Kuliaah DD

Sorotan terbaru dari Tag # Kuliaah DD

Dari Binus International ke Brisbane: Perjalanan Fannisa Widya Puteri Kuliah Double Degree Internasional
Internasional
Senin, 22 September 2025 | 11:00 WIB

Dari Binus International ke Brisbane: Perjalanan Fannisa Widya Puteri Kuliah Double Degree

Australia, katakabar.com - Bayangkan harus meninggalkan kenyamanan rumah, jauh dari keluarga dan teman-teman, lalu memulai hidup baru di negara lain. Pengalaman itu yang dirasakan Fannisa Widya Puteri, mahasiswa Binus International yang berkesempatan menjalani kuliah double degree di Queensland University of Technology atau QUT, Australia. Selama 18 bulan masa studi di QUT, Fannisa fokus mendalami industri media dan komunikasi. Tapi, bukan hanya sekadar belajar, ia dituntut untuk beradaptasi dengan sistem akademik yang berbeda, gaya hidup baru, dan tantangan hidup mandiri di negeri orang. Bagaimana Binusian satu ini melalui kesulitan tersebut? Ikuti ceritanya berikut ini! Fannisa tidak benar-benar sendiri dalam mengarungi perjalanan besar ini. Sejak awal, Binus University International berkomitmen memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh global experience. Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan melalui program Double Degree, yang memungkinkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di dua universitas. Mahasiswa menjalani sebagian masa studi di Binus University International, lalu melanjutkannya di universitas mitra yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Demi kelancaran kuliah double degree tersebut, Binus University International memberikan dukungan menyeluruh kepada mahasiswa yang akan berangkat, mulai dari persiapan berkas dan administrasi, pelatihan pra-keberangkatan, hingga pendampingan personal. Dengan persiapan matang, setiap mahasiswa double degree bisa berkembang maksimal. Sempat Kesulitan Temukan Ritme Belajar Kuliah di luar negeri merupakan hal yang benar-benar baru bagi Fannisa. Ini adalah pengalaman pertamanya hidup mandiri di negara baru. Di sisi lain, ia harus beradaptasi dengan metode pembelajaran yang berbeda di Queensland University of Technology. Fannisa mengaku sempat merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri. “Awalnya, saya merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem akademis yang berbeda (di QUT) dan menemukan ritme yang pas saat diskusi di kelas,” ujar Fannisa. “Salah satu perbedaan terbesar adalah tuntutan membaca materi yang jauh lebih banyak, dan saya belum terbiasa dengan hal tersebut," tuturnya. Karena adanya kesulitan tersebut, semester pertama kuliah double degree di QUT pun jadi terasa menantang secara akademis. Dalam situasi seperti itu, Fannisa didorong untuk keluar dari zona nyaman demi mengejar perbedaan ritme dan metode pembelajaran. Seiring berjalannya waktu, ia pun berhasil menyesuaikan diri dan bahkan menjadi lebih percaya diri, baik secara akademis maupun kehidupan sosial.