Perisai

Sorotan terbaru dari Tag # Perisai

Peris.ai Cybersecurity Masuk Daftar 100 Startup Global Terbaik di EWC 2025 Default
Default
Selasa, 04 November 2025 | 10:00 WIB

Peris.ai Cybersecurity Masuk Daftar 100 Startup Global Terbaik di EWC 2025

Jakarta, katakabar.com - Selama ini, inovasi di bidang keamanan siber kerap lahir dari negara-negara Barat. Kini, kekuatan baru tengah muncul dari kawasan ASEAN. Peris.ai Cybersecurity menjadi salah satu nama yang paling menjanjikan dalam inovasi keamanan siber, dengan pencapaian sebagai Startup Grand Winner di ajang ASEAN Business Awards 2025 serta terpilih sebagai bagian dari Top 100 Global Startups di Entrepreneurship World Cup (EWC) 2025. Dua penghargaan ini menandai perubahan lanskap inovasi global, menunjukkan bahwa masa depan kecerdasan keamanan siber tidak lagi ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh visi, teknologi, dan dampak yang dihasilkan. Di ajang ASEAN Business and Investment Summit 2025 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025, Peris.ai Cybersecurity dinobatkan sebagai Startup Grand Winner di ASEAN Business Awards (ABA) yang diselenggarakan oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC). ABA memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif di kawasan ASEAN. Peris.ai Cybersecurity menonjol sebagai satu-satunya startup yang meraih penghargaan di kategori ini. Keunggulan Peris.ai terletak pada teknologi Agentic AI dan Hyperautomation, fondasi yang memungkinkan operasi keamanan siber berkembang dari reaktif menjadi prediktif. Alih-alih mengandalkan proses manual atau panduan statis, sistem ini beradaptasi secara real-time, menganalisis data, memvalidasi peringatan, dan menjalankan respons secara cerdas dan otomatis. Pendekatan ini mengurangi beban kerja manusia, mempercepat waktu respons, serta memastikan setiap keputusan keamanan diambil berdasarkan kecerdasan, bukan rutinitas. Dengan mengintegrasikan otomasi dan pengambilan keputusan ke dalam satu platform terpadu, Peris.ai mendefinisikan ulang cara organisasi mengelola operasi keamanan dalam skala besar. Kemampuan inilah yang menempatkan Peris.ai di posisi unggul di antara ratusan kandidat regional dan membawanya meraih penghargaan di ASEAN Business Awards 2025. “Pencapaian mereka tidak hanya mencerminkan kesuksesan komersial, tetapi juga komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, inovasi, dan kemajuan kawasan.” ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Malaysia Baca selengkapnya: ASEAN Business Advisory Council | ASEAN Business Advisory Council Malaysia Masih di bulan Oktober 2025, Peris.ai Cybersecurity juga berhasil menembus daftar Top 100 Global Startups di ajang Entrepreneurship World Cup (EWC) 2025, yang diselenggarakan oleh Monsha'at, Global Entrepreneurship Network (GEN), dan Misk Foundation.Terpilih dari lebih dari 10.300 peserta dari 169 negara, Peris.ai akan bersaing di babak final global Biban Forum 2025 di Riyadh bersama inovator dari 46 negara dan 16 sektor industri utama. Pengakuan ini menegaskan peran ASEAN sebagai pusat inovasi deep-tech yang semakin berkembang, serta kontribusi Peris.ai dalam menghadirkan solusi keamanan siber berbasis AI dan hyperautomation di tingkat global. Rangkaian penghargaan ini bukan sekadar bentuk pencapaian, melainkan representasi dari gerakan baru dalam membangun dan mengelola keamanan siber di tingkat regional. Melalui arsitektur Agentic AI dan Hyperautomation, Peris.ai Cybersecurity menciptakan infrastruktur pertahanan yang adaptif, memungkinkan analisis real-time, pengambilan keputusan yang lebih cepat, dan ketahanan yang lebih kuat terhadap ancaman siber modern. Sejumlah pengamat industri menilai bahwa Peris.ai tengah membangun apa yang berpotensi menjadi platform intelijen siber terintegrasi untuk kawasan ASEAN, serupa dengan peran Palantir dalam dunia intelijen data di Barat yang membantu organisasi memahami dan merespons informasi dengan presisi dan kecepatan tinggi. Seiring dengan upaya memperluas kolaborasi dan kemitraan lintas kawasan, Peris.ai Cybersecurity tetap berpegang pada satu misi utama: melindungi fondasi masa depan digital. Tentang Peris.ai Cybersecurity Peris.ai Cybersecurity merupakan platform keamanan siber berbasis AI dengan sistem hyperautomation yang dirancang untuk menghadirkan deteksi ancaman proaktif, respons real-time, serta perlindungan kelas enterprise. Didukung oleh BrahmaFusion dan rangkaian modul keamanan canggih, Peris.ai mendefinisikan ulang cara organisasi menghadapi ancaman siber modern melalui kecerdasan, otomasi, dan adaptasi berkelanjutan.

Peris.ai Jabarkan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber Tekno
Tekno
Kamis, 05 Juni 2025 | 09:39 WIB

Peris.ai Jabarkan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber

katakabar.com - Kurun setahun belakangan ini, istilah Agentic AI atau "Kecerdasan Buatan yang Bisa Bertindak Sendiri" mulai banyak dibicarakan di dunia teknologi. Berbeda dengan kecerdasan buatan atau AI biasa yang hanya merespons perintah, Agentic AI bisa mengambil keputusan dan bertindak tanpa harus menunggu instruksi. Artinya, AI ini tidak hanya menunggu untuk diberi tahu apa yang harus dilakukan, tapi dapat 'berpikir'dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugasnya secara mandiri. Perubahan ini sangat berpengaruh di berbagai bidang, tapi dampaknya yang paling terasa mungkin ada di keamanan siber atau perlindungan data, dan sistem di dunia digital. Di dunia ini, ancaman datang begitu cepat, dan setiap detik sangat berarti. Keamanan siber harus mampu merespons dengan sangat cepat, sebab serangan bisa berkembang lebih cepat daripada kebijakan atau sistem yang ada. Banyak organisasi sudah menggunakan berbagai perangkat untuk melindungi sistem mereka dari ancaman, seperti sistem yang memantau data atau perangkat keras yang memblokir serangan. Meskipun sudah ada teknologi canggih, sering kali sistem ini tidak cukup cepat untuk mendeteksi atau merespons ancaman yang muncul. Penyebab utamanya adalah: - Perangkat yang tidak saling terhubung, sehingga tidak bisa saling berbagi informasi. - Tim yang kewalahan dengan terlalu banyak peringatan yang harus ditindaklanjuti. - Keamanan yang terlalu reaktif, yaitu baru bertindak setelah ancaman muncul, bukannya mencegahnya lebih dulu. - Tidak ada gambaran yang jelas tentang semua perangkat dan aktivitas yang terjadi di dalam sistem. Semua tantangan ini semakin terasa di Security Operations Center (SOC), tempat di mana tim berusaha memantau dan melindungi sistem dari ancaman. Pada kenyataannya, SOC modern terus menghadapi berbagai masalah, seperti: - Peringatan yang terlalu banyak datang setiap harinya, tanpa prioritas yang jelas. - Prosedur yang terlambat dalam merespons serangan yang semakin canggih. - Kekurangan tenaga ahli di tim dan kelelahan yang sering dialami. - Perangkat yang terpisah-pisah dan tidak saling terhubung. Untuk itulah hadir Agentic AI, yang bisa membantu tim keamanan bekerja lebih cepat dan lebih efektif. Agentic AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mendukung mereka agar bisa menangani ancaman dengan lebih cerdas dan responsif. Salah satu engineer dari Peris.ai, Farhan Barry, menjelaskan, kami ingin membantu security analyst menjadi lebih tangguh dan responsif, dengan memaksimalkan potensi setiap anggotanya melalui teknologi.

Bawa Inovasi Keamanan Siber Regional, Peris.ai Terpilih di Program CyberBoost Catalyse di Singapura Internasional
Internasional
Minggu, 13 April 2025 | 09:23 WIB

Bawa Inovasi Keamanan Siber Regional, Peris.ai Terpilih di Program CyberBoost Catalyse di Singapura

Terpilihnya Peris.ai menempatkannya sejajar dengan para inovator keamanan siber dari seluruh dunia, termasuk Reality Defender (AS) yang dikenal dalam deteksi deepfake, Cleafy (Italia) untuk deteksi penipuan finansial, dan Netrust (Singapura), otoritas sertifikat digital pertama di Asia Tenggara. Dengan dukungan kuat dari ekosistem keamanan siber Singapura serta bimbingan dari para pemimpin industri di Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, dan kawasan ASEAN, Peris.ai kini bersiap untuk memperluas kehadirannya ke Jepang, Thailand, Taiwan, dan pasar APAC secara lebih luas.