Pekebun Kelapa Sawit
Sorotan terbaru dari Tag # Pekebun Kelapa Sawit
Akses Petani Sawit di Bengsel Masih Tanah Kuning Lamanya Sudah 15 Tahun
Bengkulu, katakabar.com - Kepala Desa Gunung Ayu, Mikardin cuma bisa mengurut dada walau tak bisa sembunyikan rasa kecewa lantaran akses yang dilalui warga umumnya profesi pekebun kelapa sawit swadya masih tanah kuning belum tersentuh aspal hotmix atau semenisasi. Apalagi ruas jalan sepanjang enam kilometer itu dibikin pada 2008 silam. Artinya, sudah umur 15 tahun lamanya hingga saat ini jalan penghubung Desa Gunung Ayu, Maras, dan Desa Ganjuh terlupakan pemerintah. "Sudah 15 tahun lamanya belum ada perhatian pemerintah, apa daya akses utama petani kelapa sawit di tiga desa begitulah adanya," Kepala Desa Gunung Ayu, Mikardin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (21/8). Kondisi jalan masih tanah kuning cerita Pak Kades, saat musim penghujan tiba jalan tergenang air dan licin. Tak pelak, petani kesulitan mengeluarkan hasil tanaman kelapa sawit. Bahkan acap kali petani kelapa sawit tidak dapat mengeluarkan hasil tanaman saat musim penghujan tiba. Kini, Mikardin berharap dan meminta agar Pemkab Bengkulu Selatan bertindak. Soalnya akses ke tiga desa jalur vital bagi masyarakat. "Jalan itu, panjangnya sekitar 6 kilometer. Kondisi ruas jalan cukup parah, terkadang petani kelapa sawit rugi disebabkan tidak bisa membawa hasil tanaman lantaran medan yang dilewati rusak parah," jelasnya.
Mantap! 25 Pekebun Sawit Dilatih Jadi Pemimpin dan Mahir Komunikasi
Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia gelar Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi kepada 25 orang pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Para peserta diwakili lima orang dari Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, lima orang dari Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji Raya, lima orang dari Desa Balian Makmur Kecamatan Mesuji Raya, dan sepuluh orang dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya. Sesuai Rekomendasi Teknis (Rekomtek, pelatihan ini mestinya diikuti 26 pekebun. Tapi seorang pekebun kelapa sawit bernama Irma Nurkholis dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya tidak hadir disebabkan meninggal sebelum kegiatan dilaksanakan. Itu sebabanya, total keseluruhan yang mengikuti pelatihan hanya 25 orang pekebun kelapa sawit. Pelatihan ini angkatan pertama pada periode kedua tahun 2023 di Sumatera Selatan. Kegiatan ini digelae selama lima hari ini dari 17 hingga 21 Juli 2023 nanti. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Agus Darwa menuturkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kepemimpinan, meningkatkan keterampilan peserta tentang memimpin dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan peserta tentang kemampuan membangun teamwork, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memotivasi. "Tahun ini, Sumatera Selatan dapat alokasi 1.200 pekebun kelapa sawit untuk dilatih dengan berbagai keterampilan. Sebanyak 25 orang pekebun kelapa sawit yang terpilih yang ikut pelatihan mesti bersyukur apalagi pelatihan ini gratis," jelasnya. Pelatihan kali ini mengenai kepemimpinan dan komunikasi. Ini sangat penting agar tak terjadi kesalahan cara bicara tentang sawit yang bisa berakibat fatal, ujarnya.
Kadin Bengkulu Minta Pemda Data Kelompok Pekebun Sawit
Bengkulu, katakabar.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait segera inventarisasi kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua pihak, guna memperoleh data yang akurat di sektor kelapa sawit. Sehingg bisa mengetahui perjanjian kerja sama yang terjalin antara lembaga pekebun dengan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS). Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Hak Asasi Manisia (HAM) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu, Dede Frastien MH menjelaskan, sebagai upaya meningkatkan kinerja dan efektivitas sektor kelapa sawit, Pemprov Bengkulu mesti melakukan pendataan kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. "Pendataan itu tujuannya untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini mengenai jumlah kelompok pekebun serta perjanjian kerja sama yang telah terjalin," ujar Dede, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (14/7) kemarin. Sejauh ini kata Dede, di Bengkulu belum ada inventarisasi terhadap kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Padahal ini penting untuk kemajuan daerah. "Pendataan dapat perkuat posisi pekebun kelapa sawit pada perjanjian kerja sama dengan PMKS. Data yang akurat memberikan dasar yang kuat bagi pekebun saat bernegosiasi, dan menetapkan syarat-syarat kerja sama yang menguntungkan," ulasnya. Untuk itu, kami berharap Pemda segera merespon permintaan ini. Langkah ini memperkuat sektor kelapa sawit di Bengkulu, dan menjaga kerja sama yang adil antara pekebun dan PMKS. Kelapa sawit salah satu komoditas unggulan Provinsi Bengkulu yang memberikan kontribusi signifikan di bidang perekonomian daerah. Di sini penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama menciptakan kerangka kerja yang menguntungkan dan berkelanjutan. "Tanpa kerangka kerja yang menguntungkan dan berkelanjutan, mustahil kelapa sawit bisa berkontribusi signifikan ke daerah," jelasnya. Di sisi lain, langkah inventarisasi dan pendataan membantu pemerintah dalam mengumpulkan informasi terkait jumlah kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Selain itu, bisa memonitor perkembangan sektor tersebut. Data yang akurat dan terkini jadi dasar yang solid untuk mengambil kebijakan yang tepat guna meningkatkan kinerja sektor kelapa sawit, tuturnya. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menimpali, sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengembangan sektor kelapa sawit, pihaknya memberikan respon positif permintaan Kadin Bengkulu. "Inventarisasi pekebun sawit di Bengkulu bisa menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit, serta menciptakan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri kelapa sawit di Bengkulu," sebutnya.
Pemprov Kalsel Dukung Pelatihan, Harapannya Hasilkan Pekebun Sawit M3
Banjarbaru, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dukung Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan 1,2 dan 4 di Provinsi Kalimantan Selatan. Programnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit itu, kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan (ditjenbun), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) Training di Banjarbaru, pada Selasa (11/7) lalu. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimatan Selatan, Suparmi menjelaskan, Kalimantan Selatan telah banyak melakukan berbagai inovasi, seperti strategi pemberdayaan di sektor hulu dan memperkuat sektor hilir. Tujuan berbagai inovasi itu, untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha perkebunan dan peternakan. Endingnya bagaiman masyarakat pekebun sawit dan peternak sejahtera. Di antara inovasi itu ujar Suparmi, bantuan berupa hibah alat, sarana produksi, bibit tanam, dan bibit ternak. Lalu, peningkatan fungsi intensifikasi dan pengembangan lahan sawit, meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan kinerja fungsi perbibitan, pakan ternak, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, serta meningkatkan kinerja fungsi pengolahan baik bidang perkebunan dan peternakan. Untuk pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satu upayanya dilakukan melalui peremajaan tanaman yang kurang produktif, tanaman tua dan/atau rusak dengan dukungan pengembangan SDM dan bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras), jelasnya. Hal itu tutur Suparmi, sejalan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016, berbunyi BPDPKS mempunyai tugas antara lain melakukan perencanaan dan penganggaran, penghimpunan, pengelolaan dan penyaluran penggunaan dana, penatausahaan dan pertanggungjawaban serta melakukan pengawasan dana peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR), pengembangan SDM, dan bantuan Sarpras. Untuk itu, diperlukan kerja keras semua baik melalui upaya meningkatkan koordinasi antar kabupaten dan kota dan provinsi serta pemilihan strategi yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan dengan tetap mengacu pada aturan yang ada dan tertib administrasi, imbaunya. Pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit dalam kerangka pendanaan BPDPKS difokuskan dua kegiatan, yakni pendidikan melalui pemberian beasiswa dan penguatan kelembagaan pendidikan yang diberikan kepada pekebun, keluarga pekebun, dan ASN yang bertugas di bidang kelapa sawit. Terus, kegiatan pelatihan kepada petani/pekebun. Kegiatan pelatihan diharapkan mampu menjadikan perkebunan Maju, Mandiri dan Modern (M3). "Mandiri maksudnya tidak selalu bergantung pada impor, sedang modern artinya pekebun menggunakan berbagai inovasi teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk," bebernya. Nah, soal pengembangan sawit melalui gerakan peningkatan produksi diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan asal perkebunan, meningkatkan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahtaraan pekebun. Untuk mencapai target maka pengembangan komoditas perkebunan dibangun melalui pemenuhan kebutuhan benih tanaman yang berkualitas dan berkelanjutan, serta efisiensi budidaya tanaman perkebunan, sebutnya.