Perpajakan UMKM

Sorotan terbaru dari Tag # Perpajakan UMKM

Biar Paham Pembuatan Laporan Keuangan dan Perpajakan, UMKM Belajar Praktik dari Aspekpir Riau Sawit
Sawit
Jumat, 05 September 2025 | 15:00 WIB

Biar Paham Pembuatan Laporan Keuangan dan Perpajakan, UMKM Belajar Praktik dari Aspekpir Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Para petani kelapa sawit dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah praktik pembuatan laporan keuangan, dan perpajakan dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir Provinsi Riau, di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau atau UIR. Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Aspekpir Indonesia dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan atau BPDP, serta didukung Program Studi Doktor Sains Manajemen program pasca sarjana Univesitas Islam Riau, yang menghasilkan 100 pelaku UMKM di Provinsi Riau. Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengutarakan, kegiatan ini sangat penting bagi petani kelapa sawit khususnya yang berkecimpung di dunia koperasi, dan para pelaku UMKM. “Kegiatan ini kita inisiasi lantaran ada keresahan kita melihat banyaknya koperasi yang diperiksa badan perpajakan bahkan hingga aparat penegak hukum atau APH. Di antaranya mengenai laporan keuangan yang masih belum maksimal,” jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat (5/9). Menurutnya, kegiatan ini menjadi antispasi agar tidak lagi terjadi kesalahan-kesalahan pada laporan keuangan baik di koperasi maupun UMKM. “Pembelajaran untuk pembuatan laporan keuangan sangat diperlukan. Sehingga kita berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga wawasan dan pengetahuan mengenai laporan keuangan meningkat,” harapnya. Direktur Program Pascasarjana UIR, Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A menimpali, pihaknya sangat apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. "Asosiasi dan petani kelapa sawit adalah tamu yang memang ditunggu. Lantaran pihak yang langsung bergelut, dan berhasil di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan Indonesia," ucapnya. Kketertiban laporan keuangan, kupas Detri, mendorong kekuatan berorganisasi. Sehingga lahir koperasi-koperasi yang kuat, dan mampu bersaing hingga kancah internasional tawarkan produk dan hasil karyanya. Jadi, target pemerintah Indonesia Emas tahun 2045 mendatang terwujud dengan dukungan perekonomian yang kuat dari koperasi, dan UMKM. “Untuk mendukung kemajuan pembuatan laporan keuangan dalam koperasi dan UMKM kita akan hadirkan lembaga konsultasi untuk UMKM, dan koperasi. Otomatis kita ikut berpartisipasi mendukung kemajuan UMKM mulai dari provinsi Riau. Kemudian juga memperkuat SDM salah satunya di sektor perkebunan sawit,” sebutbMantan rektor Universitas Perkebunan Pelalawan itu.