Holding PTPN Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus Benua Amerika dan Eropa
Bondowoso, katakabar.com - Kinerja ekspor kopi Indonesia awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satunya ditunjukkan dengan pengiriman kopi Arabika dari kawasan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang sukses tembus pasar Amerika Serikat dan Inggris. Melalui PTPN IV PalmCo, salah satu subholding PTPN III (Persero), tercatat lebih dari 50 ton kopi Arabika yang diproduksi Java Coffee Estate (JCE) diekspor ke dua negara tersebut pada pengiriman awal tahun ini. Inggris menjadi tujuan utama dengan volume sekitar 36 ton, disusul Amerika Serikat sebesar 19,2 ton. Secara nilai, ekspor ke Inggris tercatat mencapai lebih dari 280.000 dollar AS, sementara ke Amerika Serikat sekitar 151.000 dollar AS. Total nilai transaksi dari kedua pasar tersebut melampaui Rp7 miliar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing kopi Jawa di pasar internasional, khususnya pada segmen specialty coffee. “Permintaan dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kualitas kopi Arabika dari Ijen mampu memenuhi standar yang ketat, baik dari sisi rasa maupun konsistensi,” terang Jatmiko saat dihubungi dari Jakarta, di pekan kedua April 2026 lalu. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Upaya tersebut, lanjut Jatmiko, juga sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan telah lama mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi untuk memperluas pengakuan di pasar global. Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor tidak lepas dari pembenahan di sektor hulu. Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman atau replanting untuk menjaga produktivitas kebun. “Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul yang tersertifikasi. Ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan hasil panen ke depan,” kata Hastudy saat ditemui di kawasan Ijen. Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga karakter rasa khas kopi Arabika Ijen-Bondowoso yang selama ini diminati pasar Eropa dan Amerika. Selain peremajaan tanaman, imbuhnya, perusahaan juga melakukan pembenahan praktik budidaya melalui penerapan *Good Agricultural Practices* (GAP), serta memperkuat sistem ketertelusuran produk (*traceability*). Hal ini menjadi tuntutan utama pasar global, terutama untuk segmen kopi premium. “Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” ujarnya. Modernisasi juga dilakukan pada tahap pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi, guna menjaga mutu sebelum dikirim ke pasar ekspor. Hastudy menilai, pengiriman ke Inggris dan Amerika Serikat pada awal tahun ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar. Dengan dukungan program replanting dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026. “Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi dengan kualitas premium dan karakter rasa yang kuat,” sebutnya.
PalmCo Konsolidasikan Karyawan di Momentum Halal Bi Halal Perkuat Sinergi Internal
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara gelar Halal Bi Halal usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan Head Office (HO) perusahaan. Kegiatan yang berlangsung secara sederhana ini menjadi momentum bagi manajemen untuk mengonsolidasikan jajaran karyawan dalam rangka mencapai target kinerja perusahaan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Dewan Komisaris dan seluruh karyawan. Ia menyampaikan bahwa dinamika kerja dan tuntutan perusahaan yang tinggi sepanjang tahun terakhir berpotensi menimbulkan berbagai dinamika di internal organisasi. "Setahun kemarin pasti banyak hal, kecepatan, dan kemudian juga tuntutan yang cukup tinggi yang mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan bagi teman-teman semua. Mohon maaf dalam kesempatan ini," ujar Jatmiko. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kinerja di seluruh lini organisasi. Ia menekankan prinsip best, fast, and result sebagai acuan operasional perusahaan ke depan. "Artinya seluruh insan PalmCo tanpa terkecuali harus menunjukkan kinerja terbaik dalam waktu cepat. Mulai hari ini kita memang dituntut lebih ekstra lagi bersiap," tegasnya. Ia menambahkan target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid, kesamaan visi, serta komitmen bersama dari seluruh elemen perusahaan. Arahan tersebut mendapat dukungan dari Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo. Pelaksana Harian Komisaris Utama, Andi Wibisono, menimpali pihaknya mendukung penuh langkah-langkah operasional perusahaan yang sejalan dengan arahan pemegang saham. Ia juga menyoroti peran strategis PTPN IV PalmCo dalam struktur holding perkebunan, khususnya dalam mendukung kinerja induk perusahaan. "Kita cermati bahwa tahun 2025, PalmCo atau PTPN IV merupakan bagian yang paling utama yang mendukung kinerja di PTPN III (Holding) secara keseluruhan," kata Andi. Menutup kegiatan, Andi menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di lapangan, atas kontribusinya dalam menjaga kinerja operasional perusahaan. "Mudah-mudahan 2026 ini kita bisa memegang amanah bersama-sama menjadi pilar pembangunan negara yang kita cintai ini," harap Andi.
Peringati HAS, Holding PTPN Lewat PalmCo Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat komitmennya dalam menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia. Menandai peringatan Hari Air Sedunia, PalmCo mencatatkan jejak kepeduliannya mulai dari penyediaan infrastruktur sanitasi di pelosok Sumatera dan Kalimantan, hingga penyaluran air bersih darurat di wilayah terdampak bencana. Langkah ini menjadi wujud dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan inisiatif pengadaan air bersih ini merupakan pilar penting dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Pembangunan fasilitas ini secara khusus menyasar daerah-daerah yang selama ini mengalami krisis air bersih, baik karena kondisi geografis yang sulit maupun infrastruktur yang belum memadai. "Akses terhadap air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga hak setiap warga negara. Program sanitasi air bersih ini merupakan wujud keberlanjutan dan komitmen PalmCo untuk senantiasa hadir dan memberi dampak langsung kepada kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami," ujar Jatmiko. Dalam implementasi jangka panjang, kata Jatmiko, PalmCo hingga saat ini telah berhasil membangun lebih dari 40 titik fasilitas sanitasi air bersih yang tersebar di berbagai wilayah, membentang dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, infrastruktur sanitasi air bersih yang dibangun PalmCo membawa misi kesehatan masyarakat yang esensial. Keberadaan puluhan titik sanitasi ini diharapkan dapat berkontribusi secara langsung dalam memprevalensi atau menekan angka stunting di daerah pelosok. Hal ini sejalan dengan temuan medis bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat krusial untuk mencegah infeksi penyakit berulang pada balita, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Hadirkan 200 Ribu Liter Air Bersih Tidak hanya berfokus pada infrastruktur permanen, Jatmiko juga menyoroti peran responsif perusahaan saat krisis terjadi. "Di akhir tahun lalu, ketika bencana hidrologis berupa banjir bandang dan longsor melanda Sumatera dan Aceh, kami mendistribusikan lebih dari 200.000 liter air bersih. Langkah cepat ini krusial untuk memastikan kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi di pengungsian tetap terpenuhi demi mencegah wabah penyakit pascabencana," tambahnya. Salah satu desa yang menjadi penerima manfaat adalah Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, yang masuk dalam wilayah kerja PTPN IV PalmCo. Daerah ini dikenal sebagai wilayah yang menghadapi ketersediaan air bersih yang sulit. Warga setempat selama ini menggantungkan kebutuhan air ke sumur tradisional dan air tadah hujan yang kerap mengering saat musim kemarau tiba. Kepala Desa Pondok Meja, Martoyo, menyatakan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan. Ia mengatakan bahwa pembangunan sumur bor dan tangki air dari PalmCo menjadi solusi bagi warganya yang telah lama hidup dalam keterbatasan akses air bersih. “Kami sangat berterima kasih kepada PTPN IV karena telah peduli dengan kesulitan yang dialami warga. Dengan adanya sumur bor dan tangki air ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi, terutama di saat musim kering tiba,” cerita Martoyo. Senada dengan Martoyo, Wati, seorang warga setempat, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya masyarakat harus bergantung pada air tadah hujan maupun sumur tradisional yang kerap tidak mencukupi kebutuhan keluarga. “Daerah kami ini termasuk tinggi. Jadi, saat musim kemarau, sumur-sumur tradisional sering mengalami kekeringan. Alhamdulillah, Insyaallah ke depannya persoalan ini bisa teratasi,” timpal Wati. Kisah serupa datang dari Desa Gunung Ulin di Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu lokasi sasaran pembangunan sanitasi dalam wilayah kerja PTPN IV Regional V. Desa ini dikenal sebagai daerah yang setiap tahunnya selalu terkendala dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Selain berada di dekat dataran tinggi, pasokan air dari pegunungan juga beberapa kali tidak layak konsumsi. Kepala Desa Gunung Ulin, Sunarto, menyambut baik pembangunan sanitasi air bersih yang dilakukan PalmCo. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat tepat sasaran, sebab lokasinya memang selalu mengalami kesulitan air, terlebih saat musim kemarau berkepanjangan. “Kami sangat berterima kasih karena desa kami telah dipilih sebagai lokasi pembangunan. Pihak PTPN sangat memperhatikan daerah yang benar-benar membutuhkan. Bahkan, bantuan ini sejalan dengan program desa kami yang juga sedang mengembangkan air bersih,” ucap Sunarto. Melalui komitmen berkelanjutan ini, PalmCo berharap dapat terus memperkuat inisiatif penyediaan air bersih dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
PalmCo Gercep Bangun Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Anyar Lepas Lebaran
Jakarta, katakabar.com - Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026 telah usai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo gerak cepat (Gercep) hilirisasi industri kelapa sawit nasional. Sub Holdinh PTPN III (Persero) ini bersiap memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan rencana pembangunan tersebut bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). “Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi berbarengan lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ujarnya dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu sore. Ia menegaskanwaktu pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah periode Lebaran. “Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini,” jelasnya. Menurut Jatmiko, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi.Ia mencontohkan, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan. “Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami,” ucapnya. Pada tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun. Selain itu, PalmCo kembangkan fasilitas pengolahan lanjutan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit.Adapun pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional. Proyek hilirisasi minyak sawit ini diproyeksi mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.Pada fase konstruksi hingga operasional penuh, PalmCo memperkirakan total tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 2.900 orang. “Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” beber Jatmiko. Selain penyerapan tenaga kerja langsung, keberadaan kawasan industri ini juga dipercaya dapat memicu efek berganda bagi sektor ekonomi lainnya, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar kawasan. Di sisi hulu, kehadiran fasilitas hilirisasi ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. PalmCo proyeksikan, pada 2030, fasilitas tersebut mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, atau setara sekitar 567.000 ton CPO. “Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” sebutnya. PalmCo optimistis, dengan integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi.
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.
PTPN IV Palmco Puji 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey Of Excellence Bersama Keluarga
Yogyakarta, katakabar.com - Suasana hangat dan penuh kebanggaan selimuti ballroom sebuah hotel di Yogyakarta Kamis, akhir Januari 2026 lalu, saat Holding Perkebunan Nusantara lewat PTPN IV PalmCo memberikan penghargaan kepada 32 pemanen terbaik dalam program bertajuk Journey of Excellence. Para pemanen hadir bersama keluarga mereka, menandai pendekatan humanis perusahaan dalam mengapresiasi pekerja lapangan. Total 32 pemanen dari berbagai wilayah operasional PTPN IV, mulai dari Langsa (Aceh) hingga Sulawesi, diterbangkan khusus ke Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan apresiasi dan penguatan kompetensi. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anak sebagai bagian dari desain program yang menempatkan keluarga sebagai elemen penting dalam keberhasilan kinerja. Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris PTPN IV PalmCo. Selain seremoni penghargaan, para peserta mengikuti sesi peningkatan kompetensi yang difasilitasi bersama PT LPP Agro Nusantara, serta berbagai kegiatan kebersamaan keluarga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan peran strategis pemanen dalam rantai produksi perkebunan sawit perusahaan yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Rekan-rekan pemanen adalah garda terdepan yang memegang kendali atas nadi perusahaan ini. Kami ingin memastikan semangat dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas,” ujar Jatmiko di hadapan peserta dan keluarga. Ia menambahkan perusahaan menargetkan para penerima penghargaan menjadi role model di unit masing-masing, menularkan disiplin, kepatuhan terhadap standar operasional, serta etos kerja tinggi guna mendukung pencapaian target operasional 2026. Kompetisi Berlapis dari Seluruh Regional Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa 32 pemanen yang diundang ke Yogyakarta merupakan hasil seleksi berlapis dari seluruh kebun di lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Penilaian mencakup aspek produktivitas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap SOP, serta sikap kerja. “Mereka adalah representasi terbaik dari tiap wilayah. Ini pertama kalinya pemanen terbaik dari bentangan operasional seluas ini dipertemukan dalam satu forum,” ucap Suhendri. Di sela acara, Warham Tanjung, pemanen dari Kebun Sei Garo, Regional III, Riau, mengaku tidak menyangka dapat berdiri di panggung menerima penghargaan di hadapan keluarga. “Bagi kami, kebun itu sumber kehidupan. Sudah seperti milik sendiri. Jadi memang harus dijaga dengan sepenuh hati,” tuturnya. Pemanen dari Regional V Kalimantan, Bohari Rahman, menyebut pengalaman tersebut sebagai motivasi baru. “Saya ingin semangat ini menular ke teman-teman di kebun,” ceritanya. Sementara, Harwoko dari Kebun Tanjung Lebar, Regional IV Jambi, tampak beberapa kali menggenggam tangan anaknya selama acara berlangsung. “Ini kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami,” katanya. Investasi Jangka Panjang pada SDM Pelibatan keluarga menjadi ciri khas program Journey of Excellence. Pada sesi makan siang bersama, sejumlah Direksi dan Komisaris tampak berbincang santai dengan istri dan anak para pemanen, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Manajemen Holding Perkebunan Nusantara menilai dukungan keluarga berperan besar dalam menjaga konsistensi kinerja pekerja lapangan. Oleh karena itu, skema penghargaan dirancang tidak hanya menyentuh aspek profesional, tetapi juga emosional. Bagi PTPN IV PalmCo, program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan budaya kerja. Para pemanen diharapkan membawa standar baru ketika kembali ke kebun masing-masing, yang dapat direplikasi di unit lain. Menutup acara, Jatmiko kembali menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara menjadikan penghargaan bagi pemanen terbaik sebagai agenda berkelanjutan. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari tradisi yang ingin kami bangun,” ujarnya. Dari Yogyakarta, pesan tersebut jelas: di balik angka produksi sawit, ada kerja nyata para pemanen yang kini memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas dari Holding Perkebunan Nusantara.
Hilirisasi Pangan Nasional, Holding PTP Lewat PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyatakan kesiapan mendukung agenda pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Program industri ayam terintegrasi diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penyediaan protein hewani, terutama daging ayam dan telur, yang kebutuhannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk serta implementasi agenda sosial pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tahap awal, pemerintah melalui Danantara Indonesia menyiapkan investasi strategis sekitar Rp20 triliun untuk membangun ekosistem industri ayam terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, hingga pengolahan dan distribusi. Pendekatan hilirisasi dipilih untuk memperkuat kesinambungan pasokan, menekan fluktuasi harga, sekaligus mendorong pemerataan produksi protein hewani ke luar Pulau Jawa. Dalam konteks tersebut, peran badan usaha milik negara (BUMN) menjadi penting. Salah satunya PTPN IV PalmCo yang mengelola jutaan hektare perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dengan portofolio aset dan infrastruktur yang telah terbentuk, PalmCo dipandang memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda hilirisasi pangan, termasuk pengembangan peternakan ayam terintegrasi. Hilirisasi sebagai Arah Kebijakan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, dalam forum Road to Jakarta Food Security Summit 2026, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu pendekatan utama dalam transformasi sistem pangan nasional. “Pengembangan industri ayam terintegrasi tidak hanya soal menambah kapasitas produksi, tetapi juga memastikan distribusi dan keterjangkauan pangan yang lebih merata, khususnya di luar Jawa,” ujar Sam. Pendekatan terintegrasi dinilai mampu meredam ketergantungan produksi pada wilayah tertentu serta mengurangi risiko gejolak pasokan dan harga di sektor perunggasan. Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Ali Agus aminkan Sam. Ia menekankan pentingnya menjaga posisi peternak rakyat dalam skema hilirisasi. “Hilirisasi idealnya memastikan kesinambungan dari hulu ke hilir, sekaligus membuka ruang bagi peternak rakyat untuk tumbuh bersama industri,” jelasnya. Kesiapan Lahan Jadi Kunci Salah satu tantangan utama pengembangan peternakan modern berskala besar adalah kesiapan lahan. Di luar Jawa, ketersediaan lahan yang memiliki kepastian hukum, infrastruktur dasar, dan akses logistik kerap menjadi hambatan. Lantaran itu, pemanfaatan aset negara yang telah eksisting dinilai sebagai opsi strategis. PTPN IV PalmCo berada dalam ekosistem tersebut. Dengan pengalaman panjang mengelola perkebunan sawit, perusahaan memiliki aset lahan yang relatif siap secara legal dan operasional. Tetapi, PalmCo menegaskan pendekatan bertahap tetap menjadi prinsip utama. Direktur Strategy dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menimpali perusahaan memilih langkah yang terukur dan berbasis kesiapan nyata di lapangan. “Kami memahami ini adalah proyek kebijakan nasional yang besar dan lintas sektor. Karena itu, PalmCo fokus pada kesiapan yang benar-benar bisa dieksekusi,” ucap Ugun. Menurutnya, Kalimantan Timur menjadi wilayah yang saat ini telah memasuki tahap persiapan awal untuk mendukung pembangunan peternakan ayam terintegrasi, termasuk rencana groundbreaking dalam waktu dekat. Wilayah tersebut dinilai relatif siap dari sisi aset, keselarasan tata ruang, serta dukungan rencana pengembangan wilayah. “Kalimantan Timur menjadi contoh awal kesiapan. Ini bukan soal cepat, tetapi soal tepat,” katanya. Integrasi Sawit dan Pangan Harus Berhati-hati Ugun menegaskan pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk kegiatan pangan memerlukan kajian menyeluruh, mencakup aspek tata ruang, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan. “Integrasi fungsi pangan di kawasan perkebunan sawit tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Semua harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” terangnya. PalmCo juga memilih tidak memberikan ekspektasi berlebihan terhadap wilayah lain yang masih dalam tahap kajian. Pendekatan ini diambil untuk menjaga kredibilitas proyek sekaligus memastikan setiap langkah dapat dipertanggungjawabkan. “Lebih baik kami berbicara berdasarkan apa yang sudah siap dan bisa dieksekusi, daripada menyampaikan rencana yang belum tentu dapat direalisasikan,” bebernya. Ke depan, PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendukung ketahanan pangan nasional, dengan memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara optimal, bertanggung jawab, dan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi pangan serta pemerataan produksi protein hewani di Indonesia.
Holding PTPN Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik Lewat PalmGO dan Palmstok
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat transformasi digital di seluruh rantai pasok bisnisnya dengan memperkenalkan dua sistem digital untuk mendukung pengelolaan logistik dan pergudangan, yakni PalmGO dan Palmstock. Kedua sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan armada, pengiriman komoditas, serta pengelolaan persediaan barang dalam satu platform berbasis data. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam pembukanya menyampaikan bahwa digitalisasi yang dilakukan PalmCo diarahkan pada integrasi sistem dan data, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi. Menurutnya, tantangan utama transformasi digital adalah memastikan seluruh proses bisnis terhubung dalam satu ekosistem yang efisien dan mudah diawasi. “Ke depan, PalmCo tidak membutuhkan banyak aplikasi, tetapi membutuhkan sistem yang saling terintegrasi dan digunakan secara berkelanjutan. PalmGO dan Palmstock kami arahkan menjadi fondasi pengelolaan logistik dan stok yang berbasis data, transparan, dan mengurangi praktik pencatatan ganda,” ujar Jatmiko. Ia menambahkan, integrasi data yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi ketergantungan pada proses manual, khususnya di sektor logistik yang bergerak setiap waktu dan melibatkan banyak unit kerja. Dari sisi skala bisnis, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan kebutuhan digitalisasi logistik dan stok menjadi keniscayaan mengingat besarnya nilai yang dikelola perusahaan setiap hari. “Setiap hari PalmCo mengelola pengangkutan sekitar 13.000 ton komoditas menggunakan kurang lebih 900 unit truk. Jika diakumulasikan, nilai barang yang bergerak mencapai sekitar Rp140 miliar per hari atau setara Rp40 triliun per tahun. Di sisi lain, stok yang kami kelola di 248 gudang tersebar di berbagai wilayah juga bernilai sangat besar,” jelas Ugun. Menurutnya, tanpa sistem digital yang terintegrasi, pengawasan logistik dan persediaan akan sangat bergantung pada proses manual dan berisiko menimbulkan inefisiensi, penyusutan, hingga lemahnya akuntabilitas. “Melalui PalmGO dan Palmstock, seluruh proses mulai dari perencanaan, pencatatan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan proyeksi dapat dilakukan secara real-time dan lebih akurat. Ini penting untuk menekan potensi kehilangan, mengurangi susut, sekaligus memperkuat tata kelola berbasis data,” tuturnya. Sementara, Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri menekankan bahwa PalmGO dan Palmstock tidak hanya berfungsi sebagai sistem teknologi, tetapi juga menjadi instrumen perubahan cara kerja dan budaya operasional di seluruh lini perusahaan. “PalmGO dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh proses logistik, mulai dari perencanaan rute, pengelolaan armada, hingga pelacakan pengiriman secara real-time. Sementara Palmstock memastikan pengelolaan persediaan barang dan gudang berjalan terintegrasi, akurat, dan terhubung dengan sistem SAP,” ujar Suhendri. Ia menambahkan, kedua sistem ini mendorong peralihan dari proses manual yang terfragmentasi menuju pola kerja yang terintegrasi dan berbasis data, hingga ke level operasional paling bawah. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi penumpukan stok yang tidak perlu, kekurangan material yang menghambat operasional, maupun pencatatan berulang. PalmGO dan Palmstock membantu menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan transparansi, dan memperkuat daya saing perusahaan,” jelasnya. Melalui implementasi PalmGO dan Palmstock, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menargetkan efisiensi biaya logistik dan penyimpanan secara signifikan, sekaligus meningkatkan keandalan rantai pasok komoditas sawit, teh, dan karet. Digitalisasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Holding dalam membangun operasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.
Transformasi Digital Holding PTPN, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi
Jakarta, katakabar.com - Transformasi digital di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan terus bergulir seiring meningkatnya kompleksitas bisnis serta tantangan keamanan data. Pada konteks tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tercatat sebagai salah satu entitas di klaster pangan negara yang lebih awal mengantongi sertifikasi internasional ISO 27001 dan ISO 20000. Kedua standar global tersebut masing-masing berkaitan dengan sistem manajemen keamanan informasi dan pengelolaan layanan teknologi informasi, yang menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital perusahaan secara aman dan berkelanjutan. Sejak resmi berdiri, PalmCo dihadapkan pada tantangan besar berupa integrasi organisasi hasil penggabungan berbagai entitas. Penyatuan sistem, proses bisnis, serta budaya kerja yang sebelumnya berjalan terpisah menuntut pengelolaan teknologi informasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga terstandar dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Dalam konteks inilah, transformasi digital ditetapkan sebagai salah satu agenda strategis perusahaan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan penerapan standar internasional menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan proses integrasi sistem pascamerger berjalan secara terkendali dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi digital tidak dapat dilepaskan dari penguatan tata kelola, khususnya dalam pengelolaan informasi dan layanan teknologi informasi yang semakin terintegrasi di lingkungan perusahaan. “Transformasi digital bukan semata-mata soal penggunaan teknologi baru, tetapi juga bagaimana informasi dikelola secara disiplin dan layanan TI dijalankan dengan standar yang jelas. Sertifikasi ISO 27001 dan ISO 20000 menjadi langkah penting untuk memastikan sistem dan proses bisnis PalmCo berjalan aman dan berkelanjutan,” kata Jatmiko. ISO 27001 merupakan standar internasional yang berfokus pada sistem manajemen keamanan informasi, mencakup pengendalian akses, perlindungan data strategis, manajemen risiko, hingga kesiapan organisasi dalam menghadapi potensi insiden keamanan digital. Bagi PalmCo, penerapan standar ini dinilai relevan seiring meningkatnya volume dan kompleksitas data operasional pascamerger. Sementara, ISO 20000 mengatur tata kelola layanan teknologi informasi agar berjalan secara konsisten, responsif, dan berorientasi pada kualitas. Standar ini memastikan layanan TI mampu mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara berkelanjutan, sekaligus menyediakan kerangka kerja yang jelas dalam pengelolaan layanan kepada pengguna internal. Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa proses menuju perolehan sertifikasi internasional tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari perjalanan panjang integrasi sistem serta penyelarasan cara kerja di seluruh lini organisasi. Ia menyampaikan transformasi digital PalmCo telah dimulai sejak perusahaan terbentuk, dengan fokus pada penyatuan sistem, standarisasi proses bisnis, serta pembangunan budaya kerja yang lebih disiplin dan patuh terhadap prinsip tata kelola. “Prosesnya tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga perubahan cara kerja dan pola pikir. Sertifikasi ini menjadi indikator bahwa upaya integrasi sistem dan budaya kerja tersebut berjalan ke arah yang benar,” timpal Suhendri. Ia menambahkan, kolaborasi lintas divisi serta dukungan manajemen menjadi faktor kunci dalam pemenuhan berbagai persyaratan standar internasional tersebut. Disiplin proses dan kepatuhan terhadap standar dinilai penting agar sistem digital dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya isu kebocoran data dan gangguan sistem digital di berbagai sektor, langkah PalmCo memperoleh sertifikasi ISO di bidang keamanan informasi mencerminkan pendekatan perusahaan yang lebih matang dalam mengelola risiko digital. Perusahaan tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membangun kerangka pengelolaan risiko yang terukur. Penguatan tata kelola teknologi informasi ini sejalan dengan upaya PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), dalam memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dalam organisasi hasil merger, sistem informasi yang tertata dan terlindungi menjadi elemen penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Dengan fondasi sistem keamanan informasi dan layanan TI yang telah terstandar secara internasional, PalmCo memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan inovasi digital ke depan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional dan peningkatan kinerja bisnis, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tata kelola. Ke depan, PalmCo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Di sektor pangan yang semakin strategis, pengelolaan sistem digital yang aman dan andal menjadi prasyarat penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis serta kepercayaan para pemangku kepentingan.
Karyawan PalmCo, Entitas Holding PTPN Salurkan Ribuan Paket Bantuan ke Aceh dan Sumut
Sumbar, katakabar.com - Solidaritas karyawan PTPN IV PalmCo, entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, terus mengalir bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Tapanuli Selatan. Ribuan paket logistik serta hampir dua ton pakaian layak pakai berhasil dihimpun melalui donasi sukarela lintas regional, mulai dari Kalimantan hingga Sulawesi, untuk membantu masyarakat yang tengah berupaya memulihkan kehidupan pascabencana. Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PTPN IV PalmCo, Dedi Ariandi, menyampaikan gerakan ini muncul secara spontan dari para karyawan yang mengikuti perkembangan situasi di lapangan. “Solidaritas ini lahir murni dari hati para karyawan. Mereka bergerak sukarela, menyisihkan sebagian rezekinya. Tugas kami hanya memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” ujar Dedi, melalui keterangan resmi, Senin (8/12) lalu. Di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Langsa, serta desa-desa sekitar Batangtoru di Tapanuli Selatan, warga masih menghadapi keterbatasan akibat banjir dan longsor yang merendam permukiman serta memutus akses jalan. Kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan perlengkapan harian menjadi prioritas utama. Dari hasil penggalangan, terkumpul ratusan kuintal beras, ratusan dus mi instan, ribuan butir telur, air mineral, makanan ringan, popok bayi, pembalut, dan kebutuhan harian lainnya. Selain itu, donasi pakaian layak pakai mencapai hampir dua ton yang mencakup pakaian dewasa hingga anak-anak. Bagi masyarakat, kehadiran bantuan tersebut menjadi penopang penting pada fase awal pemulihan. “Dalam situasi begini, kedatangan mereka sangat berarti. Mereka membawa sembako, tapi juga membawa semangat bagi kami yang sedang mencoba bangkit,” kata Hendra Saputra, salah satu warga penerima bantuan. Di beberapa lokasi terdampak, terdapat pula karyawan PalmCo yang rumahnya ikut terendam. Hal ini menjadikan gerakan solidaritas tersebut semakin personal, karena dukungan datang tidak hanya untuk masyarakat umum tetapi juga untuk rekan kerja mereka sendiri. Selain logistik, karyawan PalmCo turut mengumpulkan donasi khusus berupa beasiswa untuk anak-anak karyawan yang terdampak, agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan. Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) juga mengambil peran aktif. SP-BUN Regional I menyalurkan bantuan kepada warga terdampak longsor di Batangtoru. Ketua Umum SP-BUN Regional I, Supriadi Sebayang, menyebut langkah tersebut merupakan wujud komitmen pekerja perkebunan untuk hadir di tengah masyarakat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ini gerakan dari pekerja untuk sesama,” ucapnya. Kepala Desa Bandar Tarutung, Batangtoru, H. Sulhan Sihombing, A.Md, menuturkan bantuan yang mengalir pada fase awal pemulihan sangat membantu masyarakat melewati masa sulit. “Bantuan ini memberi kekuatan moral bagi masyarakat yang sedang berusaha pulih,” jelasnya.