Petani Plasma
Sorotan terbaru dari Tag # Petani Plasma
Cerita Burung Hantu dan Kanal Tua itu
Para nelayan itu adalah warga transmigrasi yang ada di sana, khususnya mereka yang tinggal di Kampung Buana Makmur. Dulu kedua kampung ini masih bernama Satuan Pemukiman (SP) 11 dan SP 12.
Impian Petani Seruyan Terwujud Miliki Kebun Sawit Plasma
Kuala Pembuang, katakabar.com - Impian Koperasi Berkat Hapakat punya kebun kelapa sawit plasma terwujud. Apalagi telah disiapkannya lahan seluas 278 hektar, dan rencananya ditanam perdana di awal musim penghujan Oktober 2023 nanti. Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Yulhaidir, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Muhamad Mukhlis menyerahkan bibit sawit kepada Koperasi Berkat Hapakat, binaan PT Sumur Pandanwangi Hanau di Desa Paring Raya dan Dukuh Manggana Desa Bahaur, Kecamatan Hanau mewujudkan impian itu. Tidak hanya itu, kegiatan bersamaan dengan serah terima simbolis dana kompensasi dari PT Tapian Nadenggan kepada Koperasi Pelangi Danau Seluluk, meliputi Desa Derangga, Pembuang Hulu I, Pembuang Hulu II, Tanjung Hara, Tanjung Paring, Panimba Raya, Tanjung Rangas II, Sandul, dan Kalang. Kadis LH, Muhamad Mukhlis mengapresiasi PT Sumur Pandanwangi Hanau dan PT Tapian Nadenggan ikut andil mewujudkan peningkatan perekonomian berkelanjutan di Kabupaten Seruyan. Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBD kata Mukhlis, tapi perlu dukungan dunia usaha. Perbup Seruyan Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat. "Program CSR wujud terjalinnya hubungan perusahaan dengan masyarakat yang harmonis dan saling menguntungkan," ujarnya. Sekali lagi sebutnya, di kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Seruyan mengapresiasi PT Sumur Pandanwangi Hanau ikut andil wujudkan peningkatan ekonomi berkelanjutan dengan merealisasikan kebun plasma lewat Koperasi Berkat Hapakat. Untuk itu, kepada koperasi tetap bertahan di tengah tantangan zaman, mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mampu membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota serta masyarakat demi peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi,” ucapnya. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Fery Khaidir mengaminkan Muhammad Mukhlis. Apresiasi apa yang sudah dilakukan Pemkab Seruyan dan perusahan terkait kewajiban pihak perusahan terhadap masyarakat sekitar. Kepala Bagian Kemitraan Masyarakat Musirawas Group, Irfan Hafid menjelaskan, realisasi plasma kelapa sawit untuk Koperasi Berkat Hapakat berjalan cukup lama karena proses pelepasan kawasan hutan membutuhkan waktu panjang. Lahan yang dipersiapkan seluas 1500 hektar, baru pelepasan kawasan hutan seluas 278 hektar. ini tonggak sejarah perjalanan Musirawas Group, masyarakat melalui Koperasi Hapakat Hapakat, maupun Pemerintah Kabupaten Seruyan, fasilitasi pembangunan kebun masyarakat berkat kerja bersama semua pihak. "Partisipasi semua pihak sangat penting untuk mewujudkan kebun masyarakat,” terangnya. Ketua Koperasi Berkat Hapakat, Anang Asbrin menimpali, tanam perdana jadi momentum bersejarah bagi koperasi. Bibit sawit yang ditaksir umur 16 bulan dengan jumlah lebih dari 30.000 pohon ditanam di lahan seluas 278 hektar. ”Selama proses tanam dan perawatan dibantu perusahaan. Kami terima kasih kepada Pemkab Seruyan dan PT Sumur Pandanwangi Hanau selama ini melakukan pendampingan untuk mewujudkan kebun impian masyarakat,” tandasnya.
Petani Sawit Plasma PTPN V Dukung Rencana Integrasi Sub Holding PalmCo
Jakarta, katakabar.com - Petani sawit plasma mitra PT Perkebunan Nusantara V yang sukses ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR) di sejumlah Kabupaten di Provinsi Riau, dukung rencana integrasi sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero menjadi Sub Holding PalmCo. “Bila penggabungan itu dilaksanakan, PalmCo bakal semakin kuat. Kami percaya membawa kebaikan kepada petani," ujar salah satu petani yang telah bermitra dengan PTPN V lebih dari 30 tahun lamanya, Setyono dalam keterangannya di Pekanbaru, Riau, pada Kamis (6/7) kemarin. Dilansir dari laman InfoPublik, PalmCo adalan gabungan dari sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero, PTPN III dan PTPN IV Provinsi Sumatera Utara, PTPN V Riau, PTPN VI Jambi, serta PTPN XIII Kalimantan. PalmCo nanti bakal fokus mengelola perkebunan sawit, seperti halnya Sugar Co komoditas tebu. Setyoni sekaligus Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) ini menjelaskan, pembentukan PalmCo bakal menjadikan petani sawit sebagai mitra utama perusahaan, sehingga perhatian kepada petani kepala sawit diyakini meningkat. Saat PalmCo menjadi perusahaan dengan skala bisnis lebih besar ada peningkatan pasokan bahan baku, tidak hanya berasal dari petani plasma tapi dari petani swadaya. "Ini poin pentingnya, PalmCo nanti membutuhkan pasokan bahan baku dengan rantai yang jelas, petani sawit, tidak hanya plasma, tapi swadaya akan kebagian rezeki," jelasnya. Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa menimpali, perusahaan telah merangkul 56.000 hektar petani plasma dengan total perkebunan sawit inti akan diupayakan mencapai 71.000 hektar. Dengan begitu, perusahaan telah mengelola 66 persen perkebunan sawit plasma dari luas lahan inti yang diusahakan. “Dari luas perkebunan plasma itu, PTPN V mendukung program pemerintah dalam mengejar perluasan peremajaan sawit petani. Hingga kini, ribuan petani Riau telah merasakan tuah dari program peremajaan sawit PTPN V,” sebutnya.