Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik Nusantara
Nusantara
Sabtu, 18 April 2026 | 18:11 WIB

Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen dukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi Desa Tematik Ketahanan Pangan Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa perusahaan siap menyelaraskan langkah dengan rencana Kementerian Desa dalam membangun ekosistem desa di wilayah Serang. Menteri Desa mengarahkan agar desa-desa tersebut memiliki fokus komoditas spesifik atau tematik, seperti pusat produksi telur ayam dan sektor pertanian, guna menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi program MBG di masa depan "Sinergi ini langkah nyata dalam memastikan industri nasional dan pembangunan perdesaan berjalan beriringan. Kami berkomitmen mendukung penuh inisiatif Bapak Menteri dalam menjadikan desa di sekitar area operasional sebagai sentra produksi pangan yang mandiri," ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA. Percepatan Infrastruktur Sosial dan Aksesibilitas Selain fokus pada ketahanan pangan, Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga menyepakati percepatan rehabilitasi Jembatan Cigedung – Cikolelet sebagai prioritas infrastruktur sosial. Proyek ini merupakan manifestasi misi TJSL Krakatau Steel dalam membangun konektivitas di wilayah penyangga, guna mengatasi hambatan geografis serta mempererat keterhubungan antara pusat industri dengan pemukiman warga. Perbaikan jembatan ini menjadi krusial untuk menjamin keamanan mobilitas harian, khususnya bagi anak sekolah dan kendaraan roda dua. Selain meningkatkan keselamatan di jalur vital, penguatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar distribusi hasil bumi dari desa-desa tematik, sehingga keberadaan industri memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan Dalam aspek pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar dengan potensi perluasan hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3. Selain itu, pertemuan ini turut membahas pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat pemrosesan kapal bekas (scrap ships), di mana material besi bekasnya akan diserap kembali sebagai bahan baku produksi Krakatau Steel yang lebih efisien. Melalui penguatan kolaborasi ini, Krakatau Steel dan Kementerian Desa berkomitmen untuk terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, dan pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan bagi kemajuan nasional.

Peresmian Satgas MBG DPP APJI Nasional
Nasional
Jumat, 12 Desember 2025 | 22:06 WIB

Peresmian Satgas MBG DPP APJI

Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) resmi meluncurkan Satgas MBG APJI sebagai komitmen nyata mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Peresmian dilakukan di Gedung Nawasena 6, Jakarta Selatan, yang dipimpin Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki bersama perwakilan BGN, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan. APJI, yang menaungi lebih dari 3.000 Pengusaha Jasaboga dan Makanan Minuman di Indonesia, sejauh ini telah mendampingi lebih dari 1.000 dapur penyelenggara Makanan Bergizi Gratis (SPPG) di berbagai daerah. Pembentukan Satgas MBG APJI bertujuan memastikan Program MBG berjalan dengan standar tinggi dari aspek gizi, kebersihan, hingga manajemen dapur. Seiring upaya ini, BGN terus mendapatkan apresiasi publik atas keberhasilan MBG di antaranya dari media massa yang menilai bahwa kehadiran BGN “positif di mata masyarakat” berkat dampak nyata program terhadap gizi dan kualitas hidup penerima manfaat. Pernyataan dari pejabat BGN seperti deputi atau perwakilan lainnya (termasuk sosok seperti “Pak Tigor” dalam laporan media) menunjukkan lembaga ini berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti APJI. Mandat dan Peran Satgas MBG APJI Sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APJI, Tashya Megananda Yukki, menyampaikan bahwa Satgas MBG APJI dibentuk dengan acuan regulasi (misalnya Perpres dan AD/ART internal), dan memiliki mandat sebagai berikut: ● Menyusun rencana kerja bersama BGN serta SPPG di berbagai daerah. ● Melaksanakan program, termasuk pelatihan hygiene dan food-handling, penerapan HACCP, manajemen dapur, pengendalian mutu makanan, dan edukasi gizi kepada masyarakat. ● Melakukan monitoring & evaluasi untuk memastikan bahwa distribusi makanan dan penyelenggaraan MBG sesuai standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan. ● Menyusun laporan rutin kepada BGN untuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Satgas juga akan menangani: ● Pelatihan bagi chef, relawan, dan staf dapur ● Sertifikasi hygiene & food-safety ● Pengembangan menu sehat dan bergizi ● Pemanfaatan bahan lokal dan pangan yang aman ● Koordinasi dan supervisi langsung terhadap SPPG di lapangan termasuk di luar anggota APJI bila bekerja sama dengan BGN. Sinergi APJI-BGN: Dampak Sosial dan Ekonomi Dengan dukungan dari BGN dan pelaksanaan MBG secara masif, Ibu Tashya menyampaikan, “Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal.” Menurut publikasi media, MBG telah diakui sebagai salah satu penggerak ekonomi rakyat melalui pemberdayaan dapur penyedia, UMKM pangan lokal, dan distribusi bahan makanan. “Keberadaan Satgas MBG APJI memperkuat lapisan teknis dan profesional di lapangan, menjaga agar standardisasi, kualitas, dan keamanan pangan tetap terjaga. Dengan demikian, MBG diharapkan bisa berkelanjutan memberi manfaat jangka panjang bagi gizi, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” ungkap Tashya sebelum menyerahkan mandat kepada Ketua Satgas MBG APJI, Indah Yuli Sartika. Pernyataan APJI dan Harapan ke Depan Indah Yuli Sartika optimis menyatakan, Satgas ini bukan sekadar struktur organisasi. Ini adalah komitmen kami menjaga kualitas generasi masa depan. APJI siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui BGN untuk memastikan Program MBG berjalan aman, higienis, tepat waktu, dan tepat gizi. Sementara, perwakilan BGN, Deputi bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, menimpali sejauh ini program MBG sudah berjalan dengan baik, sangat membesarkan hati. Bayangkan, ungkapnya, ada negara tertentu yang baru mencapai target program makanan bergizi setelah 11 tahun. Tapi BGN dalam 12 bulan telah memperlihatkan bentuk yang jelas dan pasti. Bahkan kini bergerak ke arah semakin terarah. Sebelumnya, banyak orang pesimis bahwa program Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan dengan baik mengingat Indonesia bangsa yang besar. Pak Tigor Pangaribuan menyambut baik inisiatif kolaboratif dari sektor swasta dan organisasi profesi seperti APJI. Mereka menegaskan bahwa lembaga semakin mendapat kepercayaan publik, dan kerja sama ini penting untuk menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan MBG. Dengan terbentuknya Satgas MBG APJI, diharapkan program MBG dapat dijalankan secara konsisten dan profesional di seluruh Indonesia, mendukung target gizi nasional, serta menciptakan dampak positif bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat luas.

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG Nusantara
Nusantara
Sabtu, 27 September 2025 | 17:32 WIB

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan komitmennya mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan meluncurkan produksi food tray yang memiliki bahan berkualitas. Produk hilir berbasis baja ini diharapkan menjadi solusi nasional sekaligus unggulan global dalam penyediaan peralatan makan berkualitas. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menjelaskan produksi food tray telah dimulai sejak awal Juni 2025 dengan hasil 400.000 unit. Jumlah ini meningkat menjadi 600.000 unit pada Juli 2025, dan diproyeksikan mencapai 1 juta unit per bulan mulai Oktober 2025. Peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan melalui investasi sistem produksi robotic. “Krakatau Steel selanjutnya menugaskan PT Krakatau Baja Industri untuk untuk memasok food tray dengan skema kerja sama strategis, guna menghasilkan food tray yang lebih aman terhadap makanan. Produksi ini juga berkontribusi terhadap penyerapan baja domestik sesuai kebijakan hilirisasi industri dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ujar Akbar. Adapun kelebihan dari food tray produksi Krakatau Steel Group ini memiliki plat yang lebih tebal dengan menggunakan material yang aman (minyak nabati) dan kualitas bahan baku SUS 304. Selain itu, konstruksi food tray didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kekakuan yang baik dan mampu menahan beban, dan dalam proses poduksi dari hulu ke hilir dijamin halal. Kolaborasi Industri untuk Hilirisasi Baja Produksi food tray dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Welindo Mathotech Sukses, PT Sumber Karya Baja Utama dan PT Pakis Logam Perkasa yang bergerak di bidang manufaktur komponen logam, dies & jig fabrication, serta product engineering solution. Sementara itu, distribusi penjualan dikelola oleh PT Krakatau Niaga Indonesia.