BPDP, PASPI dan Himasep Bedah Buku Kupas Tuntas Fakta Industri Sawit di Universitas LM
Banjarbaru, katakabar.com - Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian atau Himasep Universitas lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute atau PASPI, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, gelar acara bedah, dan diseminasi buku, serta lomba berfokus pada industri minyak sawit Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk meluruskan persepsi dan menegaskan perannya yang krusial bagi kesejahteraan bangsa. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Lambung Mangkurat ini menjadi wadah bagi para ahli dan pelaku industri untuk mengupas tuntas fakta di balik berbagai isu terkait sawit, sekaligus menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat. Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat sekaligus anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, membuka wawasan. Ia mengingatkan mitos dan fakta akan selalu berdampingan. Tapi, sawit adalah komoditas yang luar biasa efisien dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak orang, bahkan menjadi penghasil minyak terbesar di dunia. "Tantangannya kini, bagaimana pemerintah, dan semua pihak bisa mengelolanya dengan lebih efektif agar potensi ini tidak sia-sia," ujarnya, dilansir dari laman Duta TV, Senin (22/9) siang. Prof. Dr. Ir. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc., IPM, dari Fakultas Pertanian ULM, aminkan Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkura. Ia menegaskan industri sawit punya peran besar menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Seminar ini bisa membuka mata kita semua akan kontribusi nyata sawit dibandingkan komoditas lain," harapnya. Sedang Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, membeberkan data yang mencengangkan. Minyak sawit adalah pahlawan di balik surplus neraca non-migas Indonesia, sekaligus penyelamat devisa negara. Selain itu, kata Helmi, BPDP punya program keren untuk UMKM di sektor sawit, mulai dari membantu ekspor produk hasil inkubasi bisnis hingga meluncurkan Katalog UMKM Sawit 2025. Ini semua demi memberdayakan ekonomi masyarakat kecil!