Lonjakan

Sorotan terbaru dari Tag # Lonjakan

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT-IDR Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah Pada Dolar AS Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 24 April 2026 | 10:13 WIB

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT-IDR Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah Pada Dolar AS

Jakarta, katakabar.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada pada titik krusial seiring dengan berakhirnya batas waktu gencatan senjata dua minggu yang ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan ini, Bittime mencatatkan kenaikan transaksi swap USDT/IDR hingga 57 persen dalam tiga hari terakhir, di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terpantau terus turun dalam 3 minggu terakhir hingga menyentuh level terendah Rp17.274 pada 20 April 2026 lalu, berdasarkan data Nilai Tukar IDR-USD oleh Bank Indonesia. Hal ini menyusul dampak dari gejolak geopolitik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika-Iran yang terus berlanjut hingga saat ini. Selaras dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan kenaikan transaksi swap USDT/IDR hingga 57 persen tiga hari terakhir. Disusul volume perdagangan aset Tether ($USDT) pada platform Bittime yang juga turut menjadi Top Trade aset pada 22 April 2026. Dikutip dari BBC News, tingginya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membebani Indonesia sebagai negara pengimpor neto minyak. Faktor kondisi global yang tidak menentu tersebut kemudian secara langsung menekan posisi mata uang Rupiah. Menanggapi hal ini, masyarakat Indonesia khususnya para investor mulai berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Di antaranya, aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT) karena likuiditas harga nya berbanding 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD) sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil. Selain itu sebagai aset kripto, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah. Apalagi, saat ini investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke $USDT melalui fitur swap USDT/IDR yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Hal ini dipandang sebagai salah satu faktor yang mendorong nilai transaksi dan kenaikan pada trading volume aset kripto $USDT di platform Bittime. Bertepatan dengan ini, Bittime kembali mengingatkan investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 19 April 2026 | 16:10 WIB

Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin kembali menguji zona teknikal penting di sekitar US$75.000 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurut analisis terbaru dari FLOQ Trading Desk, pergerakan ini menempatkan Bitcoin pada salah satu titik penentu arah pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$74.458, tepat di bawah level psikologis US$75.000, sebuah area yang secara historis sering menjadi titik keputusan bagi momentum pasar. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya volatilitas di pasar global setelah konflik Iran picu lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang lebih luas. Harga minyak sempat mendekati US$100 per barel sebelum pasar kembali stabil setelah kabar gencatan senjata sementara. Bitcoin Memasuki Zona Teknis Penting Analisis tim FLOQ Trading Desk menunjukkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan jauh di atas Value Area High (VAH) di US$71.500 berdasarkan analisis volume profile. Breakout di atas level ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah keluar dari area distribusi utama dan memasuki zona dengan suplai yang lebih tipis. Kondisi ini sering disebut sebagai "thin liquidity zone", di mana pergerakan harga dapat berlangsung lebih cepat karena minimnya tekanan jual. Jika Bitcoin mampu mempertahankan momentum di atas US$74.000, jalur menuju US$78.000 berpotensi terbuka karena minimnya resistance di atas area tersebut. Sinyal Harus Diperhatikan Bagi Trader Meski reli Bitcoin masih berpotensi berlanjut, beberapa indikator momentum mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di sekitar level 70, yang dalam beberapa reli sebelumnya sering memicu koreksi jangka pendek sekitar 3–5 persen. Selain itu, analis juga mengamati indikasi bearish divergence, di mana harga Bitcoin mencetak level tertinggi baru sementara indikator momentum mulai melemah.Jika terjadi penolakan harga di sekitar US$75.000, beberapa level support yang diperkirakan akan diuji oleh pasar meliputi: • US$73.000 • US$71.500 Level-level tersebut diperkirakan menjadi area konsolidasi jika reli Bitcoin kehilangan momentum dalam jangka pendek. Faktor Global Pengaruhi Pasar Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyoroti pentingnya Selat Hormuz, jalur energi strategis yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Setiap potensi gangguan di wilayah ini dapat meningkatkan premi risiko energi global serta mempengaruhi inflasi dan sentimen investor secara luas. Perubahan sentimen ini terlihat jelas di pasar global yang beberapa kali berpindah dari mode risk-off menuju relief rally dalam waktu singkat.Pergerakan Bitcoin yang mengikuti dinamika ini menunjukkan bahwa aset digital kini semakin dipandang sebagai aset makro global. Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan transformasi kripto menjadi aset yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global.“Pasar kripto hari ini tidak lagi bergerak secara terpisah dari dinamika global. Geopolitik, energi, dan likuiditas global kini memainkan peran penting dalam menentukan arah harga Bitcoin,” ujar Yudhono. Menurutnya, trader dan investor perlu memahami hubungan antara pasar kripto dan kondisi makro global untuk dapat menavigasi volatilitas pasar dengan lebih baik. Prospek Pasar Dalam jangka pendek, FLOQ Trading Desk memperkirakan Bitcoin akan terus bergerak dalam zona keputusan antara US$74.000 hingga US$75.000. Breakout yang kuat di atas area tersebut berpotensi membuka reli menuju US$78.000 hingga US$80.000.Namun jika momentum gagal dipertahankan, pasar kemungkinan akan kembali melakukan konsolidasi menuju area US$71.500 sebelum menentukan arah berikutnya. Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan kemungkinan akan semakin dipengaruhi oleh kombinasi faktor makro global seperti harga energi, kebijakan moneter, dan arus likuiditas institusional. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif, dan platform berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah catat lebihdari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads, dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115 Default
Default
Rabu, 15 April 2026 | 18:13 WIB

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.115 per dolar Amerika Serikat (USD) per 10 April 2026 lalu. Selaras dengan ini, Bittime Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) juga mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR capai 45 persen dalam 24 jam terakhir Sebelumnya, ketegangan makroekonomi yang tidak menentu akhir-akhir ini berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hingga ke level terendah dan menyentuh 17.115 per-hari ini. Disaat yang bersamaan hal ini yang membuat investor sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai seperti Tether ($USD) yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil dengan harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Sementara, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Di sisi lain, Bittime menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. Tetapi, perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idul Fitri 2026: Pemulihan Jaringan Cepat dan Gangguan Turun Tekno
Tekno
Sabtu, 11 April 2026 | 10:10 WIB

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idul Fitri 2026: Pemulihan Jaringan Cepat dan Gangguan Turun

Jakarta, katakabar.com - Lintasarta kembali tegaskan perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional dengan menjaga keandalan layanan selama periode libur panjang Idulfitri 2026. Usung semangat Empowering Beyond dengan kapabilitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, perusahaan melakukan penguatan infrastruktur berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan kesiapan operasional 24/7 untuk menghadapi lonjakan trafik digital di momen Lebaran. Sebelumnya, Lintasarta memproyeksikan peningkatan trafik digital seiring tingginya aktivitas masyarakat dan industri selama momen Ramadan hingga Lebaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lintasarta melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, penguatan sistem monitoring berbasis AI, serta menyiagakan Network Operation Center (NOC) dan tim operasional secara penuh di seluruh Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekaligus memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi. Sepanjang periode Lebaran, Lintasarta mencatat peningkatan signifikan pada trafik layanan jaringan komunikasi data yang digunakan oleh berbagai sektor strategis seperti perbankan, transportasi, ritel, distribusi, hingga layanan publik. Di tengah lonjakan tersebut, kualitas layanan tetap terjaga dengan stabil dan andal. Percepatan Pemulihan Hingga 60 Persen Peningkatan signifikan juga terlihat pada kecepatan penanganan gangguan yang meningkat hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penanganan gangguan lebih cepat karena sudah menggunakan AI untuk melakukan analisis dan diagnostic, sehingga pemulihan layanan dapat dipercepat dan dampak terhadap pelanggan diminimalkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lintasarta dalam menjaga keandalan layanan serta memastikan kontinuitas operasional pelanggan tetap terjaga. Penurunan Gangguan Hingga 20 Persen Dari sisi performa layanan jaringan, jumlah gangguan tercatat menurun sebesar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu. Adapun penurunan tingkat gangguan karena improvement desain High Availability (HA) dan Point of Presence (PoP). Penurunan ini menunjukkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, baik pada jaringan utama maupun hingga ke pengguna akhir. Didukung monitoring berbasis AI dan operasional 24/7 Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan capaian ini merupakan hasil dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat oleh perusahaan. “Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, kami tidak hanya melakukan monitoring jaringan, tetapi juga melakukan proActive maintenance untuk kualitas layanan yang menyentuh ambang batas (threshold), mengotomatisasi penanganan, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end. Hal ini memungkinkan kami menjaga kualitas layanan tetap optimal di tengah lonjakan trafik yang tinggi,” ujar Zulfi. Selain itu, kata Zulfi, pengelolaan trafik dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi routing serta penerapan contingency plan di berbagai titik kritikal jaringan, guna memastikan distribusi data tetap optimal selama periode puncak Lebaran. Perkuat Fondasi Digital Lewat Beyond Infrastructure Capaian ini merupakan bagian dari strategi Beyond Infrastructure yang kini diperkuat melalui kapabilitas Beyond AI Factory, dengan mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan jaringan dan layanan secara end-to-end. Pendekatan ini didukung oleh fondasi 4C Lintasarta Connectivity untuk memastikan keandalan sistem, Cloud untuk mendukung skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk menjamin keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk mengorkestrasi ekosistem digital secara terintegrasi. “Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi memastikan pelanggan dan industri dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen paling krusial. Inilah wujud dari Empowering Beyond, membangun ekosistem digital yang semakin kuat, terhubung, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” sebut Zulfi. Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat posisinya sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan inovasi berbasis AI, meningkatkan integrasi layanan 4C, serta perluasan kolaborasi dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berdaulat,

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30 Persen Pasca USDT Sentuh Rp17 Ribu Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 10 April 2026 | 14:03 WIB

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30 Persen Pasca USDT Sentuh Rp17 Ribu

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat tembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan hal itu, Bittime catatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30 persen pada platformnya sepekan belakangan ini. Sebelumnya, situasi makro ekonomi yang tidak menentu ini secara langsung berdampak pada pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang kembali mengalami koreksi hingga ke level $68.700 akibat aksi jual massal di pasar global. Menariknya, hal ini justru membuat para investor lebih tertarik terhadap aset kripto seperti $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Di mana, $USDT dipandang sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Apalagi, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. Lalu, IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Melalui slogan Begin Investing in Gold with $XAUT Today, Bittime turut menghadirkan Bittime cashback emas ($XAUT). Memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan cashback hingga Rp1,000,000 dengan deposit minimal Rp1.000.000 pada aset kripto apa saja termasuk USDT/IDR. Hal ini dipandang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital. Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Micron Naikkan Dividen 30 Persen, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:11 WIB

Micron Naikkan Dividen 30 Persen, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

Jakarta, katakabar.com - Kenaikan dividen Micron mencerminkan optimisme terhadap permintaan chip AI global di tengah investasi besar sektor teknologi dan pusat data. Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengumumkan kenaikan dividen sebesar 30 persen, mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang di tengah meningkatnya permintaan global terhadap chip memori. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor, terutama di tengah dinamika industri semikonduktor yang tengah mengalami transformasi besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam pengumuman terbarunya, Micron menyatakan bahwa peningkatan dividen ini didukung oleh kinerja keuangan yang membaik serta ekspektasi pertumbuhan yang solid ke depan. Kenaikan dividen ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, seiring dengan strategi ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi yang tengah dijalankan. Permintaan terhadap produk Micron, khususnya memori berperforma tinggi seperti high-bandwidth memory (HBM), terus meningkat pesat seiring dengan kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks. Teknologi ini menjadi komponen penting dalam mendukung pusat data, model AI generatif, serta berbagai aplikasi berbasis komputasi skala besar. Lonjakan permintaan tersebut memberikan dorongan signifikan terhadap pendapatan dan prospek pertumbuhan perusahaan. Selain itu, Micron juga diuntungkan oleh tren investasi besar-besaran di sektor AI yang dilakukan oleh perusahaan teknologi global. Raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet terus meningkatkan belanja modal untuk memperluas infrastruktur AI, yang secara langsung meningkatkan kebutuhan akan chip memori canggih. Tetapi, di balik prospek positif tersebut, industri semikonduktor tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah potensi ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas produksi, yang dapat memicu volatilitas harga chip. Tidak cuma itu, investasi besar dalam pembangunan fasilitas produksi baru membutuhkan waktu yang panjang serta biaya yang sangat tinggi, sehingga menimbulkan risiko jika permintaan tidak sesuai dengan ekspektasi. Kenaikan dividen Micron juga menjadi indikator perusahaan berada dalam posisi keuangan yang cukup kuat untuk menavigasi siklus industri yang cenderung fluktuatif. Kurun beberapa tahun terakhir, sektor semikonduktor memang dikenal memiliki siklus naik-turun yang dipengaruhi oleh permintaan global, inovasi teknologi, serta kondisi makroekonomi. Bagi investor, langkah Micron ini dapat menjadi salah satu indikator penting dalam membaca arah sektor teknologi, khususnya yang berkaitan dengan AI dan infrastruktur digital. Pergerakan saham perusahaan semikonduktor sering kali menjadi cerminan dari ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan teknologi global. Untuk memantau perkembangan saham-saham Amerika Serikat, seperti Micron, serta aset kripto dan emas digital, investor Indonesia dapat memanfaatkan aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai instrumen investasi global secara real-time dalam satu aplikasi. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di saham AS maupun aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan yang terpercaya dan aman. Aplikasi ini telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta memberikan perlindungan aset dari risiko cybercrime melalui Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.nanovest.io, dan aplikasi Nanovest tersedia di Play Store maupun App Store untuk mendukung aktivitas investasi di tengah perkembangan pesat sektor teknologi global.

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran Internasional
Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 08:37 WIB

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

Jakarta, katakabar.com - Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami tekanan. Bertepatan dengan ini, Bittime juga mencatatkan kenaikan harga aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) hingga mencapai 4,23% (25 Maret 2026). Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Readers.id harga emas pada perdagangan, Selasa (24/3) melonjak sebesar 1,54% ke level $4.473,59 per troy ons. Ini mengakhiri tren penurunan sembilan hari berturut-turut yang sempat menggerus nilai emas hingga 15%. Kenaikan harga di pasar aset fisik tersebut turut terjadi pada instrumen aset kripto yang dipatok 1:1 pada harga logam mulia. Mengutip data internal dari Bittime, aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) tersebut dalam beberapa hari terakhir tercatat mengalami kenaikan volume perdagangan harian hingga 2-3x pada platformnya. Sentimen positif ini tidak hanya terbatas pada emas, namun juga merambah ke aset perak digital yaitu Silver Token ($SLVON) yang juga mengalami lonjakan volume perdagangan harian hingga 5x. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang kini semakin melirik perak digital sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh isu energi dan inflasi di Selat Hormuz. Kedua aset tersebut dapat diakses dan diperdagangkan melalui platform Bittime. Di mana, saat ini Bittime menyediakan fitur flexible staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% APY bagi pengguna baru. Bersama ini, sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Untuk itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Cegah Lonjakan Trafik Digital Selama Lebaran Default
Default
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:10 WIB

Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Cegah Lonjakan Trafik Digital Selama Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Antisipasi Lonjakan Trafik Digital Sepanjang Idul Fitri (lebaran), Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Menyambut periode libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Lintasarta memastikan kesiapan penuh infrastruktur digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjaga keandalan layanan pelanggan di berbagai sektor strategis nasional. Sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta memproyeksikan trafik jaringan akan meningkat sekitar 8–10% selama periode 18–25 Maret 2026, seiring melonjaknya aktivitas transaksi digital, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan layanan berbasis teknologi menjelang akhir Ramadan hingga puncak Lebaran. Kesiapan ini menjadi penting karena periode Idulfitri merupakan salah satu momentum dengan intensitas aktivitas digital tertinggi dalam setahun. Layanan pada sektor keuangan, transportasi, ritel, distribusi, pariwisata, hingga layanan publik dituntut tetap berjalan stabil di tengah lonjakan trafik dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital yang cepat, aman, dan tanpa gangguan. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional, Lintasarta terus memperkuat fondasi infrastruktur AI dan digital yang menopang operasional pelanggan enterprise di berbagai industri. Langkah ini sejalan dengan pendekatan Beyond Infrastructure, di mana Lintasarta tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memastikan infrastruktur digital yang aman, andal, compliant, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional pelanggan Director dan Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, mengatakan kesiapan infrastruktur digital yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas bisnis dan layanan masyarakat selama periode Lebaran. “Lintasarta berkomitmen memastikan keandalan layanan digital bagi pelanggan, khususnya pada sektor yang sangat bergantung pada konektivitas jaringan dan keamanan data. Dengan kesiapan infrastruktur, sistem monitoring jaringan yang terintegrasi, serta dukungan tim operasional yang siaga selama periode Lebaran, kami ingin memastikan layanan pelanggan tetap berjalan optimal dan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan digital dengan lancar tanpa gangguan,” kata Zulfi. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik tersebut, Lintasarta telah melakukan optimalisasi kapasitas jaringan dan mengoperasikan Network Operation Center (NOC) yang memantau infrastruktur layanan selama 24 jam penuh. Sebagai perusahaan dengan mayoritas pelanggan dari segmen business-to-business (B2B), Lintasarta menempatkan stabilitas layanan sebagai prioritas utama, terutama bagi pelanggan yang menjalankan sistemmission-critical selama libur nasional. Melalui NOC, Lintasarta melakukan monitoring dan analisis trafik jaringan secara real-time selama 24/7. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, sehingga mitigasi dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat, terukur, dan terkoordinasi. Tidak hanya itu, Lintasarta juga menyiapkan penambahan kapasitas untuk pengendalian trafik guna memastikan distribusi trafik data tetap optimal di berbagai jalur konektivitas. Perusahaan turut menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada titik-titik tertentu selama periode puncak Lebaran. Di sisi operasional, tim teknis Lintasarta disiagakan di kantor pusat maupun regional seluruh Indonesia selama 24 jam guna memastikan setiap potensi gangguan dapat segera ditangani. Kesiapan ini diperkuat dengan koordinasi lintas fungsi agar kontinuitas layanan tetap terjaga di seluruh area operasional pelanggan. Kesiapan Lintasarta selama Idulfitri merupakan bagian dari pendekatan Beyond Infrastructure yang dikembangkan Lintasarta dalam mendukung transformasi digital pelanggan melalui integrasi solusi 4C (Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration). Pendekatan integrasi sosial ini dirancang untuk mendukung transformasi digital pelanggan secara end-to-end. Dengan model ini, Lintasarta tidak hanya menyediakan jaringan yang andal, tetapi juga menghadirkan dukungan cloud, perlindungan keamanan siber, serta solusi kolaborasi digital terintegrasi agar operasional bisnis pelanggan tetap aman, efisien, dan berkelanjutan selama periode libur panjang. Untuk memastikan pelanggan tetap memperoleh dukungan optimal selama libur Lebaran, Lintasarta juga menyiagakan layanan contact center 14052 serta virtual assistant Talita melalui situs resmi perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman layanan yang responsif dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan pelanggan. Dengan kesiapan infrastruktur digital, penguatan sistem monitoring terintegrasi, serta dukungan tim operasional yang siaga penuh, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan digital bagi pelanggan di berbagai sektor strategis selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar menjaga konektivitas, Lintasarta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional yang memastikan aktivitas bisnis dan layanan publik tetap berjalan dengan aman, stabil, dan berkelanjutan.

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Maret 2026 | 12:08 WIB

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak

Lombok Barat, katakabar.com - Kesiapan layanan pelabuhan mendukung kelancaran distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mendatang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan tertib dan mampu mengakomodasi potensi peningkatan arus kendaraan pengangkut ternak, khususnya di Terminal Gilimas, Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Terminal Gilimas, Selasa (3/3) lalu. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah, Djoko Hartoyo bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan guna memastikan kesiapan layanan pelabuhan menjelang Idul Adha. Pada peninjauan lapangan, tim melihat langsung kesiapan fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus kendaraan pengangkut ternak di atas kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini untuk mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat pada periode puncak menjelang hari raya. Rangkaian kunjungan juga diisi dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan, antara lain operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Di forum tersebut dibahas proyeksi pergerakan ternak, kapasitas layanan pelabuhan, serta strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lembar, Kunto Wibisono, menyampaikan kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gilimas saat ini mampu menampung sekitar 100 truk. Tetapi kapasitas tersebut tidak secara khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut ternak, melainkan digunakan bersama dengan truk logistik lainnya. “Perlu dilakukan penyiapan area buffer oleh dinas terkait di luar kawasan Terminal Gilimas yang dapat difungsikan sebagai lokasi feeding dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan,” jelasnya. Menurut Kunto, pengaturan jadwal keberangkatan kendaraan dari daerah asal juga perlu disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal di Gilimas guna menurunkan waktu tunggu di pelabuhan. “Sebagai langkah alternatif, perlu dipertimbangkan pula layanan pengangkutan dari pelabuhan asal lainnya seperti Bima dan Dompu yang langsung menuju Pulau Jawa,” ucapnya. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran operasional serta memastikan distribusi hewan kurban di wilayah NTB tetap terkendali. Pelindo Multi Terminal Branch Lembar berkomitmen untuk memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi teknis dan aparat pengawasan, guna menjamin kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan potensi kepadatan selama periode puncak menjelang Idul Adha 2026 mendatang.

Strategi Pengiriman Hampers Lebaran 2026, Catat Waktu Tepat Hindari Lonjakan Pengiriman Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 Februari 2026 | 10:00 WIB

Strategi Pengiriman Hampers Lebaran 2026, Catat Waktu Tepat Hindari Lonjakan Pengiriman

Jakarta, katakabar.com - Tradisi berbagi hampers telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Di momen ini biasanya masyarakat saling berbagi kue khas Lebaran ataupun pernak-pernik fungsional yang dikemas secara estetis. Dilansir dari JawaPos, produksi hampers Lebaran di bulan Ramadan umumnya melonjak hingga puluhan persen, terutama di H-10 Lebaran. Penentuan waktu pengiriman ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga memengaruhi makna, kesan, serta manfaat dari hampers yang diterima. Pengiriman yang tepat dapat membuat bingkisan terasa lebih relevan, personal, dan mampu memperkuat hubungan emosional antara pemberi dan penerima. Lima Waktu Ideal Mengirim Hampers Lebaran Berdasarkan panduan yang dibagikan Lokasoka, terdapat beberapa waktu yang dinilai paling tepat untuk mengirim hampers Lebaran, antara lain: 1. Dua minggu sebelum Lebaran (H-14)Pengiriman hampers Lebaran lebih awal memungkinkan proses distribusi berjalan lancar sekaligus menghindari kepadatan logistik menjelang Hari Raya. Waktu ini cocok untuk hampers kantor atau relasi bisnis. 2. Satu minggu sebelum LebaranPeriode ini menjadi waktu paling populer karena masih dekat dengan suasana Lebaran, sekaligus memberi ruang bagi penerima untuk menikmati isi hampers menjelang hari raya. 3. Sehari sebelum Lebaran (H-1)Meski tergolong mepet, pengiriman di waktu ini tetap dapat memberikan kesan spesial apabila pengelolaan logistik dilakukan dengan baik. 4. Hari H Idul FitriHampers Lebaran yang diberikan langsung saat silaturahmi Lebaran mampu menciptakan momen kejutan dan kebersamaan yang lebih hangat. 5. Setelah Lebaran di bulan SyawalPengiriman hampers pasca-Lebaran tetap relevan, terutama untuk memperpanjang suasana Idul Fitri sekaligus menjaga hubungan personal maupun profesional. Keuntungan Mengirim Hampers di Waktu Tepat Menentukan waktu pengiriman hampers dengan tepat memberikan sejumlah keuntungan, seperti meminimalisir risiko keterlambatan, menjaga kualitas produk tetap optimal, serta meningkatkan kesan positif bagi penerima. Selain itu, pengiriman yang terencana juga membantu pemberi hampers menghindari lonjakan harga dan keterbatasan stok menjelang Lebaran. “Di tengah padatnya arus logistik menjelang hari raya, waktu pengiriman hampers menjadi faktor krusial. Pengiriman yang tepat tidak hanya meminimalkan risiko keterlambatan, tetapi juga memengaruhi persepsi penerima terhadap ketulusan dan profesionalisme pemberi,” jelas tim Lokasoka. Konsultasikan jadwal pengiriman pengiriman hampers korporat Anda agar terhindar dari lonjakan logistik lebaran, di sini