Liga.Tennis

Sorotan terbaru dari Tag # Liga.Tennis

Liga.Tennis Luncurkan RSR 2026, Ungkap Perkembangan Olahraga Raket di Indonesia Olahraga
Olahraga
Minggu, 12 April 2026 | 13:08 WIB

Liga.Tennis Luncurkan RSR 2026, Ungkap Perkembangan Olahraga Raket di Indonesia

Bali, katakabar.com - Sejumlah cabang olahraga raket menunjukkan tren pertumbuhan yang solid secara global. Tenis tercatat sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, sementara padel berkembang pesat dengan Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru. Di sisi lain, pickleball mencatat ekspansi signifikan di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia dan Australia, serta squash yang terus mengalami peningkatan adopsi di berbagai negara. Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu episentrum pertumbuhan olahraga raket. Hal ini didukung oleh kombinasi faktor demografis dan ekonomi, mulai dari tingginya populasi usia produktif dan aktif, pertumbuhan kelas menengah dan atas, hingga posisinya sebagai destinasi pariwisata global. Dalam ekosistem tersebut, Liga.Tennis berkembang sebagai salah satu platform olahraga raket di Indonesia. Berawal dari Bali sejak 9 tahun lalu, Liga.Tennis kini merilis Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, laporan industri yang merangkum tren olahraga raket berdasarkan data aktivitas pengguna di platformnya. Laporan ini disusun dari hampir 100.000 pengguna yang tersebar di tujuh klub Liga.Tennis sepanjang periode Januari–Desember 2025. Berdasarkan laporan tersebut, tenis mencatat tingkat okupansi rata-rata sebesar 80 persen di antara seluruh cabang olahraga, diikuti oleh padel sebesar 75 persen dan pickleball sebesar 41 persen. (Adapun tingkat okupansi tertinggi untuk tenis mencapai 92 persen di lapangan klub Umalas, dan untuk padel sebesar 82 persen di klub Sanur). Sementara itu, squash mencatat tingkat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dalam ekosistem dengan karakter permainan yang lebih teknikal dan intens. Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov menyampaikan, kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga. Meskipun tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel berperan sebagai growth engine dalam ekosistem Liga.Tennis. Karakternya yang sosial dan mudah diakses menjadikannya efektif dalam menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi bermain. Dari sisi demografi, kelompok usia muda menjadi pendorong utama pertumbuhan. Partisipasi tertinggi berasal dari kelompok usia 21 hingga 40 tahun, khususnya pada tenis (65,31 persen) dan padel (58,30 persen). Squash menunjukkan distribusi yang lebih seimbang antara pemain muda dan paruh baya, sementara pickleball memiliki variasi usia paling beragam, dengan distribusi yang relatif merata dari kelompok junior hingga senior. Dari sisi perilaku, tenis cenderung dimainkan sepanjang pagi hingga malam hari dengan aktivitas puncak antara pukul 08.00 hingga 20.00. Sementara itu, padel menunjukkan pola penggunaan yang tinggi pada pagi dan malam hari, dengan peningkatan aktivitas pada jam setelah kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan karakter pengguna yang lebih sosial dan fleksibel. Laporan ini juga mencatat rata-rata pengeluaran pengguna sebesar Rp400.000 untuk aktivitas olahraga raket, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi dalam satu kunjungan. Secara keseluruhan, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Komposisi gender menunjukkan 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, sementara kelompok usia 31–40 tahun menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh kelompok 21–30 tahun. Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan berbagai fasilitas mulai dari lapangan, kelas pelatihan, hingga penyelenggaraan turnamen dan aktivitas komunitas. Hingga 2025, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik partisipasi domestik dan internasional. Pendekatan berbasis komunitas tersebut turut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan. Perusahaan juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan, tidak hanya dari penyewaan lapangan, tetapi juga dari pelatihan, turnamen, gym & recovery service, hingga layanan pendukung lainnya. “Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah pria biasa disapa Dimas ini. Ke depan, Liga.Tennis membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk pengembangan lokasi baru. Perusahaan menargetkan return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, serta ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun mendatang. Didukung oleh aset digital seperti Liga App yang telah memiliki hampir 100.000 pengguna, Liga.Tennis juga menyiapkan langkah ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pelajari lebih lanjut tentang tren olahraga raket dalam ekosistem Liga.Tennis di Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026 yang bisa diakses di sini.

Liga.Tennis Soroti Pertumbuhan Pasar, Perubahan Perilaku dan Peluang Ekonomi di Indonesia Default
Default
Rabu, 31 Desember 2025 | 19:00 WIB

Liga.Tennis Soroti Pertumbuhan Pasar, Perubahan Perilaku dan Peluang Ekonomi di Indonesia

Bali, katakabar.com - Minat terhadap olahraga raket di Indonesia terus meningkat secara signifikan, menciptakan peluang ekonomi baru di sektor olahraga dan gaya hidup. Laporan Global Padel Report 2025 dari Playtomic mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan padel tercepat di Asia Pasifik, sejajar dengan Singapura dan Thailand. Di kota-kota besar, padel berkembang dari sekadar aktivitas rekreasi menjadi “social currency” baru, yaitu medium untuk memperluas jejaring profesional, membangun komunitas lintas industri, dan memperkuat gaya hidup aktif masyarakat urban. Dibawa kali pertama oleh ekspatriat di Jakarta dan Bali, padel kini telah banyak digemari kalangan middle class masyarakat Indonesia. Fenomena ini selaras dengan pergeseran perilaku konsumen, terutama generasi muda dari rentang usia 30 hingga 40 tahun, yang semakin mengutamakan preventive health dan olahraga dengan learning curve yang cepat. Olahraga raket dipandang sebagai pilihan yang relevan karena ritme dinamis, durasi singkat, dan sifatnya yang sangat sosial. Kehadirannya dirasa sebagai lanjutan dari budaya badminton yang telah lama tertanam. Hal ini membuat adopsi olahraga raket lain berjalan lebih cepat dan menunjukkan potensi pasar jangka panjang. Seperti yang disampaikan oleh Founder Liga.Tennis, sebuah jaringan klub olahraga raket, Dmitry Scherbakov, Indonesia sedang memasuki era social fitness boom. Masyarakat tidak hanya mencari olahraga, tetapi ruang sosial, komunitas, dan pengalaman yang bermakna. Olahraga raket berada tepat di jantung perubahan ini karena sifatnya yang fun, mudah dimainkan, dan bersifat inklusif untuk semua usia dan tingkat kemampuan. Masifnya pertumbuhan olahraga raket di Indonesia memicu efek ekonomi berantai yang semakin terlihat. Fenomena global yang disebut sebagai “paddle effect” ini mendorong lahirnya brand apparel lokal, penyedia equipment dan perlengkapan, fasilitas fisioterapi dan sport recovery, akademi dan sekolah coaching, turnamen komunitas amatir hingga profesional, creator economy, dan pertumbuhan F&B di sekitar fasilitas olahraga. Hal ini turut menguatkan survei global yang menyebutkan bahwa aspek wellness semakin penting bagi masyarakat dunia. Mengutip laporan Global Wellness Economy Monitor 2024 dari Global Wellness Institute (GWI), ekonomi wellness global diperkirakan akan mencapai $9 triliun di tahun 2028 mendatang. Lebih jauh, Global Padel Report 2025 menyebutkan Indonesia mencatat salah satu angka produktivitas lapangan tertinggi secara global. Satu lapangan padel di Indonesia memiliki rata-rata gross merchandise value (GMV) lebih dari €6.000 per bulan atau setara dengan Rp110 juta, di mana angka ini tumbuh sebesar 173% YoY (2023–2024). Ruang pertumbuhannya juga sangat besar, dengan proyeksi Playtomic dan Monitor Deloitte yang memperkirakan jumlah lapangan padel di tahun 2026 akan mencapai sebanyak 85.000 di seluruh dunia atau dua kali lipat jumlah saat ini. Angka ini menunjukkan dua sinyal penting bagi investor dan operator, yaitu demand yang kuat dan sustainable serta efisiensi monetisasi per lapangan yang jauh di atas rata-rata pasar baru. “Ketika satu lapangan padel dibangun, yang bergerak bukan hanya pemainnya, tetapi ekonomi sekitarnya. Indonesia berada di titik percepatan pertumbuhan olahraga raket. Yang terjadi bukan hanya peningkatan jumlah pemain, tetapi lahirnya industri baru dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Kami membangun bukan hanya klub olahraga, tetapi ekosistem olahraga raket terbesar di Indonesia yang menghubungkan coaching, communities, facilities, dan digital platforms,” tambah Dmitry Didirikan pada 2017 sebagai platform digital untuk menghubungkan komunitas olahraga raket, Liga.Tennis berkembang menjadi salah satu jaringan klub olahraga raket dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Sejak membuka klub fisik pertamanya di Bali pada 2019, Liga.Tennis telah melayani pemain dari berbagai tingkat, termasuk kunjungan Novak Djokovic, petenis dengan rekor 24 gelar tunggal Grand Slam, dalam perjalanannya ke Bali pada tahun yang sama. Saat ini Liga.Tennis mengoperasikan 6 klub di Bali dan 1 klub di Sumba-Nusa Tenggara Timur dengan 85% tingkat okupansi yang didukung fasilitas lengkap untuk bermain tenis, padel, squash, pickleball, sekolah tenis, hingga community courts yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasional maupun fokus pengembangan keterampilan. Didukung basis pengguna yang terus bertumbuh dan telah mendekati 100.000 pengguna di Liga App, Liga.Tennis melihat kombinasi faktor jumlah populasi yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, dan supply yang masih jauh dari mencukupi, perusahaan menargetkan ekspansi hingga 77 klub di seluruh Indonesia dan regional market dalam satu dekade mendatang.