Melimpah
Sorotan terbaru dari Tag # Melimpah
Keramba Apung Ikan Modern: Rahasia Sukses Panen Melimpah!
Jakarta, katakabar.com - Keramba apung ikan berbasis kubus apung menawarkan solusi modern yang tahan lama, efisien, dan minim perawatan bagi para pembudidaya. Ini jadi jawaban atas tantangan budidaya tradisional yang seringkali mahal dan kurang fleksibel. Anda seorang pembudidaya ikan yang mendambakan hasil panen melimpah dan berkelanjutan? Pernahkah Anda merasa kerepotan dengan perawatan keramba apung ikan tradisional yang mudah rusak dan butuh banyak biaya perbaikan? Jika iya, mungkin ini saatnya Anda melirik solusi yang lebih modern, efisien, dan tahan lama. Di era akuakultur yang terus berkembang, inovasi menjadi kunci sukses, dan salah satunya hadir dalam bentuk keramba apung ikan yang dibangun menggunakan teknologi kubus apung. Dunia budidaya ikan terus bergerak maju. Kebutuhan akan pasokan ikan yang stabil dan berkualitas semakin tinggi. Tapi, tantangan seperti kondisi cuaca, serangan hama, dan efisiensi operasional seringkali menjadi batu sandungan bagi para pembudidaya. Metode tradisional memang punya tempatnya, tapi seringkali kurang fleksibel dan butuh perawatan ekstra. Bayangkan sebuah fondasi yang kokoh, adaptif, dan minim perawatan untuk usaha Anda. Inilah yang ditawarkan oleh keramba apung ikan modern.
Kini Game Web3 Delabs Games Hadir Gratis! Beragam Airdrop dan Token Crypto Menunggumu!
Jakarta, katakabar.com - Kabar Bahagia bagi ara Gamers dan penggemar Crypto! Delabs Games, perusahaan developer game asal Korea Selatan, baru saja meluncurkan game Web3 GRATIS di Telegram Mini App! Bagi kamu yang belum tahu, Telegram kini memungkinkan penggunanya untuk memainkan game langsung melalui aplikasi Mini App-keren, kan? Lebih menarik, Delabs Games sedang menggelar event besar di Telegram, memberikan airdrop $GAME Token yang berbasis teknologi Blockchain. Token ini dapat digunakan sebagai Cryptocurrency atau NFT! Jadi, tunggu apalagi? Segera bergabung dan mulai mainkan gamenya!
Biomassa Lignoselulosa Buat Pakan Ternak Punya Tantangan Meski Potensi Melimpah
Jakarta, katakabar.com - Biomassa lignoselulosa adalah materi organik terbesar di bumi, menyimpan potensi signifikan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Berkisar 50 persen dari biomassa ini berasal dari tanaman dengan produksi global mencapai 50 miliar ton per tahun, dan 123 juta ton diantaranya dari sektor pertanian.
Limbah Sawit Jadi Co-Firing Biomassa Melimpah Target NZE 2060 Potensial
Jakarta, katakabar.com - Sumber biomassa di dalam negeri cukup melimpah salah satunya tandan kosong kelapa sawit. Untuk penggunaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan dalam rangka mencapai target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 dinilai sangat potensial. Koordinator Investasi dan Kerja Sama Bioenergi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Trois Dilisusendi menjabarkan, pemanfaatan pellet tandan kosong kelapa sawit angin segar bagi pengembangan biomassa. Terlebih, saat ini teknologi pengolahan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku biomassa co-firing sudah tersedia. "Pada mulanya kita kesulitan soal teknologi. Tapi alhamdulillah, saat ini pellet tandan kosong kelapa sawit sudah bisa diproduksi dan dimanfaatkan untuk co-firing," ujar Trois dalam keterangan pers, dilansir dari sindonews.com, pada Selasa (17/10). Inovasi ini, tutur Trois, bisa diterapkan di 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN yang sudah diberi mandat melakukan co-firing. Upaya itu mendapat dukungan penuh dari Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Iwan Agung Firstantara. Ditegaskan Iwan, PLN EPI berkomitmen penuh mendukung rencana pemerintah guna mencapai target pemanfaatan biomassa untuk co-firing sebesar 10,2 juta ton pada tahun 2025 mendatang. "Substitusi batu bara ke biomassa ini adalah proyek yang strategis. Selain bisa mengurangi ketergantungan atas batu bara merupakan energi fosil, langkah ini jadi salah satu cara untuk menurunkan emisi karbon mencapai NZE 2060. Dengan co-firing biomassa PLN bisa mendapatkan energi bersih dengan biaya minimal," jelasnya. Untuk itu, di sela acara Indonesia International Heating Technology Exhibition (Heatech) yang diselenggarakan di JIEXPO, Jumat (6/10) lalu, dilangsungkan MoU antara PLN EPI dan PT Elektrika Konstruksi Nusantara (EKN) dalam pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi co-firing biomassa pada PLTU Bengkayang. Ke dua pihak sepakat melibatkan masyarakat Sambas, Kalimantan Barat, secara langsung dalam proses produksi biomassa tersebut. Diceritakan Iwan, pengolahan biomassa ini mampu serap 40 tenaga kerja lokal di Sambas. Kita optimis program co-firing jenis lain yang digagas akan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan mengurai permasalah sampah yang banyak terjadi di berbagai daerah. "Ini mudah-mudahan jadi awal yang baik, sebab selama ini mungkin tandan kosong menumpuk di kebun dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan," ucapnya. Pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan baku co-firing biomassa ini diapresiasi Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) Milton Pakpahan. Hal senada diungkapkan Ketua Masyarakat Ketenegalistrikan (MKI) Kalimantan Barat, M Ariyanto mengaminkan Iwan. Disebutkannya, sumber daya tandan kosong kelapa sawit sangat melimpah, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Dalam risetnya yang menggandeng Universitas Tanjungpura, Ariyanto membuktikan manfaat tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku co-firing biomassa. "Alhamdulillah, setelah empat tahun akhirnya kami bisa memproduksi pellet dari tandan kosong kelapa sawit," terangnya. Banyaknya sumber tandan kosong yang ada di Kalimantan Barat di dukung keberadaan pabrik kelapa sawit dengan potensi sebanyak 170 ton per harinya. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tanjungpura, Junaidi menimpali, dari percobaan yang dilakukan pihaknya dan PT EKN, tandan kosong yang semula limbah kini bernilai ekonomi. "Ke depan mudah-mudahan kapasitas produksinya bisa semakin ditingkatkan," harapnya.
TKKS Melimpah Bisa Sumber Energi Terbarukan Penggunaan Belum Optimal
Bengkulu, katakabar.com - Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) termasuk limbah sangat melimpah di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) . Limbah ini sesungguhnya bisa diolah jadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti biogas dan listrik ramah lingkungan. Tapi Sayang, di Provinsi Bengkulu, salah satu sentra kelapa sawit di Pulau Sumatera, TKKS punya potensi sebagai sumber energi belum belum digunakan secara optimal. Mantan Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Ahyan Endu menjelaskan, salah satu alasan mengapa TKKS belum dimanfaatkan untuk sumber energi disebabkan biaya pengolahan yang tinggi. Bayangkan, butuh investasi berkisar Rp7 juta untuk menghasilkan 4,5 liter gas. Ini tantangannya bagi banyak pihak, terutama di daerah sumber daya terbatas. "Bisa jadi banyaknya TKKS belum dimanfaatkan maksimal menjadi biogas dan listrik di Bengkulu lantaran biaya pembangunan infrastruktur yang cukup mahal," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (26/9). TKKS ini bisa dimaksimalkan penggunaannya, tuturnya, kerja sama dengan investor langkah cukup bijaksana. "Keterlibatan investor, tidak hanya biaya infrastruktur bisa ditangani dengan lebih baik, tapi pengelolaan sumber daya dan produksi energi yang lebih efisien," bebernya. Pemangku kepentingan belum sepenuhnya memanfaatkan potensi TKKS, salah satunya pabrik kelapa sawit itu sendiri. Meski pabrik memiliki akses ke sumber daya ini, tapi belum mengeksplorasi potensi secara optimal. "TKKS bisa menjadi kesempatan untuk mengurangi biaya operasional pabrik dan mendukung energi terbarukan, tapi itu terlewatkan," terangnya. Pemerintah Daerah (Pemda) saran Ahyan, memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk mendorong pemanfaatan TKKS sebagai sumber energi terbarukan. "Langkah ini bisa motivasi investor untuk berinvestasi guna melakukan pengolahan TKKS menjadi biogas dan listrik," sebutnya. Selama ini TKKS sering diabaikan lantaran dianggap limbah. Kita bisa mengubahnya jadi sumber energi terbarukan dapat bermanfaat bagi lingkungan dan peningkatan perekonomian, tambahnya.