Produktivitas
Sorotan terbaru dari Tag # Produktivitas
Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun
Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat pengawasan operasional sebagai upaya menjaga kinerja dan produktivitas kebun secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, ke areal kebun wilayah Lampung, yakni Unit Padang Ratu dan Unit Bekri. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memastikan optimalisasi kinerja operasional di lapangan. Kunjungan difokuskan pada peninjauan langsung kondisi tanaman, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, serta kesiapan tim operasional dalam mendukung pencapaian target produksi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara manajemen regional dan jajaran kebun dalam menyelaraskan langkah kerja secara terintegrasi. Menurut Budi Susilo, pengawalan produksi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur karyawan kebun. Ia menegaskan keberhasilan produksi tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh lini kerja. “Pengawalan produksi harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh unsur karyawan kebun. Setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahapan operasional berjalan optimal sehingga target produksi dapat tercapai dengan baik,” ujarnya. Lalu ia menyoroti pentingnya pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM), khususnya pada kegiatan tunasan. Ia menilai bahwa pengelolaan tunasan yang disiplin dan terstruktur akan berdampak langsung terhadap kelancaran proses panen di lapangan. “Pemeliharaan TM seperti tunasan harus dikawal dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan panen serta mengefektifkan penerapan premi progresif tunasan, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas,” tegasnya. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebagai fondasi utama produksi di masa mendatang. Budi Susilo menekankan pentingnya pelaksanaan kastrasi serta pengendalian hama dan penyakit secara disiplin dan berkelanjutan. “Pemeliharaan TBM harus dikawal secara serius. Kegiatan kastrasi dan pengendalian hama penyakit harus dilaksanakan dengan disiplin agar pertumbuhan tanaman optimal dan periode menuju masa panen dapat berjalan dengan baik,” terangya. Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi standar operasional di lapangan, sekaligus mengidentifikasi area perbaikan yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing unit. Diskusi antara manajemen dan tim kebun diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan disiplin operasional dan peningkatan kualitas pemeliharaan tanaman menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. Melalui kunjungan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan secara efektif dan efisien. Sinergi yang kuat antara manajemen dan seluruh karyawan kebun menjadi fondasi utama dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Dengan pengawalan yang konsisten serta implementasi arahan yang tepat, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target perusahaan secara keseluruhan.
Menaker RI Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan?
Jakarta, katakabar.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam satu minggu. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. “Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi pekerja/buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan, dengan pengaturan jam kerja yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan,” ujar Menaker pada konferensi pers di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu lalu. Menaker juga menegaskan pelaksanaan WFH tetap harus menjamin hak pekerja. Upah/gaji dan hak lainnya dibayarkan sesuai ketentuan serta tidak mengurangi cuti tahunan. Di sisi lain, ucapnya, pekerja tetap berkewajiban menjalankan tugasnya, sementara perusahaan perlu memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga. Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Jadi Tantangan Dalam skema kerja WFH, produktivitas menjadi lebih sulit diukur. Ketika karyawan bekerja dari rumah, perusahaan tidak memiliki visibilitas langsung terhadap aktivitas kerja sehari-hari. Meeting tetap berlangsung dan laporan tetap dibuat, namun hal tersebut belum tentu mencerminkan hasil kerja yang sebenarnya. Dalam beberapa kasus, aktivitas terlihat tinggi, tetapi progres pekerjaan tidak selalu sebanding. Tantangan serupa juga terjadi pada kualitas layanan. Tim yang berinteraksi dengan pelanggan, seperti sales dan customer service, tetap menjalankan tugasnya melalui panggilan telepon maupun meeting online. Tetapi, tanpa sistem yang memadai, perusahaan tidak memiliki gambaran yang utuh mengenai isi dan kualitas percakapan tersebut. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk memastikan apakah komunikasi berjalan efektif atau terdapat peluang yang terlewat. Pada praktiknya, komunikasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi produktivitas dan kualitas layanan. Meskipun sebagian besar koordinasi internal dan interaksi dengan pelanggan kini dilakukan melalui platform digital, tidak semua percakapan terdokumentasi dengan baik atau dapat dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan informasi penting yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja tim. MiiTel: AI untuk Visualisasikan dan Monitoring Komunikasi Bisnis Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan dapat mengadopsi solusi berbasis AI seperti MiiTel yang memungkinkan perusahaan memahami apa dan bagaimana komunikasi dilakukan, baik melalui telepon maupun meeting. Melalui fitur seperti auto recording, transkripsi voice-to-text, AI summary, hingga analisis percakapan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas terhadap aktivitas komunikasi yang terjadi. Hal ini membantu menjaga produktivitas tetap stabil sekaligus memastikan kualitas layanan tetap konsisten, meskipun karyawan bekerja dari rumah. Selain itu, melalui solusi MiiTel Call Center, perusahaan juga dapat melakukan monitoring aktivitas dan performa agen secara real-time. Aktivitas panggilan dapat dipantau, dianalisis, dan dievaluasi tanpa harus menunggu laporan manual. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala di lapangan, menjaga standar layanan, serta melakukan pelatihan secara lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu bukan hanya soal perubahan lokasi kerja, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan beradaptasi mengelola kinerja dan layanan. Tanpa sistem yang tepat, WFH berisiko menurunkan efektivitas kerja. Namun, dengan pendekatan berbasis data, WFH justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan cara kerja menjadi lebih terukur dan efisien. Ingin berkonsultasi tentang kebutuhan bisnis Anda dengan MiiTel? Klik di sini untuk demo gratis!
Vertical Soil Health Penting Tekan Ganoderma dan Pulihkan Produktivitas Sawit
Medan, katakabar.com - Perbaikan praktik budidaya sawit selama bertahun-tahun belum sepenuhnya mampu menghentikan penurunan produktivitas jangka panjang. Pada 3rd ISGANO 2026, Rais Andersen dari Pascal Biotech Sdn Bhd, menjabarkan akar persoalan terletak pada cara industri memahami kesehatan tanah. Kesehatan tanah, ulas Rais, tidak hanya ditentukan parameter kimia seperti pH dan unsur hara tetapi aspek fisika dan biologi tanah. Tetapi, selama ini hampir seluruh pengukuran dan intervensi dilakukan pada lapisan 0 hingga 20 centimeter atau topsoil. “Masalahnya, performa kelapa sawit tidak ditentukan oleh 20–30 cm pertama. Ia ditentukan oleh sistem akar yang memanjang hingga 100–150 cm,” jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad sore. Kata Rais arsitektur akar sawit terbagi dalam dua zona biologis. Pertama, feeder root zone (0–20/30 cm): zona serapan hara, responsif terhadap pupuk. Kedua, structural root zone (30–100+ cm): zona kelangsungan hidup, tempat akar lignifikasi menyimpan karbohidrat, menopang pohon, mengakses kelembapan dalam, dan menentukan toleransi stres serta potensi hasil jangka panjang. Ia menyebut adanya “Hidden 80%”, sekitar 80% sistem akar sawit, 80% residu kayu, dan 80% karbon tanah berada di bawah 20 cm. Bahkan inokulum Ganoderma dapat bertahan hingga kedalaman 1,5 meter. Namun ironisnya, 95% intervensi agronomi saat ini hanya memengaruhi lapisan atas tanah. Paparan tersebut juga menyoroti fenomena soil fatigue, yaitu kelelahan tanah akibat siklus budidaya panjang. Literatur menunjukkan tiga bentuk kelelahan tanah: • Chemical fatigue – penurunan bahan organik, tanah makin asam, unsur hara kurang tersedia. • Physical fatigue – pemadatan subsoil meningkat, volume efektif perakaran menyempit, infiltrasi air menurun. • Biological fatigue – keanekaragaman mikroba lapisan dalam runtuh, subsoil menjadi anaerob dan miskin karbon. Kondisi tersebut mengubah tanah dari suppressive soil (tanah yang menekan patogen) menjadi conducive soil (tanah yang mendukung perkembangan patogen). “Jika melihat gedung tinggi, jangan hanya melihat warna catnya. Lihat pondasinya. Kalau ingin menyelesaikan masalah, kita harus memperbaiki hingga ke dasar,” analoginya. Menurut Rais, pupuk yang diaplikasikan pada TM 1–TM 2 memang merangsang akar serabut di lapisan atas sehingga kebun tampak responsif dalam beberapa tahun awal. Namun seiring waktu, akar struktural di kedalaman mengalami degradasi karena tanah padat, anaerob, dan biologinya kosong. Pada zona inilah Ganoderma hidup dan mengkolonisasi residu akar lignifikasi. Sementara mikroba permukaan seperti mikoriza dan Trichoderma tidak mampu bertahan atau berfungsi efektif di kedalaman lebih dari 30 cm. Rais memperkenalkan konsep Vertical Soil Health, yakni pendekatan perbaikan tanah hingga lapisan subsoil. Solusi biologis yang diusulkan adalah pemanfaatan Streptomyces, mikroba tanah dalam yang mampu bertahan di kondisi rendah oksigen, tanah padat, dan lingkungan miskin karbon. Aplikasi pada lubang tanam dan zona akar dalam bertujuan membangun kembali lapisan kelangsungan hidup (30–100 cm), meningkatkan porositas subsoil, memperbaiki umur akar, dan mengembalikan efisiensi pupuk. “Topsoil memberi hasil hari ini. Deep soil memberi hasil 25 tahun ke depan,” ucapnya. Ia menekankan masa depan pengelolaan Ganoderma bersifat ekologis, bukan sekadar kimiawi. Jika subsoil kembali aktif secara biologis, maka inokulum Ganoderma dapat dinetralkan, karbon tanah meningkat secara alami, akar struktural tumbuh optimal, produktivitas naik. Dengan pendekatan vertical soil health ini, industri sawit diharapkan mampu keluar dari siklus kelelahan tanah dan membangun kembali sistem pertahanan biologis kebun secara menyeluruh.
BPDP Tegaskan Peningkatan Produktivitas Sawit Isu Krusial Jaga Stablitas Ekonomi Nasional
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan peningkatan produktivitas kelapa sawit jadi isu krusial guna menjaga stabilitas perekonomian nasional. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Media Briefing BPDP angkat tema 'Sawit Indonesia: Jalan di Tempat atau Terus Melaju ke Depan' yang digelar di Hotel Mövenpick Pecenongan, Jakarta. Di acara ini, menghadirkan Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, serta Dr. Ir Tungkot Sipayung sebagai Direktur PASPI dan Praktisi Sawit Indonesia. Dalam paparannya, Tungkot Sipayung, menekankan sektor kelapa sawit memiliki peran strategis sangat besar terhadap ekonomi nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja, devisa, hingga ketahanan energi. Lantaran itu, fluktuasi di sektor sawit akan berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan. “Kalau kelapa sawit bergejolak, maka perekonomian nasional juga akan ikut bergejolak. Sawit bukan hanya komoditas, tetapi tulang punggung ekonomi, terutama di tidak hanya di daerah tapi juga perkotaan,” jelas Tungkot Sipayung. Ia mengungkapkan tantangan utama industri sawit Indonesia saat ini bukan lagi pada perluasan lahan, melainkan stagnasi produktivitas, khususnya di tingkat perkebunan rakyat. Berdasarkan data, dalam hampir tiga dekade terakhir peningkatan luas tanaman menghasilkan tidak sebanding dengan kenaikan produktivitas. “Perluasan lahan tidak otomatis meningkatkan produksi. Tanpa perbaikan produktivitas, kita justru akan menghadapi gap produksi di masa depan,” tegasnya. Menurutnya, pemerintah mendorong agar produktivitas perkebunan rakyat mampu mencapai minimal 3 ton per hektare, melalui berbagai intervensi strategis seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, penguatan sumber daya manusia, serta riset berkelanjutan. Sedang, Zaid Burhan Ibrahim, menekankan agenda peningkatan produktivitas sawit harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah tantangan global. “Produktivitas kunci agar sawit Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi terus melaju ke depan secara berkelanjutan dan berdaya saing,” kata Zaid Burhan Ibrahim. Ia menekankan, BPDP terus memperkuat perannya sebagai enabler melalui pembiayaan PSR, dukungan sarana dan prasarana, pengembangan SDM perkebunan, serta pendanaan riset yang berdampak langsung pada peningkatan hasil dan efisiensi usaha tani sawit. Melalui forum ini, terangnya, BPDP berharap media dapat berperan aktif dalam menyampaikan narasi berbasis data dan fakta, sehingga publik memahami peningkatan produktivitas sawit bukan semata isu teknis, melainkan strategi nasional untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, dan ketahanan energi Indonesia.
Barantum CRM Service Tingkatkan Produktivitas Helpdesk 2x Lipat
Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Jika Anda merasa tim helpdesk dan layanan pelanggan sering kewalahan menangani permintaan pelanggan, Anda tidak sendirian. Banyak bisnis menghadapi tantangan serupa: antrean tiket menumpuk, pelanggan harus menunggu lama, dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tidak tersedia secara cepat. "Menurut Zendesk, 61 persen pelanggan bersedia berpindah ke kompetitor setelah satu pengalaman layanan buruk.” Kedua data ini menunjukkan bahwa produktivitas helpdesk sangat dipengaruhi oleh kecepatan akses informasi dan kualitas alur kerja. Anda mungkin pernah merasakan sendiri situasinya: Tim helpdesk harus mengecek riwayat pelanggan dari berbagai aplikasi, mencari status tiket lama, dan menunggu sales memberikan update terbaru. Sementara itu, pelanggan terus bertanya karena belum mendapat solusi. Di titik inilah Anda membutuhkan sistem layanan pelanggan yang lebih terstruktur, tidak hanya untuk menyelesaikan masalah; tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda. Barantum hadir sebagai salah satu aplikasi CRM terbaik yang membantu tim sales dan customer service bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih produktif. Dengan ekosistem CRM yang terintegrasi, Anda bisa menyatukan seluruh data pelanggan, mengelola pipeline penjualan, dan mengoptimalkan kinerja helpdesk dalam satu platform. Dalam salah satu studi kasus perusahaan e-commerce yang menggunakan CRM Service Barantum, mereka berhasil meningkatkan kecepatan respons hingga 65 persen setelah memusatkan seluruh data pelanggan dalam satu dashboard. Tim helpdesk tidak lagi harus berpindah aplikasi untuk memeriksa riwayat chat, pesanan, atau tiket sebelumnya; semuanya sudah tersedia dalam satu tampilan. Hasilnya? Pelanggan merasa lebih puas, tim CS bekerja lebih cepat, dan produktivitas meningkat drastis. Dengan fitur CRM Penjualan, tim helpdesk dapat melihat status pelanggan dalam siklus penjualan. Misalnya: ● Apakah pelanggan sedang dalam proses negosiasi? ● Apakah mereka pernah mengajukan komplain sebelumnya? ● Apakah ada peluang upsell atau cross-sell? Informasi yang jelas seperti ini membantu CS memberikan solusi yang lebih personal dan tepat sasaran. Sistem ticketing Barantum mengubah cara kerja helpdesk menjadi jauh lebih terstruktur. Setiap tiket yang masuk akan: ● Mendapat nomor identifikasi otomatis ● Diprioritaskan sesuai urgensi ● Dialokasikan langsung ke tim yang tepat ● Dipantau hingga selesai Bahkan, ketika dikombinasikan dengan aplikasi call center terbaik milik Barantum, pelanggan bisa menghubungi Anda lewat telepon dan tiket akan langsung tercatat otomatis. Inilah salah satu alasan mengapa banyak perusahaan menggunakan Barantum untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian tiket hingga 2x lipat. “Studi HubSpot menemukan bahwa 40 persen tim CS kehilangan efisiensi karena informasi pelanggan tersebar di banyak platform.” Jika Anda ingin membawa layanan pelanggan dan produktivitas helpdesk ke level berikutnya, Barantum menyediakan ekosistem lengkap untuk mendukung seluruh kebutuhan bisnis Anda. Dengan Barantum, Anda mendapatkan: ● AI Agent untuk merespons pelanggan otomatis 24/7 ● CRM untuk menyimpan data sales dan pelanggan secara terpusat ● Omnichannel untuk menggabungkan WhatsApp, Instagram, website chat, dan platform lainnya ● WhatsApp Business API untuk komunikasi resmi bisnis ● Ticketing System yang mengoptimalkan penyelesaian masalah ● Call Center System untuk pengelolaan panggilan masuk dan keluar Semua ini dirancang agar tim Anda dapat bekerja lebih fokus, lebih cepat, dan lebih efisien; memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan Anda sekaligus mendorong pertumbuhan omzet. Jika Anda ingin helpdesk yang lebih produktif, respons pelanggan yang lebih cepat, dan kolaborasi yang lebih solid antara sales dan CS, Barantum adalah jawabannya.
Editage dan Undip Gelar IRS 2.2 Perkuat Integritas Riset, Produktivitas dan RAG
Semarang, katakabar.com - Editage, brand utama dari Cactus Communications (CACTUS), bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses gelar Indonesia Research Summit 2.2 di pekan ketiga November 2025 di kampus UNDIP, Semarang. Angkat tema “Scientific Writing Excellence: Strategies for Achieving Productivity, Academic Integrity, and Global Reputation,” acara ini berfokus pada penguatan kolaborasi interdisiplin serta memberikan wawasan mendalam mengenai tren riset dan praktik terbaik penulisan ilmiah. Acara tersebut menghadirkan Prof. apt. I Ketut Adnyana, Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai salah satu pembicara utama. Ia menyoroti kebijakan nasional dalam peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Summit berdurasi sehari dihadiri peserta dari lebih dari 40 universitas di Kota Semarang dan wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperdalam kolaborasi dan mendukung visi Indonesia menuju keunggulan riset dan pertumbuhan berbasis inovasi. Diskusi berfokus pada penguatan integritas riset, peningkatan kompetensi penulisan ilmiah, optimalisasi alur kerja riset berbasis AI, serta peningkatan reputasi global perguruan tinggi di Indonesia. Ruchi Chauhan, Vice President dan Head of Marketing (RoW), Cactus Communications, menyampaikan Indonesia Research Summit 2.2 digelar bersama UNDIP mempertemukan para pemimpin akademik terbaik yang mendorong masa depan riset Indonesia. "Percakapan strategis dalam summit ini akan memainkan peran penting dalam memetakan pertumbuhan riset Indonesia di tahun-tahun mendatang. Kolaborasi kami dengan UNDIP mencerminkan komitmen Editage dalam mendukung peneliti Indonesia melalui solusi AI yang etis dan berpusat pada manusia, serta layanan editorial profesional yang meningkatkan kualitas riset, memperluas visibilitas global, dan menciptakan dampak jangka panjang,” ujarnya. Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Kepala LPPM bidang Riset Universitas Diponegoro, menimpali Kami senang dapat bermitra dengan Editage untuk gelar acara penting ini. Summit ini menegaskan komitmen kolektif perguruan tinggi peserta dalam menjaga integritas riset, meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah, dan memperkuat reputasi internasional. "Dengan mengintegrasikan alat berbasis AI ke dalam budaya riset yang kuat, institusi Indonesia kini mengambil langkah nyata menuju daya saing akademik global," ucapnya. Para peserta kembali menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas riset, memperkuat reputasi institusi, serta mengadopsi praktik AI yang bertanggung jawab guna mendukung produktivitas akademik. Melalui kemitraan berkelanjutan antara Editage dan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, termasuk UNDIP, Indonesia Research Summit 2.2 menjadi langkah penting menuju lanskap riset yang lebih kompetitif secara global, kolaboratif, dan berbasis inovasi. Sejak 2024, Editage telah menyelenggarakan Indonesia Research Summit bersama berbagai universitas terkemuka di seluruh Indonesia, dengan setiap edisi dilaksanakan di kampus mitra.
Holding PTPN Lewat PTPN IV Regional III Rayakan Hari Pahlawan Spirit Produktivitas dan Kolaborasi
Pekanbaru, katakabar.com - Peringatan Hari Pahlawan 2025 jadi momentum bagi Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo teguhkan semangat perjuangan dalam dunia perkebunan. Region Head PTPN IV PalmCo Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, mengajak seluruh insan perkebunan menjadikan nilai kepahlawanan sebagai energi dalam berkarya dan berprestasi. “Para pahlawan telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa ini. Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka melalui karya dan prestasi,” kata Gusmar melalui keterangannya di Pekanbaru, Senin, (10/11). Tahun ini, Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku, Teladanku: "Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”. Menurut Ahmad Gusmar, tema itu sejalan dengan semangat transformasi yang tengah dijalankan PTPN IV Regional III di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo, semangat untuk meneladani jiwa kepahlawanan melalui inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab terhadap bangsa. “Di PTPN IV Regional III, perjuangan itu kita wujudkan dalam bentuk menjaga dan meningkatkan produktivitas, inovasi, dan tanggung jawab terhadap bangsa,” jelasnya. Gusmar menekankan setiap pekerja di lingkungan perusahaan adalah “pahlawan produksi”. Mulai para planters yang setiap hari turun ke lahan, teknisi pabrik yang menjaga mutu dan efisiensi, serta seluruh insan pendukung yang memastikan operasional secara berkelanjutan. "Semua berperan menjaga masa depan negeri lewat dunia perkebunan," ujarnya. Menjelang akhir tahun 2025, diakui Gusmar bahwa tantangan memang tak ringan. Tapi di tengah itu, peringatan Hari Pahlawan menjadi momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama. “Mari kita jadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menyatu dalam semangat, memperkuat kolaborasi, dan menjaga komitmen terhadap target-target kinerja yang telah kita tetapkan,” ajak pria berkacamata itu. Di ruang praktis, PTPN IV Regional III terus menunjukkan beragam prestasi gemilang sepanjang 2025 ini dan turut mendukung capaian kinerja positif PalmCo yang berhasil mencatat kinerja keuangan solid hingga kuartal III-2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,48 triliun. Selain itu, entitas terus fokus dalam penguatan dan pemberdayaan petani mitra melalui program-program bertujuan meningkatkan manfaat sosial ekonomi. Mulai dari peningkatan pendapatan petani mitra, penguatan kelembagaan koperasi, dan aliran investasi ke ekonomi lokal di Riau.
Apa Itu Smart Office dan Bagaimana Meningkatkan Produktivitas?
Jakarta, katakabar.com - Di era kerja hybrid, smart office bukan sekadar tren tatapi transformasi yang mengubah cara kita bekerja. Dengan menggabungkan teknologi digital, IoT, dan otomatisasi, smart office menciptakan ruang kerja yang efisien, aman, dan fleksibel. Bayangkan kantor yang secara otomatis menyesuaikan suhu, pencahayaan, dan jadwal rapat, sekaligus menghemat energi dan mendukung kolaborasi jarak jauh. Lebih dari sekadar kenyamanan, konsep ini meningkatkan produktivitas, memperkuat keamanan, dan mendorong keberlanjutan lingkungan. Artikel ini mengupas tuntas bagaimana smart office bekerja, manfaatnya bagi bisnis, serta langkah implementasi yang tepat. Jika Anda ingin tahu bagaimana teknologi dapat menghemat biaya, mempercepat proses, dan menciptakan pengalaman kerja yang lebih baik, tulisan ini adalah panduan lengkap untuk masa depan kantor Anda. Apa Itu Smart Office dan Bagaimana Meningkatkan Produktivitas? Smart office adalah konsep kantor modern menggabungkan teknologi digital, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan terhubung. Dengan menerapkan smart office, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, menghemat energi, serta mempermudah kolaborasi antar tim di mana pun mereka berada. Teknologi ini tidak hanya membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi membantu karyawan bekerja dengan lebih nyaman dan aman. Di era kerja hybrid dan digital, banyak organisasi mulai beralih ke sistem kerja cerdas untuk menghadapi tantangan efisiensi dan komunikasi. Smart office memungkinkan berbagai perangkat dan aplikasi bekerja secara terpadu mulai dari pengaturan suhu ruangan otomatis, pemesanan ruang rapat digital, hingga penggunaan data untuk mendukung keputusan bisnis. Konsep ini menjadikan setiap aktivitas kantor lebih terukur dan mudah dikelola. Smart office meningkatkan efisiensi kerja melalui teknologi terintegrasi. Penerapan sistem cerdas membantu perusahaan menghemat waktu dan sumber daya.Solusi digital seperti MLV Teknologi dapat mendukung bisnis dalam menciptakan produktivitas yang berkelanjutan. Pengertian dan Konsep Smart Office Smart office menggabungkan teknologi digital, konektivitas, dan otomatisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang efisien. Sistem ini membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, menghemat sumber daya, dan mendukung cara kerja fleksibel yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja modern. Smart office atau kantor pintar adalah lingkungan kerja yang menggunakan teknologi seperti sensor, perangkat terhubung, dan sistem otomatisasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Teknologi ini membantu mengatur pencahayaan, suhu, keamanan, serta komunikasi antar karyawan. Kantor pintar memanfaatkan data dan konektivitas real-time agar berbagai perangkat dapat bekerja secara terintegrasi. Misalnya, sistem pencahayaan otomatis menyesuaikan intensitas lampu sesuai cahaya alami di ruangan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menciptakan tempat kerja yang lebih nyaman, efisien, dan ramah pengguna. Tujuan utamanya bukan hanya memanfaatkan teknologi, tetapi meningkatkan pengalaman kerja dan efektivitas tim. Perbedaan Kantor Konvensional dan Kantor Pintar Kantor konvensional beroperasi secara manual dan bergantung pada interaksi tatap muka. Sebaliknya, kantor pintar mengandalkan sistem digital yang saling terhubung untuk mendukung aktivitas kerja. Perbedaan utama dapat dilihat pada tabel berikut: Kantor pintar memungkinkan komunikasi lebih cepat dan efisien melalui video conference, aplikasi kolaborasi, dan sistem berbasis cloud. Pendekatan ini membantu tim bekerja lintas lokasi tanpa kehilangan koordinasi. Peran Internet of Things (IoT) dalam Smart Office Internet of Things (IoT) menjadi fondasi utama dalam penerapan smart office. IoT menghubungkan berbagai perangkat seperti sensor, kamera, dan sistem kontrol ke jaringan internet agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar data. Contohnya, sensor ruangan dapat mendeteksi kehadiran orang dan menyesuaikan suhu atau pencahayaan secara otomatis. Sistem keamanan juga dapat dipantau dari jarak jauh melalui perangkat mobile. Dengan integrasi IoT, kantor modern dapat mengurangi pekerjaan manual dan meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, hemat energi, dan responsif terhadap kebutuhan karyawan. Teknologi Kunci Smart Office Teknologi kantor pintar memanfaatkan kombinasi sensor, sistem keamanan digital, perangkat kolaborasi, dan pengelolaan energi otomatis untuk menciptakan ruang kerja yang efisien dan nyaman. Setiap elemen bekerja bersama melalui jaringan dan perangkat lunak manajemen agar aktivitas sehari-hari berjalan lancar serta hemat sumber daya. Sensor dan Otomatisasi Ruang Kerja Sensor pintar seperti sensor gerak dan sensor ruang membantu mengatur pencahayaan, suhu, dan ventilasi secara otomatis. Ketika ruangan kosong, sistem akan mematikan lampu pintar (smart lamp) dan menurunkan pendingin udara untuk menghemat energi. Teknologi otomatisasi ruang kerja juga mendukung penyesuaian kondisi lingkungan berdasarkan jumlah orang di ruangan. Misalnya, pencahayaan otomatis menyesuaikan intensitas cahaya alami, sementara kontrol suhu menjaga kenyamanan tanpa intervensi manual. Perusahaan sering menghubungkan sensor ini ke perangkat lunak manajemen gedung, yang menampilkan data penggunaan ruang dan energi dalam bentuk grafik atau laporan. Informasi tersebut membantu pengelola kantor membuat keputusan efisien tentang tata letak dan pemeliharaan fasilitas. Sistem Keamanan dan Akses Cerdas Sistem keamanan cerdas menggabungkan biometrik, pengenalan wajah, dan CCTV untuk menjaga akses kantor tetap aman. Teknologi ini menggantikan kartu akses tradisional dengan metode identifikasi yang lebih akurat dan sulit dipalsukan. Kamera CCTV digital kini terhubung ke jaringan berbasis cloud, memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. Beberapa sistem juga dapat mendeteksi aktivitas tidak biasa dan mengirimkan notifikasi otomatis ke petugas keamanan. Integrasi dengan sistem otomatisasi gedung memungkinkan penguncian pintu atau aktivasi alarm secara langsung saat terjadi pelanggaran. Pendekatan ini memperkuat keamanan tanpa mengganggu kenyamanan pengguna. Selain keamanan fisik, kontrol akses digital juga membantu mencatat waktu kehadiran karyawan secara otomatis, yang berguna untuk administrasi dan audit internal. Integrasi Audio Visual dan Kolaborasi Digital Ruang rapat modern mengandalkan integrasi audio visual untuk mendukung kerja kolaboratif. Perangkat seperti konferensi video, mikrofon pintar, dan layar interaktif memudahkan komunikasi antara tim kantor dan karyawan jarak jauh. Sistem ini biasanya terhubung ke perangkat lunak kolaborasi digital seperti platform rapat daring atau manajemen proyek. Integrasi perangkat memastikan video dan audio tetap sinkron serta bebas gangguan teknis. Beberapa kantor juga menggunakan otomatisasi ruang rapat, di mana sistem dapat menyiapkan pencahayaan, suhu, dan proyektor secara otomatis sebelum rapat dimulai. Hal ini menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang. Kombinasi teknologi ini menciptakan pengalaman rapat yang lebih produktif dan mendukung model kerja hybrid yang kini semakin umum. Manajemen Energi dan Lingkungan Kantor Manajemen energi menjadi bagian penting dalam penerapan smart office. Sistem ini memantau konsumsi listrik, pendingin udara, dan pencahayaan untuk mencapai penghematan energi yang optimal. Teknologi seperti smart lamp dan sensor energi membantu mengatur penggunaan daya berdasarkan kebutuhan aktual. Misalnya, lampu hanya menyala di area yang digunakan, sementara perangkat yang tidak aktif akan otomatis dimatikan. Beberapa kantor menerapkan perangkat lunak manajemen energi yang menampilkan data konsumsi secara real-time. Data ini membantu tim fasilitas menemukan peluang efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Selain efisiensi energi, sistem juga mengontrol kualitas udara dan suhu ruangan agar lingkungan kerja tetap sehat. Dengan pendekatan ini, kantor tidak hanya hemat biaya, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Manfaat Smart Office untuk Produktivitas dan Efisiensi Smart office membantu perusahaan bekerja lebih cepat, aman, dan hemat sumber daya. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan sistem digital membuat proses kerja lebih teratur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Smart office meningkatkan efisiensi operasional dengan mengotomatisasi tugas-tugas rutin. Misalnya, lampu dan pendingin ruangan otomatis menyesuaikan kondisi lingkungan tanpa perlu dikendalikan manual. Hal ini menghemat waktu dan energi. Sistem digital juga mempermudah pengelolaan ruang kerja. Karyawan dapat memesan ruang rapat atau meja kerja melalui aplikasi. Proses ini mengurangi kesalahan penjadwalan dan mempercepat koordinasi. Selain itu, penggunaan dokumen digital dan tanda tangan elektronik mempercepat alur administrasi. Perusahaan dapat mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat proses persetujuan internal. Semua ini membantu tim bekerja lebih fokus pada tugas utama mereka. Smart office mendukung kolaborasi dengan menyediakan alat komunikasi digital yang terintegrasi. Karyawan dapat berinteraksi melalui video konferensi, pesan instan, dan platform berbagi dokumen secara real time. Model kerja hybrid menjadi lebih mudah diterapkan. Karyawan bisa bekerja dari rumah atau kantor tanpa kehilangan akses ke sistem dan data perusahaan. Teknologi cloud memastikan semua anggota tim tetap terhubung. Selain itu, fitur seperti ruang konferensi cerdas dan sistem reservasi online membuat pertemuan lebih efisien. Mereka dapat melihat ketersediaan ruangan, mengatur jadwal, dan bergabung secara virtual bila diperlukan. Kolaborasi menjadi lebih fleksibel dan produktif. Keamanan menjadi bagian penting dari smart office. Sistem akses berbasis pengenalan wajah atau kartu digital membantu mengontrol siapa yang masuk ke area tertentu. Ini melindungi data dan aset perusahaan dari risiko penyalahgunaan. Selain keamanan, kenyamanan juga meningkat. Karyawan dapat menyesuaikan suhu, pencahayaan, dan posisi meja kerja melalui aplikasi. Lingkungan kerja yang nyaman membantu menjaga fokus dan produktivitas. Beberapa kantor juga menerapkan pemantauan energi dan aktivitas ruang untuk memastikan area digunakan secara efisien. Dengan data ini, manajemen dapat menyesuaikan pengaturan agar mendukung kesejahteraan dan keselamatan kerja. Kontribusi pada Keberlanjutan Lingkungan Smart office berperan dalam keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi dan limbah. Sensor otomatis mematikan perangkat saat tidak digunakan, sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien. Selain itu, digitalisasi dokumen mengurangi kebutuhan kertas dan tinta. Langkah ini mendukung program kantor tanpa kertas (paperless office) yang ramah lingkungan. Perusahaan juga dapat memantau penggunaan sumber daya melalui sistem analitik. Data ini membantu mereka menetapkan kebijakan hemat energi dan mengurangi jejak karbon. Dengan cara ini, smart office tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung tanggung jawab lingkungan. Penerapan smart office memerlukan strategi yang matang agar teknologi benar-benar meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Setiap tahap melibatkan analisis kebutuhan, integrasi sistem, pelatihan sumber daya manusia, serta pengelolaan keamanan dan evaluasi hasil. Tahap awal dimulai dengan menilai kebutuhan bisnis dan kondisi infrastruktur yang ada. Perusahaan perlu memetakan proses kerja yang bisa diotomatisasi dan menentukan perangkat apa yang paling mendukung, seperti sensor pintar, sistem cloud, atau perangkat lunak manajemen gedung. Tim TI dan manajemen biasanya membuat daftar prioritas berdasarkan tujuan operasional, anggaran, dan kesiapan jaringan. Analisis ini membantu menghindari pemborosan investasi dan memastikan solusi teknologi sesuai dengan kapasitas organisasi. Dalam industri yang padat data, seperti keuangan atau manufaktur, analisis kebutuhan juga mencakup evaluasi keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi. Pendekatan berbasis data membantu perusahaan menyesuaikan desain smart office agar efisien dan relevan dengan aktivitas kerja sehari-hari. Setelah kebutuhan teridentifikasi, fokus bergeser ke integrasi perangkat dan sistem. Semua komponen seperti IoT, jaringan Wi-Fi, dan perangkat lunak manajemen harus saling terhubung agar data mengalir lancar tanpa hambatan. Integrasi yang buruk dapat menyebabkan downtime atau duplikasi data. Karena itu, perusahaan perlu memastikan kompatibilitas antarperangkat dan melakukan pengujian sebelum implementasi penuh. Pelatihan karyawan menjadi bagian penting dari proses ini. Mereka harus memahami cara menggunakan sistem baru dan beradaptasi dengan otomatisasi kerja. Program pelatihan singkat, panduan digital, dan dukungan teknis membantu meningkatkan kepercayaan diri pengguna serta mencegah kesalahan operasional. Keamanan Data dan Privasi Keamanan menjadi tantangan utama dalam smart office. Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan berpotensi menjadi titik masuk bagi ancaman siber. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan lapisan keamanan berjenjang, seperti enkripsi data, autentikasi ganda, dan pemantauan aktivitas jaringan secara real-time. Penerapan kebijakan Zero Trust Security juga penting untuk membatasi akses hanya pada pengguna yang berwenang. Selain itu, pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan membantu mencegah kebocoran data akibat kelalaian manusia. Perusahaan di sektor industri atau layanan publik harus memastikan kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data, seperti GDPR atau aturan lokal. Pendekatan ini menjaga kepercayaan pengguna dan melindungi aset digital perusahaan. Setelah sistem berjalan, perusahaan perlu mengevaluasi hasil investasi melalui indikator kinerja utama (KPI). Beberapa metrik umum meliputi penghematan energi, peningkatan produktivitas, dan penurunan waktu henti sistem. Tabel berikut membantu memantau hasil implementasi: Evaluasi dilakukan secara berkala agar sistem tetap relevan dengan perkembangan teknologi. Perusahaan dapat memperbarui perangkat lunak, meningkatkan kapasitas jaringan, atau menambah fitur AI untuk analisis data lanjutan. Pendekatan berkelanjutan ini memastikan smart office tetap adaptif dan mendukung kebutuhan bisnis di masa depan. MLV Teknologi membantu perusahaan meningkatkan efisiensi kerja melalui penerapan smart office yang terintegrasi. Mereka menggabungkan perangkat lunak manajemen ruang kerja dengan teknologi IoT dan sensor untuk memantau penggunaan ruang secara real-time. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengatur jadwal rapat, pencahayaan, dan suhu ruangan secara otomatis. Dengan begitu, waktu dan energi dapat digunakan lebih efektif tanpa intervensi manual yang berlebihan. Integrasi berbagai perangkat seperti sistem audio visual, keamanan, dan kontrol lingkungan dilakukan melalui satu platform terpusat. Hal ini membuat pengelolaan fasilitas lebih mudah dan mengurangi gangguan teknis saat bekerja atau berkolaborasi. MLV Teknologi juga bekerja sama dengan mitra seperti Crestron dan Extron untuk menghadirkan solusi kendali yang stabil dan mudah digunakan. Teknologi ini memudahkan komunikasi antar tim, baik di kantor maupun dalam rapat jarak jauh.
Holding PTPN Ajari Budidaya Petani Kelapa Sawit Jabar hingga Sulawesi Dongkrak Produktivitas
Jakarta, katakabar.com - Para pengurus koperasi petani kelapa sawit mulai Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Sulawesi ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Mitra Binaan, berlangsung di Mess Tandun, Kabupaten Kampar, Riau. PTPN IV PalmCo yang gelar pelatihan dua hari lamanya mulai 30 hingga 31 Oktober 2025 ini sebagai upaya mempersempit kesenjangan produktivitas antara perkebunan sawit rakyat dan perusahaan. Selama pelatihan, para petani memperoleh materi dari sejumlah pakar budi daya sawit, mulai dari penggunaan bibit unggul, pengendalian hama terpadu, hingga teknik panen efisien. Pelatihan itu dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke kebun PTPN IV Regional III, serta koperasi Karyawa Mukti dan Makarti Jaya untuk melihat praktik terbaik pengelolaan sawit berkelanjutan. Pelaksana Tugas atau Plt. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mengapresiasi langkah PalmCo dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit salah satu kunci kemajuan daerah. “Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi sangat penting. Kami berterima kasih kepada PalmCo yang mengambil peran aktif dalam peningkatan kapasitas petani,” kata Supriadi, melalui keterangan tertulis dilansir Jumat (30/10) sore. Menurut Supriadi, sektor kelapa sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi Riau, dengan kontribusi mencapai sekitar 24 persen terhadap PDRB sektor pertanian provinsi. "Riau produsen sawit terbesar di Tanah Air, dengan luas areal lebih dari 3,4 juta hektare, sekitar 60 persen di antaranya kebun milik rakyat," ulasnya. “Dengan pengelolaan yang lebih baik, potensi ini bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Supriadi. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin mengutarakan, pelatihan ini bagian dari strategi pihaknya memperkuat kemitraan, dan mengakselerasi transformasi sektor sawit menuju praktik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Disparitas produktivitas antara kebun petani dan perusahaan masih cukup besar, padahal sekitar 60 persen dari total 17 juta hektare perkebunan sawit nasional dikelola oleh petani,” ucap Irwan. Kata Irwan, rata-rata produktivitas sawit rakyat saat ini masih berkisar 2–3 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektare per tahun. Sedang perkebunan besar negara dan swasta mampu mencapai 5 hingga 6 ton. “Kami ingin para petani mitra dapat naik kelas, dengan produktivitas yang sebanding dengan perusahaan,” jelas Irwan. Hingga Oktober 2025 ini, PTPN IV PalmCo tercatat telah bermitra dengan ribuan petani yang mengelola sekitar 20.000 hektare kebun sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dari luasan tersebut, sekitar 5.000 hektare dikelola dengan pola single management seluruh proses budidaya, dari peremajaan hingga panen, dilakukan secara terpadu dengan standar perusahaan. Pola manajemen tunggal ini mendapat apresiasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir). Ketua Aspekpir, Setiyono menilai model kemitraan PalmCo sebagai bentuk pemberdayaan petani yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.
Talk Show Karantina Day 2025, Dialog Produktivitas Hingga Keberlanjutan Industri Sawit Nasional
Bogor, katakabar.com - Badan Karantina Indonesia kolaborasi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), taja Talk Show Karantina Day 2025, usung tema “Dari Karantina untuk Sawit Berkelanjutan: Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia”. Acara ini rangkaian kegiatan Hari Karantina ke 148, sekaligus HUT Badan Karantina Indonesia ke 2. Di talk show itu dibahas peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui dukungan kebijakan karantina untuk introduksi plasm nutfah, dan serangga penyerbuk dari Afrika. Badan Karantina Indonesia (BKI) menegaskan peran karantina sangat krusial proses indtroduksi sumber daya genetik kelapa sawit, dan tiga species serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus, E subvittatus, E.plagiatus dari Tanzania. Karantina tidak hanya berfungsi sebagai penjaga gerbang biosecurity nasonal, tetapi mitra riset strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi Indonesia. Melalui pengawasan ketat, dan penerapan standar fitosanitari internasional. "Badan Karantina Indonesia memastikan seluruh proses eksplorasi, transportasi, hingga karantina berjalan aman dan sesuai protokol biosekuriti. Keberhasilan introduksi Sumber Daya Genetik, dan serangga penyerbuk dari Tanzania ini menjadi tonggak penting sejarah industri kelapa sawit Indonesia," ujar BKI, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Sabtu (25/10). Kegiatan ini wujud nyata sinergi Badan Karantina Indonesia, Ditjen Perkebunan, BPDP, GAPKI, PT Riset Perkebunan Nusantara, Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Indonesia, Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia, Perhimpunan Entomologi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan sawit Indonesia. Upaya kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas riset perkebunan nasional, membuka peluang kerja sama internasional, serta mempercepat tercapainya ketahanan pangan dan energi berbasis sawit berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan komitmen PT RPN sebagai lembaga riset holding perkebunan untuk terus berinovasi dalam bidang pemuliaan tanaman dan teknologi budidaya kelapa sawit yang adaptif terhadap tantangan global.