Industri Sawit Dorong Perubahan Besar di Kotawaringin Timur
Sampit, katakabar.com - Investasi di sektor perkebunan kelapa sawit telah mendorong perubahan besar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Selain membuka ribuan lapangan kerja, perkebunan sawit telah membuka akses ke wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Kotim, Alang Arianto mengatakan, saat ini tercatat ada 58 perusahaan sawit yang beroperasi di berbagai kecamatan di Kotim. "Keberadaan perusahaan-perusahaan itu lebih banyak memberikan dampak positif bagi pembangunan dan perekonomian daerah jika dibandingkan dengan dampak negatif yang timbul," ujarnya, lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Selasa (28/1). Di sektor transportasi misalnya, kata Arianto, dulu Desa Bukit Santuai atau Antang Kalang hanya bisa dicapai melalui sungai. Sekarang sudah ada akses darat berkat pembangunan infrastruktur oleh perusahaan sawit. “Perkebunan sawit memiliki multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi. Bahkan pada saat pandemi Covid 19 dulu, sawit tidak terpengaruh dan memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap perekonomian nasional,” jelasnya. Menurutnya, dampak negatif dari kehadiran industri sawit tetap ada seperti kerusakan lahan dan pencemaran sungai. “Tapi dampak negatif itu bisa diminimalisir dengan pengawasan yang ketat,” ucapnya.