Tekno
Sabtu, 11 November 2023 | 12:34 WIB
Malang, katakabar.com - Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Miftahudin Nur Ihsan terus berkontribusi dengan mendorong tumbuh kembangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam negeri.
Kali ini, Ihsan sapaan akrab alumni penerimaan beasiswa LPDP berbagi pengalaman dengan puluhan UMKM Jawa Timur di Mall Olympic Garden, Kota Malang dari 10 hingga 12 November 2023.
Acara ini rangkaian kegiatan Promosi Gebyar Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM) berbahan sawit dalam tajuk “Just Sawit UKMK” Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk mendukung UKMK Sawit Go Internasional.
Kegiatan ini sebagai dukungan dan penyelarasan atas arahan dari Menteri Keuangan dalam Leaders offsite Meeting (LOM) 2022 terkait dengan optimalisasi sinergi pemberdayaan UMKM dan Kegiatan Menteri Keuangan pada ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governor's Meeting (AFMGM).
Ihsan alumni penerima beasiswa LPDP jalur afirmasi bidikmisi di Magister Administrasi Bisnis (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM 2020-2021.
Kata Ihsan, sebagai alumni penerima beasiswa LPDP, ada tanggung jawab moral yang harus dilakukan untuk berkontribusi sesuai bidang yang ditekuni. Itu sebanya, setelah lulus kuliah dirinya terus mengembangkan usaha yang dirintisnya, CV Smart Batik Indonesia, sambil membantu mendampingi UMKM melalui berbagai kegiatan dan organisasi.
CV Smart Batik Indonesia sendiri usaha batik tematik asal Kota Yogyakarta dengan tiga value utama, yakni inovasi, edukasi, dan kontribusi. Saat sudah ada lebih dari 100 motif batik tematik, seperti batik bertema sains, kimia, matematika, fisika, sejarah, geografi, teknik, bahasa, dan budaya.
Di kegiatan ini, Ihsan berbagi pengalaman ketika pada bulan September 2023 mulai bermitra dengan BPDPKS untuk mengembangkan industri batik berbasis sawit.
Awalnya, Ihsan menggunakan malam batik sawit untuk produksi batiknya dan saat ini merambah ke pengembangan motif batik sawit. Berkat dukungan dan dorongan BPDPKS, Ihsan berhasil menciptakan lebih dari 100 motif batik sawit yang sudah mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta. Ihsan berhasil meningkatkan kapasitas produksi batik tulisnya menjadi ratusan potong batik dalam sebulan dan saat ini bisa memberdayakan lebih dari 50 pembatik lokal.
Untuk sosialisasi, Ihsan telah mengenalkan produk malam sawit dan batiknya ke Walikota Yogyakarta dan telah digunakan lebih dari 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Yogyakarta dalam kegiatan Jogja Membatik Dunia bulan lalu.
IKM binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta ini juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dirinya beserta tim melakukan riset terkait potensi pemanfaatan komponen tanaman sawit untuk pewarnaan alami batik.
Selain berbagi pengalaman, Ihsan menyampaikan tentang tips dan trik pemasaran produk yang harus memperhatikan target pasar.
Selain itu, Ia menyampaikan pentingnya karakter yang dimiliki pemilik bisnis untuk menciptakan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Di akhir sesi, Ihsan berharap semakin banyak UMKM khususnya di Jawa Timur yang dapat memanfaatkan produk turunan sawit dalam usahanya, sehingga dapat mendorong industri sawit berkelanjutan dan dapat membantu mendukung kampanye 'Sawit Baik'.