Penumpang KA

Sorotan terbaru dari Tag # Penumpang KA

Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H Nasional
Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:05 WIB

Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H

Bandung, katakabar.com - Volume pengguna jasa kereta api di wilayah Daop 2 Bandung masih terpantau tinggi pasca dua hari Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yakni Senin (23/3) dan Selasa (24/3), Arus pergerakan penumpang baik yang berangkat maupun datang menunjukkan angka yang signifikan, mencerminkan masih berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran. Data yang dihimpun hingga Selasa (24/3) siang menunjukkan, jumlah pengguna jasa kereta api yang berangkat Senin (23/3) tercatat sebanyak 27.290 pelanggan. Sementara, untuk keberangkatan pada Selasa (24/3), jumlah pengguna jasa kereta api telah mencapai 24.712 pelanggan dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari. Tidak hanya keberangkatan, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang di wilayah Daop 2 Bandung juga masih tinggi. Pada Senin (23/3), tercatat sebanyak 27.031 pelanggan tiba di berbagai stasiun. Sedangkan pada Selasa (24/3) hingga siang hari, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang telah mencapai 24.103 pelanggan. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan tingginya volume penumpang periode pasca Lebaran ini indikasi kuat kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat. “Kami melihat antusiasme masyarakat tetap tinggi pada masa arus balik ini. KAI Daop 2 Bandung terus berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kuswardojo. Secara kumulatif, rinci Kuswardojo, tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api juga tercermin dari penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026. Hingga saat ini, untuk periode 11 Maret 2026 s.d. 1 April 2026, tercatat sebanyak 351.252 tiket telah terjual dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan, atau dengan tingkat okupansi mencapai 101,6 persen. "Tingkat okupansi yang melebihi 100 persen tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, sekaligus adanya pola perjalanan dinamis seperti penumpang parsial (naik-turun di stasiun antara) yang memungkinkan optimalisasi kapasitas tempat duduk," ucapnya. Angka-angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat pasca Lebaran masih cukup tinggi, terutama bagi para pemudik yang kembali ke kota asal untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kereta api masih menjadi moda transportasi andalan karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan perjalanan. Seluruh data tersebut merupakan akumulasi dari stasiun-stasiun yang melayani naik dan turun penumpang KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung, termasuk stasiun utama seperti Bandung dan Kiaracondong serta stasiun lainnya di wilayah Daop 2 Bandung. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di masa arus balik ini. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas di lapangan guna memastikan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama. KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun, guna menghindari keterlambatan serta memastikan proses boarding berjalan dengan lancar, terutama di tengah tingginya volume penumpang.

Total 205.532 Penumpang KA di Sumatera Utara Beralih ke Teknologi Face Recognition Default
Default
Jumat, 16 Januari 2026 | 11:11 WIB

Total 205.532 Penumpang KA di Sumatera Utara Beralih ke Teknologi Face Recognition

Medan, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara terus perkuat ekosistem digital guna meningkatkan standar layanan transportasi public. Hal itu terlihat dari penggunaan teknologi pemindaian wajah atau Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan, dimana sejak pertama kali diperkenalkan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026 telah digunakan oleh 205.532 pelanggan. Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan langkah konkret perusahaan dukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengalihan sistem dari manual ke digital secara otomatis mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat alur keberangkatan penumpang di area stasiun. "Inovasi ini memberikan dampak positif karena proses boarding menjadi jauh lebih cepat dan mempermudah mobilisasi penumpang. Pengguna cukup memindai wajah ke layar tanpa perlu menunjukkan dokumen fisik kepada petugas," ujar Anwar. Efektivitas layanan ini tercermin dari data penggunaan face recognition yang menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak pertama kali dioperasikan. Tercatat sejak September 2024 sampai dengan 13 Januari 2026, sebanyak 66.851 pelanggan kereta api di Sumatera Utara telah terdaftar fitur face recognition. Dengan rata-rata mencapai 13.000 pengguna setiap bulan, total kertas yang berhasil dihemat sebanyak 514 rol kertas tiket. Anwar menambahkan, untuk dapat menggunakan fitur ini masyarakat dapat melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI. Selain lewat aplikasi, pendaftaran data biometrik juga bisa dilakukan secara langsung dengan bantuan petugas di stasiun. "Fitur ini menggantikan boarding manual sehingga pelanggan tidak perlu lagi mencetak tiket fisik dan menunjukkan identitas saat akan masuk ke peron. Efisiensi dan kemudahan yang diberikan memungkinkan penumpang terhindar dari antrean panjang, terutama pada jam-jam padat keberangkatan," lanjutnya. Mengenai keamanan data pelanggan, KAI menjamin keamanan data pribadi pengguna melalui sistem yang telah tersertifikasi standar internasional ISO 27001. Data berupa nama, NIK, dan foto pelanggan hanya digunakan pada saat penumpang menggunakan face recognition, setelah selesai data akan kembali disimpan dalam pangkalan data. Jika dalam kurun waktu satu tahun pelanggan tidak pernah menggunakan face recognition, maka data akan dihapus dari sistem secara otomatis. "Pelanggan memiliki kendali penuh atas data tersebut, mereka dapat mengajukan penghapusan melalui aplikasi atau layanan Customer Service. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi dan perlindungan privasi dalam setiap inovasi digital yang kami kembangkan," pungkas Anwar. Inovasi Face Recognition Boarding Gate ini menjadi bukti nyata transformasi digital KAI dalam mereduksi jejak karbon melalui sistem layanan nirkertas yang efisien. Langkah strategis ini memperkokoh posisi KAI sebagai transportasi publik masa depan yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.