Polda Riau Terjunkan 971 Personel Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ini Sasarannya
Pekanbaru, katakabar.com - Total 971 personel gabungan resmi dikerahkan dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, yang dimulai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolda Riau, Senin (14/7). Apel pembukaan ini dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang dihadiri Gubernur Riau, Abdul Wahid, unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Forkopimda. Usung tema "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas", operasi bakal berlangsung selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, di seluruh wilayah hukum Polda Riau. Kapolda Riau menegaskan, operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi bagian dari upaya membangun budaya berlalu lintas yang tertib dan manusiawi. "Penegakan hukum lalu lintas harus dilakukan secara adil, transparan, dan bebas praktik transaksional. Edukasi serta pendekatan humanis tetap menjadi prioritas agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas," tegas Irjen Herry. Tahun ini, kata Irjen Pol Herry, Operasi Patuh targetkan delapan pelanggaran utama yang menjadi penyebab dominan kecelakaan dan ketidaktertiban jalan. Di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, tidak memakai helm standar atau sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading atau ODOL. Soal kendaraan ODOL dari luar Riau, Kapolda menegaskan, kendaraan yang beroperasi di wilayah ini wajib melakukan balik nama sebagai bentuk kontribusi terhadap pendapatan asli daerah atau PAD. Mengacu pada Operasi Patuh tahun 2024, tercatat 10 kecelakaan lalu lintas, dengan 4 korban jiwa serta lebih dari 4.283 tindakan penilangan. Tahun ini, pendekatan akan lebih kolaboratif dan edukatif, namun pelanggaran berat tetap akan ditindak secara tegas. "Kami berharap tahun ini ada penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran dan kecelakaan. Edukasi tetap menjadi ujung tombak, tapi penegakan hukum tidak akan diabaikan," ujar Kapolda.