Middle Income Trap

Sorotan terbaru dari Tag # Middle Income Trap

Middle Income Trap, Jebakan Pertumbuhan Wajib Diwaspadai Default
Default
Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Middle Income Trap, Jebakan Pertumbuhan Wajib Diwaspadai

Jakarta, katakabar.com - Istilah middle income trap kembali ramai dibahas dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika Indonesia naik turun status dari negara berpenghasilan menengah ke atas menjadi menengah ke bawah lagi. Fenomena ini bukan sekadar data ekonomi, tetapi cerminan dari bagaimana sebuah negara, bahkan individu, bisa “mandek” di titik tertentu dalam perjalanan finansialnya. Kita ketahui, Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Pendapatan per kapita relatif rendah, pertumbuhan industri belum stabil, dan kesenjangan sosial masih terasa mulai dari pendidikan, transportasi, hingga akses teknologi. Kondisi inilah yang menggambarkan middle income trap, atau jebakan pendapatan menengah. Apa Itu Middle Income Trap? Secara sederhana, middle income trap adalah situasi ketika suatu negara berhasil keluar dari status miskin, tetapi kemudian kesulitan naik kelas menjadi negara maju. Ekonom menyebutnya sebagai “jebakan pertumbuhan” saat ekonomi tidak lagi tumbuh cepat, pendapatan stagnan, dan daya saing menurun. Bayangkan seseorang yang dulunya berpenghasilan rendah, kemudian naik gaji tapi tidak meningkatkan produktivitas atau kompetensi. Lama-lama, penghasilan tetap segitu-segitu saja, sementara biaya hidup naik. Nah, pada skala nasional, itulah yang disebut middle income trap. Masalahnya tidak berhenti di pendapatan. Perangkap ini juga mencakup rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya inovasi, ketertinggalan teknologi, hingga birokrasi yang lambat dan tidak efisien. Jika hal-hal ini tidak dibenahi, negara akan sulit melompat ke level selanjutnya. Mengapa Negara Bisa Terjebak? Beberapa faktor utama penyebab middle income trap antara lain: 1. Kualitas SDM yang belum siap