Perkebunan Kelapa Sawit Sukses Lestarikan Plasma Nutfah
katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit sukses lestarikan plasma Nutfah, dan berhasil lestarikan multifungsi baik fungsi ekonomi, fungsi lingkungan, dan fungsi sosial. Paradigma sejumlah pihak ekspansi perkebunan kelapa sawit hanya melihat dampak lingkungan, selain salah kaprah juga mengabaikan adanya fungsi lingkungan inheren melekat dalam perkebunan sawit (PASPI, 2021). Pertanian termasuk perkebunan memiliki multifungsi antara lain fungsi jasa lingkungan yakni green function dan blue function (OECD, 2001; Huylenbroeck et.al., 2007; Moon, 2012). Green function terkait dengan jasa carbon sink (penyerap karbon), sequestrasi (proses penyimpanan CO2 dari atmosfer), dan produksi oksigen. Sedangkan, blue function terkait dengan pelestarian hidrologis serta konservasi tanah dan air (PASPI, 2021 dalam jurnal berjudul Multifungsi Ekologis dari Perkebunan Sawit Indonesia). PASPI (2021) menejelaskan, karakteristik perkebunan sawit sebagai perennial plant, memiliki ukuran yang relatif besar dan tinggi, canopy cover mendekati 100 persen dan siklus usia tanaman sekitar 25 tahun, berimplikasi pada fungsi dan manfaat ekologis yang dimilikinya.