Pagi

Sorotan terbaru dari Tag # Pagi

'Malawu Pagi di Ngawi' Opini
Opini
Minggu, 20 April 2025 | 21:19 WIB

'Malawu Pagi di Ngawi'

Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Healing di segitiga perbatasan, kaki gunung Lawu, Karanganyar, Sragen, Ngawi, adalah menikmati oksigen bebas polusi, sejuk tiada henti. Apalagi dinikmati dalam suasana mendung, tanpa hujan. Dengan segelas _Liberica_ asli, dan Sego thiwul khas Ngawi. Rindu jadi melawu. Diskusi kecil tentang polemik ijasah palsu makin seru. Bahkan diskusi hanya jeda makan siang, sebab sudah menunggu nasi dan rendang asli Padang. Lalu dialektika meski kelas girli (pinggir kali) berlanjut dengan dokumen pernyataan sikap para purnawirawan prajurit TNI, yang menginginkan negara dan bangsa ini kembali ke Undang Undang Dasar 1945 asli. Bukan yang palsu. Kata "asli" dalam tulisan ini untuk membumikan betapa pentingnya kejujuran, dan keotentikan dalam berpikir, bersikap dan bertindak, terutama para petinggi dan pengelola negeri. "Buka dulu topengmu?" Dan ucapkan selamat tinggal kepalsuan. Bukan hanya berdalih di Pengadilan, ketika dibutuhkan, tapi juga dihadapan pemilik asli kedaulatan, yaitu rakyat. Palsu, dipalsukan, memalsukan, kepalsuan, adalah kosakata yang semestinya hilang dari kepala para petinggi negeri. Cinta rakyat untuk Indonesia, tidak pernah palsu. Kata seorang mahasiswi, inilah negara ajaib, "ijasah boleh palsu, tapi korupsinya kan gak palsu". Dalam skenario film, "Yogya, Rindu, Cinta" itu semua asli, digali dari kearifan lokal kebanggaan negeri. "Tidak ada yang palsu". Sebab sebagai bangsa, seharusnya kita punya "malu". Meneladani sosok putri sejati, putri Indonesia, harum namanya. Di mesin pencari ketika diketik nama "Jokowi" yang muncul pertama di top stories atas kiri, berjudul, "Jokowi Beri Arahan Peserta Sespimen Polri di Rumahnya" "Alamak!"