Melambung
Sorotan terbaru dari Tag # Melambung
Dollar Melambung, Wisatawan Domestik Kompak Incar Liburan di Dalam Negeri
Jakarta, katakabar.com - Menjelang musim libur panjang lebaran tahun ini, terjadi pergeseran tren yang signifikan di kalangan wisatawan nusantara. Faktor utama yang mengubah peta perjalanan masyarakat Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi global yang menyebabkan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp17.000. Para pelancong lokal kini kompak mengalihkan incaran liburan mereka ke berbagai destinasi domestik sebagai alternatif untuk bepergian ke destinasi internasional. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh mahalnya biaya liburan ke luar negeri akibat pelemahan Rupiah, tetapi juga diperparah oleh situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Konflik yang masih berlanjut di sana turut menyumbang kekhawatiran dan menurunkan minat masyarakat untuk berpergian ke luar negeri. Situasi ini diperburuk dengan adanya laporan sejumlah maskapai penerbangan internasional yang gagal terbang atau mengalami penundaan, sehingga banyak wisatawan mancanegara (termasuk WNI) terjebak dan tidak bisa kembali ke negara asal sesuai jadwal. Kekacauan perjalanan internasional ini semakin menegaskan pilihan masyarakat untuk memilih liburan yang lebih aman, dekat, dan tentunya ramah di kantong di tengah tekanan ekonomi. Tapi di tengah situasi tersebut, sektor pariwisata domestik justru melihat peluang. Berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri mendorong banyak wisatawan untuk kembali melirik destinasi di dalam negeri. Sejumlah destinasi unggulan Indonesia diperkirakan akan kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Berikut beberapa destinasi yang menjadi pilihan favorit: Bali Pulau Dewata tetap menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. Selain pantai dan budayanya yang mendunia, Bali dianggap sebagai “rumah kedua” bagi wisatawan yang ingin menikmati fasilitas berkelas internasional tanpa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus paspor dan visa. Bali menawarkan berbagai jenis penginapan, mulai dari vila mewah hingga penginapan murah, dan penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia. Ini membuat Bali pilihan yang paling masuk akal di tengah harganya. Yogyakarta Kota pelajar ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Kenaikan jumlah wisatawan lokal sudah terlihat sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, dan tren ini diprediksi akan berlanjut hingga lebaran. Yogyakarta menawarkan paket liburan lengkap mulai dari wisata candi bersejarah seperti Borobudur dan Prambanan, petualangan alam di Gunung Merapi dan pantai-pantai selatan, hingga kuliner khas yang legendaris dengan harga yang tetap bersahabat. Bandung Bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, Bandung adalah destinasi liburan akhir pekan yang selalu menarik untuk dikunjungi. Udara sejuk, ragam kuliner kreatif, serta factory outlet yang mendagangkan busana bermerek dengan harga diskon menjadi magnet utama. Selain itu, banyaknya villa dan hotel dengan pemandangan indah di kawasan Lembang dan Dago Pakar menjadikan Bandung sebagai destinasi favorit untuk melepas penat dengan biaya yang terjangkau. Danau Toba Menawarkan keindahan alam yang spektakuler, Danau Toba di Sumatera Utara telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling memikat di Indonesia. Dikenal sebagai salah satu danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba menawarkan panorama alam yang menenangkan, dengan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya memiliki kaya akan budaya dan tradisi masyarakat Batak, menambah keunikan dalam pengalaman bagi setiap pengunjung. Destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia kelas dunia dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan berwisata ke luar negeri. Bagi wisatawan yang ingin menikmati persona alam ini dengan lebih dekat, menginap di Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir dapat menjadi pilihan yang tepat. Terletak di kawasan Tuktuk di Pulau Samosir, resort ini menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan langsung ke Danau Toba. Lingkungannya yang dikelilingi alam membuat setiap momen terasa lebih santai. Fenomena ini menjadi dorongan bagi industri pariwisata domestik untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat upaya promosi. Di tengah berbagai ketidakpastian global, konsep “berlibur di negara sendiri” tidak lagi dianggap sekedar alternatif, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama yang praktis, cerdas, dan menyenangkan.
Sawit Ungkit Penerimaan Bea Keluar Oktober 2025 Pendapatan Negara Melambung
Jakarta, katakabar.com - Sawit Ungkit penerimaan Bea Keluar pada Oktober 2025 bikin pendapatan negera melambung. Hal ini menunjukkan tren positif jelang akhir tahun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp249,3 triliun per Oktober 2025, atau 82,7 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Angka ini tumbuh 7,6% year on year (yoy), salah satunya berkat ledakan penerimaan bea keluar dari ekspor sawit. “Kepabeanan dan cukai sudah terkumpul Rp249,3 triliun, tumbuh 7,6 persen di atas tahun lalu dan sudah mencapai 80,3 persen dari target,” ucap Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta. Dari seluruh komponen penerimaan kepabeanan, bea keluar menjadi bintang utama. Penerimaan bea keluar tercatat Rp24,0 triliun, atau fantastis 537,4 persen dari target APBN. Secara tahunan, angkanya melonjak 69,2% yoy. Suahasil menjelaskan, dorongan terbesar datang dari kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO), naiknya volume ekspor sawit, serta tingginya ekspor konsentrat. “Kenaikan harga CPO dan ekspor sawit memang memberi dampak signifikan. Bea keluar bergerak seiring naik-turunnya pasar komoditas,” ulasnya. Di sisi lain, penerimaan bea masuk justru mengalami kontraksi tipis. Realisasinya mencapai Rp41,0 triliun, atau 77,5 persen dari target APBN, turun 4,6% yoy. Penurunan ini dipicu relaksasi tarif impor sejumlah komoditas pangan dan semakin masifnya pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang menurunkan biaya masuk barang tertentu. Meski penerimaan bea masuk menyusut, lonjakan bea keluar, terutama dari sektor sawit mampu menjadi penopang kuat pendapatan negara. Tak heran, pemerintah menyebut sawit masih menjadi komoditas strategis yang “menghidupkan” kas negara di tengah gejolak ekonomi global. Sebagai gambaran, nilai ekspor sawit Indonesia pada 2024 tercatat mencapai Rp440 triliun atau sekitar USD27,76 miliar. Meski turun dari tahun sebelumnya akibat penurunan volume ekspor dari 32,2 juta ton (2023) menjadi 29,5 juta ton (2024), sektor ini tetap memberi kontribusi terbesar terhadap devisa hasil ekspor nonmigas. Tak hanya berdampak di pusat, kinerja sawit juga menyentuh daerah lewat mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Sepanjang 2024, daerah menerima Rp276,03 miliar dalam dua tahap penyaluran, yakni Mei dan Oktober 2025. Angka ini bagian dari alokasi Rp3,39 triliun, meski beberapa daerah melaporkan turunnya penerimaan sehingga perlu rekonsiliasi data untuk memastikan penyaluran sesuai regulasi. Dengan tren kenaikan bea keluar yang impresif ini, pemerintah optimistis pendapatan negara hingga akhir 2025 akan tetap terjaga. Sawit kembali membuktikan diri sebagai penopang kuat fiskal nasional, terutama saat sektor lain belum menunjukkan kinerja maksimal. Jika harga CPO dan ekspor sawit terus stabil, maka gelombang positif penerimaan negara diperkirakan berlanjut hingga kuartal pertama 2026.
NTP Riau Melambung Desember 2024 Didongkrak Komoditas Perkebunan Rakyat
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP Provinsi Riau pada Desember 2024 mencapai 196,72. Terjadi kenaikan signifikan sebesar 3,11 persen dibanding bulan sebelumnya berada di angka 190,79. Ini dari pemantauan di 12 kabupaten dan kota se Riau. “Kenaikan NTP Riau didongkrak meningkatnya indeks harga yang diterima (It) petani sebesar 3,20 persen. Sedang, indeks harga yang dibayar (Ib) petani naik tipis sebesar 0,09 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi melalui keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Jumat (3/1). Kalau menurut subsektornya, kata Asep, pada Desember 2024 NTP Tanaman Pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,58 persen, dari 96,76 pada November menjadi 97,32 pada Desember 2024. Kenaikan ini disebabkan It mengalami kenaikan sebesar 0,69 persen, sementara Ib hanya naik sebesar 0,11 persen.
Harga Jual Minyak Mentah Melambung di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Harga penjualan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan kernel di Riau melambung pekan ini. Faktor ini bisa jadi pemicu naiknya harga pembelian Tandam Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja menuturkan, dari 21 perusahaan yang menjadi sumber data, 14 perusahaan melakukan penjualan CPO, rata-rata menjadi sumber data harga TBS kelapa sawit pekan ini mendaki level Rp246,39 per kilogram. "Dari 21 perusahaan sumber data, total 14 perusahaan yang menjual minyak mentah sebagi refrensi naik TBS kelapa sawit pekan ini," ujarnya. Ini daftar harga penjualan CPO di Riau, meliputi; 1. PTPN V Sei Buatan Rp10.940,20 atau naik Rp250,20 2. PTPN V Sei Tapung Rp10.940,20 atau naik Rp250,20 3. PT Buana Wiralestari Mas Rp10.952 atau naik Rp228 4. PT Ramajaya Pramukti Rp10.952 atau naik Rp228 5. PT Meganusa Intisawit Rp10.648 atau naik Rp226 6. PT Eka Dura Indonesia Rp 11.095 atau naik Rp 405 7. PT Kimia Tirta Utama Rp10.890 atau naik Rp265 8. PT Sari Lembah Subur Rp11.095 atau naik Rp340 9. PT Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS) Rp10.035 atau naik Rp310 10. PT Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD) Rp9.908 atau naik Rp283 11. PT Surya Agrolika Reksa Rp10.917 atau naik Rp227 12. PT Adimulia Agrolestari Rp10.890 atau naik Rp200 13. PT Adei Plantation & Industry Rp10.938 atau naik Rp248 14. PT Graha Permata Hijau Rp10.978 atau naik Rp260 Perusahaan yang tidak menjual CPO pekan ini adalah PT Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN), PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS), PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD), PT Meskom Agro Sarimas, PT Agro Sarimas Indonesia, PT Musim Mas Batang Kulim Palm Oil Mill dan PT Musim Mas Pangkalan Lesung Palm Oil Mill. Untuk harga jual kernel kata Defris, rata-rata tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp8,47 dari harga minggu lalu. Dari 21 perusahaan, tercatat hanya 7 perusahaan yang menjual kernel minggu ini. Ini daftarnya; 1. PT Buana Wiralestari Mas Rp4.733 2. PT Eka Dura Indonesia Rp5.045 atau naik Rp45 3. PT Kimia Tirta Utama Rp4.928 4. PT Sari Lembah Subur Rp5.045 atau naik Rp45 5.PT Surya Agrolika Reksa Rp4.918 6. PT Adimulia Agrolestari Rp4.835 7.PT Graha Permata Hijau Rp4.948 atau turun Rp30.