Kemen PU dan PTPP Bereskan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15  Provinsi Waktu 37 Hari Nasional
Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 14:07 WIB

Kemen PU dan PTPP Bereskan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15  Provinsi Waktu 37 Hari

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, tunjukkan komitmen dukung program strategis nasional melalui penyelesaian Proyek Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari dukungan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp507,80 miliar ini berhasil diselesaikan dalam waktu 37 hari kalender, terhitung sejak 25 November 2025 dengan capaian progres 100 persen. Proyek ini mencakup pembangunan 69 titik lokasi yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Pembangunan fasilitas SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menyediakan fasilitas produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien. Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi serta prestasi belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Dalam pelaksanaannya, PTPP mengedepankan berbagai inovasi guna memastikan proyek dapat diselesaikan secara cepat dan berkualitas. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan sistem konstruksi modular, yang memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai lokasi secara simultan. Selain itu, PTPP juga mengimplementasikan dashboard monitoring progress berbasis digital yang terintegrasi. Sistem ini mampu meng-generate berbagai informasi penting secara real-time, mulai dari progres di setiap titik lokasi, monitoring pengiriman material, data personel lapangan, jumlah tenaga kerja, laporan harian, hingga dokumentasi perkembangan proyek di lapangan. Keunikan proyek ini terletak pada cakupan wilayahnya yang luas dan tersebar, sehingga membutuhkan strategi manajemen proyek yang adaptif, koordinasi lintas wilayah yang kuat, serta pengendalian mutu yang konsisten di setiap titik pembangunan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turut memberikan apresiasi atas penyelesaian proyek ini. “Alhamdulillah sudah selesai rapi, selanjutnya serah terima & dimanfaatkan. Terima kasih,” ujarnya. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan keberhasilan ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam mengerjakan proyek berskala besar dengan waktu yang sangat terbatas. “PTPP bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Proyek ini juga sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan pembangunan yang inklusif serta merata di berbagai wilayah," jelasnya. Pembangunan SPPG ini, harap Joko, dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan permintaan terhadap bahan pangan dari petani dan pelaku usaha setempat. "Keberhasilan penyelesaian proyek ini dalam waktu singkat tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak serta penerapan inovasi konstruksi dan digitalisasi yang kami lakukan,” imbuhnya. Ke depan, PTPP akan terus berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.

Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman Default
Default
Senin, 06 April 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman

Jakarta, katakabar.com - Usung pilar “Humans Behind the Build”, Waringin Megah tempatkan tenaga kerja sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan. Di tengah kompleksitas industri konstruksi, Waringin Megah General Contractor menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh desain dan material, tetapi oleh manusia di baliknya, serta bagaimana keselamatan mereka dijaga secara konsisten. Tim yang bekerja di lapangan maupun di kantor berjalan dalam sistem koordinasi terstruktur, dengan pembagian peran yang jelas dan saling terintegrasi. Setiap area memiliki koordinator yang memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai target. Koordinator kantor berfokus pada operasional dan komunikasi internal, sementara koordinator proyek mengawal langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan mulai dari pengawasan hingga pengelolaan tim. Koordinasi rutin menjadi kunci. Melalui pertemuan mingguan lintas divisi yang dilakukan secara hybrid, seluruh progres, tantangan, dan strategi dibahas secara terbuka. Evaluasi mendalam juga dilakukan setiap dua minggu untuk memastikan proyek tetap berada di jalur yang tepat. Selain itu, setiap pekerjaan selalu diawali dengan identifikasi risiko yang terdokumentasi secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk mengantisipasi kendala lebih awal serta mengambil keputusan berbasis data yang akurat. Dalam menghadapi tantangan di lapangan, tim Waringin Megah mengedepankan problem solving yang terukur mengidentifikasi akar masalah dan menentukan solusi paling efisien tanpa mengorbankan kualitas. Pembelajaran dari setiap pengalaman menjadi bagian dari peningkatan kompetensi tim secara berkelanjutan. Di sisi lain, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Waringin Megah menerapkan standar HSE (Health, Safety, and Environment) secara konsisten di setiap proyek. “Proyek yang aman bukan berarti tanpa risiko, tetapi proyek yang mampu mengendalikan risiko dengan baik. Dengan penerapan yang konsisten mulai dari safety induction, penggunaan APD, hingga pengawasan rutin pekerjaan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien,” kata Joko Mariyanto, Manager K3 Waringin Megah General Contractor. Komitmen ini diwujudkan melalui briefing rutin, disiplin penggunaan Alat Pelindung Diri, serta pengawasan langsung di lapangan. Waringin Megah juga menanamkan budaya bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya fungsi K3. Dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan sistem kerja yang disiplin, Waringin Megah membuktikan bahwa di balik setiap proyek yang berhasil, ada tim yang bekerja dengan aman, terarah, dan penuh tanggung jawab.

Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, Sucofindo Kawal Proyek dari Aspek Kualitas Hingga K3 Nasional
Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 16:04 WIB

Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, Sucofindo Kawal Proyek dari Aspek Kualitas Hingga K3

Jakarta, katakabar.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peresmian taman tersebut turut dihadiri Presiden ke 5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Dalam proyek pembangunan ini, PT Sucofindo (Persero) berperan sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. “Alhamdulillah, Taman Bendera Pusaka ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran taman ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dan ramah bagi masyarakat,” kata Pramono Anung dalam sambutannya di kawasan Taman Bendera Pusaka. Di kesempatan yang sama Kepala PT Sucofindo (Persero) Cabang Jakarta, Berriman H. Nadeak, menjelaskan keterlibatan PT Sucofindo (Persero) dalam proyek ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang berkualitas dan berkelanjutan. “Sucofindo ditunjuk sebagai konsultan manajemen konstruksi yang mengawasi pekerjaan pembangunan di kawasan taman ini. Kami memastikan setiap pekerjaan dapat berjalan tepat waktu, sesuai spesifikasi kualitas, serta mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di lokasi proyek sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” jelasnya. Direktur PT Integrasi Transit Jakarta, Teguh Firmansyah, menimpali Taman Bendera Pusaka dirancang sebagai ruang publik alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas di ruang terbuka. Kawasan ruang terbuka hijau ini merupakan hasil penggabungan tiga taman sebelumnya, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser, yang kini memiliki luas sekitar 5,6 hektar. “Taman ini hadir sebagai ruang alternatif bagi warga Jakarta. Kami menggabungkan tiga taman menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau agar masyarakat memiliki ruang publik yang nyaman untuk beraktivitas di luar ruang,” jelasTeguh Firmansyah. Teguh Firmansyah menambahkan bahwa kawasan taman ini dilengkapi berbagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, antara lain children playground, jembatan Merah Putih, lapangan padel, serta lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan warga. Selanjutnya, Teguh Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sucofindo (Persero) atas dukungan dan pengawasannya selama proses pembangunan taman tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Sucofindo yang telah bekerja maksimal dalam waktu yang relatif singkat, bahkan hampir 24 jam sejak Oktober hingga Maret, sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. Harapannya ruang publik ini dapat digunakan bersama oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Mari kita rawat bersama agar taman ini tetap lestari sekaligus menjaga keberagaman hayati yang ada di kawasan ini,” tuturnya. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan melalui berbagai layanan, antara lain jasa konsultansi dan manajemen konstruksi, inspeksi dan pengujian teknis, sertifikasi sistem dan produk, serta verifikasi dan audit berbasis standar nasional maupun internasional. Melalui layanan tersebut, PT Sucofindo (Persero) terus berperan dalam memastikan setiap proyek pembangunan berjalan sesuai standar kualitas, keselamatan, serta prinsip keberlanjutan sehingga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Banyak Proyek Tetap Jalan Saat Ramadhan, Tapi Kontraktor Justru Berebut Material Ini Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:45 WIB

Banyak Proyek Tetap Jalan Saat Ramadhan, Tapi Kontraktor Justru Berebut Material Ini

Jakarta, katakabar.com - Bagi banyak orang, bulan Ramadhan identik dengan ritme aktivitas yang sedikit melambat. Jam kerja berubah, sebagian perusahaan menyesuaikan operasional, dan banyak kegiatan bisnis berjalan lebih santai dibandingkan bulan-bulan biasa. Tetapi kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di sektor konstruksi dan pembangunan fasilitas industri. Di berbagai kawasan industri, proyek pembangunan gudang, workshop, hingga fasilitas produksi tetap berjalan meskipun berada di tengah bulan puasa. Bahkan pada beberapa proyek, pekerjaan justru dipercepat sebelum memasuki masa libur panjang Hari Raya. Situasi ini membuat para kontraktor harus berpikir lebih strategis. Dengan waktu kerja yang lebih singkat, mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi juga harus memastikan proses pembangunan tetap efisien. Salah satu keputusan penting yang sering menentukan kelancaran proyek adalah pemilihan material konstruksi. Tidak sedikit kontraktor yang mengakui selama periode ini ada beberapa jenis material baja yang permintaannya meningkat tajam. Dalam beberapa kasus, material tersebut bahkan menjadi “rebutan” karena banyak proyek yang membutuhkan pada waktu yang hampir bersamaan. Berbeda dengan proyek rumah tinggal yang sering kali bisa ditunda, pembangunan fasilitas industri biasanya memiliki jadwal yang lebih ketat. Banyak proyek sudah direncanakan jauh sebelum tahun berjalan dan memiliki timeline yang harus dipatuhi. Pembangunan gudang distribusi, workshop produksi, maupun renovasi fasilitas pabrik sering kali menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan. Ketika proyek sudah masuk tahap pelaksanaan, menunda pekerjaan bukanlah pilihan yang mudah. Selain itu, banyak perusahaan justru ingin memastikan fasilitas operasional mereka siap digunakan setelah masa libur Lebaran. Lantaran itu, beberapa proyek bahkan dikebut agar tahap struktur utama dapat selesai sebelum aktivitas bisnis kembali normal. Di sinilah tantangan mulai muncul. Waktu kerja menjadi lebih pendek, tenaga kerja di lapangan harus menyesuaikan ritme kerja, sementara target penyelesaian proyek tetap sama. Efisiensi Pengerjaan Menjadi Prioritas Dalam kondisi seperti ini, kontraktor biasanya mulai mengevaluasi kembali metode konstruksi yang digunakan. Material yang membutuhkan proses instalasi rumit atau terlalu banyak pekerjaan tambahan di lapangan sering kali dihindari. Sebaliknya, material yang praktis, presisi, dan mudah dipasang menjadi pilihan utama. Pendekatan ini memungkinkan pekerjaan konstruksi dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan. Material berbasis baja menjadi salah satu solusi yang paling sering digunakan dalam situasi tersebut. Selain dikenal memiliki kekuatan tinggi, material baja juga relatif fleksibel untuk berbagai kebutuhan konstruksi. Di banyak proyek industri, material seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, hingga berbagai jenis plat logam menjadi komponen yang sangat penting dalam pembangunan struktur tambahan maupun fasilitas pendukung. Material baja memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya populer di berbagai proyek konstruksi. Kekuatan struktur yang tinggi memungkinkan material ini digunakan dalam berbagai kebutuhan bangunan, mulai dari struktur ringan hingga komponen fabrikasi industri. Tidak hanya itu, baja juga dikenal memiliki fleksibilitas yang cukup baik dalam proses fabrikasi. Banyak komponen dapat dipotong, dilas, atau dirakit sesuai kebutuhan proyek tanpa memerlukan proses yang terlalu kompleks. Keunggulan lain yang sering menjadi pertimbangan kontraktor adalah kecepatan instalasi. Beberapa jenis material baja memiliki ukuran yang presisi sehingga proses pemasangan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan material konvensional. Dalam proyek yang memiliki jadwal ketat seperti selama bulan Ramadhan, kecepatan pengerjaan sering kali menjadi faktor yang sangat menentukan. Di berbagai proyek pembangunan industri, beberapa jenis material baja hampir selalu digunakan. Hollow galvanis misalnya, menjadi salah satu material yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan konstruksi ringan hingga menengah. Material ini sering digunakan sebagai rangka kanopi, struktur pagar, partisi bangunan, hingga rangka tambahan pada gudang atau workshop. Lapisan galvanis pada permukaan baja membantu melindungi material dari korosi sehingga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang lembap atau terpapar cuaca. Selain hollow galvanis, besi CNP juga menjadi material yang sering digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Profilnya yang kuat namun relatif ringan membuat material ini cocok digunakan sebagai rangka atap atau struktur tambahan pada bangunan industri. Pipa baja juga memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan konstruksi. Material ini sering digunakan untuk struktur pagar, railing, hingga berbagai instalasi di area produksi. Sementara, plat galvanis banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan fabrikasi seperti pelindung mesin, panel industri, hingga penutup struktur bangunan. Ketika banyak proyek berjalan dalam waktu yang hampir bersamaan, permintaan terhadap material-material tersebut biasanya meningkat cukup signifikan. Persiapan Proyek Jelang Lebaran Selain faktor waktu kerja yang lebih terbatas, banyak kontraktor juga mempertimbangkan periode libur panjang Lebaran ketika merencanakan proyek mereka. Beberapa tahap pembangunan sering diupayakan selesai sebelum aktivitas proyek berhenti sementara. Misalnya, pekerjaan struktur utama bangunan biasanya diprioritaskan agar dapat diselesaikan sebelum libur. Dengan begitu, ketika proyek kembali berjalan setelah Lebaran, pekerjaan dapat langsung dilanjutkan ke tahap berikutnya tanpa harus mengulang proses dari awal. Pendekatan ini membuat kebutuhan material konstruksi sering meningkat menjelang periode libur panjang. Kontraktor yang sudah berpengalaman biasanya tidak menunggu hingga proyek dimulai untuk memesan material. Mereka cenderung mengamankan stok lebih awal agar pekerjaan di lapangan tidak terganggu. Ketika banyak proyek berjalan secara bersamaan, ketersediaan material di pasaran sering menjadi perhatian penting. Jika pasokan tidak stabil, keterlambatan pengiriman dapat berdampak langsung pada jadwal pembangunan. Karena itu, kontraktor biasanya memilih bekerja sama dengan distributor material yang memiliki stok lengkap dan mampu menyediakan berbagai kebutuhan konstruksi secara konsisten. Distributor dengan jaringan pasokan yang baik dapat membantu memastikan bahwa proyek tetap berjalan lancar meskipun permintaan material sedang meningkat. Peran Distributor Proyek Konstruksi Dalam banyak proyek pembangunan industri, distributor material sering menjadi mitra penting bagi kontraktor. Tidak hanya menyediakan produk, distributor juga membantu memastikan bahwa material yang digunakan memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Distributor yang memiliki variasi produk lengkap biasanya lebih disukai karena kontraktor dapat memenuhi berbagai kebutuhan material di satu tempat. Material seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, hingga berbagai jenis plat logam menjadi bagian dari produk yang banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi industri. Dengan ketersediaan material yang memadai, kontraktor dapat lebih fokus pada pelaksanaan proyek tanpa harus khawatir mengenai pasokan material di lapangan. Bulan Ramadhan memang membawa perubahan dalam ritme kerja di banyak sektor industri. Namun bagi dunia konstruksi, proyek pembangunan tidak selalu dapat berhenti hanya karena perubahan jadwal kerja. Pembangunan gudang, workshop, dan fasilitas produksi tetap berjalan karena memiliki target penyelesaian yang harus dipenuhi. Dalam kondisi waktu kerja yang lebih terbatas, kontraktor harus mencari cara agar proses pembangunan tetap efisien. Pemilihan material konstruksi yang tepat menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan. Material baja seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, dan plat galvanis banyak digunakan karena mampu mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan.

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional Nasional
Nasional
Senin, 16 Februari 2026 | 12:10 WIB

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia konsisten dukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID terus mendorong peningkatan kapasitas produksi yang menjadi salah satu penopang utama bauran energi nasional. Saat ini, Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana sekitar 52 persen produksi untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik. Ke depan, permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri. Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, Bukit Asam memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Hingga periode 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6-7 mencapai 80,81 persen. Untuk memastikan penyelesaian proyek, PTBA telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi yang besar. MIND ID sebagai salah satu pengelola cadangan batu bara nasional terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. "Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” kata Tedy dalam Kunjungan Kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2) lalu. Tedy menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong untuk melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama. “Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar, Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase I Nusantara
Nusantara
Minggu, 08 Februari 2026 | 09:31 WIB

Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar, Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase I

Jakarta, katakabar.com - BPI Danantara Indonesia (Danantara Indonesia) secara serentak melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$ 7 miliar. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi, lintas sektor diantaranya sektor energi, pangan, mineral dan logam, sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan program hilirisasi agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, sekaligus menjadi salah satu fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. “Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi,” jelas Rosan. MIND ID Bersama anggotanya INALUM dan ANTAM meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit - alumina - aluminium yang berlokasi di Mempawah Kalimantan Barat. Fasilitas ini terdiri dari Smelter Aluminium Baru dengan kapasitas 600.000 metrik ton aluminium per anum dan Smelter Grade Alumina Refinery Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per anum. Proyek ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan mineral Indonesia, serta mendukung pasokan bahan baku bagi sektor industri manufaktur dalam negeri, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional. Melalui proyek strategis nasional ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit menjadi alumina dan aluminium. Hal ini didasari dari harga bauksit mentah berada dikisaran US$40 per metrik ton, meningkat menjadi sekitar US$400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina dan kembali melonjak hinga sekitar US$2.800 - US$3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan melalui hadirnya proyek ini dapat meningkatkan kemampuan produksi aluminium dari dalam negeri yang semakin kuat, serta menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium. Menurutnya hadirnya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor dan akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa. Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394% dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapat kepastian bahan baku dari dalam negeri. “Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara pada sektor mineral, demi peradaban masa depan Indonesia,” terang Maroef. Turut hadir di peresmian ini Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Kabupaten Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, Jajaran Direksi dan Komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia. Pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Danantara Indonesia bersama BUMN memastikan agar proyek-proyek prioritas dapat direalisasikan secara disiplin, tepat waktu, dan memberikan dampak ekonomi nyata.

Proyek Dragon Group MIND ID, DPR RI Optimis Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global Politik
Politik
Kamis, 05 Februari 2026 | 09:50 WIB

Proyek Dragon Group MIND ID, DPR RI Optimis Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global

Jakarta, katakabar.com - Komisi XII DPR RI dukung penuh proyek hilirisasi ekosistem baterai melalui Proyek Dragon yang dijalankan Grup MIND ID melalui Indonesian Battery Corporation (IBC). Kerja sama strategis dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dinilai menjadi bukti nyata komitmen Negara percepat pembangunan ekosistem baterai nasional yang mampu memberi manfaat bagi ekonomi nasional, dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam ekosistem baterai global. Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menegaskan, proyek baterai terintegrasi ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi berdampak positif bagi ekonomi Indonesia mulai dari memperkuat daya saing ekonomi, menarik investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendukung transisi energi berbasis teknologi ramah lingkungan. “Kegiatan hilirisasi kebijakan utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Proyek baterai ini menjadi bagian penting dari strategi tersebut,” ujar Bambang saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (2/2) lalu. Bambang menekankan DPR juga berharap pentingnya komitmen pengelolaan lingkungan, khususnya terkait limbah B3, baterai gagal fungsi, serta sistem daur ulang baterai pasca pakai agar industri baterai nasional berkembang secara berkelanjutan. “Kami ingin memperoleh penjelasan komprehensif terkait progres proyek, kesiapan produksi, serta bagaimana komitmen pengelolaan lingkungan dan daur ulang baterai akan dijalankan,” jelasnya. Kesimpulan rapat, yakni Komisi XII DPR RI menegaskan empat poin utama dukungan terhadap pengembangan industri baterai nasional. Pertama, Komisi XII mendukung percepatan pembangunan proyek manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang agar dapat segera berproduksi, dengan tetap mengutamakan pengelolaan lingkungan dan sosial sesuai ketentuan perundang-undangan. Kedua, Komisi XII mendorong IBC untuk segera merealisasikan investasi-investasi baru dalam pengembangan baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) berbasis nikel dengan memanfaatkan potensi sumber daya mineral Indonesia. Ketiga, Komisi XII mendukung pemberian insentif fiskal berupa tax holiday serta perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih optimal bagi IBC, mengingat proyek ini membangun rantai industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir. Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengapresiasi percepatan pembangunan proyek tersebut yang dinilai melampaui ekspektasi awal. Dari lahan kosong, fasilitas produksi kini hampir rampung dan ditargetkan mulai berproduksi pada Juni 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun. “Progresnya luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan investasi dan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke ekosistem baterai global,” timpal Cek Endra. Tidak hanya itu, Komisi XII menyoroti pentingnya kepastian pasar domestik guna menjaga keberlanjutan industri. Selain sektor kendaraan listrik, pemanfaatan baterai untuk sistem penyimpanan energi di sektor kelistrikan dan rumah tangga dinilai perlu diperluas agar kapasitas produksi besar tidak berisiko memicu kelebihan pasokan. “Kepastian pasar domestik dan sosialisasi pemanfaatan baterai storage menjadi kunci agar industri ini tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tambahnya. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyatakan, kehadiran Grup MIND ID melalui IBC sangat relevan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya terkait kemandirian energi, ekonomi hijau, dan hilirisasi industri. IBC menargetkan pembangunan rantai nilai baterai terintegrasi, mulai dari pengolahan material berbasis nikel, manufaktur baterai, hingga pengembangan industri daur ulang. “Indonesia memiliki keunggulan sumber daya nikel. Tantangannya adalah memastikan pasar domestik kuat, regulasi konsisten, dan dukungan insentif agar ekosistem baterai ini berkelanjutan dan kompetitif secara global,” kata Aditya. Ia menambahkan, pembangunan pabrik baterai lithium-ion di Karawang yang dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS). Di tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) dan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan 2026. Produk baterai akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Ia menambahkan, dukungan kebijakan diperlukan terutama terkait harmonisasi regulasi hulu-hilir, kepastian klasifikasi usaha (KBLI), serta regulasi battery recycling dan second life battery agar baterai bekas dapat diposisikan sebagai sumber daya baru dalam kerangka ekonomi sirkular.

Besi Apa yang Dipilih Agar Tidak Mudah Berkarat? Pelajaran dari Proyek Nyata Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 30 Januari 2026 | 18:00 WIB

Besi Apa yang Dipilih Agar Tidak Mudah Berkarat? Pelajaran dari Proyek Nyata

Jakarta, katakabar.com - Dalam proyek pembangunan workshop produksi skala menengah, pemilik awalnya memilih besi biasa yang dilapisi cat anti karat. Secara tampilan, material ini terlihat rapi dan kokoh saat pertama dipasang. Harganya juga terasa lebih ringan di awal, sehingga dianggap cukup aman untuk kebutuhan struktur. Beberapa bulan pertama berjalan tanpa kendala. Setelah memasuki musim hujan, perubahan mulai terlihat. Di area sambungan dan sudut rangka yang sering terkena air, warna besi mulai menggelap. Permukaan yang awalnya halus perlahan terasa kasar, dan cat di beberapa bagian mulai terangkat. Pada tahap ini, karat belum parah, tetapi tanda-tandanya sudah jelas. Masalah menjadi lebih terasa ketika aktivitas produksi meningkat. Uap panas dan kelembapan mempercepat proses korosi. Beberapa bagian rangka harus diamplas dan dicat ulang agar tidak semakin parah. Pekerjaan ini tidak hanya memakan biaya, tetapi juga waktu, sebab dilakukan saat workshop sedang aktif beroperasi. Perubahan Material Mengubah Hasil Pada pengembangan area workshop berikutnya, pemilik proyek memutuskan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, struktur utama menggunakan besi galvanis, termasuk untuk rangka, pagar pengaman, dan lantai kerja berbahan expanded metal. Perbedaan terasa sejak awal pemasangan. Permukaan besi galvanis terlihat lebih konsisten dan tidak membutuhkan lapisan tambahan. Setelah terpasang dan digunakan dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya, material ini menunjukkan performa yang jauh lebih stabil. Paparan hujan, panas, dan kelembapan tidak menimbulkan perubahan berarti pada permukaan besi. Setelah lebih dari satu tahun penggunaan, hampir tidak ditemukan tanda karat. Sambungan tetap bersih, struktur terasa kaku, dan tidak ada kebutuhan perawatan tambahan. Dari sisi operasional, ini menjadi keuntungan besar karena tidak ada waktu kerja yang terganggu akibat perbaikan. Di titik ini, pemilik proyek menyadari bahwa biaya tambahan saat membeli besi galvanis di awal ternyata jauh lebih kecil dibanding biaya pengecatan ulang, perbaikan, dan risiko kerusakan struktur di kemudian hari. Bagaimana dengan Stainless Steel? Stainless steel sempat masuk dalam pertimbangan, terutama karena ketahanannya terhadap karat. Namun setelah dihitung, penggunaan stainless untuk seluruh struktur workshop terasa kurang efisien. Harganya terlalu tinggi untuk kebutuhan konstruksi umum. Akhirnya, stainless hanya digunakan di area tertentu yang memang membutuhkan standar kebersihan tinggi, sementara struktur utama tetap mengandalkan galvanis. Pendekatan ini memberikan hasil yang seimbang. Fungsi tetap terpenuhi, biaya terkendali, dan daya tahan material tetap terjaga. Pelajaran Bisa Diambil Karat bukan masalah yang muncul seketika. Ia datang perlahan dan sering kali baru disadari saat kerusakan sudah menyebar. Dari pengalaman proyek ini, terlihat jelas bahwa memilih material sejak awal memiliki dampak besar terhadap umur pakai dan biaya jangka panjang. Untuk kebutuhan konstruksi, workshop, dan area industri yang terpapar lingkungan terbuka, besi galvanis terbukti menjadi pilihan paling masuk akal. Tidak berlebihan, tidak membutuhkan perawatan rumit, dan cukup kuat untuk penggunaan jangka panjang. Material Inovasi Industri menyediakan berbagai produk besi galvanis seperti plat galvanis, hollow galvanis, dan expanded metal galvanis yang telah digunakan di berbagai proyek workshop dan area produksi dengan kebutuhan ketahanan tinggi.

Tips Cerdas Pilih Pipa Sesuai Kebutuhan Rumah dan Proyek Industri Nasional
Nasional
Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:30 WIB

Tips Cerdas Pilih Pipa Sesuai Kebutuhan Rumah dan Proyek Industri

katakabar.com - Memilih pipa yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan, efisiensi, dan daya tahan instalasi rumah maupun proyek industri, sebab setiap jenis pipa seperti galvanis, hitam, seamless, hingga stainless steel 201 dan 304 memiliki fungsi, ketahanan, serta kegunaan yang berbeda sesuai tekanan dan lingkungan pemakaian. Lantaran itu, pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem, ukuran, ketebalan, serta standar sertifikasi seperti SNI, dan dengan dukungan supplier terpercaya seperti PT Material Inovasi Industri, proyek dapat berjalan lebih aman, efisien, dan tahan lama. Memilih pipa yang tepat adalah langkah penting agar instalasi rumah atau proyek industri aman, efisien, dan tahan lama. Pipa tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, gas, atau udara, tetapi juga menentukan kekuatan sistem dan daya tahan material. Dengan berbagai jenis pipa seperti Pipa Galvanis, Pipa Hitam, Pipa Seamless, hingga Pipa Stainless Steel 201 & Stainless Steel 304, penting untuk memahami fungsi, kelebihan, dan tips memilih masing-masing jenis. Pipa Galvanis banyak digunakan untuk saluran air bersih, terutama di area outdoor. Kelebihannya tahan karat dan awet. Untuk hasil terbaik, pastikan sambungannya rapat dan pilih pipa yang sudah bersertifikasi. Pipa Galvanis Medium cocok untuk proyek rumah skala menengah. Pipa ini memiliki ketebalan standar dan mudah dipasang. Sebelum membeli, sesuaikan dengan beban serta tekanan yang akan diterapkan agar instalasi lebih aman. Pipa Hitam biasanya digunakan untuk saluran air, gas, hingga konstruksi struktural. Pipa ini kuat dan mudah diolah. Tetapi, tetap perhatikan tekanan dan fungsi agar pipa yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek. Pipa Hitam LGH dirancang untuk konstruksi ringan hingga menengah. Karena lebih ringan dan fleksibel, pipa ini ideal untuk proyek dengan beban sedang. Pipa Hitam Schedule memiliki ketebalan lebih besar sehingga tahan terhadap tekanan tinggi. Jenis ini tepat untuk instalasi dengan sistem bertekanan. Pastikan ukuran pipa disesuaikan dengan tekanan sistem yang digunakan. Pipa Hitam Welded SNI diproduksi sesuai standar SNI sehingga lebih aman dan kuat. Pipa ini cocok untuk struktur maupun saluran industri yang membutuhkan jaminan kualitas dan keamanan. Pipa Seamless banyak dipakai pada proyek industri dan sistem bertekanan tinggi karena tidak memiliki sambungan las, sehingga lebih kuat dan tahan lama. Untuk pemakaian, pilih ukuran dan ketebalan pipa sesuai dengan tingkat tekanan. Pipa Stainless Steel 201 lebih sering dipakai untuk saluran air dan dekorasi interior. Jenis ini tahan karat namun lebih ekonomis, sehingga cocok untuk kebutuhan standar terutama di area indoor. Pipa Stainless Steel 304 punya ketahanan karat yang lebih tinggi dibandingkan seri 201, sehingga lebih awet dan cocok digunakan di area lembap maupun proyek outdoor. 💡 Tips Tambahan: Selalu pilih pipa dari supplier terpercaya agar kualitas material terjamin dan pengiriman tepat waktu. Pertimbangkan standar & sertifikasi, seperti SNI, agar instalasi aman dan sesuai regulasi. Sesuaikan ukuran, ketebalan, dan jenis pipa dengan fungsi dan tekanan sistem yang akan digunakan. ✨ Kenapa Material Inovasi Industri? ✅ Reputasi Terpercaya Lebih dari 200+ bukti kepuasan pelanggan sudah membuktikan kualitas layanan dan produk kami. Kepercayaan ini jadi modal utama kami dalam mendukung berbagai proyek rumah maupun industri. ✅ Standar Mutu Terjamin Kami selalu menjaga transparansi dengan menyediakan foto spesifikasi asli dari gudang. Jadi, pelanggan bisa memastikan bahwa pipa yang diterima sesuai dengan standar kualitas dan kebutuhan proyek. ✅ Pilihan Lengkap & Pengiriman Tepat Waktu Dari Pipa Galvanis, Pipa Hitam, Seamless, hingga Stainless Steel 201 & 304 – semua tersedia dengan kualitas terbaik dan pengiriman yang cepat serta aman. 👉 Untuk proyek di Jawa Tengah, Material Inovasi Industri siap jadi partner terpercaya dalam penyediaan material pipa. Dengan pilihan lengkap, mutu terjamin, dan layanan profesional, proyek rumah maupun industri bisa berjalan lebih aman, efisien, dan tahan lama.