Prasarana

Sorotan terbaru dari Tag # Prasarana

LRT Jabodebek Manfaatkan Waktu Malam Pastikan Jalur Aman dan Andal Setiap Pagi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 21 Januari 2026 | 08:00 WIB

LRT Jabodebek Manfaatkan Waktu Malam Pastikan Jalur Aman dan Andal Setiap Pagi

Jakarta, katakabar.com - Perawatan prasarana jalur dilakukan KAI di malam hari guna memastikan infrastruktur LRT Jabodebek selalu siap, aman, dan andal saat melayani mobilitas masyarakat setiap pagi. KAI secara rutin memanfaatkan waktu henti operasional LRT Jabodebek di malam hari guna melakukan perawatan prasarana jalur. Perawatan ini dilakukan setelah layanan selesai beroperasi, sehingga tidak mengganggu aktivitas perjalanan pengguna di siang hari. Di periode ini, fokus pekerjaan berada pada perawatan prasarana khususnya pada jalur rel dan jembatan atau track and bridge. Kegiatan dilakukan secara menyeluruh dan terencana, meliputi pelumasan rel untuk meminimalkan keausan antara roda kereta dan rel, pemeriksaan geometri jalur menggunakan alat Track Geometry Trolley untuk memastikan ketinggian, dan lebar spoor sesuai standar, pemeriksaan rel dan lidah wesel untuk menjamin kelancaran pergerakan kereta di titik persilangan jalur, pemeriksaan plinth track atau bantalan rel untuk mendeteksi potensi keretakan, pengecekan fastening system atau baut pengikat rel ke plinth agar rel tetap terpasang kuat dan stabil, pembersihan area rel dan sistem drainase, serta trimming atau pemangkasan pohon di sekitar jalur untuk menjaga jarak aman dari sarana perkeretaapian. Perawatan malam hari ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan transportasi publik perkotaan yang melayani mobilitas harian masyarakat. Seluruh pekerjaan difokuskan pada lintas yang telah ditentukan, dengan prioritas pada aspek keselamatan dan kesiapan operasional sebelum layanan kembali berjalan di pagi hari. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan pemanfaatan waktu perawatan malam hari dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga kualitas layanan. Proses perawatan memang tidak selalu terlihat oleh pengguna, namun menjadi bagian penting dari perjalanan yang selamat, aman, dan nyaman. “Perawatan prasarana dilakukan dengan fokus utama pada aspek yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan,” ujarnya. KAI memastikan seluruh kegiatan perawatan prasarana LRT Jabodebek dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar teknis yang berlaku. Dengan pengelolaan waktu perawatan yang teratur dan disiplin, LRT Jabodebek terus menjaga kesiapan infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jabodebek setiap hari. “Ketika masyarakat kembali menggunakan LRT Jabodebek di pagi hari, seluruh jalur telah melalui pemeriksaan dan perawatan. Inilah bentuk komitmen KAI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi massal perkotaan,” sebut Radhitya.

Kelola Lebih 1.200 Perjalanan KA Per Hari, KAI Daop 1 Jakarta Maksimalkan Perawatan Sarana dan Prasarana Nasional
Nasional
Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:00 WIB

Kelola Lebih 1.200 Perjalanan KA Per Hari, KAI Daop 1 Jakarta Maksimalkan Perawatan Sarana dan Prasarana

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta setiap harinya mengelola total lebih dari 1.200 perjalanan kereta api, yang mencakup KRL dan KA Ekonomi Lokal sebanyak 1.141 perjalanan, KA Jarak Jauh sebanyak 73 perjalanan, serta KA Barang sebanyak 16 perjalanan. Dengan volume operasional yang tinggi tersebut, KAI Daop 1 Jakarta terus mengedepankan perawatan sarana dan prasarana secara optimal dan intensif demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan penumpang. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menuturkan, pergerakan kereta di wilayah Daop 1 tidak hanya masif secara kuantitas, tapi sangat strategis secara kualitas karena mencakup fungsi layanan perkotaan, antar kota, hingga logistik nasional. “Setiap hari ada lebih dari seribu kereta yang kami operasikan dan koordinasikan di wilayah Daop 1 Jakarta. Ini mencerminkan betapa kompleksnya sistem yang kami kelola. Lantara itu, perawatan sarana seperti rangkaian KA, serta prasarana seperti jalur rel, sinyal, wesel, dan stasiun menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujar Ixfan lewar siaran pers resmi diterima katakabar.com, Kamis siang. Daop 1 Jakarta menjadi pusat vital perkeretaapian nasional karena memiliki sistem transportasi terintegrasi antar moda, mencakup keterhubungan dengan MRT, LRT, TransJakarta, angkutan umum reguler hingga transportasi daring, yang terpusat di simpul-simpul transportasi seperti Stasiun Manggarai, Jatinegara, Tanah Abang, Gambir, dan Pasar Senen. “Daop 1 adalah etalase perkeretaapian Indonesia. Kami tidak hanya mengedepankan kuantitas operasional, tapi juga kualitas pelayanan, integrasi moda, serta keberlanjutan pembangunan,” ucapnya. Untuk menjaga kelancaran operasional, KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan ratusan petugas teknis di lapangan, termasuk pemeriksa jalur, teknisi sinyal, petugas jaga perlintasan, dan petugas layanan pelanggan di stasiun. Semua unsur ini bekerja 24 jam penuh dalam sistem terintegrasi untuk memastikan perjalanan kereta berlangsung tepat waktu, aman, dan nyaman. “Pembangunan berkelanjutan menjadi arah utama kami. Peremajaan sarana, elektrifikasi, peningkatan kapasitas stasiun, dan digitalisasi layanan terus kami dorong demi menciptakan sistem transportasi publik yang modern dan berdaya saing,” jelas Ixfan.

Optimalisasi Prasarana Dorong Percepatan Waktu Tempuh Commuter Line Basoetta Nasional
Nasional
Jumat, 27 Juni 2025 | 22:22 WIB

Optimalisasi Prasarana Dorong Percepatan Waktu Tempuh Commuter Line Basoetta

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia atau KAI lanjutkan uji coba dukung perjalanan lebih cepat dan nyaman menuju bandara PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya KAI Commuter terus berupaya meningkatkan kualitas layanan Commuter Line Basoetta sebagai moda andalan konektivitas darat-udara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sejalan dengan itu, KAI kembali melanjutkan rangkaian uji coba peningkatan kecepatan perjalanan sebagai bagian dari program percepatan waktu tempuh yang telah berlangsung secara bertahap, Kamis (26/6) kemarin. Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto menyatakan, sejumlah peningkatan teknis pada jalur telah dilakukan melalui kegiatan perawatan dan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh. “Kami terus pastikan jalur berada dalam kondisi prima agar dapat menunjang kecepatan perjalanan tanpa mengorbankan aspek keselamatan,” ujar Heru. Menurutnya, pendekatan ini cara yang paling efektif dan berkelanjutan, mengingat jalur eksisting melintasi area padat penduduk dan memiliki tantangan tersendiri. Fokus peningkatan dilakukan melalui optimalisasi jalur yang ada, tanpa perlu perubahan trase secara besar-besaran. Sedang, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba di tempat terpisah menjelaskan, peningkatan kecepatan perjalanan ini menjadi elemen penting memperkuat posisi Commuter Line Basoetta sebagai moda pilihan utama menuju bandara. Ia menekankan, waktu tempuh yang lebih cepat akan sangat membantu pelanggan, terutama mereka yang memiliki jadwal penerbangan dan membutuhkan perjalanan yang terukur, dan bebas hambatan. "Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2023, jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta tercatat sebanyak 1.970.531 orang dan meningkat menjadi 2.242.536 pada 2024," kata Anne lewat siaran pers diterima katakabar.com, Kamis kemarin siang. Terus, ulas Anne, selama periode Januari hingga Mei 2025, layanan ini telah melayani 883.512 pelanggan. KAI optimistis percepatan waktu tempuh yang sedang diujicobakan akan mendorong pertumbuhan pengguna yang lebih besar di masa mendatang. Selain dari sisi kecepatan, KAI memperkuat kualitas layanan dan kemudahan akses bagi pelanggan. Tiket Commuter Line Basoetta dapat dipesan secara daring melalui aplikasi Access by KAI dan situs reservation.kci.id mulai H-7 sebelum keberangkatan, serta tersedia pemesanan langsung di stasiun.