Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang
Padang, katakabar.com - AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang bahas peran Google for Education dan Google Reference School mendorong transformasi pendidikan digital di era AI. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026 lalu di Telkom AI Center Padang. Di hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.” Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Sementara, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education, menekankan ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya. Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital. Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” imbuhnya. Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School. Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, menuturkan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” sebutnya. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.
Telkom AI Center Perkuat Transformasi Digital UMKM Solusi AI di Padang
Padang, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence (Telkom AI Center) melalui program unggulannya kembali menegaskan komitmen mendukung transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat dengan menggelar seminar dan talkshow “AI Clinic for Business: Smart Business with AI-Solusi Cerdas untuk UMKM Naik Kelas.” Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama antara praktisi, pelaku usaha, dan Telkom dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara lebih inklusif. Seminar ini menghadirkan Gina Wahyuni, konsultan dan trainer UMKM, yang membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung operasional bisnis. Dalam pemaparannya, Gina menekankan kehadiran AI dapat membantu UMKM bekerja lebih efisien dan fokus pada pengembangan usaha. “Pelaku UMKM tidak perlu lagi merasa kesulitan karena saat ini sudah ada AI yang bisa dimanfaatkan sebagai asisten pribadi. AI dapat membantu berbagai kebutuhan bisnis dan siap digunakan kapan saja, selama dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha,” ujar Gina. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM di Kota Padang dan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Diskusi berjalan secara interaktif, membahas berbagai topik praktis seperti pembuatan konten promosi, pemahaman pasar, hingga strategi pemasaran digital yang relevan dengan kondisi UMKM saat ini. Selain sesi diskusi, peserta juga diajak untuk mencoba langsung penggunaan AI, sehingga proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kolaboratif. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital di kalangan UMKM. “Kolaborasi antara Telkom, praktisi, dan pelaku UMKM menjadi kunci agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan lebih optimal. Kami ingin mendorong UMKM untuk melihat AI sebagai bagian dari proses pengembangan usaha ke depan. Dengan literasi digital yang tepat, UMKM akan lebih siap beradaptasi dan meningkatkan daya saingnya,” jelas Mizan. Telkom AI Center Padang juga memperkenalkan berbagai peluang pemanfaatan AI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan UMKM, mulai dari mendukung pemasaran hingga pengambilan keputusan berbasis data. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara Telkom dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang saling mendukung. Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center of Excellence Padang kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapabilitas digital UMKM di Sumatera Barat. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong UMKM untuk lebih percaya diri memanfaatkan teknologi dan tumbuh secara berkelanjutan di era digital.
Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Lewat Padat Karya
Padang, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo tinjau penanganan tanggap darurat bencana banjir di Sungai Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1) lalu. Di kunjungan tersebut, Menteri PU menekankan dua hal utama, yakni percepatan normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi irigasi dan pentingnya pelibatan masyarakat terdampak melalui skema padat karya. Ditegaskannya, penanganan darurat ini krusial bagi aktivitas warga dan sektor pertanian. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk bekerja secara intensif. "Kita percepat penyelesaian ini. Normalisasi sungainya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan, minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam," tegas Dody di lokasi peninjauan. Selain aspek teknis, Dody menyoroti aspek sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU juga berupaya memastikan mata pencaharian warga tidak terputus akibat bencana. "Arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana supaya ada program padat karya. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana, mata pencahariannya tidak berhenti dan tetap ada income," jelasnya. Ia menambahkan skema padat karya ini dapat segera diterapkan pada tahapan pekerjaan teknis yang memungkinkan, seperti pada pemasangan bronjong. Pada konteks ketahanan pangan, pemulihan suplai air ke lahan pertanian menjadi prioritas utama menjelang musim tanam. Di kawasan ini terdapat lahan sawah sekitar 700 hektare bergantung pada irigasi teknis dari aliran sungai. Kementerian PU berkewajiban menyediakannya. "Itu sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam," terang Dody. Saat ini air sungai telah dialirkan menggunakan pompa sementara guna memastikan pasokan masuk ke saluran irigasi serta memenuhi kebutuhan air bersih warga. "Air irigasi ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga digunakan untuk masyarakat sebagai air bersih. Jadi, dua hal ini harus kita pastikan dengan cepat," ucapnya. Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V telah melakukan perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Langkah ini diambil untuk melindungi Bendung Koto Tuo serta mengendalikan sedimen dan puing (debris) kayu. Desain penanganan juga dilengkapi dengan sand pocket dan groundsill untuk menjaga stabilitas dasar sungai. Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengutarakan seluruh penanganan tanggap darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Naryo Widodo menyatakan BWS Sumatera V telah mengerahkan sejumlah alat berat berupa excavator, dump truck, dan telah menyediakan material yang dibutuhkan di lapangan antara lain berupa geobag, bronjong, dan jumbo bag. "Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi sungai, menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi masyarakat, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin," kupas Naryo. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Harga PK Naik Ungkit Harga TBS Mitra Plasma Sumbar di Pekan Keempat September 2025
Padang, katakabar.com - Harga penjualan inti sawit atau palm kernel atau PK naik kisaran Rp347,54 per kilogram mampu ungkit penetapan harga pembelian tandan buah segar atau TBS produksi para petani kelapa sawit mitra plasma di seluruh Provinsi Sumatera Barat di pekan keempat September 2025. Keterangan resmi Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura atau Disbun TPH Provinsi Sumatera Barat, dilansir dari lama mediaperkebunan.id, Jumat (26/9), menyebutkan harga pembelian TBS mitra plasma periode 24 hingga 30 September 2025 naik sebanyak Rp12,01 per kilogram. Kebijakan yang berlaku di tingkat pabrik kelapa sawit atau PKS tersebut mengungkit harga TBS mitra plasma Sumatera Barat. Kalau sebelumnya tercatat sebesar Rp3.713,58 per kilogram naik jadi Rp3.725,59 per kiligram. Kenaikan sebesar Rp12,01 per kilogram ini berlaku bagi TBS dari umur tanam 10 hingga 20 tahun. Bagaimana harga TBS umur ranam lainnya? Mengalami kenaikan pula tapi harga berbeda satu sama lain. Situasi di atas cukup menarik mengingat saat yang sama harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO justru melemah dalam jumlah yang agak tipis, yakni sebanyak Rp35,77 per kilogram. Jadi, mulai 24 hingga 30 September 2025 ini harga penjualan CPO mitra plasma 'Ranah Minang' nama lain dari Provinsi Sumatera Barat melemah dari sebelumnya tercatat Rp14.489 saat ini jadi Rp14.453,23 per kilogram. Ini daftar harga TBS mitra plasma periode 24 hingga 30 September 2025 di Sumatera Barat, yakni umur 3 tahun Rp2.740,73 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.115,20 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.284,23 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.324,04 per kiligram, umur 7 tahun Rp3.349,29 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.667,23 per kilogram. Lalu, umur 9 tahun Rp3.719,04 per kilogram, umur 10-20 tahun Rp3.725,59 per kilogram di mana sebelumnya Rp3.713,58 per kilogram berarti naik Rp12,01 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.588,22 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.576,18 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.529,41 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp3.363,15 per kilogram.
Cegah Abrasi Pantai di Padang, EPN Hibahkan 100 Ban Bekas Mobil Tangki Appostraps
Padang, katakabar.com - PT Elnusa Petrofin atau EPN, anak usaha PT Elnusa Tbk atau ELSA, komitmen dukung pelestarian lingkungan sekaligus penerapan prinsip berkelanjutan melalui aksi nyata lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, hibahkan seratus ban bekas mobil tangki. Penyerahan 100 unit ban bekas mobil tangki kepada Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (16/7), guna penerapan Appostraps sebuah inovasi mitigasi abrasi di pesisir pantai. Seremoni penyerahan turut dihadiri Manager Corporate Communication dan Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, Manager Transportation Operations Area II PT Elnusa Petrofin, Agus Sofyan Manurung, Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi, Aspotmar Lantamal II Padang, Letkol Laut (P) Octav Bayu Dirgantara, Lurah Teluk Kabung Tengah, Febri Yeni. Serah terima dilakukan di Kantor Kelurahan Teluk Kabung Tengah oleh Manager Corporate Communication dan Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, kepada Lurah Teluk Kabung Tengah, disaksikan Danlantamal II Padang, Ketua RW 03, serta tokoh masyarakat setempat, sebagai wujud dukungan lintas sektor. Penerapan Appostraps atau Alat Pemecah, Peredam Ombak, dan Sedimen Traps usung pendekatan hemat biaya, mudah diterapkan, dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan ban bekas operasional sebagai material utama yang membantu meredam energi gelombang laut, dan menjebak sedimen, sehingga memperlambat laju abrasi pantai secara alami. Pemanfaatan ban bekas operasional ini sejalan dengan prinsip zero waste, di mana limbah operasional perusahaan dialihkan dari potensi pencemaran lingkungan menjadi solusi ekologis yang produktif. Inisiatif ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Elnusa Petrofin terhadap Sustainable Development Goals atau SDGs poin ke 12, yakni Responsible Consumption and Production, melalui pendekatan ekonomi sirkular dan konsumsi yang lebih bijak terhadap sumber daya. “Kami percaya keberlanjutan bisa dimulai dari tindakan sederhana yang berdampak besar. Melalui program ini, Elnusa Petrofin berupaya tidak hanya mengelola limbah secara bertanggung jawab, tetapi juga mendukung masyarakat pesisir menghadapi tantangan abrasi dengan solusi yang inovatif, adaptif, dan ramah lingkungan,” ujar Putiarsa Bagus Wibowo, Manager Corporate Communication dan Relations PT Elnusa Petrofin.
Di Ranah Minang Nilai Tukar Petani Meningkat 2,17 Persen Desember 2024
Padang, katakabar.com - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat nilai tukar petani atau NTP Provinsi Sumatera Barat meningkat sebesar 2,17 persen pada Desember 2024 dibanding November 2024, yakni dari 129,36 menjadi 132,16. Ini dari hasil pemantauan harga–harga di perdesaan di seluruh kabupaten di Sumatera Barat kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Peningkatan ini lantaran adanya kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,75 persen, lebih besar dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,57 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sumbar, Sugeng Arianto MSi melalui keterangan resmi BPS, dilansir dari laman EMG, Selasa (7/1). Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya
Pegadaian Gelar Gathering, Perkuat Kolaborasi Bank Sampah Binaan di Kota Padang
Bank Sampah Pancadaya Kota Padang, binaan PT Pegadaian sukses melaksanakan kegiatan gathering yang berlangsung pada tanggal 4 Maret 2024.
Versi Anyar Sensor Pendeteksi Kematangan Buah Sawit Buatan Akademisi Unand
Padang, katakabar.com - Versi terbaru menunjukkan tingkat kematangan buah kelapa sawit, traceability, hingga kapan kelapa sawit siap panen, bisa dihubungkan dengan telepon pintar. Pembiayaan inovasi ini lewat bantuan hibah penelitian, tim dari Unand mulai menciptakan dan mengembangkan sensor kematangan kelapa sawit versi 4. Inovasi dimulai dari hasil riset saat menempuh pendidikan strata dua di Institut Pertanian Bogor pada 2002 lalu. Di mana kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Unand dengan memanfaatkan pengembangan teknologi. Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Dr Eng Muhammad Makky yang bikin dan mengembangkan inovasi berupa sensor pendeteksi kematangan buah kelapa sawit. "Sensor ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengolahan buah kelapa sawit," ulas Muhammad Makky di Padang, dilansir dari laman ANTARA, pada Minggu (8/10). Sensor ini, kata Makky, dapat membantu petani menentukan tingkat kematangan buah kelapa sawit yang lebih akurat, dan tepat waktu. Jadi, dapat mengoptimalkan waktu panen dan pengolahannya. Diceritakannya, sensor tersebut telah diujicobakan untuk melihat kinerjanya dalam pengolahan buah kelapa sawit. "Harapannya, dengan hasil uji coba ini dapat membantu pengembangan lebih lanjut dan peningkatan kualitas sensor sawit Universitas Andalas," tuturnya. Nah, keunggulan sensor ini terletak pada kemampuannya untuk mengetahui kapan buah kelapa sawit matang hingga posisi tanamnya. Artinya, alat tersebut dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengelolaan kebun sawit. Selain dapat digunakan dalam pengelolaan buah kelapa sawit, inovasi tersebut menjadi solusi bagi petani dalam menentukan harga jual yang lebih baik. Dengan mengetahui tingkat kematangan buah sawit secara akurat, petani bisa menentukan harga jual sesuai kondisi pasar. Soal operasionalnya, sensor tersebut menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi tingkat kematangan kelapa sawit. Terus, sensor ini bisa mengukur parameter, seperti suhu, kelembapan, rendemen minyak, hingga tingkat keasaman buah sawit. "Petani atau pengguna sensor buah kelapa sawit dapat mengakses hasil pengukuran melalui aplikasi yang terhubung dengan internet," sebutnya.
PEI Dorong Manfaat Pasukan Serangga Dongkrak Produksi Sawit Nasional
Padang, katakabar.com - Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) dorong pemanfaatan pasukan serangga guna dongkrak produksi kelapa sawit nasional. Itu yang dibahas di Simposium Kelapa Sawit, bertajuk “Oil Palm Plantation Management to Increase Growth and Production” di salah satu hotel di Padang, pada (30/9). Simposium ini rangkain dari The 2nd Internasional Conference and The 11th Congress of The Entomological Society of Indonesia (ICCESI) 2023, diikuti 300 peserta asal sembilan negara didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kegiatan menghadirkan empat pembicara utama, Dr. Bandung Sahari (PT Astra Agro Lestari), Dr. Cahyo Sriwibowo (Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia), Tjut Ahmad Perdana Rozziansha SP., Msi. (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), dan Arfie Thahar SP, MSi (BPDKS). President Entomological Society Indonesia, Prof. Dr. Dadang, MSc menjelaskan, serangga punya peran vital dalam hidup kita. “Sebenarnya banyak jenis serangga berguna, dan berperan sebagai pasukan untuk melindungi dan mendongkrak produksi kelapa sawit, seperti parasitoid, predator dan pollinator," ujarnya dilansir dari laman Majalah Hortus, di penghujung September 2023. Simposium ini, harap Prof. Dr. Dadang, menjadi sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah ke depan agar serangga berguna dapat terus diteliti dan dioptimalkan fungsinya. Dr. Bandung Sahari aminkan Prof. Dr. Dadang. Menurutnya, serangan hama di perkebunan kelapa sawit bisa sangat merugikan. Apalagi memasuki El-Nino, di mana perubahan cuaca sangat berpengaruh terhadap siklus serangga. Untuk beradaptasi dengan kondisi ini, Dr. Bandung Sahari menegaskan, peran predator seperti Sycanus spp, perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat menekan serangan hama di lapangan. Di sisi lain, Dr. Cahyo Sri Wibowo menekankan, pentingnya serangga penyerbuk untuk mendongkrak produksi minyak kelapa sawit Nasional. Dijelaskannya, tanpa serangga penyerbuk, bunga betina sawit bakal sedikit menghasilkan buah akibatnya produksi minyak sawit bisa anjlok. Untuk itu, penelitian guna mengoptimalkan fungsi dan peran serangga penyerbuk Elaedobius kamerunicus perlu dikembangkan sedini mungkin, tidak boleh ditunda-tunda. Perwakilan BPDPKS, Arfie Thahar menimpali, BPDPKS terus membantu para peneliti di Indonesia untuk mengembangkan riset-riset nanti bisa mendongkrak produksi minyak kelapa sawit nasional. Simposium seperti ini, sebut Thahar, perlu lebih sering dilaksanakan agar hasil-hasil penelitian dapat disebar luaskan dan diaplikasikan di perkebunan kelapa sawit. Sementara, Tjut Ahmad Perdana menuturkan, automasi dan digitalisasi untuk membantu aplikasi hasil-hasil riset di perkebunan sangat dibutuhkan untuk memastikan teknologi dan sains yang digunakan tepat sasaran dan efisien.