PERISAI 2023

Sorotan terbaru dari Tag # PERISAI 2023

Biomaterial Sawit Bisa Menumbuhkan Sektor Ekonomi Kreatif Tekno
Tekno
Kamis, 26 Oktober 2023 | 22:39 WIB

Biomaterial Sawit Bisa Menumbuhkan Sektor Ekonomi Kreatif

Surabaya, katakabar.com - Komite Litbang Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Agus Haryono menjelaskan, penggunaan biomaterial kelapa sawit bisa meningkatkan nilai jual dari berbagai produk termasuk pada sub sektor ekonomi kreatif. Menurut Agus Haryono, dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, penggunaan biomaterial sebagai bahan dasar pembuatan produk turut mendorong 7 sub sektor berdasarkan kategori Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. “Mungkin nanti biomaterial sawit bisa mendukung sub sektor ekonomi kreatif Kemeparekraf, dari pengembangan (sektor) permainan yang sifatnya fisik bisa menggunakan biomaterial sawit, kemudian kriya, desain interior, seni rupa, desain produk, arsitektur, fesyen,” ujar Agus di Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2023 di Surabaya, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (26/10). Biomaterial jadi salah satu masa depan dari pemanfaatan produk hilir sawit. Kampanye penggunaan produk berbahan material sawit yang telah diolah dan dikomersialisasi diharapkan meningkatkan serapan berbagai produk yang berasal dari sawit, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Contohya sebut Agus, tren produk kosmetik yang berbahan dasar minyak nabati. Dengan mengganti bahan dasar tersebut, selain ramah lingkungan dapat pula meningkatkan nilai tambah dari produk. “Kosmetik ini cukup banyak karena trennya sekarang natural, bioproduk. Saya Pernah melihat salah satu startup membuat kosmetik lotion yang bisa digunakan untuk penyelam tanpa merusak koral,” ceritanya. Masih Agus, ada beberapa faktor yang mempengaruhi populernya produk kosmetik biomaterial saat ini. Pertama, regulasi dalam industri kosmetik tidak serumit regulasi dalam industri obat. Kedua, industri kosmetik tidak dipengaruhi oleh harga, tidak seperti industri makanan minuman (mamin). Ketiga, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) di industri kosmetik terhitung lebih murah. Hal sama terjadi dalam industri fesyen. Saat ini produk-produk fesyen yang mengklaim berbahan dasar biomaterial kelapa sawit mulai menjamur. "Misalnya bikin fesyen dari algae, bioplastic, biobased dan biodegreadable. Nah ini sebenarnya bisa dibuat dari minyak nabati," jelasnya. Komite Litbang BPDPKS ini mengutip sebuah survei dari Biofabricate, klasifikasi produk yang mengklaim sebagai produk biomaterial harus mempunyai minimal 50 persen kandungan produk yang terbuat dari bahan biomaterial. Jika kandungan di bawah 50 persen, belum dianggap sebagai produk biomaterial. Di kesempatan yang sama, Komite Litbang BPDPKS, Tony Liwang berharap penelitian dan pengembangan kelapa sawit untuk diversifikasi produk olahan dalam sektor ekonomi kreatif agar tetap berlanjut. Hal itu demi mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. "Kelapa sawit tidak hanya minyak goreng, riset ini diharapkan berujung kepada produk jadi, sebab jika tidak, hanya berakhir di atas kertas dan itu sayang," bebernya.

Lagi, BPDPKS Gelar PERISAI 2023 di Surabaya Nusantara
Nusantara
Rabu, 25 Oktober 2023 | 16:09 WIB

Lagi, BPDPKS Gelar PERISAI 2023 di Surabaya

Surabaya, katakabar.com - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menuturkan, PERISAI 2023 digelar untuk memperkenalkan hasil riset kepada seluruh stakeholder kelapa sawit, yakni Pemerintah, Swasta, Asosiasi, Industri Sawit dan turunannya serta industri lainnya yang terkait, dan masyarakat umum. “Tahun ini, PERISAI 2023 hadir dengan tema “Reinforcing Palm Oil Industry in Combating Global Challenges through Technological Innovation” memperkuat undustri minyak kelapa sawit dalam Melawan Tantangan Global melalui Inovasi Teknologi,” ujar Eddy saat pembukaan PERISAI 2023, dilansir dari laman hortus, pada Rabu (25/10) Kata Eddy, kelapa sawit salah satu komoditas perkebunan strategis nasional, sangat membutuhkan penelitian dan pengembangan atau riset baik yang berdampak langsung untuk pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan maupun sebagai bahan pengambil kebijakan dan melawan kampanye hitam kelapa sawit. “Guna menjamin keberlanjutan industri sawit di tengah tantangan yang muncul, Pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan industri sawit Indonesia, salah satunya dengan membentuk BPDPKS," jelasnya. Sesuai dengan Perpres Nomor 61 tahun 2015, tutur Eddy, dana yang dikumpulkan BPDPKS disalurkan untuk mendukung program-program strategis, meliputi pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit, penelitian dan pengembangan, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana dan prasarana perkebunan, pemenuhan hasil kelapa sawit untuk kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit, penyediaan, pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel, promosi dan advokasi. Program penelitian dan pengembangan kelapa sawit, ucap Eddy, salah satu upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir, yang dimulai dari mahasiswa Indonesia agar minat meneliti kelapa sawit ditumbuhkembangkan dari dini demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. “Program litbang yang digelar BPDPKS dalam bentuk dukungan dana penelitian dilakukan melalui mekanisme Grant Riset Sawit (GRS) dari jalur Seleksi dan jalur inisiatif dan Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa (RSTM),” ulasnya. Program Grant Riset Sawit (GRS), tambah Eddy, program peningkatan penelitian dan pengembangan Kelapa Sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dilaksanakan dengan memperhatikan aspek-aspek, yakni peningkatan produktivitas/efisiensi, peningkatan aspek sustainability, mendorong penciptaan produk/pasar baru dan peningkatan kesejahteraan petani.