Kompleks

Sorotan terbaru dari Tag # Kompleks

Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan Internasional
Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:02 WIB

Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan India perkuat kerja sama pelestarian warisan budaya melalui rencana restorasi kompleks Candi Prambanan. Itu dibahas di pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon dan tim restorasi dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (16/3) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kolaborasi kedua negara dalam konservasi situs bersejarah, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga salah satu kawasan warisan budaya terpenting di Asia Tenggara. Di pertemuan itu, Fadli Zon menekankan upaya pelestarian Prambanan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari situs-situs candi lain di sekitarnya. Kawasan ini, menurutnya, merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas yang mencerminkan pertemuan tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara. Ia menjelaskan kompleks Prambanan memiliki keterkaitan historis dan arsitektural dengan Candi Sewu dan Candi Plaosan, sehingga pendekatan konservasi perlu mempertimbangkan keseluruhan ekosistem budaya tersebut. “Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri. Ia bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi harus memulihkan bangunan candi sekaligus menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ujar Fadli Zon. Setelah melakukan kunjungan lapangan awal, tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara di kompleks Prambanan memerlukan konservasi lanjutan. Salah satu metode yang direncanakan adalah anastylosis, teknik restorasi yang menyusun kembali bangunan menggunakan batu asli yang ditemukan di lokasi. Melalui metode ini, struktur candi direkonstruksi sebanyak mungkin menggunakan material asli, sementara batu baru hanya ditambahkan secara terbatas untuk memastikan stabilitas bangunan. Tetapi proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Tim ASI mencatat bahwa banyaknya batu arsitektural yang tersebar di area situs membuat proses identifikasi menjadi kompleks. Setiap batu harus didokumentasikan dengan teliti untuk menentukan asalnya sebelum dapat dipasang kembali pada struktur yang tepat. Lantaran itu, tahap awal restorasi akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu sebelum keputusan restorasi final diambil. Proyek Percontohan Restorasi Sebagai langkah awal, ASI mengusulkan proyek percontohan restorasi pada satu atau dua candi perwara. Proyek ini diharapkan dapat membantu menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum restorasi dilakukan pada skala yang lebih luas. Tim ASI yang dipimpin Additional Director General Janhvij Sharma memaparkan rencana restorasi tersebut secara langsung kepada Menteri Kebudayaan Indonesia serta meminta arahan terkait pendekatan konservasi yang akan diterapkan di kawasan Prambanan. “Selama ribuan tahun, India dan Indonesia terhubung bukan hanya melalui perdagangan dan ekonomi, tetapi juga melalui budaya yang hidup dan terus beresonansi dari timur hingga barat,” ujar perwakilan ASI. Ia menambahkan tim ASI yang berada di Indonesia saat ini juga terus bekerja untuk mendukung pemulihan berbagai situs warisan dunia. “Tim kami di Indonesia telah bekerja dengan tekun untuk membantu memulihkan lebih banyak situs Warisan Dunia,” tambahnya. Di kegiatan sama, Fadli Zon, menyampaikan Indonesia memiliki dokumentasi historis yang cukup lengkap mengenai kawasan candi tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sumber penting bagi tim restorasi dalam merancang proses pemulihan struktur candi secara akurat. Pemerintah Indonesia menyatakan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs warisan budaya, khususnya di kawasan Prambanan yang merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia. Fadli Zon juga menyoroti potensi pemanfaatan teknologi modern dalam proses konservasi. Menurutnya, pendekatan digital termasuk kecerdasan buatan dapat membantu proses identifikasi serta penyusunan kembali batu-batu candi yang tersebar di lokasi. “Pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, dapat membantu mengidentifikasi serta menyusun kembali komponen batu candi secara lebih akurat,” tuturnya. Melalui kerja sama restorasi ini, kedua negara berharap dapat memperkuat pelestarian warisan budaya yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol hubungan panjang antara India dan Indonesia.

Terapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning Tekno
Tekno
Minggu, 11 Mei 2025 | 19:30 WIB

Terapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital yang semakin berkembang pesat, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning/ML) telah menjadi elemen krusial di berbagai aspek kehidupan. Di antara cabang pembelajaran mesin yang semakin relevan adalah Graph Machine Learning, sebuah metode yang mengintegrasikan struktur data berbentuk grafik untuk memecahkan masalah kompleks. Lantaran itu, Binus Book Review gelar acara Binus Book Review "Dasar-Dasar Graph Machine Learning", di penghujung April 2025 lalu. Acara ini digelar di Recreation Room LKC di Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi tentang esensi dan penerapan Graph Machine Learning. Pada sesi ini, peserta tidak hanya diajak untuk memahami konten utama dari buku, tapi untuk mendiskusikan penerapannya dalam konteks akademik maupun industri. Buku "Dasar-Dasar Graph Machine Learning" menjadi salah satu referensi penting yang mendalami topik ini secara mendalam dan sistematis. Acara ini berlangsung hybrid digelar secara online dan offline, berkat dari hasil kolaborasi antara Knowledge Management Innovation, Library Knowledge Center, Binus Publishing, dan Binus Research (Binus Press). Buku Dasar-Dasar Graph Machine Learning ini ditulis oleh Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. CDS. dan Dr. Ir. Ilvico Sonata, S.T., Μ.Μ., M.T., IPM., ASEAN Eng. Tidak hanya menjadi ajang perkenalan buku, Binus Book Review ini menjadi wadah diskusi interaktif yang memperkaya pemahaman peserta. Selama sesi berlangsung, peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan mendiskusikan aplikasi praktis Graph Machine Learning.

Verde Two Jadi Kompleks Hunian Tinggi Perdana di Indonesia Raih Sertifikasi EDGE Zero Carbon Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 28 Februari 2025 | 07:14 WIB

Verde Two Jadi Kompleks Hunian Tinggi Perdana di Indonesia Raih Sertifikasi EDGE Zero Carbon

Jakarta, katakabar.com - Verde Two jadi Kompleks Hunian Tinggi perdana di Indonesia raih Sertifikasi EDGE Zero Carbon. Verde Two dikembangkan Farpoint dan Asia Green Real Estate, berhasil meraih tingkat sertifikasi tertinggi yang ditawarkan EDGE: EDGE Zero Carbon. EDGE atau Excellence in Design for Greater Efficiencies adalah sistem sertifikasi bangunan hijau yang diakui secara internasional dan dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia. Keunggulan dan Manfaat Sertifikasi EDGE Zero Carbon Status EDGE Zero Carbon yang diraih Verde Two memberikan berbagai manfaat signifikan bagi semua pemangku kepentingan.