Milenial
Sorotan terbaru dari Tag # Milenial
Tren Bisnis Digital 2026: Tiga Peluang Cuan Minim Modal Wajib Dilirik Milenial dan Gen Z
2. Jalur Pebisnis (Reseller) Namun, jika Anda berjiwa pengusaha dan ingin mengambil porsi kue keuntungan bisnis ini, Anda bisa mendaftar langsung ke sumbernya, yakni ProviderSMM.id. Sebagai salah satu referensi smm panel terbaik yang fokus melayani reseller, ProviderSMM.id memberikan akses harga "grosir" atau harga modal yang sangat rendah. Dengan mengakses langsung ke hulu (sumber utama), Anda memiliki keleluasaan untuk menjual kembali layanan tersebut di media sosial atau marketplace dengan profit margin yang Anda tentukan sendiri. Kesimpulannya, di tahun 2026, informasi adalah aset. Siapa yang mengetahui akses ke sumber produksi (supplier tangan pertama), dialah yang akan memenangkan persaingan bisnis dengan modal paling minim.
Dialog 'KECE' Masa Depan Daerah, Generasi Z dan Milenial Undang H Asmar
Kepulaua Meranti, katakabar.com - Taja Dialog 'KECE' untuk Masa Depan Daerah, Generasi Z dan Milenial undang Calon Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar. Kegiatan tersebut bentuk kepedulian terhadap demokrasi oleh kalangan Generasi Z dan Milenial. Lantaran itu, mereka menunjukkan inisiatif dengan mengundang calon Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar dalam kegiatan Desak Asmar-Muzamil dengan tagline KECE atau Kerja Cepat) di jalan Merdeka, Sabtu (2/10) sore.
BPDPKS Seru Gen Z dan Milenial Wirausaha Herbasis UKM Sawit
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tampilkan beragam produk UKM kelapa sawit di kegiatan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024 pada 2 hingga 6 Oktober 2024 Jakarta Convention Center (JCC), di Jakarta. Kegiatan dilakukan pada booth, berupa kampanye positif kelapa sawit, pemutaran video terkait sawit. Pemutaran film kampanye sawit baik “Mimpi Laskar Negeri Sawit”, serta display beragam produk turunan kelapa sawit.
Eratani Siap Dukung Regenerasi Petani, Petani Binaan 25,98 Persen Generasi Milenial
Jakarta, katakabar.com - Eratani, perusahaan agritech berdiri tahun 2021 silam, mencatatkan peningkatan signifikan partisipasi petani milenial dengan rata-rata mencapai 25,98 persen. Angka ini realisasi dari kontribusi Eratani pada peningkatan partisipasi petani milenial secara nasional. Minat petani milenial Eratani didorong inovasi-inovasi yang memudahkan proses budidaya, mulai dari akses pendanaan, pendampingan agronomis, penerapan teknik pertanian modern, hingga akses pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut mencerminkan semangat inovasi Eratani memperbaiki sektor pertanian untuk masa depan yang lebih baik. Dari hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian yang dipublikasikan pada Desember 2023 lalu, jumlah unit usaha pertanian perorangan di Indonesia mencapai 29.342.202 unit. Mayoritas usaha pertanian dikelola oleh petani berusia 43-58 tahun, atau generasi X, yang mencakup 42,39 persen dari total petani yang terdata. Lalu, petani baby boomer, yang berumur 59 hingga 77 tahun, mencapai 27,61 persen, dan petani milenial berumur 27 hingga 42 tahun sebesar 25,61 persen. Kondisi tersebut mengancam keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia lantaran jumlah petani generasi penerus relatif lebih kecil dan tidak seimbang. Pekerjaan sebagai petani akhir-akhir ini cenderung ditinggalkan generasi muda. Penelitian menunjukkan pekerjaan sebagai petani dipandang sebagai pekerjaan yang terbelakang dan tradisional serta kurang diminati karena dianggap kasar, kotor, bekerja di bawah terik matahari, dengan keuntungan yang tidak terlalu tinggi meskipun risikonya tinggi. Meski demikian, nyatanya keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada generasi muda yang menggantikan generasi sekarang, dan generasi muda tersebut diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dari pendahulunya. Sadar akan signifikansi peran petani muda, Eratani menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam memberdayakan generasi milenial melalui penyediaan platform yang terintegrasi untuk kebutuhan budidaya padi dari hulu hingga hilir. Saat ini, rata-rata 25,98 persen dari total petani yang bermitra dengan Eratani adalah generasi milenial, tersebar di area operasional perusahaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Persentase ini mencerminkan semangat tinggi dari generasi muda terhadap inovasi dalam pertanian yang lebih efektif dan produktif. "Eratani percaya petani milenial adalah kunci untuk masa depan pertanian yang lebih cerah di Indonesia," ujar Adwin Pratama Anas, VP Operations Eratani. "Dengan inovasi yang kami tawarkan, kami berharap dapat menarik lebih banyak minat dari generasi milenial untuk terlibat aktif memajukan sektor pertanian di Indonesia," sebutnya. Eratani terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung, dan mendorong petani milenial melalui penyediaan teknologi berbasis IoT untuk informasi pemupukan berimbang, serta mengadakan pelatihan dan workshop guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Selain itu, Eratani menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan untuk memperkenalkan pertanian modern melalui program magang dan kunjungan lapangan, memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan mahasiswa. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Eratani yakin masa depan pertanian dapat lebih maju di tangan generasi muda yang inovatif dan bersemangat. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Millennial Mesti Optimis Jangan Apatis Jadi Petani Sawit
Bengkulu, katakabar.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu menunjukkan, saat ini 35,13 persen kaum millennial di Provinsi Bengkulu telah terjun menjadi petani kelapa sawit. Pemerintah provinsi targetkan setidaknya 50 persen pemuda di Bengkulu menjadi petani kelapa sawit. Bahkan untuk meningkatkan partisipasi generasi muda, pemerintah bakal melakukan pelatihan. "Pemuda memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi, dan sektor kelapa sawit memberikan peluang besar bagi mereka," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (10/12). Selain pelatihan, pendampingan kepada kaum muda dilakukan pemerintah daerah, agar sektor sawit diketahui secara mendalam oleh mereka. "Kami memberikan dukungan penuh agar pemuda Bengkulu siap dan mampu bersaing dalam industri kelapa sawit," kata Isnan. Apalagi, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan kelapa sawit untuk memberikan peluang kerja dan investasi kepada pemuda yang memilih berkarier di sektor tersebut. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. "Kami berharap upaya kolaboratif ini dapat menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," jelasnya. Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashury sambut baik inisiatif pemerintah dan berharap program yang dibikin dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit. "Dengan melibatkan lebih banyak pemuda, kelangsungan dan perkembangan sektor sawit di Bengkulu makin baik ke depan," ucap Edy. Produksi dan daya saing komoditas sawit di tingkat nasional maupun internasional semakin baik. Makanya, partisipasi pemuda di sektor pertanian diharapkan dapat menjadi katalisator untuk pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara keseluruhan.
Sasar Milenial dan Gen Z, Sawit Fest 2023 'Sawit Tangguh Indonesia Maju'
Palembang, katakabar.com - Himpunan Tani Milenial (Hitmi) Sumatera Selatan gelar kegiatan Sawit Fest sempena memperingati hari sawit tahun 2023, temanya 'Sawit Tangguh Indonesia Maju', pada Sabtu (18/11) weekend lalu. Beragam kegiatan meriahkan Sawit Fest, mulai lomba Tiktok challenge, lomba cipta baca puisi, penampilan band , talkshow, stand up comedy, hingga game seru. Acara itu makin hidup dan lengkap dengan hadirnya generasi milenial dan Gen Z sebagai peserta kegiatan. Lomba Tiktok dan lomba puisi sudah dibuka pendaftarannya dari awal bulan Oktober 2023 lalu. Lomba ini dapat sambutan dan antusias luar biasa dari kaum milenial. Total 100 orang mendaftar di perlombaan dan terpilih masing-masing 3 finalis memperebutkan hadiah total Rp6 juta. Hasil karya peserta bisa dilihat langsung di instagram @hitmisumsel. Kegiatan bertujuan tidak hanya memperingati hari sawit, tapi untuk mengkampanyekan industri sawit baik kepada generasi milenial dan Gen Z. “Meski teman-teman yang hadir bukan berasal dari basic pertanian. Kami mau memperkenalkan industri sawit ini kepada teman milenial dan Gen Z. Sawit salah satu penopang terbesar ekonomi negara kita. Mari kita lawan kampanye-kampanye negatif tentang sawit yang sering kita dengar baik dari media sosial maupun saluran lainnya,” seru Gusti, Ketua Umum Hitmi Sumatera Selatan lewat siaran persnya, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (20/11). Kegiatan ini, harap Gusti, bisa memberikan wawasan baru sehingga milenial dan Gen Z bisa melihat peluang di industri sawit. “Tidak menutup kemungkinan teman-teman bekerja tidak sesuai dengan basic yang kalian miliki. Melihat persaingan yang semakin ketat, lapangan pekerjaan yang semakin sulit dan kemajuan teknologi yang hampir banyak menggantikan peran manusia, mungkin kegiatan ini memberikan wawasan dan bisa melihat peluang alternatif pekerjaan untuk ditekuni. Saya pikir sudah saatnya generasi milenial dan Gen Z melirik sektor pertanian yang salah satunya di perkebunan sawit," jelasnya. Ketua Bidang 1 Apkasindo Sumatera Selatan, Sujarwo aminkan Gusti. Selaku salah satu narasumber pada sesi talkshow, mendorong Milenial dan Gen Z mengambil peran aktif di industri perkebunan sawit. “Milenial harus bisa mengambil bagian di industri sawit baik sebagai pelaku usaha atau membantu permasalahan sawit khususnya di Sumsel seperti permasalahan produksi dan harga sawit," bebernya. Acara di tutup dengan games seru yang dipandu panitia untuk mencairkan suasana dan juga pembagian hadiah pemenang lomba. Acara ini bisa sukses digelar berkat kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumatera Selatan.
Cerita Petani Sawit Milenial Pekanbaru
Siak, katakabar.com - Siapa yang tak mau, baru genap berusia 31 tahun tapi sudah sukses menjadi petani sawit milenial. Inilah yang dirasakan oleh Raja Adil...
Memotivasi Kaum Milenial Bengkulu Jadi Petani Kelapa Sawit
Bengkulu, katakabar.com - Kaum milenial tidak perlu ragu terjun jadi petani kelapa sawit sekaligus menjadikan sebagai profesi lantaran potensi cukup besar dan miliki prospek cerah ke depan. Untuk itu, pemuda Provinsi Bengkulu terus dicekoki motivasi menjadi petani kelapa sawit. Soalnya profesi petani kelapa sawit mampu meningkatkan perekonomian daerah, dan bisa memberikan jaminan pendapatan hingga hari tua. "Kaum milenial tidak perlu ragu terjun menjadi petani sawit dan menjadikan sebagai profesi, sebab memiliki potensi cukup besar dan prospek cerah ke depan," kata Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (6/8). "Petani kelapa sawit sekarang kata Abdsyah, tidak sama atau sudah berbeda dengan dulu. Kehadiran teknologi membuat bertani semakin mudah dibanding dulu. Jadi, pemuda tidak perlu ragu apalagi pesimis," jelasnya seraya memberikan semangat kepada pemuda. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini pun apresiasi munculnya kelompok petani kelapa sawit muda atau petani milenial, seperti di Kota Bengkulu yang sudah menikmati hasil dari keseriusan berkebun kelapa sawit. "Mereka membuktikan pemuda punya potensi dan kemampuan besar menjadi petani kelapa sawit sukses. Tidak ada kata malu menjadi petani kelapa sawit karena peluangnya sangat besar untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan," tegasnya. Bagi petani mau lebih mudah, saat ini banyak pemuda mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan metode tanam bibit umur 6 bulan. Sistem ini jauh lebih mudah dibanding cara konvensional di mana tidak harus menunggu kelapa sawit dari kecil. "Sistem ini petani bisa lebih cepat menghasilkan atau panen nantinya," terangnya. Peluang dan kesempatan ini sangat sayang bila tidak dioptimalkan. Itu sebabnya, pemuda mesti terjun ke sektor perkebunan kelapa sawit agar perkebunan kelapa sawit semakin maju dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Bengkulu. "Kalau pemuda terjun ke bidang perkebunan kelapa sawit, saya yakini banyak terobosan-terobosan yang dihasilkan untuk mengembangkan kelapa sawit. Kami mendorong itu," bebernya. Masih Abdisyah, di tengah lesunya perekonomian perkebunan kelapa sawit hadir jadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Ini lantaran perkebunan menyangkut kebutuhan pokok sehingga permintaan terus tinggi karena manusia butuh makanan. "Itu menandakan perkebunan kelapa sawit bisa dijadikan sektor andalan. Itu tadi, lantara mampu bertahan di tengah situasi krisis sekalipun. Jadi, saatnya sektor ini terus dikembangkan melalui campur tangan pemerintah dengan membantu petani agar bisa terus mengembangkan usaha lebih baik ke depan," harapnya.