Pemetaan

Sorotan terbaru dari Tag # Pemetaan

TDI Dukung PTSL di Kabupaten Nagan Raya Lewat Pemetaan Udara Berbasis Drone Tekno
Tekno
Sabtu, 12 Juli 2025 | 21:00 WIB

TDI Dukung PTSL di Kabupaten Nagan Raya Lewat Pemetaan Udara Berbasis Drone

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya mendukung kelancaran Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL yang dicanangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Terra Drone Indonesia telah melakukan pekerjaan survey pemetaan udara di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Pemetaan ini mencakup area seluas kurang lebih 1.644 hektar, mencakup berbagai bentuk lahan yang menjadi bagian dari program sertifikasi tanah nasional. Terra Drone Indonesia atau TDI memanfaatkan drone fixed wing untuk melaksanakan pemetaan udara secara efisien dan akurat. Drone fixed wing memiliki keunggulan dalam jangkauan terbang yang luas, waktu terbang yang lama, serta hasil citra resolusi tinggi yang ideal untuk keperluan pemetaan skala besar seperti program PTSL. Selain itu, proses pengambilan data lapangan, tim Terra Drone juga menggunakan perangkat Global Navigation Satellite System atau GNSS tipe geodetik untuk memastikan presisi data koordinat. Penggunaan teknologi ini penting dalam proses georeferensi citra udara agar data spasial yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar pemetaan pertanahan secara resmi. PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap adalah program strategis nasional yang bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah, tapi mendorong stabilitas sosial dan ekonomi, mengingat banyak masyarakat yang selama ini belum memiliki bukti legal atas lahan yang mereka tempati. Dengan penggunaan teknologi drone dan GNSS geodetik, kegiatan pemetaan dalam program PTSL kini dapat dilakukan lebih cepat, hemat biaya, dan minim risiko dibandingkan dengan metode survei manual konvensional. Selain itu, data hasil pemetaan udara dapat dimanfaatkan untuk analisis topografi, validasi batas lahan, serta digitalisasi peta bidang tanah, yang semuanya menjadi komponen penting dalam proses sertifikasi tanah. Terra Drone Indonesia atau TDI berkomitmen untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam transformasi digital di sektor pertanahan. Keterlibatan dalam proyek pemetaan PTSL di Kabupaten Nagan Raya menjadi wujud nyata kolaborasi antara teknologi modern dan kebutuhan masyarakat akan legalitas tanah yang transparan dan berkeadilan.

Halo Robotics Perkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil dan Gas Tekno
Tekno
Minggu, 14 Juli 2024 | 18:58 WIB

Halo Robotics Perkenalkan Drone Pemetaan Akurasi Tinggi untuk Industri Oil dan Gas

Jakarta, katakabar.com - Halo Robotics, distributor terbesar untuk teknologi drone profesional di Indonesia, perkenalkan solusi drone pemetaan akurasi tinggi untuk industri oil dan gas. Solusi ini memanfaatkan drone DJI Matrice 350 RTK dengan kamera oblique 5 lensa SHARE PSDK 102S V3 untuk menghasilkan peta 3D yang akurat dan detail.

Drone di IKN Indonesia, Dari Pemetaan Pre-Konstruksi Hingga Urban Air Mobility Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 17 Mei 2024 | 19:11 WIB

Drone di IKN Indonesia, Dari Pemetaan Pre-Konstruksi Hingga Urban Air Mobility

Kalimantan, katakabar.com - Proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi drone untuk pemetaan pre-konstruksi, mendukung Urban Air Mobility (UAM), pemantauan real-time, dan pengiriman logistik, yang semuanya bertujuan meningkatkan efisiensi dan keberhasilan pembangunan. Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak, tengah melaksanakan proyek monumental dalam sejarah pembangunannya, yakni Ibu Kota Negara (IKN) baru. Mega proyek ini memerlukan pendekatan inovatif dan solusi canggih untuk memastikan keberhasilannya. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan kedepannya adalah drone. Berbagai aspek pemanfaatan drone di IKN Indonesia yakni mulai dari pemetaan pre-konstruksi hingga Urban Air Mobility (UAM) atau drone taxi. 1. Pemanfaatan Pemetaan Pre-Konstruksi Sebelum memulai proses konstruksi, pemetaan pre-konstruksi adalah tahap krusial yang memerlukan analisis detail dari area yang akan dibangun. Drone dengan teknologi pemetaan khusus dapat memberikan data yang akurat dan terperinci tentang topografi, elevasi, dan kondisi tanah di lokasi pembangunan. Pemetaan drone memungkinkan tim konstruksi dan perencana untuk merencanakan desain yang optimal, mengidentifikasi potensi hambatan, dan mempersiapkan strategi konstruksi yang efisien. Dengan pemetaan yang tepat, risiko kesalahan dalam konstruksi dapat diminimalkan, menghemat waktu, biaya, dan sumber daya. 2. Urban Air Mobility (UAM) Urban Air Mobility (UAM) atau drone taxi, merupakan konsep transportasi udara berbasis drone yang sedang berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Di IKN Indonesia, UAM memiliki potensi untuk mengubah lanskap transportasi, menyediakan solusi mobilitas yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan drone taxi, penduduk dan pengunjung IKN dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di kota baru ini. Selain itu, UAM juga dapat mendukung layanan medis darurat, keamanan, dan kegiatan lain yang memerlukan akses cepat dan fleksibel di udara. 3. Pusat Komando dalam Layanan Pemantauan Pembangunan IKN Seperti yang sudah dikenalkan ke masyarakat, IKN memiliki Nusantara Command Center dimana didalamnya terdapat monitoring drone berbasis visual. Pusat komando ini dibangun untuk optimasi pembangunan, integrasi, serta koordinasi terkait IKN, sebagai suatu di antara infrastruktur utama pendukung Smart City IKN. Pusat Komando dapat menggunakan drone untuk mendapatkan gambaran visual yang jelas tentang kemajuan pembangunan, mengidentifikasi potensi masalah, dan membuat keputusan yang tepat waktu. Dengan drone, pemantauan dapat dilakukan secara real-time, memastikan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dan standar yang ditetapkan. 4. Pengiriman Logistik dan Manfaat Lainnya Dalam operasional IKN, pengiriman logistik merupakan aspek penting yang memerlukan efisiensi dan ketepatan. Drone pengiriman dapat memastikan pengiriman barang dan material konstruksi dilakukan dengan cepat, mengurangi keterlambatan dan biaya operasional. Salah satu produsen drone dari Bandung yakni BETA-UAS mengumumkan kontribusinya dalam pengembangan Nusantara Logistic Hub di IKN bersama Pos Indonesia. Selain aplikasi di atas, drone juga memiliki potensi untuk pemanfaatan lain di IKN Indonesia, seperti pemantauan lingkungan, keamanan, penegakan hukum, dan promosi pariwisata. Dengan teknologi canggih dan inovatif, drone memberikan solusi yang efektif dalam mendukung pembangunan dan operasional kota baru ini. Kontak: Nilam Purnama Email: [email protected] Website: www.terra-drone.co.id Telepon: 0812 6559 4857

PNI Ingin Petani Sawit Mandiri Paham Teknis Budidaya dan Pemetaan Nasional
Nasional
Selasa, 17 Oktober 2023 | 21:51 WIB

PNI Ingin Petani Sawit Mandiri Paham Teknis Budidaya dan Pemetaan

Ketapang, katakabar.com - Seribuan Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Koperasi Pangkat Longka Ketapang Sejahtera belakangan ini antusias dan sibuk mengikuti kegiatan 'Sosialisasi, Pembinaan dan Pendampingan Petani dan Pekebun Kelapa Sawit Berkelanjutan'. Poetra Nusantara Institute (PNI) yang mendampingi para petani kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Sosialisasi dan pendampingan yang mereka ikuti, diantaranya soal legalitas dan status lahan, pengukuran dan pemetaan lahan yang akurat, pemilihan bibit yang unggul, perawatan tanaman, serta manajemen perkebunan sawit mandiri milik masyarakat. Direktur Eksekutif PNI, Willy Lesmana Putra didampingi Direktur Program, Sumadya Widada menjelaskan, kegiatan ini Program Pengabdian Masyarakat dari PNI. ”Saat ini kami mendampingi petani dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan lahan, berikutnya ada agenda lain yang sudah disiapkan,” ujar Willy lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (17/10). Pemetaan lahan milik petani dilakukan menggunakan pesawat drone jenis paling mutakhir agar tingkat akurasi sangat tinggi mengukur luas lahan dengan detail yang sangat jelas. "Hasil pemetaan yang dilakukan mencakup data topografi, digital terrain model, digital elevation modeling, serta data fotogrametri," jelasnya. Petani kelapa sawit Desa Sungai Besar, Narson mengaku bersyukur dapat pembinaan dan pendampingan dari PNI. “Saya mewakili petani sawit mandiri ucapkan terima kasih atas program pengabdian masyarakat yang digelar di Kabupaten Ketapang. Kami sangat terbantu dapat wawasan dan pengetahuan bagaimana mengelola kebun lebih baik, produktif, modern serta sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit mandiri,” terangnya. Selain petani di desa-desa yang ada di Kecamatan Matan Hilir Selatan, petani kelapa sawit mandiri di wilayah Kecamatan Sandai, Nanga Tayap dan Hulu Sungai dapat pendampingan serupa. PNI memastikan dalam pekan ini bakal menuntaskan rangkaian kegiatan termasuk kegiatan pemetaan lahan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang.

Kanwil BPN Riau Luncurkan Pilot Project Pemetaan Partisipasif Petani Kelapa Sawit Riau
Riau
Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:34 WIB

Kanwil BPN Riau Luncurkan Pilot Project Pemetaan Partisipasif Petani Kelapa Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau launching Pilot Project Pemetaan Partisipatif Petani Kelapa Sawit di Riau, di salah satu hotel Pekanbaru, pada Rabu (11/10) kemarin. Peluncuran ditandai dengan menekan tombol di layar videotron oleh Sekretaris Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN, Fitriani Hasibuan, Kadisbun Riau, Zulfadli, Wakil Bupati Siak, Husni Merza, dan Kakanwil BPN Riau, Asnawati. Lepas itu, kemudian dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Siak, Tarbarita Simorangkir dan perwakilan Serikat Pekerja Kelapa Sawit (SPKS) disaksikan Kadisbun Riau, Zulfadli, Wakil Bupati Siak, Husni Merza, dan Kakanwil BPN Riau, Asnawati. Kakanwil BPN Provinsi Riau, Asnawati menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Artinya, di sini sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya dalam negeri yakni petani kelapa sawit. Rata-rata produksi kelapa sawit di Indonesia, ujar Asnawati, dilansir dari laman riaupos.co, pada Kamis (12/10), Riau termasuk salah satu penyumbang kelapa sawit terbesar mencapai 21,47 persen. “Jadi, hampir seperempat produksi kelapa sawit di Indonesia berasal dari Provinsi Riau,” jelasnya. Diceritakannya, pemetaan partisipatif petani kelapa sawit di Provinsi Riau ini sangat penting dilakukan. Di mana pelaksanaan pekerjaan ini bakal dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data fisik tahun selanjutnya. “Output yang ditargetkan dalam kegiatan ini peta bidang tanah,” bebernya. Sekretaris Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Fitriani Hasibuan menekankan, saat ini pihaknya diminta untuk melakukan pendaftaran tanah yang ada di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sudah dimulai dari tahun 2018 lalu dilakukan secara masif. Endingnya pada tahun 2025 semua bidang tanah di negara ini terpetakan yang diperkirakan jumlahnya sebesar 126 juta bidang. “salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut melakukan pilot project dalam pemetaan partisipatif perkebunan sawit di Provinsi Riau,” bebernya. Seluruh pihak yang terlibat terkait seluruh stakeholder agar sukseskan program ini agar dapat dikembangkan. Untuk itu, sebut Fitriani, saya harap ini menjadi cikal bakal promotor daripada pemetaan berbasis partisipasi masyarakat.

Petani Sawit Dua Kabupaten Belajar Budidaya dan Pemetaan Nasional
Nasional
Selasa, 01 Agustus 2023 | 23:05 WIB

Petani Sawit Dua Kabupaten Belajar Budidaya dan Pemetaan

Palangka Raya, katakabar.com - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta Institut Pertanian (AKPY Instiper) taja pelatihan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) di Palangka Raya. Kegiatan digelar dari 30 hingga 3 Agustus 2023, diikuti sebanyak 255 petani sawit dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalteng, Drs Suhaemi MSi buka kegiatan ini mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, di penghujung Juli 2023 lalu. Kata Suhaemi, kegiatan ini sangat penting membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kemandirian para pekebun di Kalteng, khususnya Kotim dan Kobar sentra sawit. “Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri kelapa sawit, SDM petani pekebun kelapa sawit mesti terus meningkat dan tidak mengalami ketertinggalan agar dapat memberi dampak perbaikan untuk pengembangan industri kelapa sawit khususnya di Kalteng," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (1/8). Menurutnya, materi pelatihan teknis di pelatihan, meliputi budidaya, pasca panen, pengelolaan sarana prasarana, dan pemetaan. Untuk itu, kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, terutama terkait pemetaan lahan geografis. Apalagi saat ini semua kegiatan terutama sektor perkebunan berbasis lahan wajib punya peta lahan secara geografis. Pemetaan bisa memudahkan pekebun memperoleh program pemerintah dan lembaga lain, baik dari sumber anggaran daerah maupun anggaran pusat dan pihak lain. Lantaran itu, pelatihan teknis ini guna memperbaiki kualitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara umum dan khususnya di Kalimantan Tengah, agar produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kebun meningkat, jelasnya. Kepala Bidang SDM Ditjenbun Kementan, Eva Lizarmi ucapkan terima kasih kepada tim pengembangan SDM perkebunan sawit di Kotim dan Kobar yang telah bekerja keras terlaksananya kegiatan pelatihan. "Peserta adalah hasil Rekomendasi teknis (Rekomtek) yang disampaikan kepada SDMPKS tahun 2022, hanya saja pelaksanaannya pada tahun 2023 ini," tuturnya. "Kepada para peserta yang ikut pelatihan nantinya bisa meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit yang saat ini masih 3,3 ton per hektar menjadi 5 hingga 6 ton per hektar," harapnya. Pelatihan ini dibagi beberapa kelas program teknis. Di mana ending dari pelatihan agar para petani memahami tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kemandirian, manajerial, serta kewirausahaan yang berdaya saing, ulasnya. Peserta yang ikut mudah-mudahan dapat menerapkan teknik budi daya sawit yang baik dan benar di kebunnya dan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, tambahnya.