PTPP
Sorotan terbaru dari Tag # PTPP
Progres Lampaui Target, PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) catat akselerasi kinerja yang solid pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Aceh 1 dengan capaian progres yang melampaui target. Kinerja ini perkuat optimisme PTPP merampungkan proyek tepat waktu, sekaligus menegaskan kapasitas perusahaan sebagai kontraktor utama dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp782,30 miliar ini telah mencapai progres 39,02 persen, melampaui target sebesar 7,35 persen. Capaian ini mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang terukur, serta kemampuan PTPP dalam menjaga produktivitas pekerjaan secara konsisten di lapangan. Sebagai proyek strategis yang tersebar di tiga wilayah Aceh Besar, yakni Bireuen, dan Lhokseumawe pembangunan mencakup sekitar 23 unit bangunan di setiap lokasi dengan ketinggian 1 hingga 2 lantai. Skala dan kompleksitas proyek mendorong penerapan koordinasi lintas wilayah yang terintegrasi serta manajemen distribusi material yang presisi untuk memastikan kelancaran seluruh tahapan pekerjaan. Untuk menjaga akselerasi progres, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi, antara lain penggunaan bekisting GRC sebagai alternatif bekisting batako, penerapan metode rigid pavement, substitusi struktur beton bertulang menjadi struktur baja, serta pemanfaatan sistem tracking distribusi material. Inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat waktu penyelesaian proyek. Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 diharapkan dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang modern, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, proyek ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan sumber daya setempat. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan capaian progres yang melampaui target menjadi bukti nyata efektivitas pelaksanaan proyek. “Capaian ini memperkuat optimisme kami untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja. Bersama Kementerian Pekerjaan Umum, PTPP berkomitmen memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dengan progres yang terus terjaga dan melampaui target, PTPP optimistis Proyek Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 dapat diselesaikan sesuai jadwal dan menjadi salah satu wujud keberhasilan pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas di Indonesia.
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu
Bengkulu, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus perkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proyek ini bagian dari upaya pemerintah Indonesia perluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia di daerah. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait target waktu penyelesaian yang ketat serta kondisi lokasi pekerjaan yang tersebar dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi, PTPP mampu menjaga kinerja proyek secara optimal. Hingga 23 April 2026, progres pekerjaan telah mencapai 37,11%, melampaui target dengan deviasi positif sebesar 10,81%. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender, dimulai sejak 10 Desember 2025. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pelaksanaan proyek serta kapabilitas PTPP dalam perencanaan dan penerapan strategi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mutu pekerjaan, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Selain itu, proyek ini juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pembangunan. Keberhasilan progres yang melampaui target ini mencerminkan kapabilitas PTPP dalam menjaga kinerja proyek secara optimal, terutama dalam pengelolaan waktu dan koordinasi pekerjaan di lokasi yang tersebar, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keselamatan kerja. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas sektor pendidikansebagai fondasi kemajuan bangsa. Melalui proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu, PTPP optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan pencapaian progres proyek yang melampaui target ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. “PTPP terus mengedepankan excellence dalam setiap pelaksanaan proyek. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kemen PU dan PTPP Bereskan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15 Provinsi Waktu 37 Hari
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, tunjukkan komitmen dukung program strategis nasional melalui penyelesaian Proyek Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari dukungan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp507,80 miliar ini berhasil diselesaikan dalam waktu 37 hari kalender, terhitung sejak 25 November 2025 dengan capaian progres 100 persen. Proyek ini mencakup pembangunan 69 titik lokasi yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Pembangunan fasilitas SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menyediakan fasilitas produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien. Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi serta prestasi belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Dalam pelaksanaannya, PTPP mengedepankan berbagai inovasi guna memastikan proyek dapat diselesaikan secara cepat dan berkualitas. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan sistem konstruksi modular, yang memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai lokasi secara simultan. Selain itu, PTPP juga mengimplementasikan dashboard monitoring progress berbasis digital yang terintegrasi. Sistem ini mampu meng-generate berbagai informasi penting secara real-time, mulai dari progres di setiap titik lokasi, monitoring pengiriman material, data personel lapangan, jumlah tenaga kerja, laporan harian, hingga dokumentasi perkembangan proyek di lapangan. Keunikan proyek ini terletak pada cakupan wilayahnya yang luas dan tersebar, sehingga membutuhkan strategi manajemen proyek yang adaptif, koordinasi lintas wilayah yang kuat, serta pengendalian mutu yang konsisten di setiap titik pembangunan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turut memberikan apresiasi atas penyelesaian proyek ini. “Alhamdulillah sudah selesai rapi, selanjutnya serah terima & dimanfaatkan. Terima kasih,” ujarnya. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan keberhasilan ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam mengerjakan proyek berskala besar dengan waktu yang sangat terbatas. “PTPP bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Proyek ini juga sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan pembangunan yang inklusif serta merata di berbagai wilayah," jelasnya. Pembangunan SPPG ini, harap Joko, dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan permintaan terhadap bahan pangan dari petani dan pelaku usaha setempat. "Keberhasilan penyelesaian proyek ini dalam waktu singkat tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak serta penerapan inovasi konstruksi dan digitalisasi yang kami lakukan,” imbuhnya. Ke depan, PTPP akan terus berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
PTPP Perkuat Fundamental Keuangan Lewat Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus perkuat transformasi bisnis dan fondasi keuangan perseroan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang di tengah dinamika industri konstruksi nasional. Sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta dorongan untuk menghadirkan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan mencerminkan kondisi secara wajar, perseroan melakukan penyempurnaan penyajian atas laporan keuangan tahun buku 2024. Langkah itu dilakukan berdasarkan hasil penelaahan menyeluruh guna memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku serta prinsip Good Corporate Governance, termasuk pencadangan berdasarkan evaluasi atas proses penyelesaian klaim sesuai mekanisme kontraktual. Seperti setahun lalu misalnya, perseroan melakukan langkah kehati-hatian melalui pengakuan penurunan nilai (impairment) atas asset tertentu pada entitas anak, termasuk pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang serta penyesuaian nilai persediaan, bagian dari penguatan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko yang lebih prudent. Langkah-langkah ini bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola perusahaan, serta penyesuaian terhadap dinamika industri. Ini tidak mencerminkan adanya permasalahan dalam pengelolaan operasional Perseroan. Kebijakan tersebut memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada periode pelaporan tahun 2025. Tetapi, manajemen menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan Perseroan dalam jangka panjang. Langkah ini bagian dari proses penataan dan penguatan struktur keuangan perseroan secara menyeluruh guna memastikan keberlanjutan usaha serta meningkatkan kualitas kinerja di masa mendatang. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menuturkan langkah ini sejalan dengan arah Danantara dalam merasionalisasi jumlah BUMN, termasuk inisiatif integrasi BUMN Karya guna memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan stabilitas keuangan industri konstruksi nasional. Tidak cum itu, perseroan juga kedepankan prinsip keterbukaan penuh dalam penyajian laporan keuangan sebagai fondasi penting dalam melakukan bisnis konsolidasi tersebut. “Penyajian kembali dan penyesuaian yang dilakukan Perseroan merupakan langkah yang terukur dan berbasis prinsip kehati-hatian untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kualitas bisnis Perseroan secara menyeluruh. "Kami meyakini langkah ini menjadi fondasi penting agar PTPP dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan ke depan,” jelas Joko. Ke depan, Perseroan akan secara konsisten mendorong perbaikan kinerja melalui sejumlah langkah strategis yang terukur, yakni: - Fokus pada bisnis inti konstruksi serta melakukan divestasi pada aset-aset tertentu; - Penguatan arus kas operasional melalui percepatan pencairan piutang usaha guna menjaga cash flow; - Partisipasi aktif dalam berbagai peluang proyek strategis, termasuk proyek pemerintah, BUMN, dan sektor swasta yang prospektif; - Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan proyek dan pengelolaan portofolio dengan mengedepankan manajemen risiko. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan optimis dapat memperkuat posisi keuangan serta meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang. Perseroan akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proyek NPEA Seksi II: PTPP Hadirkan Infrastruktur Logistik Modern dan Penguatan Komunitas Nelayan
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui proyek Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II. Infrastruktur ini akan menjadi jalur khusus (dedicated access) yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kalibaru dengan jaringan logistik nasional yang lebih efisien. Sejalan dengan pelaksanaan proyek, PTPP bersama PT Pelindo dan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) turut menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat nelayan Kalibaru dan warga RW 04 Cilincing. Program TJSL berlangsung pada 11 hingga 14 November 2025 lalu melibatkan Koperasi dan KUB Nelayan Kalibaru. Bantuan yang diberikan meliputi alat tangkap ikan dan mesin kapal berdasarkan aspirasi nelayan, serta dukungan sarana sosial berupa material peremajaan mushola RT014, kursi, CCTV, dan sound system bagi kebutuhan RW. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi PTPP dalam mendukung pilar No Poverty dan Partnership for the Goals dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa NPEA Seksi II memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. “Infrastruktur ini hadir sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas truk di kawasan Priok sekaligus memperkuat layanan operasional Pelabuhan Kalibaru. PTPP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang aman, modern, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Joko. Proyek sepanjang 3,8 kilometer ini menggunakan berbagai metode konstruksi unggulan, termasuk: • Pemancangan laut menggunakan Piling Crane, Barge, dan LCT • Pemasangan Concrete Box Balance Cantilever dengan sistem traveller • Lifting jembatan baja bentang 70 meter × 2 di area laut menggunakan Strand Jack • Instalasi Concrete I Girder dengan crane dan launcher Keberagaman struktur menjadi salah satu kekuatan proyek ini, karena hampir seluruh tipe jembatan modern diterapkan, mulai dari SOP, Concrete I Girder, Concrete Box Girder, Steel I Girder, hingga Steel Box Girder. Hel ini menjadikan NPEA Seksi II sebagai salah satu jaringan infrastruktur dengan kompleksitas teknik tertinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Project Manager NPEA Seksi II, Ikhsan Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tingkat kompleksitas proyek bukan hanya berasal dari aspek teknis, tetapi juga dari kondisi lapangan. “Desain harus memenuhi rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, kondisi tanah sangat beragam, dan lokasi kerja berada di area aktif nelayan serta kawasan berikat. Semua itu menuntut perencanaan dan eksekusi yang sangat cermat,” jelasnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, PTPP menerapkan pendekatan rekayasa yang komprehensif, mulai dari keterlibatan tenaga ahli dan tim desain on site, evaluasi ketat terhadap subkontraktor, hingga serangkaian sosialisasi dan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan komunitas nelayan. Penyelidikan tanah dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi risiko geoteknik, sementara manajemen suplai material (beton, baja, CSP, girder dan komponen pabrikan lainnya) dijalankan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kelancaran logistik di lapangan. Dengan skema design & build selama 20 bulan, proyek dijalankan melalui sistem perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan berkala untuk memastikan keselamatan, ketepatan waktu, serta kualitas konstruksi. Pembangunan NPEA Seksi II juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat konektivitas logistik nasional, mendorong pemerataan pembangunan yang efisien, serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di kawasan regional. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menambahkan bahwa perpaduan antara pembangunan infrastruktur strategis dan program sosial menjadi nilai keunggulan perusahaan dalam setiap proyeknya. “Kami memastikan bahwa kehadiran proyek NPEA Seksi II tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas yang tinggal dan bekerja di sekitarnya.”
PTPP Renovasi Gedung Layanan Ibu dan Anak RSCM Kiara Sebesar Rp195,9 Miliar
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, resmi memulai proyek strategis renovasi Gedung Pusat Layanan Ibu dan Anak IPT KIA RSCM Kiara dengan nilai kontrak Rp195,9 miliar (termasuk PPN). Proyek ini menjadi bagian dari komitmen PTPP dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan modern yang mendukung peningkatan kualitas hidup ibu dan anak Indonesia. Proyek strategis ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, terhitung sejak 25 Agustus 2025 hingga 22 Desember 2025. Renovasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui fasilitas medis yang lebih modern, aman, dan sesuai standar internasional. “RSCM Kiara akan kami hadirkan sebagai pusat rujukan layanan kesehatan ibu dan anak yang representatif, nyaman, serta mendukung program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia,” ujar Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo. PTPP memanfaatkan teknologi terkini seperti Laser Scanner dan Building Information Modeling (BIM), yang memungkinkan pemindaian presisi dan integrasi desain digital. Dengan pendekatan ini, PTPP kembali menegaskan diri sebagai pelopor penerapan teknologi konstruksi modern di Indonesia, khususnya pada proyek kesehatan berstandar internasional. Kata Joko, proyek ini menuntut strategi eksekusi yang cermat karena dilakukan di tengah aktivitas pelayanan medis yang tetap berjalan penuh. PTPP mengedepankan keselamatan pasien dan pekerja, serta menjaga agar layanan kesehatan tetap optimal. Hal ini menjadi bukti kapabilitas PTPP dalam mengelola proyek dengan kompleksitas tinggi.
PTPP Raih Rekor MURI Lewat Penerapan Inovasi, Tegaskan Komitmen Pionir Konstruksi Berkelanjutan
Dengan teknologi BIPV yang terintegrasi secara langsung ke dalam struktur bangunan, tambahnya lagi, menciptakan harmoni sempurna antara estetika, fungsi dan keberlanjutan. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menerangkan, pencapaian ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan hijau di Indonesia. “BIPV adalah inovasi yang menjawab tantangan energi masa depan dan memperkuat posisi PTPP sebagai pionir konstruksi berkelanjutan,” tutur Joko.
PTPP Dukung Layanan Kanker Nasional Lewat Proyek RSUP Adam Malik Penguatan RSRN
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya pada pembangunan fasilitas kesehatan nasional. Melalui proyek pembangunan Gedung Pusat Onkologi di RSUP H. Adam Malik Medan, PTPP menghadirkan layanan kanker modern yang akan menjadi tumpuan utama masyarakat Sumatra. Proyek strategis ini dibiayai melalui fasilitas pembiayaan dari Islamic Development Bank atau IsDB, dan ditargetkan rampung pada 9 Desember 2026. Dengan nilai kontrak Rp300,69 Miliar, proyek ini telah menunjukkan kinerja yang positif. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 17,37 persen, melampaui target 11,91 persen dengan deviasi positif 5,46 persen. Gedung Pusat Onkologi ini akan dilengkapi fasilitas kesehatan mutakhir, termasuk bunker linac dan brachyteraphy untuk terapi radiasi, ruang kedokteran nuklir, serta Modular Operation Theatre yang memenuhi standar internasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kanker di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra. Menurut Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo pihaknya menerapkan sejumlah inovasi konstruksi untuk memastikan efisiensi dan kualitas bangunan, dengan menerapkan inovasi Building Information Modelling atau BIM, serta implementasi konstruksi ramping (Lean Construction) dalam pembangunan proyek RSUP Adam Malik. “Kami percaya pembangunan Gedung Pusat Onkologi RSUP Adam Malik akan menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerataan layanan kanker di Indonesia. PTPP bangga menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat rumah sakit rujukan nasional dengan standar internasional,” ujar Joko Raharjo, melalui keterangan resmi diterima katakabar.com, Selasa (2/9) kemarin. Kata Joko, pembangunan Gedung Pusat Onkologi ini bentuk komitmen PTPP dalam mendukung penguatan rumah sakit rujukan nasional. "Dengan selesainya proyek pada tahun 2026, PTPP berharap RSUP Adam Malik menjadi pusat layanan kanker modern di Sumatra yang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga. Ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi PTPP pada pembangunan kesehatan nasional, selaras dengan program pemerintah dalam pembangunan beberapa Rumah Sakit di Indonesia,” kupas Joko.
PTPP Salurkan Program CSR 'Paint dan Plant' Bersama YPAC Jakarta
Jakarta, katakabar.com - Sambut Hari Ulang Tahun atau HUT ke 72 yang jatuh pada 26 Agustus mendatang, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP perusahaan bergerak di sektor konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, berkolaborasi melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility atau CSR.bertajuk “Paint & Plant” bersama Yayasan Pembinaan Anak Cacat atau YPAC Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan aktivitas melukis pot tanaman bersama anak-anak YPAC dan insan PTPP, serta donasi bibit tanaman monstera sebagai simbol penghijauan dan kepedulian lingkungan. Acara yang digelar di YPAC Jakarta diikuti sekitar 50 anak didik YPAC, 12 tenaga pengajar, serta jajaran manajemen PTPP. Di kegiatan itu hadir SVP Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo, SVP FinAcc PTPP, Muhammad Zahid, serta perwakilan manajemen PTPP lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang menumbuhkan semangat inklusivitas, di mana setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk berekspresi dan menunjukkan potensi diri mereka tanpa batasan. PTPP percaya terciptanya lingkungan yang inklusif dapat memperkaya pengalaman bersama, sekaligus memperkuat pesan setiap individu berhak mendapatkan akses yang setara untuk belajar, dan berkarya bagi lingkungan maupun masyarakat. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menegaskan, kegiatan ini wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Keberlanjutan bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, melainkan juga pemberdayaan masyarakat dan pendidikan yang inklusif. Melalui “Paint & Plant”, kami ingin mengajak anak-anak YPAC untuk berperan aktif dalam penghijauan sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka,” ujarnya. Kata Joko, program ini sejalan dengan komitmen PTPP mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya Quality Education, No Poverty, dan Partnership for the Goals. “Peran serta anak-anak YPAC menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi menjaga bumi dan menciptakan masa depan yang lebih hijau,” jelasnya.
PTPP Tanam Ribuan Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi, Wujud Nyata Lestarikan Ekosistem Laut
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 2.500 bibit terumbu karang di Grand Watu Dodol, Pantai Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Program konservasi ini dilakukan bersama tujuh perusahaan BUMN lainnya, yakni PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PERURI, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, BNI, dan Brantas Abipraya, dengan dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, BP3 Banyuwangi, Forkopimda Kecamatan Wongsorejo, serta kelompok masyarakat pesisir setempat. Bibit karang jenis Acropora Tenuis dan Montipora yang ditanam diharapkan dapat memulihkan keanekaragaman hayati laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Keberlanjutan bisnis hanya bisa berjalan apabila seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui program konservasi ini, kami berupaya mengembalikan fungsi ekosistem laut yang rusak sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang. Kata Joko, program ini sejalan dengan komitmen PTPP dalam mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya Quality Education, No Poverty, dan Partnership for the Goals.