Perusahaan
Sorotan terbaru dari Tag # Perusahaan
OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - OneCore CRM hadir platform Customer Relationship Management (CRM dirancang untuk bantu perusahaan tidak hanya kelola leads, tetapi mengoptimalkan konversi, dan dorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Palagi di tengah transformasi digital fungsi penjualan (sales) di Indonesia terus mengalami percepatan, seiring meningkatnya penggunaan kanal digital dalam akuisisi pelanggan. Masalahnya, dibalik tingginya jumlah leads yang dihasilkan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan mendasar: rendahnya tingkat konversi menjadi transaksi. Fenomena yang umum terjadi saat ini meningkatnya biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost), tanpa diiringi sistem pengelolaan leads yang terstruktur. Dampaknya, banyak potensi penjualan yang tidak termaksimalkan bahkan tanpa disadari perusahaan terus mengalami “kebocoran” biaya pemasaran atau yang sering disebut sebagai “stop bleeding money” moment dalam proses sales mereka. “Banyak perusahaan terlalu fokus pada bagaimana mendapatkan leads jumlah besar, tetapi belum memiliki sistem yang memastikan setiap leads dikelola dengan baik hingga closing. Di sinilah peran CRM menjadi sangat krusial sebagai penggerak pertumbuhan,” ujar Mochtar Auning, Executive Director OneCore CRM. Masalah Klasik: Leads Banyak dan Closing Rendah Di lapangan, sejumlah tantangan yang sering dihadapi perusahaan antara lain: - Distribusi leads yang tidak merata, manual dan lambat ke tim sales - Aktivitas follow-up yang tidak tercatat atau terstruktur - Minimnya visibilitas terhadap performa individu maupun tim - Kesulitan manajemen dalam mengidentifikasi bottleneck di pipeline Tidak cuma itu, banyak perusahaan yang sebenarnya sudah menggunakan CRM, tetapi masih mengandalkan berbagai tools yang terpisah-pisah untuk menjalankan proses penjualan. Kondisi ini membuat alur kerja menjadi tidak efisien, data tersebar di berbagai sistem, serta menghambat koordinasi antar tim seperti digital marketing, telemarketing, hingga customer retention. Di mana imbasnya, bukan hanya konversi yang rendah, tetapi juga biaya yang terus terbuang tanpa kontrol yang jelas membuat perusahaan sulit benar-benar menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dalam proses akuisisi dan penjualan mereka. CRM sebagai Enabler Pertumbuhan Bisnis Sebagai solusi, OneCore CRM tawarkan pendekatan end-to-end dalam pengelolaan proses penjualan, mulai dari akuisisi hingga closing dengan sistem yang terintegrasi dan terukur. Berbeda dengan CRM konvensional, OneCore CRM telah mengintegrasikan berbagai fungsi penting dalam satu platform, mulai dari divisi digital marketing, VoIP, telemarketing, hingga retensi pelanggan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur call analytics serta kemampuan monitoring interaksi secara langsung, seperti mendengar percakapan, whisper (memberikan arahan tanpa terdengar oleh nasabah), hingga join call antara supervisor, agent, dan nasabah. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan performa sales, tetapi juga mampu secara sistematis menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dan mengubah setiap leads menjadi peluang yang terukur. Fitur utama yang ditawarkan meliputi: - Dashboard real-time untuk monitoring performa sales - Sistem manajemen leads yang smart dan terstruktur - Tracking aktivitas follow-up secara otomatis - Pipeline analytics untuk mengidentifikasi hambatan penjualan Dengan sistem yang terpusat dan terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas tim, mempercepat siklus penjualan, serta mengoptimalkan setiap peluang yang masuk. “Kami memposisikan OneCore CRM bukan sekadar tools, tetapi sebagai enabler pertumbuhan bisnis. Dengan sistem yang tepat, perusahaan bisa mengubah proses sales yang sebelumnya manual dan tidak terukur menjadi mesin pertumbuhan yang scalable dan berbasis data,” jelas Mochtar. Relevan untuk Berbagai Industri Seiring meningkatnya kompetisi di berbagai sektor mulai dari keuangan, properti, retail, hingga startup digital kebutuhan akan sistem CRM yang adaptif menjadi semakin penting. OneCore CRM dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap industri, sekaligus membantu perusahaan beralih ke pendekatan data-driven decision making dalam strategi penjualan. Kehadiran OneCore CRM menjadi bagian dari gelombang transformasi digital yang lebih luas di Indonesia, khususnya dalam fungsi sales dan marketing yang selama ini masih banyak bergantung pada proses manual. Dengan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi terhadap kecepatan dan kualitas layanan, perusahaan dituntut untuk memiliki sistem yang mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih agile, terukur, dan terintegrasi.
Indikator Penting Menilai Kinerja Perusahaan
Jakarta, katakabar.com - Menanamkan modal di sebuah perusahaan memerlukan ketelitian yang melampaui sekadar melihat pergerakan grafik harga di layar monitor. Investor yang bijak memahami bahwa harga saham dalam jangka panjang akan cenderung mengikuti kinerja fundamental dari bisnis yang mendasarinya. Tanpa pemahaman mengenai indikator kinerja, seorang investor hanya melakukan spekulasi tanpa dasar yang kuat. Lantaran itu, kemampuan untuk membedah laporan keuangan dan mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan menjadi keahlian wajib agar modal yang diinvestasikan dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Cara Nilai Kesehatan Perusahaan Sebelum Beli Saham Langkah pertama menilai kesehatan perusahaan adalah dengan memperhatikan rasio profitabilitas dan tingkat utang yang dikelola oleh manajemen. Perusahaan yang sehat umumnya menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang konsisten serta memiliki rasio ekuitas yang stabil, yang menandakan perusahaan tersebut mampu membiayai operasionalnya tanpa ketergantungan berlebih pada pinjaman eksternal. Selain itu, arus kas operasional yang positif merupakan indikator krusial bahwa bisnis tersebut benar-benar menghasilkan uang tunai secara nyata, bukan sekadar keuntungan di atas kertas. Selain angka-angka finansial, evaluasi terhadap posisi perusahaan di industri juga sangat penting untuk diperhatikan. Investor perlu melihat apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing serta bagaimana kualitas manajemen dalam menghadapi tantangan pasar. Dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, Anda dapat meminimalisir risiko terjebak pada perusahaan yang secara fundamental sedang mengalami penurunan. Untuk mendapatkan panduan lebih komprehensif mengenai teknik analisis dan proyeksi pasar terbaru, Anda dapat mempelajari ulasannya di Market Analysis KVB. Setelah menemukan perusahaan dengan kinerja yang solid, aspek berikutnya yang krusial bagi seorang investor adalah kemudahan dalam melakukan eksekusi transaksi di pasar. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi sangat signifikan dalam ekosistem finansial. LP adalah institusi besar yang menyediakan ketersediaan volume beli dan jual secara terus-menerus, sehingga setiap permintaan transaksi dari investor dapat terpenuhi secara instan tanpa harus menunggu waktu yang lama. Dukungan LP yang kuat memastikan bahwa harga yang didapatkan oleh investor tetap transparan dan sesuai dengan nilai pasar yang berlaku saat itu. Kehadiran likuiditas yang melimpah juga membantu menjaga spread tetap tipis, yang secara langsung menguntungkan investor dengan menekan biaya transaksi. Dengan demikian, ketersediaan LP yang andal merupakan jembatan yang memungkinkan strategi investasi berdasarkan analisis fundamental dapat diimplementasikan dengan presisi tinggi di pasar global. Memilih mitra trading yang menyediakan infrastruktur kelas dunia adalah kunci untuk memaksimalkan potensi dari analisis kinerja perusahaan yang telah Anda lakukan. KVB Futures hadir untuk memberikan akses ke pasar keuangan global dengan dukungan teknologi eksekusi yang cepat dan transparan. Kami berkomitmen untuk mendampingi perjalanan investasi Anda dengan menyediakan platform yang stabil dan andal bagi para profesional. Seluruh fitur layanan yang kami sediakan dirancang untuk mempermudah Anda dalam mengelola portofolio secara efisien dan aman. Anda dapat mengeksplorasi berbagai instrumen serta keunggulan layanan kontrak berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera memulai langkah strategis Anda dan memanfaatkan peluang di pasar keuangan global, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.
Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital
Jakarta, katakabar.com - Perusahaan di Indonesia mulai evaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital. Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan. Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional Rabu (25/3) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Pada wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber. “Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya. Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan. Kurun beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan. Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan. Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh. Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan. Tetapi, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal. “Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ulasnya. Lantaran itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan. Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan. Nah pada konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis. Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital. Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan. Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.
Menaker RI Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan?
Jakarta, katakabar.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam satu minggu. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. “Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi pekerja/buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan, dengan pengaturan jam kerja yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan,” ujar Menaker pada konferensi pers di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu lalu. Menaker juga menegaskan pelaksanaan WFH tetap harus menjamin hak pekerja. Upah/gaji dan hak lainnya dibayarkan sesuai ketentuan serta tidak mengurangi cuti tahunan. Di sisi lain, ucapnya, pekerja tetap berkewajiban menjalankan tugasnya, sementara perusahaan perlu memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga. Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Jadi Tantangan Dalam skema kerja WFH, produktivitas menjadi lebih sulit diukur. Ketika karyawan bekerja dari rumah, perusahaan tidak memiliki visibilitas langsung terhadap aktivitas kerja sehari-hari. Meeting tetap berlangsung dan laporan tetap dibuat, namun hal tersebut belum tentu mencerminkan hasil kerja yang sebenarnya. Dalam beberapa kasus, aktivitas terlihat tinggi, tetapi progres pekerjaan tidak selalu sebanding. Tantangan serupa juga terjadi pada kualitas layanan. Tim yang berinteraksi dengan pelanggan, seperti sales dan customer service, tetap menjalankan tugasnya melalui panggilan telepon maupun meeting online. Tetapi, tanpa sistem yang memadai, perusahaan tidak memiliki gambaran yang utuh mengenai isi dan kualitas percakapan tersebut. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk memastikan apakah komunikasi berjalan efektif atau terdapat peluang yang terlewat. Pada praktiknya, komunikasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi produktivitas dan kualitas layanan. Meskipun sebagian besar koordinasi internal dan interaksi dengan pelanggan kini dilakukan melalui platform digital, tidak semua percakapan terdokumentasi dengan baik atau dapat dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan informasi penting yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja tim. MiiTel: AI untuk Visualisasikan dan Monitoring Komunikasi Bisnis Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan dapat mengadopsi solusi berbasis AI seperti MiiTel yang memungkinkan perusahaan memahami apa dan bagaimana komunikasi dilakukan, baik melalui telepon maupun meeting. Melalui fitur seperti auto recording, transkripsi voice-to-text, AI summary, hingga analisis percakapan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas terhadap aktivitas komunikasi yang terjadi. Hal ini membantu menjaga produktivitas tetap stabil sekaligus memastikan kualitas layanan tetap konsisten, meskipun karyawan bekerja dari rumah. Selain itu, melalui solusi MiiTel Call Center, perusahaan juga dapat melakukan monitoring aktivitas dan performa agen secara real-time. Aktivitas panggilan dapat dipantau, dianalisis, dan dievaluasi tanpa harus menunggu laporan manual. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala di lapangan, menjaga standar layanan, serta melakukan pelatihan secara lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu bukan hanya soal perubahan lokasi kerja, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan beradaptasi mengelola kinerja dan layanan. Tanpa sistem yang tepat, WFH berisiko menurunkan efektivitas kerja. Namun, dengan pendekatan berbasis data, WFH justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan cara kerja menjadi lebih terukur dan efisien. Ingin berkonsultasi tentang kebutuhan bisnis Anda dengan MiiTel? Klik di sini untuk demo gratis!
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.
Holding PTPN Perkuat Kebersamaan Insan Perusahaan Lewat Ekspedisi Ramadhan PTPN IV Regional VII
Bandar Lampung, katakabar.com - Guna perkuat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual di lingkungan perusahaan, PTPN IV Regional VII bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Ramadan angkat tema “Makna dalam Setiap Langkah". Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, bersama jajaran manajemen serta karyawan PTPN IV Regional VII, hadir di kegiatan itu. Ekspedisi Ramadhan ini bagian dari rangkaian agenda Ekspedisi Safari Ramadan PTPN IV PalmCo yang dilaksanakan di berbagai wilayah operasional perusahaan. Rangkaian kegiatan tersebut menjangkau tujuh titik operasional utama perusahaan. Kegiatan dimulai di Jambi, Kamis (26/2) lalu, dan secara maraton dilanjutkan ke sejumlah wilayah operasional lainnya, yakni Medan, Pontianak, Lampung, dan Pekanbaru, serta akan ditutup secara paralel di Medan dan DJABA pada 13 Maret 2026. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, sampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Strategi dan Sustainability PalmCo beserta rombongan dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan momentum Ramadhan menjadi kesempatan bagi seluruh insan perusahaan untuk memperkuat nilai spiritual, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi di antara karyawan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh capaian kinerja semata, tetapi juga oleh kebersamaan, keharmonisan, dan dukungan satu sama lain di antara seluruh insan perusahaan. Denny berharap kegiatan silaturahmi tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara manajemen dan karyawan serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun PTPN IV Regional VII yang semakin maju, harmonis, dan berkelanjutan. Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menimpali kegiatan Ekspedisi Ramadan ini bertujuan untuk memperkuat nilai spiritual, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antar insan perusahaan. Momentum Ramadhan, ujarnya, menjadi pengingat keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari pencapaian kinerja, tetapi juga dari kebersamaan dan keharmonisan yang terbangun di dalamnya. Ugun juga menekankan pentingnya bekerja secara optimal dan tidak melakukan pekerjaan secara asal-asalan. Ia mengingatkan dalam bekerja, setiap insan perusahaan harus menjunjung tinggi keikhlasan dan kualitas kerja yang baik. Terus, Ugun juga menegaskan agar standar lingkungan tetap dijaga serta potensi kebocoran atau losses dalam operasional dapat diminimalkan. Ia mengajak seluruh insan perusahaan untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat silaturahmi, serta saling memberikan dukungan dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi di unit kerja masing-masing. "Jangan biarkan standar lingkungan terabaikan, mari kita jadikan sisa Ramadan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan bersama," jelasnya. Di momen tersebut, Ugun Untaryo juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa dari Yayasan Raudatul Aitam Lampung dan Harapan Karomah. Melalui kegiatan Ekspedisi Ramadhan ini, diharapkan terbangun kebersamaan yang semakin kuat di antara seluruh insan perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Polri Hadir Untuk Bumi, Green Policing Polres Kepulauan Meranti Sasar Perusahaan dan Pelajar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmen dorong pelestarian lingkungan hidup melalui implementasi program Green Policing, sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi, Sabtu (31/1) fokus edukasi peduli lingkungan dan penanaman pohon. Salah satu kegiatan utama berlangsung di PT National Sago Prima (NSP), Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Di kegiatan ini, jajaran Polres Kepulauan Meranti memberikan sosialisasi dan edukasi kepada karyawan perusahaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, dimulai dari lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Kanit Binmas Polsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Ito Hermanto, yang melaksanakan giat bersama Bhabinkamtibmas Desa Kepau Baru, Brigadir Hendri Sudrajat dan Bhabinkamtibmas Desa SDI, Brigadir Ismail H. Selain paparkan materi edukatif dan diskusi interaktif, kegiatan diisi dengan penanaman bibit pohon mangga dan durian di lingkungan PT NSP. Menurut Ipda Ito Hermanto, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H, Green Policing pendekatan strategis dan humanis Polri menjaga ketertiban sosial sekaligus keberlanjutan lingkungan hidup. “Konsep Green Policing ini jawaban atas tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat,” ujarnya. Di waktu yang sama, jajaran Polsek Merbau melaksanakan kegiatan Green Policing di SMP Negeri 2 Meranti Bunting, Kecamatan Merbau. Kegiatan penghijauan ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh pihak sekolah, para guru, serta seluruh siswa. Kapolsek Merbau yang diwakili Bhabinkamtibmas, Aipda Rinaldo, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan kepala sekolah, sambutan perwakilan Polsek Merbau, penyerahan bibit pohon durian, penanaman pohon bersama, serta foto bersama guru dan siswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mewujudkan program Polri Untuk Masyarakat dengan kehadiran langsung di tengah-tengah masyarakat,” jelas Aipda Rinaldo. Seluruh rangkaian kegiatan Green Policing di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti.
Gercep Tanggapi Keluhan Kenaikan Tarif Kapal, Pemkab Kepulauan Meranti Undang Perusahaan
Selatpanjang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti gerak cepat atau gercep tanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif kapal laut yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak pengusaha. Sebagai bentuk respons, Pemkab Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi mengundang perusahaan pelayaran, legislatif, serta instansi terkait, Rabu (29/1) kemarin, di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Rapat tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar. Hadir di pertemuan itu Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, Sekretaris Daerah, Sudandri, SH, Asisten II Setda, H Irmansyah, Kepala Dinas Perhubungan, Fahri, Kepala KSOP Kepulauan Meranti, Capt. Derita Adi Prasetyo, Kasat Intel Polres Kepulauan Meranti, perwakilan TNI, serta unsur terkait lainnya. Rapat koordinasi digelar untuk mendengarkan secara langsung alasan, dasar pertimbangan, serta perhitungan perusahaan terkait kenaikan tarif angkutan laut yang dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah menilai kebijakan tersebut berpotensi memberatkan warga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri, SH, menegaskan persoalan kenaikan tarif kapal menjadi atensi khusus Bupati Kepulauan Meranti dan harus segera diselesaikan. Ia menyebut pemerintah memiliki kewajiban hadir dalam persoalan pelayanan publik sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Masalah ini menjadi atensi Pak Bupati karena menyangkut pelayanan publik. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan,” jelas Sudandri. Ia juga menyampaikan harapan agar pihak perusahaan dapat meninjau kembali kebijakan kenaikan tarif tersebut, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Kepulauan Meranti saat ini dinilai belum memungkinkan untuk menanggung beban tambahan. “Kami berharap kenaikan tarif ini bisa dipertimbangkan kembali. Kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit,” ucapnya. Tetapi, rapat tersebut harus berakhir dengan kekecewaan. PT Pelnas Lestari Indo Bahari selaku perusahaan pelayaran yang diundang tidak menghadiri pertemuan tanpa memberikan konfirmasi atau alasan yang jelas. Ketidakhadiran tersebut disesalkan oleh para peserta rapat, termasuk Ketua DPRD Kepulauan Meranti. “Kami sangat sesalkan ketidakhadiran pihak perusahaan, apalagi tanpa ada konfirmasi. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali. Akibat absennya pihak perusahaan, rapat koordinasi terpaksa ditunda. Tetapi, DPRD Kepulauan Meranti memastikan persoalan ini tetap ditindaklanjuti. Melalui Komisi II, DPRD berencana melakukan pemanggilan ulang terhadap pihak perusahaan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kami akan panggil ulang pihak perusahaan melalui Komisi II DPRD dengan melibatkan OPD terkait agar persoalan ini segera tuntas,” terang H Khalid Ali. Di kegiatan itu, Khalid Ali juga mengusulkan solusi sementara kepada pihak perusahaan untuk menekan biaya operasional tanpa harus menaikkan tarif tiket, salah satunya dengan melakukan efisiensi operasional. “Perusahaan bisa melakukan efisiensi, misalnya dengan mengurangi jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Jika perlu, satu kapal saja per hari, sehingga biaya operasional bisa ditekan dan tarif tidak perlu dinaikkan,” terangnya. Ia menambahkan, jumlah armada dapat kembali dinormalkan pada saat jumlah penumpang meningkat, seperti pada musim liburan sekolah, dengan catatan masyarakat tetap terlayani dan tidak terlantar. “Terpenting, penumpang tetap terlayani dan tidak dirugikan,” harapnya.
Cacco dan Perusahaan Fintech Paydia Percepat Perluasan Layanan Fraud Detection di Pasar Indonesia
Tokyo, katakabar.com - Cacco Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Direktur Utama dan atau Presiden: Hiroyuki Iwai; dengan Kode Saham: 4166; untuk selanjutnya disebut "Cacco"), penyedia layanan deteksi penipuan (fraud detection) Nomor 1 di Jepang yang berkontribusi dalam membangun infrastruktur e-commerce di Indonesia. Cacco telah menjalin kerja sama dengan PT Datacell Infomedia (Paydia), Kantor Pusat: Jakarta, Indonesia, sebuah Penyedia Layanan Pembayaran (PSP) Kategori 1 dan Penyedia QRIS yang menawarkan solusi pembayaran digital, untuk memperluas layanan fraud detection Cacco di pasar Indonesia. Dengan kerja sama ini, layanan fraud detection Cacco “O-PLUX” dan “O-MOTION” akan diitegrasikan dengan layanan pembayaran Paydia, mendorong perluasan layanan fraud detection di Indonesia. Dengan memanfaatkan keahlian teknologi yang dikembangkan di Jepang, Cacco bertujuan untuk membantu membangun lingkungan pembayaran yang aman dan terpercaya di pasar Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh: TOKYO SHOKO RESEARCH, LTD., "Survei mengenai jumlah situs e-commerce di Jepang yang menggunakan layanan fraud detection berbayar" (per akhir bulan Maret 2025). Hingga saat ini, Cacco secara aktif memperkuat kerja sama di seluruh Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan penyedia layanan pembayaran, perusahaan teknologi digital, serta berbagai organisasi industri. Kemitraan baru ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dan bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan lingkungan pembayaran yang aman dan terpercaya di Pasar Indonesia. Kolaborasi ini diinisiasi melalui hubugan Cacco dengan Mulai, perusahaan mitra yang berbasis di Singapura. Dengan menggabungkan keahlian jangka panjang serta teknologi Cacco di bidang pencegahan penipuan dengan rekam jejak yang terbukti dan jaringan luas, bersama dengan Paydia di sektor pembayaran digital, kedua perusahaan sepakat untuk bekerja sama guna semakin memperkuat ekosistem pembayaran di Indonesia. Eko Ganar Mardiansyah, Direktur Paydia, menyatakan kami menaruh harapan besar pada teknologi dan keahlian Cacco yang didukung oleh rekam jejak pencapaian yang luas di Jepang. Seiring dengan pesatnya digitalisasi di Indonesia, manajemen resiko telah menjadi isu yang mendesak. Khususnya di sector pembayaran, kebutuhan akan langkah-langkah keamanan yang semakin canggih terus meningkat. Kami yakin kerja sama ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kami serta pada pembangunan penyedia layanan pembayaran yang sangat terpercaya di Pasar Indonesia Prospek Masa Depan Cacco akan mendukung peningkatan keamanan pada berbagai layanan pembayaran, termasuk uang elektronik dan pembayaran QR yang disediakan oleh Paydia melalui layanan fraud detection O-PLUX serta layanan pencegahan pengambilalihan akun O-MOTION. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pembayaran yang lebih aman dan terjamin bagi para pengguna maupun merchant atau pelaku usaha di Pasar Indonesia. Mengenai Layanan Fraud Detection “O-PLUX” “O-PLUX”, merupakan layanan fraud detection yang disediakan oleh Cacco merupakan solusi berbasis cloud yang menggunakan logika penyaringan milik sendiri, didukung oleh data science, untuk mendeteksi pesanan penipuan secara real time. Layanan ini membantu mencegah berbagai bentuk penipuan seperti penyalahgunaan kartu kredit (impersonasi), penjualan kembali tanpa izin, penjualan kembali yang bersifat merugikan, serta tidak ada pembayaran pada transaksi pascabayar, sekaligus mengotomatisasi proses penyaringan (screening). Tentang Paydia https://paydia.id/tentang-paydia/ Paydia adalah Penyedia Layanan Pembayaran (Payment Service Provider/PSP) Kategori 1 sekaligus Penyedia QRIS yang berlisensi dari Bank Indonesia dan merupakan anggota Astel Group. Dengan beragam produk, termasuk QRIS untuk penerimaan pembayaran, Paydia mengembangkan aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang memungkinkan pembayaran digital menggunakan Electronic Money Server Based (eWallet). Berdasarkan fondasi yang kuat ini, Paydia menghadirkan layanan pembayaran yang mengutamakan kesederhanaan, keamanan, dan keandalan, serta berkontribusi pada pertumbuhan transaksi digital di seluruh Indonesia. Melalui berbagai fungsi, termasuk uang elektronik dan QRIS, Paydia mendukung kebutuhan pengguna maupun merchant sekaligus mendorong inklusi keuangan digital yang lebih luas. Perusahaan ini terus mendorong inovasi digital di berbagai industri dan komunitas, mengembangkan platform pembayaran yang sangat praktis untuk mendukung ekosistem digital Indonesia yang berkembang pesat.
Kolaborasi ITB Indragiri Sejumlah Organisasi dan Perusahaan Plat Merah Demi Masa Depan Sawit
Indrgiri Hulu, katakabar.com - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri bangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk masa depan industri kelapa sawit di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspek-PIR) Riau, APKASINDO Kabupaten Indragiri Hulu, serta PTPN V, Kamis (8/1) lalu di Ruang Rapat Rektorat, Lantai 2 ITB Indragiri, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri jajaran rektorat, akademisi, serta pimpinan asosiasi dan perwakilan perusahaan. Kerja sama ini digagas sebagai upaya konkret untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui MoU ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses untuk melakukan praktik langsung di lapangan, sementara pihak kampus mendapatkan masukan terkait perkembangan regulasi dan teknologi terkini guna merumuskan kurikulum yang relevan. Kepala Program Studi Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, S.P., M.MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri sawit yang hadir. "Saya berharap dengan adanya kerja sama ini, ITB Indragiri dapat mengirimkan mahasiswa untuk magang di dunia industri," ujar Khairudin. Ia menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. "Tujuannya agar mereka mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan menyerap pengalaman teknis yang mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah," jelasnya. Ia menyoroti peluang beasiswa bagi mahasiswa. "Saya berharap dukungan dari banyak pihak agar dapat menyukseskan program beasiswa BPDP di Kampus ITB Indragiri," ucapnya. Direktur APSSI, Yazid Fauzi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara praktisi dan akademisi sangat dibutuhkan untuk kemajuan petani sawit swadaya. "Saya berharap kerja sama ini dapat memberi dampak luas kepada petani sawit, khususnya terkait penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para akademisi dari ITB Indragiri," tutur Yazid.