Dari Kost ke Long Stay: Tren Baru Hunian Mahasiswa di Medan dan Tips Memilihnya
Medan, katakabar.com - Tren hunian mahasiswa di Medan, khususnya di sekitar Universitas Sumatera Utara (USU), mulai bergeser dari kost konvensional ke konsep long stay di hotel. Perubahan ini dipicu oleh kebutuhan akan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendukung produktivitas, fleksibilitas, dan gaya hidup modern mahasiswa. Perubahan gaya hidup mahasiswa di kota besar mulai terlihat beberapa tahun terakhir. Kalau sebelumnya hunian kost menjadi pilihan utama, kini semakin banyak mahasiswa yang mulai beralih ke konsep long stay di hotel sebagai alternatif tempat tinggal yang lebih fleksibel dan nyaman. Di kota Medan, khususnya di sekitar kawasan Universitas Sumatera Utara (USU), tren ini berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga mampu mendukung produktivitas serta keseimbangan antara akademik dan gaya hidup. Hunian bagi mahasiswa kini tidak lagi sekadar tempat beristirahat. Banyak mahasiswa membutuhkan ruang yang dapat mendukung aktivitas belajar, mengerjakan tugas, hingga menjalankan pekerjaan sampingan secara daring. Selain itu, faktor kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat tinggal jangka panjang. Hal ini mendorong munculnya alternatif hunian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan tersebut. Mengapa Long Stay Mulai Diminati? Konsep long stay di hotel menjadi salah satu solusi yang mulai dilirik mahasiswa, dengan beberapa keunggulan seperti: Fasilitas yang Lebih Lengkap, Kamar yang nyaman, layanan kebersihan rutin, hingga fasilitas penunjang yang mendukung aktivitas harian. Lingkungan Lebih Kondusif, Suasana yang tertata dan relatif tenang membantu meningkatkan fokus dan produktivitas. Fleksibilitas Waktu Tinggal, Tidak terikat kontrak jangka panjang seperti hunian konvensional. Lokasi yang Umumnya Strategis, Dekat dengan pusat aktivitas, kuliner, dan fasilitas publik lainnya. Tips Memilih Hunian Long Stay untuk Mahasiswa Agar sesuai kebutuhan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Pilih Lokasi Dekat Kampus Hunian yang berada di sekitar kampus seperti USU akan memudahkan mobilitas serta menghemat waktu perjalanan. 2. Perhatikan Akses Kuliner dan Fasilitas Pendukung Lingkungan dengan banyak pilihan makanan dan ruang publik dapat menunjang aktivitas harian mahasiswa. 3. Pastikan Akses Transportasi Mudah Kemudahan menuju berbagai titik kota menjadi nilai penting, terutama bagi mahasiswa dengan aktivitas yang dinamis. 4. Utamakan Kenyamanan dan Keamanan Lingkungan yang aman dan nyaman akan membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan istirahat. Pilihan Long Stay yang Relevan di Medan Seiring berkembangnya tren ini, beberapa properti mulai menghadirkan konsep hunian jangka panjang yang lebih terintegrasi. Salah satunya adalah Odua Golden Mansyur Medan, yang dikelola oleh Topotels Hotels & Resorts. Berlokasi tidak jauh dari kawasan Universitas Sumatera Utara, hotel ini menawarkan kemudahan akses ke berbagai titik penting di kota Medan, mulai dari area kuliner hingga fasilitas publik. Dengan suasana yang nyaman serta fasilitas yang mendukung aktivitas harian, konsep long stay yang ditawarkan menjadi salah satu alternatif hunian bagi mahasiswa yang menginginkan kenyamanan sekaligus efisiensi. Tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, hunian seperti ini juga mulai dipandang sebagai ruang yang mendukung gaya hidup mahasiswa modern yang lebih dinamis dan produktif. Peralihan dari kost ke long stay mencerminkan perubahan pola pikir mahasiswa dalam memilih hunian. Kini, kenyamanan, lokasi strategis, dan fasilitas menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Hunian yang tepat tidak hanya memberikan tempat untuk tinggal, tetapi juga dapat menjadi faktor pendukung dalam proses belajar, bekerja, dan berkembang.
MyRepublic Air Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Sumatra
Medan, katakabar.com - MyRepublic Air, layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. MyRepublic Indonesia secara resmi melaksanakan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Medan. Keberhasilan ULO ini menandai kesiapan MyRepublic Air untuk beroperasi secara resmi sebagai layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. Pelaksanaan ULO MyRepublic Air di Medan dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Layanan Ekosistem Digital Komdigi, Geryantika Kurnia, Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Komdigi, Dany Suwardany A, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Jendral Kementrian Komdigi, Radita Ajie, serta Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, dan Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan. Proses Uji Laik Operasi dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai prasyarat operasional layanan FWA, guna memastikan kesiapan jaringan, kualitas layanan, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku sebelum layanan dioperasikan secara komersial. Dari hasil pengujia menunjukkan, MyRepublic Air dinyatakan lulus Uji Laik Operasi dan memenuhi standar kualitas layanan serta regulasi teknis dan operasional yang ditetapkan. Layanan ini juga mampu melampaui standar minimum kecepatan unduh yang dipersyaratkan regulator, dengan capaian hingga 100 Mbps, sehingga secara resmi berhak memperoleh lisensi operasional sebagai penyedia layanan FWA. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menyampaikan pelaksanaan ULO di Medan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Sumatra. “Kami melihat potensi besar di Pulau Sumatra, baik dari sisi masyarakat, pelaku usaha, maupun sektor pendidikan. Kehadiran MyRepublic Air di Medan menjadi langkah nyata untuk memperluas akses internet berkualitas yang dapat mendorong produktivitas dan transformasi digital di berbagai sektor,” kata Timotius. Sementara, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa Uji Laik Operasi mencakup pengujian menyeluruh terhadap performa jaringan, stabilitas koneksi, latensi, serta kualitas layanan end-to-end sesuai parameter teknis yang ditetapkan regulator. “Pelaksanaan ULO di Medan menjadi bagian dari strategi ekspansi nasional MyRepublic Air. Dengan kesiapan teknis yang telah terverifikasi, kami optimistis layanan FWA ini dapat diperluas secara terukur dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera,” jelas Hendra. MyRepublic Air hadir sebagai solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Melalui pelaksanaan ULO di Medan, MyRepublic Indonesia semakin menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet nasional. Setelah Sulawesi dan kini Sumatra, MyRepublic Air akan terus diperluas secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia guna menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau bagi masyarakat. Pelaksanaan ULO ini tahapan lanjutan setelah MyRepublic Indonesia resmi membuka pra-registrasi MyRepublic Air sebagai layanan internet FWA terbaru untuk masyarakat. MyRepublic Air siap menjadi solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Cara Pra-Registrasi MyRepublic AirMasyarakat yang ingin menjadi bagian dari layanan ini dapat melakukan pra-registrasi MyRepublic Air dengan mudah: 1) Akses situs resmi myrepublic.co.id/air 2) Lengkapi data diri yang dibutuhkan 3) Lakukan verifikasi melalui OTP 4) Cek email konfirmasi sebagai tanda pendaftaran berhasil Dengan ini, MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet di Indonesia melalui kehadiran MyRepublic Air berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Dengan kesiapan jaringan, MyRepublic Air siap tersedia secara bertahap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, guna menghadirkan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di lebih banyak daerah.
Drone Tingkatkan Efisiensi Inspeksi ROW di Tengah Tantangan Medan
Jakarta, katakabar.com - Pemantauan Right of Way (ROW) di jaringan transmisi listrik menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan utilitas kelistrikan. Luasnya bentang jalur, kondisi medan yang beragam, serta kebutuhan akan data yang presisi sering kali membuat inspeksi konvensional memakan waktu lama dan berisiko bagi personel di lapangan. Pemanfaatan teknologi drone berbasis LiDAR kini menjadi bagian dari pendekatan modern untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan inspeksi ROW. Dengan dukungan pemetaan udara yang terarah dan berbasis data spasial, proses inspeksi dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan menyeluruh tanpa harus mengandalkan pemeriksaan manual di sepanjang jalur transmisi. Melalui metode penerbangan otomatis yang mengikuti jalur kabel secara konsisten, pemetaan power line dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data detail terkait kondisi aset kelistrikan serta lingkungan di sekitarnya, termasuk vegetasi dan struktur pendukung, dalam satu rangkaian misi pemantauan. Data LiDAR yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran komprehensif kondisi ROW. Informasi yang dihasilkan mencakup pemisahan objek di sekitar jalur transmisi, identifikasi potensi pelanggaran jarak aman antara kabel dan vegetasi atau bangunan, analisis risiko pohon tumbang, hingga pemantauan kemiringan struktur tower. Analisis ini membantu tim teknis memahami potensi risiko secara lebih dini dan terukur. “Dalam pengelolaan jaringan transmisi, data spasial yang akurat sangat penting untuk mendukung pemeliharaan yang lebih terencana dan berbasis risiko,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Pendekatan inspeksi berbasis drone LiDAR memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki metode konvensional. Selain mempercepat proses pengumpulan data, teknologi ini juga membantu mengurangi paparan risiko bagi personel serta meningkatkan kualitas informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatan drone LiDAR dalam inspeksi ROW mencerminkan upaya perusahaan utilitas kelistrikan untuk memperkuat keandalan jaringan melalui pemantauan yang lebih adaptif dan berbasis data. Dengan dukungan teknologi ini, inspeksi jalur listrik dapat dilakukan secara lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara Dideklarasikan, Jonni Silitonga Didaulat Jadi Ketum
Medan, katakabar.com - Puluhan aktivis dan pekerja perkebunan dari berbagai kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membentuk sekaligus deklarasikan DPP Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPPN), dan mendaulat Jonni Silitonga SH MH jadi Ketua Umum (Ketum) pertama selama lima tahun ke depan atau periode 2025-2030. Pada proses deklarasi yang digelar di Medan, Sabtu (15/11) siang, Jonni Silitonga akan didampingi sejumlah nama lain sebagai pengurus DPP SPPN, seperti Hendrik Hutabarat dan Supono sebagai Wakil Ketua. Terus, Ali Santonius Tampubolon selaku Sekretaris Umum, Alpiyan Fikri Siregar SH dan Syafiyrina sebagai Wakil Sekretaris; serta Reantina Novaria Gurusinga SH sebagai Bendahara Umum. Dalam paparannya, Jonni Silitonga, mengatakan kesejahteraan dan kebebasan berbicara dan berorganisasi para pekerja atau buruh perkebunan merupakan salah satu unsur penting yang membuat industri perkebunan di Indonesia bisa dinilai sustainable atau berkelanjutan. Lantaran itu, ujar Jonni Silitonga, SPPN akan berupaya agar hal itu bisa diwujudkan dengan berbagai langkah, baik melalui dialog, pelatihan, penguatan ekonomi keluarga pekerja melalui koperasi, atau pun berunjukrasa. "Jadi, metode kami mewujudkan hal-hal baik tersebut tidak harus melalui unjukrasa atau demonstrasi, tetapi melalui diskusi atau dialog, proses pendidikan perburuhan, atau pun membantu koperasi," jelasnya. "Bagi kami, unjukrasa bukan satu-satunya jalan dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja perkebunan," tutur Jonni Silitonga lebih lanjut. Untuk itu, dia menegaskan SPPN kelak akan menggelar pelatihan bagi para pekerja agar mampu bernegosiasi dan berdiskusi dengan manajemen perusahaan perkebunan untuk menyelesaikan sebuah atau beberapa persoalan. "Membangun komunikasi juga bagian dari perjuangan mewujudkan kesejahteraan pekerja perkebunan," sambung Jonni Silitonga. SPPN, ucap Jonni Silitonga, bersedia bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mengupayakan itu semua, seperti dengan organisasi pengusaha perkebunan di dalam dan luar negeri, pemerintah pusat dan daerah, atau pun dengan lembaga nirlaba di dalam dan luar negeri. Untuk langkah awal, pihaknya akan mengoptimalkan basis pekerja perkebunan yang berada di tiga sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yakni Kabupaten Labuhanbatu induk, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), dan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Selanjutnya, sebutnya, akan dibangun basis SPPN di kabupaten lainnya di Sumut, serta provinsi tetangga yang juga merupakan sentra perkebunan. "Setidaknya dalam beberapa waktu ke depan depan SPPN bisa terbentuk di Provinsi Sumut dan Provinsi Riau yang merupakan basis perkebunan," tegas Jonni Silitonga.
Turnamen Ski Air Internasional 2025 Hadir di Danau Toba
Sumut, katakabar.com - Untuk kali pertama, Danau Toba jadi tuan rumah turnamen ski air internasional dan Kejuaraan Piala Gubernur Sumatera Utara, yang digelar pada 6 hingga 10 November 2025 lalu, di Marianna Resort & Convention, Marclan Collection. Melalui cabang Wakeboard dan Wakesurf, ajang ini tidak hanya menghadirkan semangat sportivitas di tengah panorama alam yang menakjubkan, tetapi jadi momentum penting bagi perkembangan sport tourism di Danau Toba. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini jadi simbol kebangkitan sportivitas dan kolaborasi lintas daerah maupun negara. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara yang gelar didukunh penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, kegiatan ini menyoroti pengembangan potensi atlet muda serta mempererat hubungan antar komunitas olahraga. Dengan pergelaran profesional dan dukungan destinasi yang tidak kalah memukau dari luar negeri, Danau Toba memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ikon sport tourism berskala internasional, tempat di mana keindahan alam berpadu dengan semangat kompetitif yang membanggakan Indonesia. Pergelaran empat hari ini ajang yang menghadirkan serangkaian kompetisi Wakeboard dan Wakesurf mulai dari babak kualifikasi hingga final. Setiap harinya, Danau Toba menjadi saksi aksi para atlet nasional maupun internasional yang menunjukkan ketangkasan dan semangat sportivitas di atas air. Kompetisi ditutup dengan upacara penutupan pada 10 November, menandai berakhirnya perhelatan yang bukan hanya menonjolkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional. Pergelaran turnamen ini tidak hanya memberikan panggung bagi para atlet, tetapi juga membawa dampak luas bagi masyarakat sekitar Danau Toba. Aktivitas ekonomi di sektor pariwisata meningkat, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal yang ikut merasakan manfaatnya. Selain itu, ajang ini turut memperkenalkan budaya Batak ke khalayak yang lebih luas melalui musik, kuliner, hingga keramahtamahan masyarakatnya. Kegiatan berskala internasional seperti ini membuka peluang kolaborasi lintas sektor, memperkuat rasa kebanggaan dan partisipasi masyarakat lokal, serta menegaskan potensi Danau Toba sebagai destinasi unggulan untuk sport tourism dan event internasional di masa depan. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia, Danau Toba terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui penyelenggaraan berbagai event berskala internasional. Turnamen ski air ini menjadi salah satu langkah konkrit dalam mewujudkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan destinasi yang berkelanjutan, berbasis budaya, dan mendorong ekonomi kreatif lokal. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, turnamen ini menjadi wujud nyata sinergi antara alam, olahraga, dan semangat kebersamaan. Di setiap percikan air, tersimpan gema semangat baru bagi sport tourism Indonesia. Melalui kolaborasi antara atlet, pemerintah, komunitas, masyarakat lokal, dan dukungan penuh dari Marianna Resort dan Convention sebagai tuan rumah, Danau Toba kian menegaskan posisinya sebagai destinasi berkelas dunia tempat di mana prestasi, keindahan, dan kebanggaan nasional berpadu dalam satu harmoni yang menginspirasi.
Warga dan Ojol di Medan Sumringah Pelindo Multi Terminal Salurkan Seribuan Paket Sembako
Medan, katakabar.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar sekaligus wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, salurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat dan pengemudi ojek online di Kota Medan, Sabtu (1/11) lalu. Kegiatan bertajuk “Berbagi untuk Negeri” ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (98 Resolution Network) sebagai mitra pelaksana kegiatan sosial. VP Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menyampaikan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan di seluruh wilayah operasional perusahaan. “Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal ingin menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir dan peduli terhadap masyarakat di sekitar pelabuhan. Kepedulian sosial bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai perusahaan, sekaligus wujud nyata implementasi program TJSL Pelindo Group,” ujar Zulhendri. Zulhendri menambahkan perusahaan memandang kegiatan berbagi ini tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat. “Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi inspirasi bagi terwujudnya kolaborasi sosial yang lebih luas,” imbuhnya. Kegiatan sosial ini bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial. Melalui aksi ini, perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Perwakilan dari Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (98 Resolution Network), Urai Zulhendri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan bersama Pelindo Multi Terminal. “Kami menyambut baik langkah Pelindo Multi Terminal yang terus menunjukkan kepedulian sosial secara konsisten. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Urai. Adapun 1.000 paket sembako yang dibagikan terdiri atas 500 paket untuk warga Medan dan 500 paket untuk pengemudi ojek online, berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, tepung, dan mie instan.
Holding PTPN Dorong Sawit Rakyat Produktif, PT RPN Ajari 99 Pekebun Labusel
Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) terus perkuat komitmen peningkatan kapasitas petani sawit rakyat. Bersinergi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, PT RPN taja pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi 99 pekebun asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Kegiatan di Medan pada 22–26 September 2025 lalu itu, bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, dan manajerial pekebun agar mampu mengelola kebun secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang memiliki kompetensi tinggi di bidang riset dan pengembangan kelapa sawit nasional. Kepala PPKS PT RPN, Winarna, menyampaikan pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pekebun terpilih untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan. “Kesempatan ini tidak datang dua kali. Peserta harus memaksimalkan pelatihan untuk menggali informasi dan keterampilan teknis. Setelah pelatihan, saya berharap komunikasi tetap terjalin karena tantangan budidaya sawit terus berkembang, dari hulu sampai hilir,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya membangun jejaring kolaboratif antara peserta dan narasumber agar setiap persoalan teknis di lapangan dapat dipecahkan secara cepat dan efektif. Sementara, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Baginda Siagian, menjelaskan produktivitas kebun sawit rakyat saat ini masih jauh di bawah potensi maksimalnya. “Produktivitas pekebun masih di kisaran 3,3 sampai 3,5 ton CPO per hektare per tahun, padahal potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton. Melalui pelatihan ini, kami ingin mempercepat perbaikan di lapangan, demi kesejahteraan pekebun dan peningkatan daya saing sawit nasional,” jelasnya. Kata Baginda, dari total 16,8 juta hektare lahan sawit di Indonesia, sekitar 42 persen atau 6 juta hektare dikelola oleh pekebun rakyat. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat pekebun menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan sektor sawit nasional. Dari sisi daerah, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labusel, Sabrina Pulungan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang menyasar langsung pekebun lokal. “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan pekebun. Saya harap para peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Ilmu yang diperoleh harus bisa langsung diterapkan dan dibagikan kepada pekebun lainnya,” ucapnya. Ditegaskan Sabrina, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan sumber devisa negara. Tetapi, berbagai tantangan seperti isu keberlanjutan dan produktivitas rendah harus dijawab dengan peningkatan kapasitas dan penerapan praktik budidaya yang baik.
Lalamove Resmi Hadir di Medan, Beri Solusi Logistik, Mobilitas Masyarakat dan UMKM Sumut
Medan, katakabar.com - Kehadiran perdana di luar Pulau Jawa menandai komitmen Lalamove hadirkan layanan delivery dan ride-hailing yang cepat, fleksibel, dan terjangkau bagi masyarakat Kota Medan Lalamove, platform on-demand delivery dan ride-hailing berbasis teknologi terkemuka, resmi memperluas jangkauannya ke Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Kehadiran ini menandai langkah strategis Lalamove untuk pertama kalinya beroperasi di luar Pulau Jawa, menjadikan Medan sebagai kota gerbang utama ekspansi di Sumatera. Sebagai kota terbesar di Pulau Sumatera, Medan dikenal bukan hanya sebagai pusat perdagangan utama di wilayah barat Indonesia, tetapi sebagai surga kuliner yang melahirkan banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman. Berlokasi strategis di tepi Selat Malaka dan didukung Pelabuhan Belawan, salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Medan memegang peran penting sebagai tulang punggung aktivitas ekspor-impor dan logistik di Pulau Sumatra. Wilayah ini sentra produksi kelapa sawit nasional, menjadikannya pasar yang dinamis bagi berbagai sektor usaha yang mengandalkan efisiensi pengiriman. Andito B Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia, menyatakan kami melihat Medan sebagai kota yang strategis dengan potensi ekonomi yang luar biasa, mulai dari perdagangan, kuliner, hingga UMKM yang terus berkembang. Kehadiran Lalamove bukan sekadar ekspansi wilayah, tetapi bentuk komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui solusi logistik dan mobilitas yang efisien, fleksibel, dan terjangkau. Melalui ekspansi ini, ujar Andito, Lalamove menawarkan dua layanan utama, yakni Delivery Service dengan beragam armada mulai dari motor, sedan, MPV hingga mobil pickup (bak terbuka) yang dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan logistik pelanggan. Kemudian Ride Hailing Service, dengan layanan MotorRide dan MotorXL yang memberikan alternatif transportasi harian yang praktis dan ekonomis. "Lalamove Ride menawarkan pilihan transportasi efisien bagi warga Medan yang membutuhkan mobilitas cepat dan nyaman, baik untuk bepergian, kerja dan sekolah, maupun menjelajahi kuliner kota, tanpa perlu repot macet atau parkir, semuanya dengan tarif terjangkau melalui satu aplikasi. Dengan berbagai pilihan layanan dan armada, Lalamove memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menjadwalkan pengiriman maupun perjalanan sesuai kebutuhan, sekaligus membantu pelaku usaha menekan biaya operasional melalui tarif yang kompetitif," jelasnya. Selain untuk pelanggan, tutur Andito, kehadiran Lalamove di Kota Medan juga membuka peluang bagi mitra pengemudi lokal untuk bergabung dan mendapatkan penghasilan tambahan dengan sistem kerja yang fleksibel tanpa target harian. Linarto, seorang mitra pengemudi pick up bak Lalamove di Jakarta, sebelumnya mengalami kehilangan pekerjaan dan kesulitan finansial. Melalui usaha yang konsisten dan komitmen menyelesaikan setiap pesanan pengiriman setiap harinya, ia berhasil meningkatkan kondisi keuangannya secara signifikan dengan pendapatan mencapai hingga Rp20 juta rupiah per bulan pada 2024 lalu. Hal ini menunjukkan bagaimana Lalamove sebagai platform dapat menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi para mitranya. "Ekspansi ke Medan salah satu wujud komitmen kami dalam menciptakan ekosistem win-win-win antara pelanggan, UMKM, dan mitra pengemudi. Kami percaya, melalui dukungan teknologi, setiap pesanan maupun pengiriman melalui Lalamove dapat menciptakan nilai bersama bagi semua," sebut Andito. Sebagai kota yang dikenal dengan keramahan dan semangat gotong royong masyarakatnya, Lalamove berharap dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat Medan untuk memenuhi kebutuhan logistik, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi digital.
AMPR Desak KPK dan Kejatisu Usut Dugaan Makelar Proyek Yang Bersembunyi di Balik Relawan Bobby Lovers
Dugaan keterlibatan kelompok relawan Bobby Nasution yang tergabung dalam Bobby Lovers dalam praktik 'makelar proyek' di berbagai Pemerintah Daerah di Sumatera Utara, dengan memanfaatkan nama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, serta penggunaan nama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menekan pejabat daerah demi memperoleh keuntungan pribadi maupun kelompok, menjadi sorotan utama Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) Sumatera Utara. Hal ini menjadi dasar bagi AMPR untuk bergerak melakukan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).
Mulai Terkuak Inisial DR, Skandal 'Makelar Proyek' di Balik Nama Relawan 'Bobby Lovers'
Aksi relawan Bobby Nasution yang tergabung dalam kelompok Bobby Lovers semakin menjadi sorotan publik. Pasalnya, kelompok Bobby Lovers disebut-sebut sebagai 'makelar proyek' di hampir seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Sumatera Utara. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Bobby Lovers telah banyak menarik dana dari sejumlah orang dengan dalih menjanjikan pekerjaan proyek, dengan mengatasnamakan menantu mantan Presiden yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, yakni Bobby Nasution. Bahkan, relawan ini dikabarkan menggunakan dukungan dari Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperoleh pekerjaan proyek.