Lebak

Sorotan terbaru dari Tag # Lebak

Wuih! Sulap Pelapah Sawit Jadi Krey, UMKM Hasilkan 'Cuan' Miliaran Rupiah di Lebak Sawit
Sawit
Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:58 WIB

Wuih! Sulap Pelapah Sawit Jadi Krey, UMKM Hasilkan 'Cuan' Miliaran Rupiah di Lebak

Banten, katakabar.com - Pelepah kelapa sawit biasanya jadi limbah dibuang begitu saja dibiar membusuk ternyata bisa jadi sumber cuan bagi masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten. Di tangan kreatif para perajin, bahan sederhana ini diubah menjadi krey, dan sapu lidi yang laris manis, hingga menembus pasar Banten, Jakarta, bahkan Jawa Barat. Hasilnya, perputaran cuan (uang) miliaran rupiah per bulannya. Cerita Imam Suangsa, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak, kerajinan ini bukan sekadar usaha sampingan. “Pendapatan dari krey, dan sapu lidi dapat membantu ekonomi keluarga, dan bisa turunkan angka kemiskinan,” ujarnya, dilansir dari laman EMG, Minggu (19/10). Saat ini, sekitar 500 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bergerak di bidang krey, dan sapu lidi. Di mana rata-rata perajin meraih Rp3 juta per bulan, sehingga total perputaran uang di sektor ini mencapai Rp1,5 miliar. Krey dipakai untuk melindungi teras rumah dan rumah makan dari terik matahari atau cipratan hujan, sedang sapu lidi jadi andalan menyapu halaman rumah hingga ruas jalan. UMKM ini tersebar di berbagai kecamatan, seperti Rangkasbitung, Maja, Cimarga, Cileles, Banjarsari, dan Leuwidamar. Lokasinya strategis lantaran dekat perkebunan kelapa sawit, baik milik PTPN III Cisalak Baru maupun masyarakat lokal. Pengepul menampung krey seharga Rp30 ribu per lembar dan sapu lidi Rp1.000 per buah, sebelum dijual ke luar daerah. Mulyadi 55 tahun dan Sa'adah 50 tahun, pasangan suami istri dari Kampung Cihiyang, Rangkasbitung Timur, sudah menekuni usaha ini 15 tahun lamanya. Dari tiga hingga empat lembar krey yang mereka buat setiap hari, mereka bisa meraih Rp3 juta per bulan. “Sekarang kehidupan lebih tenang, bisa sekolahkan anak dan penuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar Mulyadi. Sementara, Toto 55 tahun, pengepul yang menampung 150 perajin, menimpali setiap hari ia menjual sekitar 200 lembar krey ke pedagang di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dengan harga Rp40 ribu per lembar.

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif Nusantara
Nusantara
Senin, 16 Oktober 2023 | 11:26 WIB

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif

Banten, katakabar.com - Anak-anak muda dan pelajar (generasi) Z diedukasi tentang kelapa sawit lewat kegiatan Forus Group Discussion (FGD) Palm Oil in Gen Z Era, di Debatete Resto, Lebak, Banten pada 14 hingga 15 Oktober 2023, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menghelat kegiatan. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir dan Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014, Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat, Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur dan Wakil Ketua Aspekpir, Agus Sutarman, turut hadi di acara. Peserta kegiatan, meliputi puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lebak, Banten serta perwakilan anak-anak petani kelapa sawit di Lebak, para kelompok tani, pengurus koperasi kelapa sawit dan anggota Aspekpir Kabupaten Lebak dan Banten. "Kegiatan FGD Palm Oil In Gen Z Era di Lebak ini salah satu upaya BPDPKS terus mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit menghadapi kampanye negatif," ujar Helmi Muhansyah, dilansir dari laman RM.id, pada Senin (16/10). Dijelaskannya, melalui kegiatan ini milenial Gen Z diharapkan bisa berperan dan turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan kelapa sawit Indonesia. Tidak hanya itu, kata Helmi, menginspirasi untuk bisa memanfaatkan kebaikan kelapa sawit dengan melakukan aksi nyata antara lain dengan mengupload kegiatan FGD dengan hastag sawit baik di sosial media masing-masing. Menurutnya, kunci agar masyarakat ikut serta mengkampanyekan kebaikan kelapa sawit tidak boleh hanya sekadar kata-kata saja tapi soal rasa. "Masyarakat mesti bisa merasakan kebaikan kelapa sawit," tuturnya lewat keterangan resminya. BPDPKS punya fungsi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui kemitraan Usaha Keci Menengah dan Koperasi (UKMK) kelapa sawit dengan menghadirkan 'rasa' bukan sekedar 'frasa', tambahnya. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menilai, FGD Palm Oil In Gen Z Era sangat penting mengedukasi anak-anak muda generasi Z untuk mengenal lebih dekat tentang kelapa sawit seperti apa peluang UKM berbasis kelapa sawit yang bisa dikembangkan. Untuk itu, harap Setiyono, setelah anak-anak muda mengikuti kegiatan ini, nanti ada motivasi dan dorongan dari dalam hati para generasi Z untuk berkarya atau memproduksi beragam produk dan olahan yang bersumber dari kelapa sawit. "Saya harap lahir satu produk UMKM unggulan dari Lebak, Banten yang ke depan dapat menjadi andalan Aspekpir untuk dikembangkan lebih besar," bebernya. Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat mengapresiasi kegiatan ini guna mendorong anak muda generasi z untuk memaksimalkan penguasaan teknologi guna mendukung perkembangan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan. "Kelapa sawit komoditas yang sangat penting. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kehidupan kita tidak bisa terlepas dari kelapa sawit sehingga hal ini menjadi peluang usaha ke depan bagi anak-anak muda generasi z," terangnya. Kepada generasi Z, imbau Rahmat, untuk mengenali kelapa sawit. Sawit sangat baik dan hampir semua kebutuhan kita, berkaitan dengan kelapa sawit. "Jangan pernah berputus asa dan raihlah pendidikan lebih tinggi," serunya. Di kegiatan itu, peserta dibekali dengan materi-materi pokok tentang peran strategis BPDPKS, kelembagaan kelapa sawit, teknik budidaya kelapa sawit, mengenal produk kecantikan berbasis kelapa sawit hingga pemanfaatan sosial media dan teknik branding produk berbasis kelapa sawit. Terus, dipamerkan beragam produk kerajinan olahan pangan dari anak-anak petani kelapa sawit binaan Aspekpir Banten maupun kerajinan yang memanfaatkan limbah kelapa sawit serta beragam produk kosmetika berbahan baku dari kelapa sawit. Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya di Banten, khususnya di Pandeglang. Hal ini guna mengedukasi anak-anak petani kelapa sawit agar bisa meneruskan usaha petani sawit yang telah dilakukan orang tuanya. Apalagi kelapa sawit sangat penting bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak dan Pandeglang. "Jangan sampai, orang tuanya bergelut di sawit, tapi anak-anaknya, saudara dan kerabatnya, tidak tahu tentang sawit. Padahal sawit adalah sumber penghidupan keluarganya," timpal Nur Muhammad.