Momentum

Sorotan terbaru dari Tag # Momentum

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Gejolak Selat Hormuz Momentum Penguatan Industri Baja Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

Gejolak Selat Hormuz Momentum Penguatan Industri Baja Nasional

Jakarta, katakabar.com - Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, jadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia. Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, sekaligus jabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri. “Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Dr. Akbar Djohan. Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global. Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.

PalmCo Konsolidasikan Karyawan di Momentum Halal Bi Halal Perkuat Sinergi Internal Nasional
Nasional
Sabtu, 04 April 2026 | 13:12 WIB

PalmCo Konsolidasikan Karyawan di Momentum Halal Bi Halal Perkuat Sinergi Internal

Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara gelar Halal Bi Halal usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan Head Office (HO) perusahaan. Kegiatan yang berlangsung secara sederhana ini menjadi momentum bagi manajemen untuk mengonsolidasikan jajaran karyawan dalam rangka mencapai target kinerja perusahaan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Dewan Komisaris dan seluruh karyawan. Ia menyampaikan bahwa dinamika kerja dan tuntutan perusahaan yang tinggi sepanjang tahun terakhir berpotensi menimbulkan berbagai dinamika di internal organisasi. "Setahun kemarin pasti banyak hal, kecepatan, dan kemudian juga tuntutan yang cukup tinggi yang mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan bagi teman-teman semua. Mohon maaf dalam kesempatan ini," ujar Jatmiko. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kinerja di seluruh lini organisasi. Ia menekankan prinsip best, fast, and result sebagai acuan operasional perusahaan ke depan. "Artinya seluruh insan PalmCo tanpa terkecuali harus menunjukkan kinerja terbaik dalam waktu cepat. Mulai hari ini kita memang dituntut lebih ekstra lagi bersiap," tegasnya. Ia menambahkan target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid, kesamaan visi, serta komitmen bersama dari seluruh elemen perusahaan. Arahan tersebut mendapat dukungan dari Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo. Pelaksana Harian Komisaris Utama, Andi Wibisono, menimpali pihaknya mendukung penuh langkah-langkah operasional perusahaan yang sejalan dengan arahan pemegang saham. Ia juga menyoroti peran strategis PTPN IV PalmCo dalam struktur holding perkebunan, khususnya dalam mendukung kinerja induk perusahaan. "Kita cermati bahwa tahun 2025, PalmCo atau PTPN IV merupakan bagian yang paling utama yang mendukung kinerja di PTPN III (Holding) secara keseluruhan," kata Andi. Menutup kegiatan, Andi menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di lapangan, atas kontribusinya dalam menjaga kinerja operasional perusahaan. "Mudah-mudahan 2026 ini kita bisa memegang amanah bersama-sama menjadi pilar pembangunan negara yang kita cintai ini," harap Andi.

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:12 WIB

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Ramadhan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Lonjakan permintaan pada periode ini membuat produk-produk dengan kearifan lokal semakin dicari, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan naik kelas. Bagi sebagian pelaku UMK, momentum ini juga menjadi penanda perjalanan panjang dalam membangun usaha dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dirasakan Hera 53 tahun dari Bangka Belitung, pemilik merek Mirrando, produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci khas daerah. Usahanya berawal dari dapur rumah, memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar wilayah tempat tinggalnya. Dari percobaan sederhana itu, ia berhasil menciptakan produk bercita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khasnya. Tetapi perjalanan awal usahanya tidak mudah. Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi tantangan besar. Situasi mulai berubah setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk. Melalui program pembinaan, ia mendapatkan akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran produk. Dengan dukungan tersebut, usaha Hera berkembang pesat. Kini ia mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja yang terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. “Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Senin (9/3). Optimisme serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft, mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan karakter desain yang bernilai seni tinggi. Di awal perjalanan usahanya, Rosi menjelaskan bisnisnya menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari desain produk yang belum matang hingga jaringan pemasaran yang terbatas. Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran. Seiring waktu, produk tas etniknya mulai dikenal lebih luas. Kini, karya FnR Craft telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Rosi bahkan kerap diundang untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada pelaku UMK lainnya. “Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” cerita Rosi. Bagi Grup MIND ID, perjalanan Hera dan Rosi mencerminkan bagaimana ekosistem ekonomi masyarakat dapat tumbuh di wilayah tambang seluruh Indonesia. Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. MIND ID menargetkan agar para mitra binaan dapat terus berkembang dan naik kelas setiap tahun, baik dari sisi kapasitas usaha maupun peningkatan omzet. “Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global. Di situlah pemberdayaan ekonomi lokal tidak sekadar program sosial, melainkan strategi memperdalam struktur ekonomi nasional," ucap Dany. Melalui berbagai program pembinaan, Grup MIND ID memberikan dukungan mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi kemasan dan desain, peningkatan standar mutu, hingga penguatan strategi pemasaran digital. Selain itu, Grup MIND ID juga membuka akses pasar melalui berbagai pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk. Dukungan tersebut membuat UMK binaan semakin siap menghadapi lonjakan permintaan, termasuk pada periode Bulan Suci Ramadan dan Lebaran, melalui perencanaan produksi hingga pengelolaan distribusi yang lebih optimal. Momentum ini juga dioptimalkan melalui partisipasi 31 UMK binaan Grup MIND ID dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang diselenggarakan pada 9 hingga 11 Maret 2026. Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari panganan khas daerah, kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata lokal. Bagi Hera dan Rosi, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak pelanggan. “Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” beber Rosi. Bagi MIND ID, geliat UMK di wilayah tambang pada momentum Lebaran menunjukkan ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar dibuka, nilai tambah tidak berhenti di sektor industri saja, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat, mulai dari dapur keluarga hingga menjadi buah tangan yang membawa kearifan lokal, kebanggaan nusantara, dan harum di kancah global.

Di Dalam #HIC2026: Inovasi, Kolaborasi dan Momentum Industri di Jakarta Default
Default
Senin, 02 Maret 2026 | 20:09 WIB

Di Dalam #HIC2026: Inovasi, Kolaborasi dan Momentum Industri di Jakarta

Jakarta, katakabar.com - Hospitality Indonesia Conference ke 9 #HIC2026, bagian dari Hospitality Asia Event Series, sukses membawa 415 tamu unik selama 2 hari event, ini menjadi salah satu pengingat penting dalam kemajuan diskusi dan dialog, inovasi dan kolaborasi di sektor perhotelan Indonesia. Konferensi ini dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 11 Februari 2026 di Le Meridien Jakarta, kegiatan ini juga menjadi platform untuk pemimpin industri untuk berkumpul dan bertukar informasi. Melanjutkan dari 8 edisi sebelumnya, #HIC2026 selalu menyuguhkan acara sebagai wadah utama untuk pemilik hotel, investor, hotel operator, hotel designer dan arsitek, hotel developer dan juga technology provider. Di edisi tahun ini, #HIC2026 mencakupi 118 pembicara terbaik dalam 4 Summit. Di hari pertama, Hotel Investment Summit Indonesia #HISI dan Hotel Design Summit Indonesia #HDSI berjalan bersamaan, dan pada hari kedua adalah Hotel Revenue Summit Indonesia #HRSI dan dilaksanakan bersamaan dengan Travel Byte Summit Indonesia #TBSI, yang diadakan kembali tahun ini dan #TBSI akan muncul di beberapa event sepanjang seri 2026. Key Event Highlights: - Total Peserta: 415 - Speaker: 118 - Sponsor & Partner: 32 - Perwakilan Negara: 13 Indonesia (84.96%,) Singapore (7.08%), Thailand (2.36%), Europe (1.92%), India (0.74%), Vietnam (0.74%), Malaysia (0.59%), Mainland China (0.44%), Australia (0.29%), Japan (0.15%), Philippines (0.15%), Rest of the World (0.44%), Other Parts of Asia (0.15%) Partisipasi Industri yang Beragam: - Ownership: 28.98% - Investors & Fund: 2.83% - Bank & Lender: 0.71% - Hotel Management / Operation: 19.79% - Technology & Vendor: 14.49% - Design, Build & Project Delivery: 7.77% - Advisory & Professional Services: 5.65% - Ground & Transportation: 5.65% - Government & Association: 3.53% - F&B & Wellness: 2.12% - Academic & Social: 1.77% - Travel Provider: 1.41% - Media & Communication: 1.41% - Tourism Attraction: 0.35% - Others: 3.53% #HIC2026 menawarkan perpaduan presentasi keynote, diskusi panel, solo presentasi, dan networking session yang didesign khusus untuk mengatasi perkembangan yang terjadi dan kesulitan di sektor perhotelan di Indonesia. Hotel Investment Summit Indonesia #HISI mengeksplor strategi untuk alokasi dana kapital, pengembangan pasar, dan pendekatan pengembangan yang inovatif. Sementara Hotel Design Summit Indonesia #HDSI menyediakan wawasan baru mengenai sustainability, inspirasi kultur, dan design yang guest-centric. Di hari kedua, Hotel Revenue Summit Indonesia #HRSI mentackle optimisasi revenue, efisiensi operasional, dan strategi difersifikasi, sementara Travel Byte Summit Indonesia #TBSI yang baru menghighlight bagaimana teknologi bisa membentuk ulang pengalaman perjalanan di udara, darat dan air. Melihat ke depan: #HIC2027 Dengan #HIC2026 resmi berakhir, edisi ke 10 Hospitality Indonesia Conference akan terus menjadi platform terkemuka untuk dialog, inovasi, dan kolaborasi industri, dan mungkin akan menghadirkan kejutan khusus untuk memperingati pengaruhnya selama satu dekade. Seiring dengan pencapaian penting dalam rangkaian acara ini, #HIC2027 akan merayakan prestasi komunitas perhotelan Indonesia, menghargai kemitraan dan inovasi yang telah membentuk industri ini, serta membuka jalan bagi era baru peluang, kreativitas, dan dampak regional. Tetap terhubung dengan kami di media sosial untuk mendapatkan informasi terbaru tentang program 2026 kami, daftar pembicara, dan peluang kemitraan.

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia Internasional
Internasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 07:05 WIB

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Jakarta, katakabar.com - Nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai Rp482,23 triliun kerap dipandang sebagai indikator kuatnya aktivitas pasar domestik. Tetapi, di balik angka tersebut, posisi Indonesia dalam peta perdagangan kripto global justru menunjukkan pelemahan yang konsisten. Data perdagangan kripto global periode 2021–2025 menunjukkan, pangsa pasar Indonesia terhadap total volume transaksi dunia turun tajam dari 0,04570 persen pada 2021 menjadi hanya 0,01965 persen pada 2025. Penurunan ini terjadi di saat volume perdagangan kripto global kembali meningkat, menandakan bahwa Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan momentum pemulihan pasar. Tekanan terhadap aktivitas perdagangan domestik mulai terasa sejak 2022, seiring diberlakukannya PMK 68 Tahun 2022 yang mengenakan pajak transaksi kripto sekitar 0,20 persen (kini 0,21 persen) untuk setiap transaksi jual beli, tanpa memperhitungkan kondisi untung atau rugi. Struktur pajak ini berdampak langsung pada trader aktif dan penyedia likuiditas yang mengandalkan volume transaksi tinggi dengan margin tipis. Situasi tersebut semakin diperberat pada 2024 dengan beroperasinya Bursa Aset Kripto resmi di bawah Bappebti. Penambahan biaya dari sisi bursa, kliring, dan settlement menambah sekitar 0,04 persen per transaksi. Secara keseluruhan, pelaku pasar kripto di Indonesia kini menanggung biaya sekitar 0,25% per transaksi, level yang dinilai tinggi untuk industri global yang sangat sensitif terhadap efisiensi biaya. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai tren ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan industri. “Angka transaksi yang besar secara nominal tidak selalu mencerminkan daya saing. Dalam industri kripto, likuiditas sangat sensitif terhadap biaya. Ketika biaya di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan yurisdiksi lain, aktivitas perdagangan secara alami akan mencari pasar yang lebih efisien,” ujar Calvin. Kata Calvin, tanpa penyesuaian kebijakan, Indonesia berisiko kehilangan peran strategis di ekosistem kripto global, meskipun jumlah pengguna terus meningkat. “Pertumbuhan jumlah konsumen adalah sinyal positif, tetapi itu belum cukup. Yang perlu dijaga adalah agar likuiditas dan volume perdagangan tetap berada di dalam negeri. Jika tidak, kita hanya akan menjadi pasar pengguna, bukan pusat aktivitas perdagangan,” jelasnya. Kondisi Indonesia saat ini kontras dengan pendekatan sejumlah negara lain. Thailand, misalnya, memilih menghapus pajak capital gain kripto hingga 2029 dan membebaskan PPN untuk transaksi di bursa berlisensi guna menjaga likuiditas domestik. Uni Emirat Arab bahkan tidak mengenakan pajak atas perdagangan kripto dan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu hub kripto global. Sementara, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun, serta masih jauh dari puncak transaksi pada 2021. Meski demikian, jumlah konsumen kripto nasional terus meningkat hingga mencapai 19,56 juta per November 2025. Masih Calvin, fakta ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan basis pengguna dan kualitas aktivitas pasar. “Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah pengguna. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan struktur biaya dan regulasi yang mendorong perdagangan aktif, bukan justru mendorong likuiditas keluar dari ekosistem domestik,” ucapnya. Hadirnya bursa kripto baru yang teregulasi memang memperkuat infrastruktur pasar. Namun tanpa evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan kebijakan fiskal, langkah tersebut berisiko hanya menambah kompleksitas tanpa memperbaiki daya saing. Pada akhirnya, angka Rp482,23 triliun perlu dibaca lebih kritis. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, jauh dari puncak siklus 2021, dan tidak sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan kripto global. Data ini memberikan sinyal jelas bahwa peningkatan biaya perdagangan berbanding lurus dengan menyusutnya peran Indonesia di pasar global. “Ke depan, kuncinya adalah keseimbangan,” timpal CEO Tokocrypto. “Regulasi penting untuk perlindungan konsumen, tetapi daya saing juga harus dijaga. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting di industri kripto global, kebijakan yang mendukung efisiensi pasar menjadi hal yang tidak bisa ditunda," tambahnya.

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas Internasional
Internasional
Selasa, 16 Desember 2025 | 11:35 WIB

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) dunia kembali bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di awal pekan, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang tetap memposisikan emas sebagai aset lindung nilai utama. Setelah mencetak level tertinggi tujuh minggu di $4.353 pada akhir pekan lalu, harga emas memang sempat mengalami koreksi ringan akibat aksi ambil untung. Tetapi, koreksi tersebut dinilai wajar dan tidak mengubah struktur tren utama yang masih mengarah ke atas. Saat ini, emas bergerak di kisaran $4.300–$4.315, dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi global. Berdasarkan analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menilai pergerakan emas masih berada dalam fase bullish yang solid. Indikator teknikal, terutama kombinasi pola candlestick dan Moving Average, menunjukkan tekanan beli tetap dominan. "Koreksi yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat, bukan sinyal pembalikan arah," ujarnya. Menurut Andy, struktur harga emas saat ini masih memberikan ruang bagi kelanjutan kenaikan selama area support utama mampu dipertahankan. Dari sisi proyeksi teknikal, Andy Nugraha, menyampaikan apabila tekanan bullish kembali menguat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area $4.378. Level tersebut dipandang sebagai target kenaikan terdekat yang dapat diuji dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar kembali didominasi oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum dan terjadi koreksi lanjutan, maka area $4.290 menjadi zona support penting yang berpotensi menahan tekanan jual awal. Secara fundamental, kata Andy, harga emas masih ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun depan. Bank sentral AS pekan lalu telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50%–3,75%, menandai pemangkasan terakhir tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor. "Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda, yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya," jelasnya. Selain faktor kebijakan, sebut Andy, meningkatnya ketidakpastian global turut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik dan insiden keamanan internasional mendorong investor mencari perlindungan nilai, sehingga aliran dana ke emas tetap terjaga. Meski demikian, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih menekankan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan. Nada hawkish dari pejabat bank sentral berpotensi memicu penguatan Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek harga emas hari ini masih condong positif, dengan tren naik tetap terjaga selama tidak terjadi tekanan fundamental yang signifikan. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, emas masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Saatnya Wujudkan Cinta Alam Lewat Tindakan Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 07 November 2025 | 16:00 WIB

Momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Saatnya Wujudkan Cinta Alam Lewat Tindakan

Semarang, katakabar.com - Setiap 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), sebuah momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan flora dan fauna yang menjadi kebanggaan sekaligus penopang kehidupan di Bumi. HCPSN ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, sebagai tindak lanjut dari gagasan yang disampaikan Presiden Soeharto dalam acara pencanangan Tahun Lingkungan Hidup pada 10 Januari 1993. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem yang kian terancam oleh deforestasi, perburuan liar, dan perubahan iklim. Sebagai simbol kecintaan bangsa terhadap alamnya, pemerintah juga menetapkan beberapa flora dan fauna sebagai identitas nasional: 1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional, 2. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) sebagai satwa langka, 3. Ikan Siluk Merah (Sclerophages formosus) sebagai satwa pesona, 4. Melati Putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, 5. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan 6. Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka. Tahun ini, tema HCPSN mengusung semangat “Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan”, yang menggambarkan pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam dalam membangun masa depan hijau. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, bahkan menempati peringkat kedua untuk biodiversitas daratan dan pertama untuk biodiversitas laut. Namun di balik kebanggaan itu, banyak spesies endemik kini menghadapi ancaman serius akibat degradasi habitat dan eksploitasi berlebihan. Bagi LindungiHutan, impact startup yang bergerak di bidang reforestasi dan penghijauan, HCPSN menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada konservasi flora dan fauna lokal. Melalui berbagai inisiatif, seperti kampanye penanaman pohon endemik, restorasi habitat, dan edukasi publik tentang perlindungan satwa liar, LindungiHutan berupaya mewujudkan aksi nyata sesuai semangat HCPSN. “Hari ini bukan sekadar peringatan, tapi panggilan untuk bertindak. Cinta pada puspa dan satwa harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dengan menjaga, menanam, dan melindungi kehidupan di sekitar kita. dengan langkah kecil yang kita lakukan, dampak besar dan berkelanjutan dapat diraih untuk masa depan,” kata M. Nana Siktiyana, Head of Content and Strategic Marketing LindungiHutan. Melati putih, sang puspa bangsa, menjadi lambang keharuman dan kesucian yang juga hidup dalam budaya Indonesia, bahkan banyak disimbolkan dari upacara adat, pernikahan, hingga persembahan spiritual. Simbol itu mengingatkan bahwa keindahan dan keberagaman alam bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk dijaga. Melalui momentum HCPSN 2025 ini, LindungiHutan mengajak masyarakat, komunitas, komunitas, perusahaan, penggerak penghijauan dan pelaku usaha, untuk berkolaborasi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia, dengan langkah sederhana seperti menanam pohon, tidak membeli satwa liar, serta mendukung program-program dan inisiatif berdampak untuk lingkungan dan hutan.. Mari rayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dengan cinta dan aksi nyata untuk bumi yang lebih lestari. Karena setiap pohon yang kita tanam adalah wujud kasih kepada flora dan fauna Indonesia, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan bangsa.

Volatilitas Pasar dan Koreksi Harga Bitcoin Jadi Momentum Adopsi Aset Kripto? Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 01 November 2025 | 10:30 WIB

Volatilitas Pasar dan Koreksi Harga Bitcoin Jadi Momentum Adopsi Aset Kripto?

Jakarta, katakabar.com - Volatilitas pasar aset kripto kembali menarik perhatian, menyusul koreksi harga Bitcoin (BTC) yang tercatat mengalami penurunan lebih dari 13 persen. Di mana, sebelumnya harga Bitcoin sempat mencapai All Time High (ATH) $126.000 pada 6 Oktober lalu, sebelum saat ini terkoreksi hingga ke level $115.000. Koreksi harga yang terjadi, yang membawa BTC yang sebelumnya $110.000 ke level sekitar $115.000 dari puncaknya, justru didampingi oleh peningkatan aliran masuk Bitcoin. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai aktivitas pengambilan untung oleh pedagang jangka pendek atau fase sementara, di mana para trader mempersiapkan diri menghadapi potensi volatilitas harga. Tetapi, yang menjadi perhatian adalah minimnya pergerakan Bitcoin yang telah disimpan selama lebih dari enam bulan. Keraguan para long-term holders untuk menjual aset mereka, ditengah penurunan harga baru-baru ini, mengindikasikan tingginya tingkat keyakinan para investor. Dinamika harga aset Bitcoin ini secara langsung mempengaruhi para investor aset kripto di Indonesia. Bagi trader harian, penurunan harga dapat meningkatkan risiko, tetapi bagi investor jangka panjang, koreksi ini justru dapat menjadi kesempatan emas untuk diversifikasi dan dollar-cost averaging atau DCA. Di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan potensi pelemahan mata uang fiat akibat inflasi, aset kripto menawarkan alternatif perlindungan nilai serta potensi keuntungan yang signifikan, menjadikannya komponen penting dalam portofolio investasi modern. Menyadari pentingnya momentum dan peluang akumulasi di pasar yang sedang terkoreksi, Bittime, platform perdagangan aset kripto terdepan dan berizin di Indonesia secara aktif menawarkan kampanye dan program yang dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi para penggunanya, salah satunya Bittime Pay Day Gain Day. Program ini bertujuan memanfaatkan periode gajian atau upah bulanan para pekerja untuk disisihkan pada investasi. Hal ini, guna mendorong para investor muda untuk secara disiplin mengalokasikan sebagian pendapatan bulanan pada alternatif investasi, seperti aset kripto. Dengan program Bittime Pay Day Gain Day, Bittime tidak hanya memfasilitasi adopsi aset kripto yang transparan, aman dan berizin, tetapi juga secara efektif mengedukasi masyarakat mengenai disiplin investasi. Apalagi, Bittime turut menawarkan fitur staking yang menjadi salah satu pilihan strategi jangka panjang para investor muda, terutama investor dengan tujuan investasi jangka panjang. Sebab, fitur staking, memungkinkan para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari asetnya, tanpa harus secara aktif bertransaksi jual-beli. Selain itu, Bittime juga memberikan annual percentage yield atau APY tertinggi di Indonesia, dan dengan berbagai pilihan aset yang dapat distaking, salah satunya Bitcoin. Di tengah fluktuasi kondisi pasar, mengunci aset dengan fitur staking dalam periode waktu tertentu dapat diartikan sebagai strategi untuk “mengamankan” nilai aset. Sebab, aset tersebut akan “dikunci” dan tetap memberikan pasif income dari jumlah APY yang profitable. Dengan ini, Bittime berharap agar pengguna tidak hanya menjadi investor yang reaktif terhadap harga, tetapi juga partisipan cerdas dalam ekosistem keuangan digital. Investor yang memiliki pemahaman kuat terhadap mekanisme pasar akan lebih mampu menghadapi ketidakpastian jangka pendek dan fokus pada potensi jangka panjang aset digital.