Memprihatinkan
Sorotan terbaru dari Tag # Memprihatinkan
Kejahatan WNA di Bali Memprihatinkan, Ditjen Imigrasi Turunkan Satgas
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menurunkan Satuan Tugas atau Satgas Patroli Imigrasi berkekuatan 100 orang yang di dukung TNI, Polri dan Pemerintah Daerah atau Pemda dan masyatakat. Tindakan ini dilakukan disebabkan terjadi peningkatan kasus pelanggaran keimigrasi beberapa waktu terakhir. Pembentukan Satuan Tugas atau Satgas Patroli Imigrasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Bali, Selasa (5/8) mendapat tanggapan sejumlah kalangan. Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Mafirion mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi tersebut. Menurutnya, Satgas ini bukti nyata dukungan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Bali salah satu tujuan wisata di Indonesia. Keberadaan Satgas Patroli Imigrasi ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan terhadap warga negara asing atau WNA yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Saya mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi ini. Kehadiran Satgas ini diharapkan dapat membantu penegakan stabilitas dan keamanan di Bali. Khususnya untuk menindak aksi kriminalitas para WNA yang meresahkan kepada sesama WNA ataupun masyarakat Indonesia. Masyarakat sudah resah dengan WNA di Bali yang berperilaku kriminal tapi tidak mendapat penegakan hukum yang tegas sehingga tidak ada rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Mafirion. Kata Mafirion, perilaku kejahatan WNA di Bali mengalami meningkatan dari waktu ke waktu. Data Kepolisian Daerah Bali menyebutkan kasus pidana oleh WNA pada tahun 2022 sebanyak 59 orang. Setahun kemudian naik menjadi 60 orang dan kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 133 orang.
Pengangkutan TBS Sawit Masyarakat Terkendala Ulah Jembatan Kayu Rusak
Bengkulu, katakabar.com - Masyarakat Desa Air Muring, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara Bengkulu terpaksa mengurut dada lihat jembatan dari kayu penghubung Desa Air Muring dengan Kecamatan Marga Sakti kondisinya rusak Jembatan itu sudah digunakan dari tahun 1981 lampau ini sangat penting bagi petani untuk mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit keluar desa. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Yurman Hamedi mengaku sudah sambangi lokasi dan lihat kondisi lantai yang memprihatinkan dan mengkhawatirkam. "Jembatan itu butuh perbaikan permanen. Saya berjanji bakal perjuangkan dan segera mencari solusi masalah ini," kata Yurman, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (7/7). Diceritakan Yurman, masyarakat sudah surati Gubernur Bengkulu mengenai masalah jembatan. Itu sebabnya, kita berharap kepada Gubernur Bengkulu memberikan jawaban yang memuaskan masyarakat. Gubernur Bengkulu mudah-mudahan segera memberikan perhatian serius dan tindakan konkret untuk memperbaiki jembatan yang rusak. Eloknya, Gubernur Bengkulu lihat kondisi jembatan yang rusak dan memberikan perhatian serius keluhan masyarakat. "Perbaikan jembatan penting agar petani bisa mengangkut TBS kelapa sawit dengan lancar tanpa hambatan," ujarnya. Camat Puteri Hijau, Ahmadi menimpali, jembatan kayu harus segera diperbaiki. Kalau tidak, bakal menyulitkan masyarakat mengangkut hasil kebun, dan akhirnya dapat mengganggu produktivitas dan pendapatan mereka. "Untuk itu, penting bagi pemerintah setempat segera bertindak guna memperbaiki jembatan," harapnya. Ahmadi menekankan, pengadaan jembatan yang baru dan tahan lama di Desa Air Muring menjadi tuntutan utama masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah dapat segera menyikapi keluhan ini dan mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan yang telah menjadi penunjang kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun. "Kami berharap permohonan mereka didengar dan diprioritaskan pemerintah Provinsi Bengkulu. Jembatan yang menjadi tulang punggung transportasi lokal segera diperbaiki, sehingga aktivitas ekonomi dan pertanian dapat berjalan lancar," tandasnya.