelas, Indonesia telah melampaui fase awal adopsi, dan mulai membangun fondasisebagai pasar yang lebih terstruktur.  Pertumbuhan ini juga didukung peningkatan pengawasan dan kejelasan regulasi, yang tidak hanya memberikan rasa aman bagi investor, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pelaku industri untuk berkembang secara berkelanjutan. Pada perspektif ini, Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tinggi, tetapi sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi pusat adopsi kripto di kawasan Asia, terutama dengan karakteristik demografis yang didominasi oleh populasi digital-native serta meningkatnya penetrasi teknologi finansial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.  Sejalan dengan perkembangan tersebut, FLOQ mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui pendekatan yang menitikberatkan pada kesederhanaan produk, edukasi, serta kolaborasi lintas industri.  Kurun waktu kurang dari 10 bulan sejak peluncuran, FLOQ telah mencapai lebih dari 2 juta pengguna, mencerminkan tingginya kebutuhan akan platform yang mampu menjembatani antara kompleksitas teknologi kripto dengan kebutuhan pengguna yang lebih luas, khususnya bagi mereka yang baru memasuki dunia aset digital. Selain penguatan produk, FLOQ juga aktif membangun kerja sama pemasaran maupun kerjasama strategis lainnya dengan berbagai mitra dari sektor retail dan ekosistem digital, termasuk Blibli, Smartfren, dan Ismaya, sebagai bagian dari upayauntuk menghadirkan kripto dalam konteks yang lebih relevan dan mudah diakses dalam kehidupan sehari-hari.  Masih Yudhono, kolaborasi dengan sektor seperti fintech, pembayaran, dan e-commerce menjadi salah satu kunci dalam mempercepat adopsi, karena memungkinkan integrasi aset digital ke dalam ekosistem yang sudah familiar bagi masyarakat luas, sehingga mengurangi hambatan awal dalam proses adopsi.  Ke depan, FLOQ melihat pertumbuhan industri kripto tidak lagi dapat diukur semata dari sisi volume transaksi atau jumlah pengguna, melainkan dari kualitas partisipasi yang terbentuk di dalamnya.  Pada fase berikutnya, faktor seperti literasi, pemahaman risiko, serta kepercayaan terhadap platform akan menjadi penentu utama dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Lantaran itu, pendekatan yang mengedepankan edukasi dan transparansi menjadi semakin relevan, terutama konteks pasar semakin kompleks dan terintegrasi dengan sistem keuangan global. Dengan kombinasi antara pertumbuhan domestik yang kuat dan dukungan dari tren institusional global, Indonesia memiliki peluang strategis untuk memainkan peran yang lebih besar dalam peta industri kripto di kawasan, sekaligus mendorong terbentuknya pasar yang tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga matang secara struktural dan berdaya tahan dalam jangka panjang.  Untuk mengenali lebih lanjut tentang aset digital, dan strategi investasi bagi pemula, anda bisa mengakses FLOQ Academy secara cuma-cuma.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya.  Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

Sabar! Jalur Internasional Tanjung Samak-Kukup Belum Dibuka Pemkab Kepulauan Meranti Tunggu Izin Pusat Riau
Riau
Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:58 WIB

Sabar! Jalur Internasional Tanjung Samak-Kukup Belum Dibuka Pemkab Kepulauan Meranti Tunggu Izin Pusat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menegaskan rencana pembukaan layanan cop paspor sekaligus jalur lintas internasional Tanjung Samak–Kukup (Malaysia) belum dihentikan. Soalnya hingga kini, rencana tersebut masih berada dalam proses perizinan di tingkat pemerintah pusat. Penegasan itu disampaikan calon agen kapal sekaligus pihak ketiga pengelola operasional, AJIS Arika, menyusul viralnya isu layanan cop paspor di Pelabuhan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Sabtu (3/1). Ajis menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di bawah kepemimpinan H Asmar telah mempercayakan persiapan teknis operasional kepada pihak ketiga untuk memastikan kesiapan layanan jika izin pusat diterbitkan. “Kami meluruskan informasi yang berkembang. Hingga saat ini, rencana cop paspor dan jalur internasional Tanjung Samak–Kukup masih berjalan dan belum ada keputusan penghentian. Kami masih menunggu izin resmi dari pemerintah pusat,” ujar Ajis. Menurutnya, sejak awal pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Imigrasi, Syahbandar, Karantina, Kepolisian Perairan (KP3), BIN, KPLP, hingga Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menegaskan, secara prinsip seluruh unsur di tingkat daerah telah menyatakan kesiapan dan dukungan. Bahkan, dua unit kapal penumpang telah disiapkan sebagai armada awal layanan lintas negara. “Dari sisi daerah, kesiapan sudah ada. Namun karena ini menyangkut pelayaran dan pelayanan lintas negara, maka kewenangan perizinan sepenuhnya berada di pemerintah pusat,” jelasnya. Ajis juga menyampaikan, pihak Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti telah menegaskan bahwa penetapan status pelabuhan internasional, termasuk layanan cop paspor, hanya dapat dilakukan melalui keputusan pemerintah pusat. Proses tersebut juga mensyaratkan uji kelayakan sarana dan prasarana. Adapun fasilitas yang wajib dipenuhi meliputi infrastruktur pelabuhan, kantor pelayanan, ruang pemeriksaan (gate), serta ruang tunggu penumpang keberangkatan dan kedatangan sesuai standar internasional. Lebih lanjut, Ajis menegaskan Bupati Kepulauan Meranti tetap memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan jalur internasional Tanjung Samak–Kukup. Program ini dinilai sejalan dengan visi kepala daerah dalam mempermudah akses layanan keimigrasian, khususnya bagi masyarakat Pulau Rangsang dan sekitarnya. “Pak Bupati optimistis. Ini bentuk komitmen untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, namun tentu harus melalui proses dan regulasi yang berlaku,” tegasnya. Jika izin pemerintah pusat nantinya terbit, jalur internasional ini diyakini akan berdampak signifikan bagi masyarakat di sejumlah wilayah, seperti Desa Penyagun, Repan Tebun, Sokop, Beting, Tanjung Kedabu, serta kecamatan lainnya, termasuk Tebing Tinggi Timur, Sungai Tohor, Tanjung Sari, Topang, dan Teluk Buntal. Ajis juga menambahkan, saat ini telah ada arahan agar kapal penumpang dari Selatpanjang tidak singgah di Tanjung Samak. Rute yang diperbolehkan nantinya hanya Tanjung Samak–Kukup dan Kukup–Tanjung Samak, sesuai ketentuan pelayaran lintas negara. “Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terpengaruh isu yang berkembang. Saat ini kami fokus melengkapi persyaratan dan menunggu keputusan resmi pemerintah pusat,” pungkasnya. Sementara, pihak agen kapal bersama instansi terkait seperti Imigrasi, Syahbandar, dan Dinas Perhubungan terus melengkapi dokumen dan persyaratan teknis guna mendukung proses perizinan. Pemerintah daerah berharap, apabila jalur internasional ini terealisasi, tidak hanya mempermudah mobilitas lintas negara, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendorong pertumbuhan kawasan perbatasan di Kepulauan Meranti.

Tokocrypto Hadirkan Pusat Kolaborasi Web3 di Coinfest Asia 2025 Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:47 WIB

Tokocrypto Hadirkan Pusat Kolaborasi Web3 di Coinfest Asia 2025

berbagai aktivitas serta merchandise spesial dan jangan lewatkan juga berjejaring dengan berbagai komunitas dan Web3 enthusiast. Pendaftaran bisa dilakukan melalui link: http://bit.ly/BEACHOUSE2025. Sejalan dengan tren global, Asia menjadi salah satu pusat adopsi kripto terbesar di dunia. Chainalysis menempatkan Indonesia bersama India, Vietnam, dan Filipina di peringkat 10 besar negara dengan adopsi kripto tertinggi, didorong oleh meningkatnya volume transaksi, daya beli, dan minat terhadap aset digital di kalangan masyarakat.

Catat! Ini Pusat Produksi dan Konsumsi Minyak Sawit Global Sawit
Sawit
Sabtu, 01 Maret 2025 | 17:25 WIB

Catat! Ini Pusat Produksi dan Konsumsi Minyak Sawit Global

katakabar.com - Kawasan Asia, khususnya ASEAN, memiliki peran yang sangat signifikan bidang produksi dan konsumsi minyak sawit dunia. Menurut laporan PASPI (2022) berjudul Kawasan Asia Sebagai Pusat Pertumbuhan Konsumsi Minyak Sawit Dunia menemukan produksi minyak sawit mencapai 87-89 persen dari total produksi dunia sehingga membuat ASEAN menjadi sentra utama dalam industri minyak sawit. Negara produsen minyak sawit dari ASEAN, meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Lantas, seperti apa kontribusi kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan produksi dan konsumsi minyak sawit dunia tersebut? Pusat Pertumbuhan Minyak Sawit Dunia Data United States of Department Agricultural (USDA) yang diolah PASPI (2022) menunjukkan, selama periode 2010-2021 produksi minyak sawit dunia (CPO) telah meningkat dari 49 juta ton tahun 2010 menjadi sekitar 75 juta ton pada tahun 2021. Ini berarti kurun satu dekade (10 tahun) belakangan ini, telah terjadi penambahan sekitar 27 juta ton atau sekitar 2,7 juta ton per tahun. PASPI dalam laporan yang sama menemukan, selain ASEAN, negara-negara produsen minyak sawit di kawasan Asia Tenggara tersebut tergabung dalam organisasi lainnya seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan Council of Palm oil Producing Countries (CPOPC), di mana secara kolektif dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam penyediaan minyak nabati baik di kawasan Asia maupun dunia. ASEAN sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia sekaligus produsen terbesar minyak nabati dunia, tidak hanya berperan pada pemenuhan kebutuhan pangan dunia, tetapi juga dalam oleokimia dan bahan bakar nabati dunia.

GAPKI Kalbar Dipuji Bantu Renovasi Gedung Pusat pelatihan Sawit
Sawit
Selasa, 26 November 2024 | 15:16 WIB

GAPKI Kalbar Dipuji Bantu Renovasi Gedung Pusat pelatihan

Pontianak, katakabar. com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Barat terima penghargaan dari Pemprov Kalbar atas kontribusi nyata yang diberikan dalam merenovasi gedung Pusat Pelatihan Kerja Provinsi Kalbar. Penghargaan ini diberikan Pj Gubernur Kalbar, Harisson, kepada Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munir.

Kadin ITH Bersama Delegasi Tiongkok Sambangi Pusat Perbelanjaan Pendopo Alam Sutera Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 10:18 WIB

Kadin ITH Bersama Delegasi Tiongkok Sambangi Pusat Perbelanjaan Pendopo Alam Sutera

Jakarta, katakabar.com - Di paruh Oktober 2024 lalu, Kadin Indonesia Trading House atau ITH bersama Delegasi asal Tiongkok berjumlah 20 orang sambangi gerai pusat perbelanjaan Pendopo di mall Living World, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Pendopo adalah rumah kurasi pusat perbelanjaan yang menyajikan produk-produk lokal berkualitas tinggi, hasil kurasi dari berbagai produk budaya dan produk lokal yang telah bekerja sama dengan lebih dari 250 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM Indonesia.

Plt Bupati Kepulauan Meranti Terus Berjuang Percepat Transfer DBH Migas dari Provinsi dan Pusat Riau
Riau
Sabtu, 18 Mei 2024 | 08:02 WIB

Plt Bupati Kepulauan Meranti Terus Berjuang Percepat Transfer DBH Migas dari Provinsi dan Pusat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar terus berjuang percepar realisasi Transfer DBH Migas dari Provinsi dan Pusat. Itu demi menjamin jalannya pembangunan secara maksimal dalam kondisi keuangan yang minim. Makanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti tidak berpangku tangan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Meranti, Irmansyah menuturkan, di bawah kepemimpinan Plt Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, Pemkab Meranti terus melakukan upaya dan lobi-lobi, baik kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. "Pak Bupati secara aktif terus mencari cara untuk menambah anggaran daerah. Termasuk upaya mempercepat anggaran yang terlambat masuk ke Kas daerah," ujar Irmansyah, di Selatpanjang, pada Jumat (17/5). Diantara upaya tersebut, sebut Irmansyah, menggesa tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) migas lewat Participating Interest (PI) 10 persen migas di Blok Selatpanjang. "Nantinya dikelola oleh PT Riau Petroleum Wilayah Kerja Malacca Strait bersama PT Bumi Meranti. Ini akan menjadi sumber dana tambahan bagi daerah," jelasnya. Cerita Irmansyah, Plt Bupati Kepulauan Meranti, Asmar bertemu dengan Pj Gubernur Riau, S.F Hariyanto di Pekanbaru pada Kamis (16/5). Di pertemuan itu, disampaikan berbagai persoalan yang dihadapi termasuk meminta Pemprov Riau membantu mempercepat penyaluran DBH untuk Kepulauan Meranti. "Bupati minta agar Pemprov Riau turut membantu progres PI 10 persen dan DBH sawit untuk Meranti. Alhamdulillah, disambut baik Pj Gubernur Riau, dan dia siap untuk membantu kita," bebernya. Untuk itu, imbau Irmansyah, meminta masyarakat dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) ikut mendukung upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten, dan tidak termakan isu-isu yang menyudutkan kepala daerah serta jajaran. "Pak Bupati tidak tinggal diam dan berpangku tangan dengan kondisi yang ada. Beliau terus berupaya dengan berbagai cara dan mencari setiap peluang yang ada untuk menambah pendapatan daerah," sebut Kepala BPKAD Kepulauan Meranti itu.

Seminas Lingkungan, H Asmar: Penting Keselarsan Program Pusat dan Daerah Nasional
Nasional
Kamis, 05 Oktober 2023 | 09:28 WIB

Seminas Lingkungan, H Asmar: Penting Keselarsan Program Pusat dan Daerah

Jakarta, katakabar.com - Penting keselarasan antara program-program pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten, khusus upaya pelestarian lingkungan. "Untuk itu, mari bersama wujudkan perencanaan pembangunan daerah yang tanggap bencana lingkungan," kata Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar saat mengikuti seminar nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), di Jakarta, pada Rabu (4/10) kemarin. Pelaksana tugas Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengikuti seminar nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Rabu (4/10/2023) di Jakarta. Terutama masyarakat Kepulauan Meranti, imbau Asmar, untuk waspada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Kita memasuki musim kemarau yang panjang. Kami minta pada seluruh satuan kerja terkait tetap waspada, termasuk masyarakat diminta turut membantu," serunya. Seminar yang diikuti pemerintah kabupaten se Indonesia itu usung tema "Tantangan Pembangunan Daerah di Tengah Fenomena Perubahan Iklim, Ancaman Bencana Lingkungan, dan Upaya Investasi Lestari". Wakil Ketua Umum Apkasi, Mochamad Nur Arifin menuturkan, keseriusan para kepala daerah sangat dibutuhkan dalam memastikan ekonomi dan ekologi agar bisa berjalan bersama. "Itu adalah kewajiban seluruh pemerintah daerah," jelasnya. Menurut Nur Arifin, seminar bertujuan mengintegrasikan isu lingkungan hidup dan ancaman bencana lingkungan, sebagai rumusan isu strategis dan permasalahan pembangunan. "Di seminar kali ini, kita ingin menajamkan itu. Untuk itu, saya berharap semua yang hadir tanda tangan di sini dan dikurasi ulang dengan ada pendampingan," harap Bupati Trenggalek ini. Sekertaris Jenderal Apkasi, Adnan Purichta Ichsan, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Ir. Medrilzam, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah, I Gunawan Eko Movianto, dan Direktur Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup, Dr. Joko Tri Haryanto, turut di sana. Plt Bupati Kepulauan Meranti didampingi, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bambang Supriyanto, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda, Edi Susanto, Plt Kepala Bagian Umum Setda, Agustiono, dan Kasubbag Keuangan Bagian Umum Setda, Sumarno, serta Kabid IKP Diskominfotik, Dody Hamdani.

Siap-siap, Pelabuhan Pulau Baai Disulap Jadi Pusat Industri Sawit Nusantara
Nusantara
Senin, 04 September 2023 | 19:59 WIB

Siap-siap, Pelabuhan Pulau Baai Disulap Jadi Pusat Industri Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu bakal sulap pelabuhan Pulau Baai jadi pusat industri kelapa sawit. Hal itu, setelah melihat potensi yang dimiliki Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu. Apalagi Pemprov Bengkulu telah menjalin kerja sama dengan para petani untuk mempercepat rencana menjadikan pusat industri kelapa sawit. "Kami percaya lewat sinergi antara pemerintah dan petani, Pelabuhan Pulau Baai dapat menjadi pusat industri hilirisasi kelapa sawit menjadi kebanggaan bersama," ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (4/9). Untuk langkah awal, Pemprov bersama petani bakal evaluasi potensi lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan industri hilirisasi kelapa sawit. "Kita pertimbangkan infrastruktur pendukung, pelatihan, dan pembiayaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut," bebernya. Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit Bengkulu, Edy Mashury dukung inisiatif pemerintah daerah untuk mengembangkan industri kelapa sawit di Pelabuhan Pulau Baai. "Kami sangat senang dengan inisiatif Pak Gubernur untuk mengembangkan industri kelapa sawit di Bengkulu. Dengan bantuan pemerintah hasil tanama kelapa sawit bisa ditingkatkan dan berdampak kenapa ekonomi dan kesejahteraan petani ke depan," sebutnya.