Merata
Sorotan terbaru dari Tag # Merata
Arus Balik di Daop 2 Bandung Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Faktor Pendorong
Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayahnya berlangsung relatif merata. Hal ini terlihat dari data kedatangan penumpang KA Jarak Jauh di seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung yang cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan. Dari pantauan hingga Sabtu (28/3) siang, jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang datang pada periode Minggu (22/3) atau H2 Lebaran hingga Sabtu (28/3) atau H2+6, rata-rata ada 25.132 pelanggan. Sejauh ini jumlah kedatangan penumpang KA Jarak Jauh terbanyak terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 atau hari kedua Lebaran dengan total ada 27.244 pelanggan yang datang dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan kondisi arus balik yang cenderung merata ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kebijakan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan. “Kami melihat adanya distribusi arus balik yang lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) bagi sejumlah instansi, sehingga masyarakat tidak harus kembali secara bersamaan,” ujar Kuswardojo. Selain faktor kebijakan kerja fleksibel, sebutnya, program stimulus dari pemerintah juga turut memberikan dampak signifikan terhadap pola perjalanan masyarakat. Diskon tarif tiket kereta api sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial menjadi salah satu pendorong utama tersebarnya arus balik. "Tercatat hingga siang ini ada 83.924 pelanggan yang memanfaatkan program diskon tiket 30 persen ini," ucapnya. Tidak hanya itu, kata Kuswardojo, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan program promo “Silaturahmi” berupa potongan harga sebesar 20 persen untuk tiket sejumlah perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung, yakni KA Argo Wilis, KA Turangga, 2 KA Malabar, KA Mutiara Selatan, 2 KA Lodaya, 2 KA Harina, KA Ciremai, dan 2 KA Tambahan Bandung - Solo balapan. Program ini diharapkan dapat memberikan alternatif waktu perjalanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi kereta api. “Kami juga memberikan promo tambahan berupa diskon 20 persen untuk KA eksekutif komersial sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan dan pilihan perjalanan kepada pelanggan, sehingga arus balik dapat lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu,” jelas Kuswardojo. Adapun pembelian tiket dengan tarif diskon tersebut dapat dilakukan melalui seluruh channel penjualan resmi KAI. Periode pembelian berlangsung mulai 25 Maret 2026 hingga 1 April 2026, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan lebih fleksibel. KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan berbagai program promo yang tersedia, serta datang lebih awal ke stasiun guna menghindari antrean. Dengan kondisi arus balik yang merata ini, diharapkan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan berkesan.
ZTE dan MyRepublic Indonesia Dorong Akses Broadband Lebih Merata se Indonesia
Jakarta, katakabar.com - ZTE dan MyRepublic Indonesia kolaborasi melalui Project Ascend untuk dukung konektivitas broadband nasional yang inklusif di Indonesia. Inisiatif ini memanfaatkan spektrum 1,4 GHz serta teknologi 5G FWA end-to-end dari ZTE untuk memperluas akses berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan. ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, telah menjalin kemitraan strategis dengan MyRepublic Indonesia melalui “Project Ascend” guna menghadirkan MyRepublic Air, layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia. Inisiatif ini akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic Indonesia, penyedia layanan fiber broadband dan pay-TV terkemuka yang beroperasi di bawah PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat perluasan layanan broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan. Cakupan yang direncanakan meliputi berbagai wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara dengan tujuan mendukung konektivitas yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional Indonesia, akses internet yang andal menjadi elemen penting dalam mendukung akses terhadap pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, UMKM, serta berbagai layanan publik lainnya. Lantaran itu, perluasan dan penguatan infrastruktur broadband di wilayah tertinggal dan terpencil menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan akses digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan karakteristik teknis spektrum 1,4 GHz, pendekatan ini memungkinkan penyediaan layanan broadband yang efisien di wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah, sekaligus melengkapi infrastruktur yang telah ada dan mendukung upaya perluasan konektivitas secara lebih luas. Hendra Gunawan, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, menyampaikan inisiatif ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan nasional yang inklusif. “Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial. Melalui kemitraan dengan ZTE, kami berupaya memastikan MyRepublic Air hadir menyediakan akses internet yang andal dan terjangkau dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” ujarnya. Sebagai mitra teknologi, ZTE akan menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang mencakup Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, serta sistem kelistrikan. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan MyRepublic untuk mempercepat proses implementasi, sekaligus memastikan jaringan tetap skalabel, efisien, dan siap mendukung pertumbuhan lalu lintas data di masa depan. Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menyatakan kemitraan ini langkah strategis mempercepat inovasi serta memperluas infrastruktur digital berkualitas tinggi di Indonesia. “Dengan mengombinasikan jangkauan pasar MyRepublic Indonesia dan keahlian teknologi global ZTE, kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelaku usaha di berbagai wilayah,” timpalnya. Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendukung rencana strategis digital jangka panjang Indonesia melalui penyediaan solusi konektivitas yang memberdayakan masyarakat, memperkuat daya saing regional, dan mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Di Bengkulu, Petani Kelapa Sawit Desak Skema Penetapan Harga Merata
Bengkulu, katakabar.com - Para petani di Provinsi Bengkulu desak skema penetapan harga Tandan Buah Sagar (TBS) kelapa sawit merata. Mereka merasa penetapan harga TBS kelapa sawit selama ini berdasarkan umur tanaman dinilai belum merata sesuai harapan. Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashury menjelaskan, penetapan harga TBS kelapa sawit berdasarkan umur tanaman hanya dirasakan petani yang bermitra dengan perusahaan, dan petani kelapa sawit swadaya tidak dapat merasakan apalagi manfaatnya. "Petani kekapa sawit sudah lama menjalin kerja sama dengan perusahaan bisa merasakan peningkatan harga yang memadai sesuai umur tanaman. Tapi banyak petani kelapa sawit swadaya masih belum menikmati," tegas Edy dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (10/8). Menurutnya, para petani swadaya dambakan pemerintah daerah memberikan kepastian dan jaminan skema penetapan harga TBS kelapa sawit tidak memandang ukuran atau skala usaha. "Skema penetapan harga itu belum memberikan rasa keadilan, dan manfaat kepada seluruh petani. Mestinya bisa merangkul banyak petani sawit tapi nyatanya belum ada," jelasnya. Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi menuturkan, kita tengah melakukan evaluasi pelaksanaan skema penentuan harga berdasarkan umur tanaman. "Kami sadar ada kekhawatiran di kalangan petani. Kami sedang bekerja untuk pastikan skema ini berjalan sesuai dengan tujuannya dan memberikan manfaat yang lebih merata," ujar Rosmala. Wakil Ketua KADIN Bengkulu, Arnop Wardin berharap dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan petani, situasi ini dapat diatasi. "Memang kita akui belum berjalan maksimal, tapi mudah-mudahan seiring berjalan waktu bisa berhasil," imbuhnya. Harapannya, keberhasilan skema penentuan harga TBS di Bengkulu menjadi langkah positif dalam mendukung kesejahteraan para petani, tambahnya.