D.camp, Startup Ekosistem Builder Terkemuka Asal Korea Perluas Pengaruhnya di Asia Tenggara Internasional
Internasional
Kamis, 13 Juni 2024 | 07:59 WIB

D.camp, Startup Ekosistem Builder Terkemuka Asal Korea Perluas Pengaruhnya di Asia Tenggara

Korea, katakabar.com - Dcamp, startup hub terkemuka asal Korea, sedang memperluas ekosistemnya ke Asia Tenggara. Mereka berencana gelar program MokTalk, program pertemuan komunitas startup di seluruh Asia Tenggara. D.camp percaya melalui community building yang ampuh untuk membangun hubungan dan kepercayaan, dan menciptakan kolaborasi baru dengan stakeholders. Mereka juga berencana meluncurkan community program di Indonesia tahun ini Mengapa D.camp Melakukan Ekspansi global? D.camp terus meninjau fund global untuk mengambil bagian dalam membangun kepercayaan dengan investor lokal dan menjadikan mereka sebagai organisasi startup yang ternama. Dcamp berupaya menjadi perantara bagi startup yang ingin berkembang secara global. Mereka membangun kepercayaan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis di pasar global dan memperluas kepercayaan tersebut kepada startup Korea. Salah satu program pertemuan komunitas startup D.camp, yaknj “MokTalk”, telah digelar setiap bulan di Singapura dan Tokyo. Melalui program ini telah menciptakan sekelompok orang yang dipercaya. Stakeholder yang diundang Dcamp orang-orang yang dapat dipercaya, mereka berharap dapat menciptakan jaringan orang-orang yang dapat membangun kepercayaan mereka. Dcamp memiliki investment arm, mereka memberikan investasi ke startup secara langsung dan juga menjadi LP (Limited Partner) pada fund tertentu. Mereka percaya investasi diberikan berdasarkan kepercayaan dan kredibilitas. Untuk itu, Dcamp terus mengkaji fund global untuk mengambil bagian dalam membangun kepercayaan dengan investor lokal dan menjadikan mereka sebagai organisasi startup yang terkemuka. D.camp saat initelah berpartisipasi pada 3 fund di Asia Tenggara, dan berharap dapat meningkatkan jumlah ini. Kedua, mereka ingin helat MokTalk, pertemuan komunitas startup di seluruh wilayah Asia Tenggara. Community building adalah mekanisme yang ampuh untuk membangun kepercayaan, dan menciptakan network baru. Bagaimana dengan Indonesia? Dcamp menilai Indonesia memiliki growing market dan talenta muda yang tech savy, sementara Korea secara historikal memiliki expertise teknologi dan pengaruh global yang kuat. Indonesia dan Korea mempunyai potensi untuk mendorong ekspansi startup, memperkuat keahlian teknologi, dan memanfaatkan banyak prospek di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Melihat potensi pasarnya, D.camp berencana meluncurkan program komunitas startup di Indonesia pada tahun ini. Ekspansi ini mendapat dengan dukungan dari IndoGen Capital. IndoGen Capital perusahaan modal ventura terkemuka di Asia Tenggara, yang terkenal sebagai mitra terbaik bagi startup dan perusahaan asing yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia. D.camp menganggap IndoGen Capital sebagai mitra yang dapat dipercaya; pada Agustus 2023, mereka taja seminar pasar untuk startup yang tertarik dengan pasar Singapura dan Indonesia, serta menghubungkan startup Korea dengan peluang yang ada di Indonesia dan Singapura. Mereka mengundang Chandra Firmanto, Managing Partner Indogen Capital, untuk menjadi pembicara utama. Acara ini menarik minat bagi para startup Korea yang mengincar ekspansi ke pasar Indonesia. Pada 2023, Dcamp memfasilitasi kemitraan antara startup Korea dan Indonesia, sehingga membuka potensi untuk kolaborasi. Saat ini sudah ada 11 startup yang sudah bergabung, program ini siap untuk menjadi fasilitator dalam pertukaran ide, dan inovasi.

Bangun PLTS, PT Bumi Meranti MoU dengan Perusahaan Asal Korea Riau
Riau
Minggu, 19 November 2023 | 09:36 WIB

Bangun PLTS, PT Bumi Meranti MoU dengan Perusahaan Asal Korea

Batam, katakabar.com - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan asal Korea Selatan Energy Intro Co Ltd. Direktur BUMD PT Bumi Meranti, Budiman dengan CEO Energy Into, Mr. Seo Dae Won, yang teken MoU di Batam, memasuki pekan ketiga November 2023. Direktur BUMD PT Bumi Meranti, Budiman menuturkan, dari MoU tersebut disepakati perusahaan berinvestasi dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 10 MWp dan 20 MWp. "Tadinya direncanakan bupati ikut hadir, tapi ada tugas mendadak ke Pekanbaru. Cuma dia berpesan agar pihak Energy Intro mempercepat realisasi," ujar Budiman. Kata Budiman setelah itu, segera dibentuk tim percepatan guna menggesa progres investasi dengan membuat kajian dan studi kelayakan. Termasuk berkoordinasi dengan pihak PLN, dinas terkait di Provinsi Riau Pemda Meranti, dan kementerian terkait di Jakarta. "Dari pihak Energy Intro sendiri berupaya pembangunan PLTS ini mulau Juli 2024 mendatang," jelasnya. Cerita Budiman, penjajakan MoU sudah dimulai beberapa waktu lalu. Terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu terlaksananya nota kesepahaman. "Khususnya Profesor Maizirwan, putra asli Riau yang menjadi akademisi di Malaysia. Serta Ir. Rudi dari Dinas ESDM Provinsi Riau," jelasnya. MoU itu sebagai upaya memenuhi kebutuhan kelistrikan dalam negeri, ucap Budiman, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Endingnya, bagaimana tenaga listrik yang dihasilkan lebih murah dan praktis dengan memanfaatkan energi terbarukan lewat listrik tenaga surya. "Ini sesuai dengan arahan dari Bupati Kepulauan Meranti, Asmar agar mengejar dan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan baik di dalam maupun di luar negeri," sebutnya.