Pinjaman
Sorotan terbaru dari Tag # Pinjaman
Biaya Hidup Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank
Jakarta, katakabar.com - Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak. Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan. “Di kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David lewat keterangan resmi. Ia menambahkan kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Pada praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif. Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial. Tetapi, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Pada konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Banggar DPRD Inhil Setuju Rencana Pinjaman Daerah Rp200 Miliar Tahun 2026 Dibatalkan
Indragiri Hilir, katakabar.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sekaligus Ketua Banggar DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Iwan Taruna, mengatakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir untuk mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar pada Rancangan KUA dan PPAS tahun 2026 resmi dibatalkan. Pernyataan tersebut disampaikan Iwan setelah finalisasi rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama pemerintah daerah yang digelar Minggu (6/12) malam hingga Senin (7/12). Menurut Iwan, pembatalan rencana pinjaman ini diputuskan setelah Banggar DPRD mendalami dan mengkaji rencana pinjaman yang direncanakan Pemkab Indrahiri Hilir, yang tertuang di KUA dan PPAS, belum memuat studi kelayakan tentang proyek yang akan dibiayai melalui pinjaman, DED, analisis risiko pinjaman, dan proyeksi keuangan daerah (pendapatan, belanja, dan kapasitas fiskal). “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir sebelumnya menyiapkan rencana pinjaman daerah melalui PT SMI sebesar Rp200 miliar. Namun, untuk tahun 2026 resmi dibatalkan dan sudah kita keluarkan dari penerimaan pembiayaan melalui hutang daerah,” kata Iwan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/12). Iwan menegaskan kelengkapan dokumen merupakan syarat mutlak dalam pengajuan pinjaman daerah. “Tanpa dokumen-dokumen tersebut, kami di Banggar tidak bisa menilai apakah pinjaman itu layak atau tidak, makanya kami putuskan untuk menunda pinjaman tersebut. Hal ini tentunya membuat proses persetujuan pinjaman oleh DPRD tidak bisa dilanjutkan pada pembahasan RAPBD 2026 nantinya,” jelasnya. DPRD Indragiri Hilir juga menjelaskan akibat pembatalan ini, pada tahun anggaran 2026 tidak akan ada pembiayaan daerah yang bersumber dari pinjaman. Selanjutnya, Banggar merekomendasikan optimalisasi pendapatan, pencermatan, dan perhitungan kembali terhadap belanja yang terukur dan efisien serta disesuaikan dengan RPJMD. Pemerintah daerah diminta menata ulang rencana pembiayaan pembangunan, terutama untuk program-program prioritas yang sebelumnya dirancang menggunakan skema pinjaman. “Dengan tidak adanya pinjaman, pemerintah daerah perlu mengkaji kembali prioritas pembangunan agar program tetap berjalan,” sebutnya.
Penting Pahami Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman
Jakarta, katakabar.com - Di dunia keuangan, reputasi kredit menjadi tolak ukur seberapa baik kamu mengelola utang dan kewajiban pembayaran. Hal ini memainkan peran besar ketika kamu ingin meminjam uang. Di Indonesia, reputasi ini tercatat dalam sistem dan berpengaruh besar terhadap apakah pengajuan kredit atau pinjaman disetujui atau ditolak. Peminjam yang bersih menunjukkan kamu konsisten penuhi kewajiban, seperti membayar cicilan tepat waktu, tidak menunggak, dan secara umum memiliki catatan keuangan yang tertata. Sebaliknya, reputasi kredit yang buruk bisa menyebabkan penolakan saat kamu butuh pinjaman. Entah itu untuk KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman online. Kalau kamu ingin pinjaman disetujui dengan mulus dan mendapatkan bunga serta tenor yang wajar menjaga kualitas kredit menjadi suatu keharusan. SLIK & Kolektibilitas Kredit Sistem utama yang dipakai untuk menilai reputasi kredit di Indonesia adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di dalam SLIK, catatan pembayaran kredit terdahulu eperti KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, kredit multiguna, dan jenis pinjaman lain dicatat. Dari catatan inilah muncul penilaian kolektibilitas kredit. Kolektibilitas dibagi ke dalam lima kategori: Kol 1 (kredit lancar) - artinya kamu selalu membayar tepat waktu, tanpa tunggakan. Kol 2 (perhatian khusus) - ada tunggakan 1–90 hari. Kol 3 (kredit tidak lancar) - tunggakan antara 91–120 hari. Kol 4 (kredit diragukan) - tunggakan 121–181 hari. Kol 5 (kredit macet) - tunggakan lebih dari 180 hari. Semakin rendah kategorinya (Kol 1), semakin besar kepercayaan pemberi pinjaman terhadap kemampuan bayar kamu di masa depan. Faktor-faktor Membentuk “Kualitas Kredit” Inilah beberapa hal yang diperhatikan oleh penyedia pinjaman: 1. Riwayat pembayaran Seberapa konsisten kamu membayar cicilan, tepat waktu, tidak menunggak. Itu inti dari kolektibilitas. 2. Jumlah utang dan beban bulanan Kalau utang terlalu banyak dibanding penghasilan, bank bisa melihatnya sebagai risiko tinggi. 3. Durasi riwayat kredit Kredit yang sudah berjalan lama dan lancar biasanya lebih dipercaya. 4. Tunggakan atau catatan negatif sebelumnya Kejadian seperti keterlambatan cicilan, kredit macet, atau kredit yang belum selesai. 5. Data alternatif Profil digitalmu, kebiasaan transaksi, serta aspek keuangan lain yang menunjukkan kredibilitas. Kenapa Banyak Orang Mengabaikan Pentingnya Skor Kredit Sering sekali orang menganggap pinjaman itu hanya soal bisa bayar kalau dibutuhin. Mereka kurang menyadari bahwa setiap pinjaman kartu kredit, cicilan multiguna, pinjaman online juga masuk ke dalam catatan di SLIK. Kalau pembayaran terlambat atau tunggakan muncul, reputasimu bisa tercatat buruk, dan kemudian kamu kesulitan saat butuh kredit lain di masa depan. Padahal dengan menjaga reputasi kredit tetap baik, membayar tepat waktu, menghindari utang konsumtif besar, dan memperhitungkan kemampuan bayar. Kamu membangun pondasi keuangan yang kuat untuk jangka panjang. Pentingnya Kamu Memahami Kualitas Kredit Kalau kamu berencana mengajukan pinjaman, entah kredit rumah, modal usaha, atau pinjaman mendadak. Pahami dulu reputasimu secara kredit. Kredit yang “bagus” bukan hanya berarti pinjaman disetujui. Namun juga membuat persyaratan lebih fleksibel dan akses keuangan yang lebih sehat. Jika kamu belum punya riwayat kredit atau pernah punya tunggakan, kamu tetap bisa membangun reputasi lewat pembayaran tepat waktu, disiplin finansial, dan hindari mengambil banyak utang konsumtif. Kalau kamu butuh dana sekarang dan mempertimbangkan pinjaman, kamu bisa pilih penyedia pinjaman yang menghargai reputasi baikmu. Asalkan kamu sudah memastikan reputasi kreditmu cukup baik. Salah satu pinjaman cepat cair bisa kamu gunakan adalah Neo Pinjam. Pinjaman aman di neobank dari Bank Neo Commerce ini mempunyai beberapa kelebihan, yaitu: - Limit pinjaman hingga Rp100.000.000 - Pinjaman online dengan pilihan tenor fleksibel minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan - Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun) - Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal Ditambah, pinjaman aman ini juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah. Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.
Bank Raya Dukung Pertumbuhan Mitra SRC Lewat Pinjaman Produktif
Jakarta, katakabar.com - Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya (kode saham: AGRO) terus tunjukkan komitmen dorong pemberdayaan UMKM di Indonesia. Sejalan dengan semangat tersebut, Bank Raya turut berpartisipasi dalam kegiatan Pesta Rakyat untuk Indonesia tahun 2025 yang digelar PT HM Sampoerna Tbk usung tema “Cita, Karya, Suara Bangsa: Perkuat Kemandirian Ekonomi Rakyat”. Acara ini menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang diselenggarakan di Convention Hall, Smesco, Jakarta Selatan. Bank Raya bekerjasama dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRC) yang merupakan bagian dari PT HM Sampoerna Tbk terkait pembiayaan usaha melalui produk pinjaman produktif untuk Mitra SRC. Lewat kerja sama ini, mitra SRC dapat mengakses layanan dan produk Bank Raya guna mendorong peningkatan pertumbuhan bisnis mereka. SRC menghadirkan ekosistem yang terkoneksi sebagai bagian dari pendampingan usaha berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing UMKM toko kelontong. SRC berkomitmen untuk menjadi solusi untuk semua, bagi mitra grosir, pemilik toko kelontong, dan pelanggan di Indonesia. Hingga tahun 2025, mitra SRC berjumlah lebih dari 250 ribu di seluruh Indonesia. Besaran pinjaman produktif yang diberikan menyesuaikan dari perputaran usaha mitra SRC, dengan maksimum plafond pinjaman sebesar Rp100 juta. Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya mengatakan, kerja sama dengan SRC ini sejalan dengan strategi Bank Raya untuk menjangkau market yang lebih luas melalui keunggulan produk digital kami. Dengan fasilitas pinjaman digital yang mudah dan cepat dari Bank Raya, harapannya produktivitas mitra SRC dapat semakin bertumbuh pesat dan lebih baik kedepannya.
Pinjaman, Solusi Kebutuhan Mendadak dan Peluang Jangka Panjang
dapat mendukung stabilitas finansial. Aset semacam ini memiliki nilai yang cenderung bertahan atau bahkan meningkat dari waktu ke waktu. 4. Kesempatan emas untuk bertumbuh terkadang hanya datang sekali. Menggunakan pinjaman pada saat yang tepat dapat menjadi keputusan strategis yang memberi dampak besar di masa depan. Inilah mengapa kamu disarankan untuk memilih rekomendasi pinjol terpercaya. 3. Fondasi Finansial Sudah Siap Selain kebutuhan atau peluang, kesiapan kondisi finansial juga menjadi penentu utama. Pinjaman hanya bijak dilakukan jika fondasi keuangan sudah cukup kokoh. 1. Pendapatan stabil dan arus kas positif: cicilan bulanan tidak boleh mengganggu pengeluaran rutin. 2. Rasio utang sehat: total cicilan idealnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan. 3. Riwayat kredit baik: peminjam dengan rekam jejak kredit yang bersih biasanya lebih mudah disetujui dan berpeluang mendapat bunga lebih ringan. Dengan fondasi yang kuat, pinjaman dapat dijalankan tanpa risiko besar. Sebaliknya, bila pondasi masih rapuh, pinjaman justru bisa memperburuk kondisi. Jika digunakan dalam kondisi darurat yang produktif, pinjaman bisa menjadi penolong. Dimanfaatkan untuk peluang yang menjanjikan, pinjaman bisa membuka pintu pertumbuhan. Dengan fondasi finansial yang sehat, pinjaman bisa dikelola tanpa menimbulkan beban. Melihat pinjaman sebagai alat finansial memberi perspektif baru, bukan sekadar jalan pintas, tetapi sarana untuk melangkah lebih jauh. Dalam konteks ini, pinjaman tidak lagi menakutkan, melainkan bagian dari strategi menuju stabilitas dan kemajuan finansial jangka panjang.