PPKS

Sorotan terbaru dari Tag # PPKS

Pemkab Pasbar Bangun Sinergi dengan PPKS Demi Petani Dapat Benih Unggul Sawit
Sawit
Sabtu, 04 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Pemkab Pasbar Bangun Sinergi dengan PPKS Demi Petani Dapat Benih Unggul

Pasaman Barat, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat bangun sinergi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, demi petani dapat benih kelap sawit unggul. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas kebun kelapa sawit petani, di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal menjelaskan kelapa sawit salah satu komoditi andalan Pasbar. Di mana kelapa sawit penopang perekonomian salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat. "Langkah ini sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan bibit unggul bagi petani. Tujuannya agar produksi kebun kelapa sawit lebih maksimal dan ekonomi masyarakat meningkat," ucapnya, dilansir dari laman EMG, Sabtu (4/10) siang. Kerja sama itu, ulas Afrizal, terjalin saat pihaknya bersama Wakil Bupati, M Ihpan kunjungi PPKS, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum), dan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan beberapa waktu lalu. Cerita Afrizal, mutu benih sangat penting pembangunan kebun kelapa sawit. Hal ini langkah awal untuk mendukung kelapa sawit berkelanjutan. Selain produksi yang bagus, jelasnya, umur kebun kelapa sawit bakal lebih lama bila menggunakan benih yang berkualitas. Di mana umur tanaman bisa hingga 25 tahun. "Kalau bibit tidak unggul, produksi kelapa sawit maksimal hanya 7 tahun. Itu pun hasilnya hanya 1 ton per hektar per bulan," terangnya. Untuk itu, tambah Afrizal, pihaknya terus memberikan edukasi kepada petani agar menggunakan benih berkualitas atau bibit unggul saat membangun atau meremajakan kebun kelapa sawitnya.

BPDPKS Layangkan Surat, Operasional Dana PPKS dan SPPKS Normal Sawit
Sawit
Senin, 20 Januari 2025 | 20:04 WIB

BPDPKS Layangkan Surat, Operasional Dana PPKS dan SPPKS Normal

Jakarta, katakabar.com - Kegiatan operasional dan transaksi semua pencairan serta pengembalian dana Peramajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PPKS) dan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS), sudah berjalan lagi sesuai mekanisme berlaku. Itu setelah Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Normansyah Hidayat Syahruddin melayangkan surat kepada semua bank mitra dan lembaga pekebun penerima dana PPKS serta SPPKS. Di surat bernomor S-568/DPKS.3/2025 pada 20 Januari 2025 itu, Normansyah menjelasan, surat BPDPKS sebelumnya bernomor S-246/DPKS.3/2025 pada 14 Januari 20025 tentang penghentian sementara operasional pencairan dan pengembalian Dana PPKS dan SPPKS, tidak berlaku lagi. Berjalannya kembali operasional terkait Dana PPKS dan SPPKS itu karena finalisasi struktur Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), telah rampung. Untuk finalisasi itu pulalah alasan surat pada 14 Januari 2025.

Bertandang ke PPKS Medan, Disbun Kaltim Berambisi Jadi Penghasil Sawit Kompetitif Sawit
Sawit
Jumat, 15 November 2024 | 21:44 WIB

Bertandang ke PPKS Medan, Disbun Kaltim Berambisi Jadi Penghasil Sawit Kompetitif

Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Kalimantan Timur sambangi Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya Kalimantan Timur berambisi jadi penghasil kelapa sawit kompetitif. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sektor kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur. Lantaran itu, Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan pembelajaran ke PPKS Medan.

Mantap! EDS-G Bikin Mudah Mengurusi Tanaman Sawit di Lahan Gambut Tekno
Tekno
Jumat, 16 Juni 2023 | 23:54 WIB

Mantap! EDS-G Bikin Mudah Mengurusi Tanaman Sawit di Lahan Gambut

Jakarta, katakabar.com - Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) rupanya sudah ciptakan peralatan perangkat keras yang mampu mendeteksi dan merekam data titik air kritis lahan gambut, suhu dan kelembaban bawah kanopi, lahan gambut, dan konsentrasi CO2 pada lahan gambut secara realtime. Piranti lunak itu bernama Early Detection System untuk Gambut (EDS-G). EDS-G ini punya kemampuan mengamati dan memberikan informasi up to date terkait kondisi tanaman kelapa sawit di lahan gambut. Peralatan ini hadir bermula dari pemikiran soal tantangan utama pengembangan tanaman kelapa sawit di lahan gambut, yakni pengaturan ketinggian muka air guna menyediakan ruang yang cukup bagi tumbuh kembang akar tanaman tanpa merusak tanah gambut. Tapi praktik di lapangan, sebagian besar penerapan tata air yang ada masih perlu diperbaiki karena masih bersifat parsial, dan belum mempertimbangkan fluktuasi muka air tanah yang dinamis. Lantaran tata air yang telah dibangun kurang berfungsi optimal, berakibat meningkatkan peluang terganggunya performa tanaman, dan rusaknya lahan gambut. Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Heri Santoso dan kawasan-kawan dapat pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk melakukan riset dalam program Grant Riset Sawit (GRS) empat tahun lalu. Peneliti PPKS ini mengajak rekan-rekannya melakukan penelitian di di Kebun Panai Jaya, PT Perkebunan Nusantara IV. Mereka setahun meneliti di sana. Penelitian dilakukan tiga tahap. Tahap I menghasilkan prototipe yang mampu mendeteksi, dan mengukur perubahan-perubahan yang terjadi di dalam Peat Hydrophobic Simulator (PHS). PHS adalah simulator yang dikembangkan untuk memodelkan kondisi lahan gambut di lapangan. Ajaibnya, PHS ini menjadi terobosan baru hasil tidak terduga dari penelitian. Tahap II, dilakukan perbaikan dan pengembangan EDS (EDS versi 1.0; 1.1; dan 1.2) biar mampu mengukur variabel penelitian (suhu udara dan tanah, kelembaban udara dan tanah, emisi karbon, dan water level) baik di dalam laboratorium (PHS) serta di lapangan. Tahap III, dilakukan perbaikan dan pengembangan EDS terutama untuk meningkatkan akurasi pengukuran dan kelancaran pengiriman data dari taman alat di lapangan menuju receiver dan cloud. Tidak hanya itu, sudah pula dilakukan kalibrasi sensor pengukur konsentrasi CO2 dengan Gas Chromatography. Estimasi probabilitas hidrofobisitas tanah gambut sudah dilaksanakan di dalam PHS. Bahkan, penghitungan tingkat stress tanaman menggunakan Metode Crop Water Stress Index (CWSI) sudah dilakukan.