Persepsi

Sorotan terbaru dari Tag # Persepsi

Luruskan Persepsi Masyarakat, BPDPKS dan PB PMII Sosialisasi Manfaat Sawit Nasional
Nasional
Rabu, 11 Oktober 2023 | 20:57 WIB

Luruskan Persepsi Masyarakat, BPDPKS dan PB PMII Sosialisasi Manfaat Sawit

Jakarta, katakabar.com - Sosialisasi dilakukan untuk merubah pola pikir masyarakat tentang produksi kelapa sawit. Di mana kelapa sawit punya banyak manfaat bagi masyarakat. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII, kolaborasi taja sosialisasi Sawit Baik 2023 di Kantor Bupati Batang Hari, Provinsi Jambi. Kegiatan itu bertema, 'Pemanfaatan Hasil Produksi Kelapa Sawit untuk Membangun Ekonomi Kerakyatan' diikuti 100 orang lebih peserta, diantaranya Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Batang Hari, HM Isah, Ketua PKC PMII Provinsi Jambi, dan Ketua Cabang PMII Batang Hari. Ketua PB PMII, Adlin Pandjaitan.menuturkan, sosialisasi digelar merubah pola pikir masyarakat mengenai produksi kelapa sawit. "Kelapa sawit punya banyak manfaat bagi masyarakat. Sawit itu baik. Lantaran itu kita mau rubah pola pikir masyarakat mengenai perkebunan dan produksi kelapa sawit," ulasnya. Selama ini, ujar Adlin, masih banyak yang berpikiran produksi kelapa sawit ini hanya merugikan masyarakat saja, perkebunan kelapa sawit hanya menyerap air yang begitu banyak," bebernya lewat keterangan persnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (11/10). Jika dikaji lebih dalam, lanjutnya, merujuk pada hilirisasinya, masih banyak hal-hal lain yang bermanfaat dari produksi kelapa sawit ini. Kegiatan sosialisasi ini sesuai dengan visi dan misi BPDPKS, yakni menjadi badan pengelola dana yang terpercaya dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) BPDPKS, Helmi Muhansyah menimpali, sosialisasi itu salah satu upaya lembaganya mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit. "BPDPKS menjalankan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam pengembangan sawit berkelanjutan," ucapnya. Kelapa sawit jadi salah satu komoditas strategis dalam mendorong perekonomian dan sebagai sektor penyumbang devisa negara tiap tahunnya. "Tidak semua masyarakat mengetahui produk turunan sawit dapat dikembangkan. Itu sebabnya, ke depan bagaimana mengembangkan kelapa sawit ini terus berkelanjutan. Itu tadi, kelapa sawit salah satu komoditas strategis yang ada di Indonesia ini," terangnya. Kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, tambah Helmi, kunci kelapa sawit terus berkelanjutan untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit.

Penyidik Polres dan Kejari Meranti Samakan Persepsi dan Sinergi Penanganan Perkara Hukrim
Hukrim
Selasa, 26 September 2023 | 12:05 WIB

Penyidik Polres dan Kejari Meranti Samakan Persepsi dan Sinergi Penanganan Perkara

Meranti, katakabar.com - Penyidik Polres Kepulauan Meranti dan Kejaksaan Negeri (Kejari) gelar coffe morning di salah satu kedai kopi di bilangan Jalan Teuku Umar Selatpanjang, pada Senin (25/9) pagi kemarin. Giat ini diinisiasi Satreskrim Polres Kepulauan Meranti, tujuannya untuk samakan persepsi dan meningkatkan sinergi penanganan perkara. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG diteruskan Kasat Reskrim, Iptu AGD Simamora mengatakan, coffee morning dilaksanakan tujuannya untuk samakan persepsi dan meningkatkan sinergitas antara penyidik Polres yang terdiri dari Satreskrim, Satpolairud, Satlantas dan Polsek jajaran dengan penyidik Kejaksaan. Harapannya, tercipta hubungan yang harmonis antara dua lembaga penegak hukum. "Coffe morning ini sebagai wadah bagi kita untuk saling bertukar informasi dan pendapat terkait penegakan hukum kasus-kasus yang ditangani. Ke depan dapat mempermudah para penyidik dalam berkomunikasi agar tidak ada hambatan-hambatan pemberkasan perkara," jelasnya. "Kasat Reskrim berharap dapat tercipta penyidik Polri yang profesional dalam penanganan perkara. Dengan giat ini dapat tercipta hubungan yang harmonis antar dua lembaga penegak hukum. Selain itu, permasalahan-permasalahan penyidik dalam penanganan berkas perkara dapat diselesaikan," tambahnya. Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, Iptu AGD Simamora, Kasat Resnarkoba, AKP Sahrudin Pangaribuan, Kapolsek Tebingtinggi, AKP Gunawan, Kapolsek Rangsang Barat, Iptu Roly Irvan, Kasi Pidum Kejari, Acep Viki Rosdinar, Kasi BB Kejari, Abrinaldy Anwar, Kasi Intel Kejari, Tiyan Andesta. Selain itu, Kasupsi Pertimbangan Hukum Kejari, Runi Yasir, Jaksa Fungsional, Jenti Siburian dan Taufan G, Kanit Idik III Satreskrim, Iptu Jimmy Andre, Kanit Patroli Satpolairud, Iptu Abdul Rony, para Kaur dan Kanit Reskrim Polres dan Polsek jajaran, serta perwakilan staf Kejari, turut hadir.

Eddy A: Persepsi Keliru Tentang Kelapa Sawit Mesti Diluruskan Nusantara
Nusantara
Sabtu, 19 Agustus 2023 | 23:36 WIB

Eddy A: Persepsi Keliru Tentang Kelapa Sawit Mesti Diluruskan

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menegaskan, kelapa sawit sering kali dianggap komoditas tidak ramah lingkungan. Padahal di lapangan belum tentu persepsi benar adanya. Itu sebabnya, mesti ada upaya untuk meluruskan persepsi yang kurang tepat ini Itu dijelaskan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman di beberapa kesempatan saat Pemerintah RI membawa persoalan perdagangan kelapa sawit di luar negeri, seperti WTO. Pihaknya bahkan berusaha memperjuangkan sawit tak masuk dalam kategori Dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Sabtu (19/8), kata Eddy, kelapa sawit Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dengan diberlakukannya regulasi baru di Uni Eropa yang lebih dikenal dengan Undang-Undang Anti Deforestasi (EUDR). Di mana pada dasarnya Uni Eropa mewajibkan komoditas yang masuk ke wilayah mereka produk bebas deforestasi. Sementara, kelapa sawit hingga saat ini dipersepsikan sebagai komoditas berasal dari kegiatan deforestasi. Persepsi negatif kelapa sawit terjadi disebabkan kombinasi beberapa hal diantaranya lantaran pemahaman yang keliru tentang komoditas kelapa sawit, dan bagaimana komoditas ini dikembangkan, termasuk semakin intensifnya kampanye negatif sawit. Untuk itu pemerintah saat ini mendorong dibentuknya joint task force untuk penerapan EUDR. “Kita bertemu dengan pemerintah EU dan membahas EUDR melalui Join task force. Tujuannya, agarpenerapannya bisa mempertimbangkan kondisi negara berkembang,” sebutnya di acara Advokasi Sawit di Jakarta.